WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

Blogroll

Baca Majalah Menjadi Petaka Yang Hot


kali ini menceritakan pengalaman Sex seorang Pria yang benama Sigit. Sigit ini bekerja di kantor Pengacara. Pada waktu perjalanan dinas ke Jakarta Dia mendapat kenalan Dikereta dalam Kereta Api. Perkenalan itupun berjalan lancar dengan wanita yang bernama Anggi. Berawal dari perkenalan akhirnya menjadi suatu hubungan Sex. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Hey guest perkenalakan nama saya Baskoro, saya akan berbagi sedikit cerita tentang kisah mesumku, kejadian ini terjadi pada saat saya ada tugas di Jakarta Tgl 1 maret 2016. Ketika itu perjalananku ditemani oleh kereta api, karena sangat nyaman sekali, pada saat itu setelah saya duduk di kereta api saya merasa mengantuk. Saking nyaman-nya saya hampir tidak tahu kalau yg duduk di samping saya ternyata seorang wanita cantik guest. Sekejap rasa ngantuk saya langsung hilang begitu saja, dan sayapun mencoba menyapanya,

“ Siang Mba? ” ucap basa-basi saya.
“ Emm.. Siang juga Mas, ” jawab wanita itu.
Oh ya guest, gambaran dari wanita cantik ini seperti berikut, dia mempunyai wajah Asmiranda, postur tubuh seperti Tiyas Mirasih. Dia berkulit putih, berhidung mancung, alis mata tebal, dan mempunyai bibir sensual sekali. Kalau saya taksir untuk ukuran bra-nya sekitar 34B. Nampak kencang, kenyal dan indah sekali payudaranya dibalik blazer berwarna merah itu. setelah percakapan kecil tadi sayapun menghabiskan waktu saya dikereta dengan membaca majalah bola Fotball. Bisa dikatakan kalau saya ini termasuk maniak bola guest, Eh ternyata majalah bola itu pembawa hoki, karena wanita itu ternyata maniak bola juga, hhe. Kesempatan nih,
“ Lagi baca majalah Fotball ya Mas, pasti mas maniak bola yah ? ” ucap wanita itu.
“ Iya nih Mba, emang kenapa Mba, memangnya Mba seneng bola juga yah, ” tanya balik saya.
Benar-benar majalah magic ini, hha. Akhirnya sepanjang perjalanan itu kami-pun berbincang banyak tentang Fotball.
“ Oh iya Mas, kalau boleh tahu Mas kerja apa di Jakarta? ” tanya wanita itu.
“ Oh Saya kerja di kantor pengacara Mba dijakarta, Oh ya mba dari tadi kita ngobrol kog saya belum tahu nama Mba ya, hhe, Perkenalkan nama saya Sigit Mba, kalau nama mba siapa ? ” tanya saya.
“ Oh iya ya Mas, hhe, Nama saya Anggi Mas, salam kenal ya mas ya ” jawab waita itu,
Perbincangan kami-pun semakin seru, dan pada akhir nya saya tahu namanya juga. Sampai-sampai akhirnya dia menawarkan untuk hangout weekend ini di Jakarta. Lampu hijau nih buat saya, tanpa pikir panjang saya-pun menerima tawaranya. Setelah beberapa jam kami mengobrol tak terasa kami sudah sampai Jakarta, kebetulan kami turun di stasiun yg sama,
“ Oh ya, Mas yg jemput siapa memangnya, kalau tidak ada yg jemput ikut saya aja gimana ? Nanti saya anterin sampai tujuan deh Mas…hhe , ” ucap Anggi.
“ Belum tahu nih Mba, palingan juga naik taksi, lagian distasiun-kan banyak Taksi,hhe. ” ucap saya.
“ Sudah bareng saya aja nggk usah malu-malu, nanti biar diantar supir saya sampai tempat mas, ” ucap Anggi lagi.
Yasudahlah akhirnya saya dari stasiu-pun bareng denganAnggi. Singkat crita sampailah saya di ujung gang tempat saya, akhirnya saya minta turun di ujung Gang itu,
“ Makasih ya see you Anggi !!! besok saya akan telefon kamu yah, ” ucap saya pada Anggi.
