Blogroll

Cerita Sex Pelampiasan LDR Dengan Kekasih


Nama saya Martin. Saya akan menceritakan pengalaman saya bercinta dengan pacar saya, sebut saja namanya Laila. Sudah 7 bulan kami memadu kasih, namun saya dan Laila belum pernah bertemu, karena kami LDR. Kami masih ABG, baru saja naik ke kelas 2 SMA.

Saya penasaran dengan Laila, karena hanya bisa melihatnya lewat layar hp atau komputer. Saya mulai menabung untuk menemuinya di Medan, sementara saya sendiri di Jakarta. Ia pun merespon positif keinginan saya itu. Laila adalah anak yang sangat taat agama, sangat tabu saat saya tanya masalah sex.
2 bulan setelah menabung, saya akhirnya bisa ke Medan pada akhir September. Kami yang sudah merencanakan banyak acara sangat senang karena akhirnya akan bertemu. Saat menapakkan kaki di Medan, yang pertama saya lakukan adalah menelponnya.

“Sayang, aku udah di Medan loh” kata saya.
“Waah.. aku tunggu kamu di parkiran yah…”
“oke..” kata saya seraya menutup hp saya.
Saya menuju parkiran, dan terkejut, di pojokan sana saya melihat seorang wanita tanpa kerudung namun berpakaian sopan sedang duduk. Saya dekati dirinya.
“Maaf, Laila bukan?” tanya saya.

“Martin yah!!” katanya dengan nada girang seraya memeluk saya, saya pun membalas pelukannya.
Kami mengobrol ngalor ngidul sampai akhirnya kami memutuskan untuk ke hotel yang sudah saya booking selama seminggu.

Selama perjalanan saya yang tak tahan melihat tubuh kekasih saya yang seksi ini, sedikit nakal dengan meremas bahunya, dan mencolek dadanya.

Sesampainya di hotel dan check-in, di kamar kami memutuskan untuk makan malam karena hari sudah mulai gelap. Dan setelah makan malam dan berjalan-jalan, Laila terkejut saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 22:00.

“Sayang, nginep disini aja sama aku” kata saya.
“Ah ngga ah, ntar mama nyariin”
“telfon dulu, bilang kamu nginep dirumah si Sari (temannya)”
“Hmmm.. iya deh”
Setelah dia menelpon dan mendapatkan ijin dari mamanya, kami berdua segera menuju ke kamar hotel.
“Sayang mandi bareng yuk” kata saya padanya yang sedang sibuk menonton.
“Iiih apaan.. sana mandi gih…”

Saya yang memasang tampang melas, akhirnya membuat ia kasihan, dan akhirnya ia setuju untuk mandi bareng, dengan syarat kami mandi saling membelakangi.
Di kamar mandi, ia sibuk membasuh tubuhnya, namun saya belum melihat tubuhnya secara keseluruhan karena saya membelakanginya. Rasa nafsu dan keingintahuan saya akhirnya membuat saya berbalik dan segera mendekap tubuh telanjang pacar saya itu, lalu menciumi kedua buah payudaranya
“Aaahh…”
Teriakan itu membuat saya semakin bernafsu. Segera saja saya paksa ia duduk dan tanpa ba bi bu saya masukkan penis saya ke mulutnya.
“Ngghhh… Mmhhh…” ia tak dapat berkata, matanya melotot kearah saya sambil mencakar paha saya.
Namun saya tidak menghiraukannya, terus saja saya masuk-keluarkan batang penis saya itu ke mulutnya. Merasa cukup, saya berhenti dan mengeluarkan penis saya dari mulutnya.
“Aaahh.. aah aduuh… apaan sih kamu!! Maen masukin aja!! Aku bilang kan aku gak suka begini dari sms juga!!”
Namun tidak saya hiraukan dia, saya dorong dia ke wastafel, dan langsung saja saya coblos memek perawan itu oleh penis saya
“AAAAAHHH…!!”

Ia berteriak keras, namun tidak saya hiraukan, terus saja saya keluar masukan penis saya itu.
“Aaahh.. aahhh… Tiiinn… Terruuss…”
Saya tersenyum karena ia akhirnya dapat menikmati juga. Saya teruskan permainan ini. Saya sangat menyukai gaya ini, doggy style, dimana payudara 32 nya bergoyang-goyang. Sambil saya remas payudaranya, saya terus menggenjot memek yang berdarah itu.

“Ngg.. aahh… aaahhh…”
Saya mulai menggeram, mengetahui hal ini Laila sontak kagett dan berteriak.
“Keluarin di luar sayaang!!!!”
Mendengar hal itu saya mengeluarkan penis saya, membalikkan tubuhnya dan mendudukkannya, seketika itu juga muntahlah sperma saya di wajahnya.

“Crooott… croooott… crooott…” nikmat sekali rasanya, Laila yang kaget segera mencoba mengelap sperma itu.

Namun saya tahan tangannya, lalu saya gunakan tangan saya untuk memasukkan sperma saya itu kedalam mulutnya. Awalnya dia menolak, namun dengan sedikit paksaan akhirnya dia mau juga.

“Sayaang makasih ya, hari pertama ke medan langsung dapet yang khas medan” kata saya seraya tersenyum.
“Iiih…” hanya itu kata yang terlontar dari mulutnya sabil mencubit mesra perut saya.
Akhirnya kami melanjutkan mandi dan tidur bersama.