“ Sama-sama Mas, see you to Mas, aku tunggu yah telfonnya.hhe, ” balasnya.
Sampailah saya di tujuan saya kemudian saya bergegas istirahat karena capek. Tak terasa sang mentari pagi sudah menerangi pagiku itu, kebtulan saya juga harus bangun pagi-pagi karena saya mau pergi ke kantor atasanku. Nah setelah selesai meeting di kantor, saya langsung telefon wanita cantik kemarin.
“ Hallo, bisa bicara dengan Anggi, ” ucap saya.
“ Dari siapa ini, ” tanya sebuah suara wanita.
“ Ini dari Sigit, teman Anggi dari Malang, ” ucap saya supaya si Anggi tidak lupa.
“ Hi Mas, apa kabar, dan gimana acara kami malam ini, ” jawab Anggi.
“ Saya sih udah siap jemput kamu sekarang, ” ucap saya.
“ Ya langsung aja Mas kalau gitu. ”
Saya langsung meluncur ke rumah Anggi. Gila benar, ternyata rumah si Anggi ini besar dan mobilnya selusin.
“ Wah kamu malam ini beda sekali ya, kelihatan lebih sederhana tapi tetep wah.. ” ucap saya sambil jelalatan melihat badannya yg ternyata wah wah wah.
“ Ah Mas Sigit bisa saja, saya kan emang begini ini, ” ucap Anggi merendah.
“ Gini-gini juga bikin pusing saya nih, ” ucap saya menggoda.
Eh ternyata Anggiitu mencubit lenganku.
“ Mas Sigit juga paling bisa deh, kemarin katanya karyawan biasa, kok mobilnya Mercy yg baru. ”
“ Oh itu, itu mobil dinas kok? ” ucap saya.
“ Ah Mas ini bisa aja, masak mobil dinas Mercy baru sih.. ” katanya sambil mencubitku.
Malam itu kami ke restoran mewah. Selesai makan kami ke pub.
“ Mas, kalo Anggi minum banyak, nggak pa-pa kan? ” tanya Anggi.
“ Untuk kesehatan sih jangan, tapi kalau sekali-sekali terserah kamu, masak saya melarang, nanti kamu bilang emangnya elu siapa. ”
“ Nggak maksudnya Mas Sigit nggak pa-pa ngeliat Anggi minum banyak. ”
“ Oh itu sih Okey, saya ini nggak banyak ngatur dan ‘possesive’ ke wanita, yg penting jgn reseh ya! ” ucap saya ke Anggi sambil kupegang dan belai kepalanya.
“ Kalo gitu kita minum aja Tequila, ” teriak Anggi.
“ Aduh ampun deh, kalo minum itu, nanti kalau saya juga teler siapa yg anter, ” tanya saya.
“ Ya kita nggak usah pulang, kita nginep aja di hotel sebelah. ”
“ Hah, kamu serius nih.. ”
“ Iya bener, kenapa sih, kok kamu belum ngerti juga kalo saya dari kemarin di kereta udah memperhatikan kamu, ” ucap Anggi sambil menggalayut ke badanku.
Uh mati deh saya, disosor sama wanita cantik yg umurnya cukup jauh di bawahku.
“ Ya kalo kamu bilang gitu saya ikut aja, tapi kamu nggak nyesel dan emang sadar kan ambil keputusan ini, ” ucap saya sekali lagi untuk meyakinkan diriku sendiri.
“ Yes darling, I’ve decided and never regret, ” ucap Anggi sambil memelukku dengan sebelah tangannya.
Dan malam itu saya minum mungkin sekitar 12 gelas kecil Tequila, dan Anggi menenggak tidak kurang dari 6 gelas. Kami berdua sudah mulai tinggi karena kebanyakan minum.
“ Nggi, pulang aja ya, mumpung saya masih bisa nyetir. ”
“ Iya deh pulang aja, biar bisa lamaan berduaan sama Mas Sigit, ” jawab Anggi manja.
Di mobil Anggi sudah tidak bisa menahan diri lagi.
“ Mas, Anggi nggak tahan nih. ”
“ Kamu mau muntah ya, ” tanya saya.
“ Bukan.. bukan itu, tapi itu tuh, nggak tahan itu, ” tangannya dengan jahil menunjuk-nujuk ke pangkal paha saya.
“ Anggi buka ya, ” katanya dan tanpa menunggu aba-aba, tangannya segera menggerayangi reitsleting celansaya dan mengeluarkan Kejantananku yg masih setengah tidur.
Dengan perlahan tapi pasti, dilahapnya seluruh batanganku ke dalam mulutnya yg seksi. Dimainkannya ujung batangku dengan lidahnya. Saya merasakan batangku mengeras dan semakin mengeras.
“ Nggi, aduh gimana nih sekarang, kamu tanggung jawab lho, ” ucap saya menggodanya.
“ Ya udah deh cari aja hotel, ” ucap Anggi sambil terus mengocok batangku, dan dengan tangan satunya dia meremas-remas payudaranya sendiri.
Hotel pun pilihannya jatuh di Hotel “ A “ Menteng Prapatan. Kami berdua naik ke kamar sudah agak sempoyongan tapi ditegak-tegakkan supaya kelihatannya sehat. Setibanya di kamar Anggi menyempatkan menelepon ke adiknya.
“ Nggin, ini saya nginep di Hyatt “ A “ kamar 900, bilangin bokap ya! ”
Saya begitu datang dari kamar mandi mengenakan handuk saja, langsung ditubruk dan handuknya ditarik Anggiyg ganas itu. Sambil mencium dada, perut dan sekujur tubuhku, Anggi dengan tergesa-gesa melepas bajunya dan melemparkannya ke penjuru kamar. Begitu terlepas BRA yg menutupi payudaranya yg padat itu, terlihat payudaranya yg putih padat dengan putingnya yg terlihat kecil mencuat karena terangsang.
Disambarnya batanganku yg sudah tegang karena melihat keganasan dan tubuh Anggi yg indah itu. Sambil menaik-turunkan mulutnya mengikutipanjangnya batangku, tangan kanan Anggi mengusap dan mempermainkan klitoris dan sekitar bulu Vag1nanya sendiri, serta sesekali terdengar erangan dari mulutnya yg terus menghisap batangku.
Capek dengan kegiatannya, Anggiitu menjatuhkan badannya ke tempat tidur sambil mengangkat kedua kakinya ke atas. Tangan kirinya membelai rambut Vag1nanya sendiri, dan tangan kanannya mempermainkan lipatan-lipatan kulit klitoris di Vag1nanya. Saya melihat Anggi seperti itu, langsung ikut membelai bulu Vag1nanya yg halus. Kujilat putingnya yg menonjol kecil tapi keras, kujelajahi perutnya yg kencang, kumainkan ujung lidahku di sekitar pusarnya. Dan terdengar erangan Anggi,
“ Egghh, uhh.. ” Langsung kuhujamkan ujung lidahku ke lubang Vag1nanya yg sudah basah, dengan kedua jempolku, kudorong ke atas lipatan klitorisnya, kupermainkan ujung lidahku di sekitar klitoris itu,
“ Uuhh, egghh, ahh.. ” teriak Anggi.
Karena tidak tahan lagi, langsung saja kumasukan batang kejantananku yg dari tadi sudah sangat keras. Dan ternyata basahnya Vag1na Anggi tidak mengakibatkan rasa licin sama sekali, karena lubangnya masih terasa sempit dan sulit ditembusnya. Begitu terasa seluruh batang kemaluanku masuk di dalam jepitan lubang Vag1na Anggi, perlahan-lahan kupompa keluar dan masuk lubangnikmat itu. Belum terlalu lama saya memompa Vag1na Anggi, tiba-tiba,
“ Aaahh, uugghh.. ” teriak Anggi, rupanya dia sudah orgasme.
Saya mempercepat gerakan dan teriakan Anggi semakin menjadi-jadi, lalu kuhentikan tiba-tiba sambil menekan dan memasukkan batang kejatananku sedalam-dalamnya kelubang Vag1nanya.
“ Oh.. Oh.. Oh.. that was so nice darling, let’s make another, ” katanya.
Kubalikkan badannya telungkup ke tempat tidur, dan dari belakang kupompa lagi keluar masuk lubang Vag1nanya yg ketat itu, kurebahkan badanku menempel ke punggung Anggi dan kugerakkan pinggulku secepatnya.
“ Uh.. uh.. uh.. uh.. aduh Mas enak sekali.. aahh.. ” teriak Anggi lagi karena orgasme yg kedua.
Tapi kali ini saya tidak stop, karena saya juga sudah merasakan denyutan yg memuncak di sepanjang batangku. Dan dengan kecepatan penuh kupompa keluar masuk lubang Vag1na ketat itu. Diiringi erangan yg semakin menjadi-jadi dari Anggi, akhirnya saya juga mencapai klimaksnya.
Paginya karena hari Minggu, saya tidak terlalu resah untuk bangun pagi. Apalagi saya sekarang sedang menginap di “ A “ bersama Anggi. Waktu saya bangun kulihat jam di meja samping tempat tidur, eh baru jam 8:00 pagi. Kepala masih nyut-nyutan, dan kamar masih gelap sekali, tapi saya tetap bangun dan ke kamar mandi. Setelah sikat gigi dan “ nyetor saham ”, saya langsung ke tempat tidur lagi dan masuk ke balik selimut.
“ Emm, Mas kok pagi-pagi sudah bangun sih. Uuhh.. tangan kamu tuh dingin, jgn nempel-nempel dong! ” ucap Anggi protes.
Tapi tanpa menghiraukan protes Anggi, saya tetap menempelkan badanku ke badan Anggi yg juga telanjang bulat. Dari belakang kupeluk badannya yg padat berisi, dengan tangan kananku, kuraba buah payudaranya yg menonjol. Saya memainkan jari-jariku di sekitar putingnya yg terasa menonjol kecil. Kurasakan badan Anggi menggeliat sedikit tapi kemudian diam kembali. Kulanjutkan lagi rabaanku ke daerah perut menuju rambut-rambut halus di sekitar Vag1nanya.
Perlahan-lahan kuusap-usap rambut-rambuit itu, dan di balik rambutnya kuraba dan mainkan klitoris Anggi.
“ Emm, ehh, Mas, uhh, Mas, ya itu di situ enak, terus ya, ” ucap Anggi tiba-tiba.
Tanpa terasa, batangku mulai mengeras lagi. Tidak pikir lama-lama langsung kutempelkan pinggulku ke pantat Anggi. Terasa Kejantananku tepat di belahan pantat Anggi. Tanganku tetap kumainkan di daerah Vag1nanya, dan saya bisa merasakan Vag1nanya mulai basah. Segera kuarahkan ujung batangku ke lubang Vag1na Anggi.
“ Aghh.. ” erang Anggi saat ujung batangku agak dengan paksa menusuk ke liang Vag1nanya.
Kugenjot Kejantananku sampai akhirnya.
“ Akhh.. ” erang Anggi rupanya dia sudah sampai.
Anggi melepas Kejantananku dari lubang Vag1nanya, dan memintsaya untuk tidur terlentang. Lalu dengan perlahan lagi, dia naik ke atas badanku dan mulai memasukkan Kejantananku yg tadinya sudah hampir mencapai puncaknya. Anggi menghadap ke arahku, sehingga terlihat wajahnyayg cantik serta buah payudaranya yg menonjol besar. Pinggul Anggi meliuk-liuk menimbulkan rasa enak dan ngilu di sepanjang dan ujung Kejantananku yg terjepit erat di antara Vag1na Anggi. Kuraih buah dada Anggi dan kuremas-remas.
“ Ohh, yes, yes, yah terus Mas, oouhh enaknya, ya.. ” teriak Anggi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya secara membabi buta.
Rambutnya yg agak panjang terlihat menyabet ke kiri dan ke kanan. dan tak lama kemudian kami pun mencapai puncak secara bersamaan. Begitulah kisahku bersama Anggi, dan sejak saat itu saya sering melakukan hu yg melelahkan sekaligus menyenangkan bungan sex bersama Anggi. 

Cerita Hot | GAdis Yang Mempunyai Kekurangan, Tapi Hot



kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Pria dewasa yang masih sinngle. Pria ini bernama Radit, sepulang kerja Radit ketika itu menabarak seorang gadis berusia 13 tahun. Singkat cerita Raditpun merasa iba karena mereka ternyata seorang gelandangan. Akhirnya mereka-pun diajak kerumah Radit, dan entah ada setan apa Akhirnya Raditpun merenggut keperawanan Gadis yang bernama Mila itu. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Perkenalkan namaku Radit, usiaku saat ini 35 tahun. Aku bekerja di sebuah salah satu perusahaan minuman yang cukup terkenal. Diperusahaan itu jabatankuku sudah lumayan tinggi, yaitu sebagai GM (General Manager). Karena seorang General Manager maka aku mendapatkan fasilitas dari perusahaanku berupa perumahan dan sebuah mobil inventaris.

Kebetulan aku ini masih singgle, karena aku masih singgle sepulang kerja hobiku adalah jalan-jalan. Sebenarnya bukan hanya untuk berjalan-jalan saja, namun sembari berjalan-jalan aku mencari wawasan. Nah… disinilah awal mula cerita sex-ku. Pada saat itu jam menunjukan pukul 23.00. Sungguh sial sekali malam itu aku, karena pada malam itu aku menabrak seorang anak yang digandeng ibunya ketika menyeberang jalan.
Tetapi untungnya mereka tidak apa-apa, karena saat itu aku dengan cepat menginjak rem mobilku, sehingga anak itu lukanya tidak begitu parah dan hanya mengalami luka kecil dibagian pahanya saja. Karena aku merasa bersalah, maka aku menawarkan gadis itu untuk berobat ke rumah sakit, tapi tawaranku ditolak oleh ibu gadis itu,
“ Sudah Mas, tidak usah dibawa ke rumah sakit, ini hanya luka kecil kok ” ucapnya.
“ Ya sudah Bu kalau mau ibu begitu, sekarang ibu dan anak Ibu saya antar pulang ya ? rumah Ibu dimana ? ” ucapku,
“ Tidak usah repot-repot Mas, kami tidak usah diantar, ” ucapnya menolak tawaranku.
“ Hlooo… Kenapa Bu, inikan sudah larut malam. Ibu tidak usah sungkan sama saya, Ibu tidak usah sungkan sama saya, anggap saja ini untuk menebus kesalahan saya ? ”
Mendengar tawaranku, Ibu itu-pun tidak menjawab pertanyaanku dan hanya menunduk lesu saja. Lalu ketika dia baru mau menjawab, tiba-tiba dari arah ujung trotoar muncul anak kecil sembari membawa bekicot,
“ Buk, obatin pakai bekicot saja biar luka Mba’ Mila cepat sembuh ” ucap anak kecil itu sembari memberikan bekicot itu.
Lalu Ibu itu-pun menerima bekicot dari gadis itu, kemudian ibu itu memecahnya dibagian ujung cangkangnya lalau mengoleskan dibagian luka gadis yang ternyata namanya adalah Mila. Tapi, Setelah selesai mengoleskan, Ibu itu mengandeng Mila dan adiknya lalu pergi. Tapi sebelum mereka melangkah jauh, aku-pun menghadang mereka bertujuan untuk mengantar meraka pulang kerumahnya.
“ Bu… tolong berhenti sebentar, Ibu mau pulangkan, biar aku antar yah ? kasihan tuh Mila jalannya pincang begitu… ” ucapku menawarkan dengan sedikit memaksa.
“ Ngaak usah Mas, Ibu… ”
Sebelum Ibu itu menjawab tawaranku, aku menimpa perkataanya,
“ Udah Bu, ibu tidak usah sungkan-sungkan, ini-kan sudah malam, kasihan Mila ” ucapku.
“ Maaf Mas, bukanya ibu tidak mau, tapi Ibu ini tidak punya rumah Mas, Ibu ini cuma seorang gelandangan… ” ucapnya mengejutkanku.
Ketika itu aku sempat diam sejanak karena mendengar jawaban Ibu itu, akhirnya aku putuskan untuk mengajak mereka ke rumahku untuk tinggal 1malam saja dirumahku. Jujur saja, aku kasihan sekali kepada mereka.
“ Yasudah begini saja Bu, ibu dan kedua anak ibu malam ini boleh tidur dirumahku ”
“ Tapi Mas… ”
Belum selesai ibu itu berkata aku menimpa lagi perkataanya,
“ Sudahlah Bu, anggap saja ini untuk menebus kesalahanku karena sudah mnecelakai Mila ” ucapku.
“ Yasudah kalau begitu Mas, saya nurut saja ” jawabnya menerima tawaranku,
Singkat cerita, didalam mobil selama perjalanan pulang, aku mendapatkan info dari ibu itu, ternyata Ibu itu malang sekali, dia ditinggalkan suaminya ketika mengandung adiknya Mila, yang pada akhirnya aku mengetahui nama adik mila adalah Sari. Dan Ibu itu bernama Tari . Ibu Tari berusia sekitar 43 tahun, Mila 13 tahun sedangkan Sari baru 10 tahun.
Mila sempat lulus SD, sedangkan Sari hanya sempat menikmati bangku sekolah sampai kelas 3 SD saja. Setelah sampai dirumah, Ibu Tari dan kedua anaknya langsung Aku suruh mandi dan makan malam. Ternyata Ibu, Mila dan Sari tidak membawa baju ganti sehingga setelah mandi baju yang dipakainya ya tetap yang tadi. Padahal baju yang dipakai merekasudah tidak layak untuk dipakai lagi.
Ketika itu Bu Tari memakai daster yang lusuh dan sobek, sedangkan Mila dan Sari memakai baju yang penuh jahitan hampir di semua bajunya. Keesokan harinya, yang kebetulan pada hari itu adalah hari minggu, aku mempunyai rencana membelikan baju untuk mereka bertiga. Aku memang tipe orang yang tidak bisa melihat ada orang lain menderita.
Kalau kata temen-temenku sih, Aku termasuk orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.
“ Mila dan juga kamu Sari makan yang banyak ya… biar cepet gede… ”.
“ Iya Mas…. boleh tidak kalau Sari habiskan semuanya, karena Sari sudah 2 hari tidak makan ”.
“ Boleh … Sari dan Mila boleh makan sepuasnya disini ” ucapku iba mendengar perkataan mereka.
Setelah acara makan malam selesai, ketiganya Aku suruh tidur di kamar belakang. Sekitar jam 1 dini hari setelah aku selesai nonton acara TV yang membosankan, Aku menuju kekamar belakang untuk meneggok keadaan mereka. Ketika Aku masuk kekamar mereka, jantungku langsung berdeguk cepat ketika Aku melihat daster Ibu Tari yang tersingkap sampai ke pinggang.
Ternyata dibalik daster itu, Ibu Tari ini memiliki paha yang betul-betul mulus dan dibalik CD nya yang lusuh dan sobek dibagian depannya terlihat dengan jelas jembutnya yang tebal dan hitam. Pikiranku langsung melayang dan Penisku yang masih perjaka ini langsung berontak. Setelah agak tenang, tanganku langsung bergerilnya mengelus paha mulus Ibu Tari ini.
Setelah puas mengelus pahanya, Aku mulai menjilati ujung paha dan berakhir dipangkal pahanya. Aku sempat mau muntah ketika mulai menjilati klitorisnya. Di depan tadi kan Aku sudah bilang kalau CD Ibu ku ini sobek dibagian depan…. jadi klitorisnya terlihat dengan jelas. Sedangkan yang bikin Aku mau muntah adalah bau CDnya.
Perkiraanku mungkin sudah berhari-hari tidak dicuci. Setelah sekitar 15 menit Aku jilati Klitorisnya, ternyata Ibu Tari ini tidak ada reaksi. Mungkin karena mereka terlalu capek sehingga tidurnya pulas sekali. Lalu Aku mulai keluarkan Penisku dan mulai Aku gesek-gesekkan di Klitorisnya. Aku tidak berani melapas CDnya takut dia bangun. Ketika itu aku hanya berani mengocok Penisku sambil memandanginya saja.
Ternyata Ibu Tari ini tidak memakai BH sehingga puting buah dadanya sempat menonjol di balik dasternya. Aku tidak berani untuk memeras teteknya karena takut Ibu Tari akan bangun. Sedang asyik-asyiknya Aku mengocok Penisku, Mila bangun dan melihat ke arahku. Mila sempat mau teriak dan untung saja Aku cepat menutup mulutnya dan memimta Mila untuk diam.
Setelah Mila diam, berhubung Aku sudah tanggung, terus saja Aku kocok Penisku. Mila yang masih terduduk lemas karena ngantuk, tetap saja melihat tangan kiriku yang mengocok Penisku dan tangan kananku mengusap-usap paha mulus ibunya. Sambil melakukan aktivitasku, Aku pandangi Mila, gadis kecil yang benar-benar polos, dan Aku lihat sesekali Mila melihat mataku.
Setelah melihatku pandangan mila berpindah ke pada paha ibunya yang sedang aku elus-elus berulangkali. Setelah sekitar 10 menit berlalu, Aku tidak tahan lagi, dan akhirnya
“ Crottt… crrott… Crottt… ”
Saat Aku keluarkan sperma Aku, Mila menutup matanya sambil memeluk kedua kakinya. Pada saat itulah Aku tanpa sengaja melihat pangkal pahanya dan ternyata Mila ini tidak memakai CD. Saat Aku sedang melihat Kewanitaannya Mila, dia bilang,
“ Mas… kenapa pipis di Kewanitaannya Ibu ”. Aku sendiri sempat kaget mendengarnya.
“ Nak… itu biar ibumu tidur nyenyak… ” ucapku membodohinya.
“ Om… Mila kedingingan…. Mila mau pipis… tapi Mila takut ke kamar mandi… ” ucapnya.
“ Ya… sudah Nak… ayo Om antar ke kamar mandi ” ucapku.
Mila kemudian Aku ajak pipis ke toilet di kamar tidurku. Aku sendiri juga pengen pipis, terus Mila Aku suruh jongkok didepanku. Mila kemudian mengangkat roknya dan… suur… banyak sekali air seni yang keluar dari Kewanitaannya. Aku sendiri hanya sedikit sekali kencingku. Setelah acara pipisnya selesai, Mila Aku gendong dan Aku dudukkan di pinggir ranjangku.
Lalu Aku peluk dan Aku belai lembut rambut panjangnya yang sampai ke pinggang,
“ Om… Mila belum cebok… nanti Kewanitaannya Mila bau lho… OM… ” ucapnya.
“ Tidak apa-apa Nak… biar nanti Mas yang bersihin Kewanitaannya Mila… Mila bobok disini ya… sama om… ”.
Kemudian Mila Aku angkat dan mulai Aku baringkan di ranjang empukku ini. Tangganku mulai aktif membelai rambutnya, pipinya, bibirnya… dan juga buah dadanya yang lumayan montok. Pada saat tanganku mengelus pahanya.
“ Om… kenapa mengusap-usap kaki Mila yang lecet… ” tanyanya.
“ Oh iya Nak… Om lupa… ” ucapku.
Tahu sendirilah, Aku memang benar-benar sudah horny untuk mencicipi Mila, gadis kecilku ini. Bayangkan pembaca, disebelahku ada gadis 14 tahun yang begitu polos, dan dia diam saja ketika tanganku mengelus-elus seluruh tubuhnya. Kemudian Aku jongkok diantara kakinya dan mulailah Aku singkap rok yang dipakai Mila sampai ke pinggang.
Sekarang terpampanglah dihadapanku seorang gadis kecil usia 14 tahun denga bibir kemaluan yang masih belum ditumbuhi bulu. Setelah pahanya Aku kangkangkan, terpangpanglah segaris bibir Kewanitaan yang dikanan-kirinya agak mengelembung, eh maksudku tembem. Dengan jari telunjuk dan Ibu jari Aku berusaha untuk menguak isi didalamnya.
Dan ternyata… isinya merah muda, basah karena ada sisa pipisnya yang tadi itu lho dan juga agak mengkilap. Tangankupun mulai mengelus Kewanitaan yang masih virgin itu. sesekali aku pelintir dan aku mainka Klitorisnya, aku sendiri heran Klitoris Mila ini ukurannya tidak kalah sama ibunya.
“ Aduuh… Om… Kewanitaannya Mila diapain… Om… ”.
“ Tenang Nak… tidak apa-apa… Mas mau nyembuhin luka kamu kok… Mila diam saja yaa… ”.
“ Iya… Om… ”.
Setelah Mila tenang, Akupun mulai menjilati Kewanitaannya dan memang ada rasa dan bau pipisnya Mila.
“Om… jangaan… Mila malu Om… Kewanitaan Mila kan bau… ”.
Aku bahkan sempat memasukkan jariku ke liang perawannya dan mulai Aku kocok-kocok dengan pelan. Milapun mulai menggelinjang dan mengangkat-angkat pantatnya. Aku pun mulai menyedot Kewanitaannya Mila dengan kuat dan Aku lihat Mila menggigit bibir bawahnya sambil kepalanya digoyang kekanan kiri.
“Om… geli Om… Kewanitaannya Mila diapain sih Om… ”.
Akupun tidak peduli dengan keadaan Mila yang kakinya menendang-nendang dan tangannya mencengkeram seprei ranjangku sampai sobek disana sini. Dan akhirnya…
“Om… sudah Om… Mila mau pii… piis dulu Om… ”.
Dan tidak lama kemudian “ Ssuur… suur… suur… ”
Banyak sekali cairan hangatnya membanjiri mulutku. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menelan semua cairan Kewanitaannya yang mungkin baru pertama kali ini dikeluarkannya.
Setelah kujilati dan kuhisap sampai bersih, Akupun tiduran disebelahnya dan kurangkul Mila ini.
“Om… maafin Mila ya… Mila tadi pipis di mulutnya Om… pipis Mila bau ya Om… ”.
“ Tidak apa-apa Nak… tapi Mila harus dihukum… karena udah pipis dimulut Om… ”
“ Mila mau dihukum apa saja Om… asalkan Om tidak marahin Mila… ”.
“ Hukumannya, Mila gantian minum pipisnya Om… mau tidak… ”.
“ Iya Om… ”.
Akhirnya Aku keluarkan Penisku yang sudah tegang. Begitu Penisku sudah Aku keluarkan dari CDku, Mila yang masih terlalu polos itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Aku lihat wajah Mila agak memerah. Setelah Aku lepaskan kedua tangannya, Aku sodorkan Penisku kedepan wajahnya dan Aku suruh Mila untuk memegangnya.
“ Nak… ayo dipegang dan dielus-elus…!.
“ Iya Om… tapi Mila malu Om… Mila takut Om… ”.
“ Tidak apa-apa Nak… ini tidak nggigit kok… ini namanya Penis Nak… ”.
Kemudian gadis kecilku ini mulai memegang, mengurut, meremas dan kadang-kadang diurut.
“ Nak… Penisnya Om mu ini diemut ya… ”.
“ Tapi Om… Mila takut Om… Mila jijik Om… ”.
“ Tidak apa-apa Nak… diemut saja seperti saat Mila ngemut es krim… ayo nanti Mila Om kasih es krim… mau ya… ”.
“ Benar Om… nanti Mila dikasih es krim… ”.
“ Iya Nak, Om janji deh… ” ucapku membodohinya.
Kemudian Mila-pun mulai jongkok diantara kedua paha Aku, lalu Mila mulai memasukkan Penisku ke mulutnya yang mungil itu. Awalnya memang agak susah sih, bahkan kadang-kadang Penisku terkena giginya, Maklumlah masih amatir…
“ Nah iya begitu Nak, isep ya… yaa… sperti itu Nak… ” perintahku.
Sembari Mila mengoral Penisku, kaos lusuhnya Mila-pun Aku angkat dan Aku lepaskan dari tubuh mungilnya. Aku elus-elus teteknya dan kadang Aku remas dengan keras.
“ Aku gemes banget sih sama buah dadanya yang bentuknya agak meruncing itu ”.
Sekitar 12 menit kemudian, Aku rasakan Penisku sudah berdenyut-denyut. Aku Tari k kepala Mila dan Aku kocok Penisku dimulut mungilnya, dan kemudian Aku tekan Penis Aku sampai menyentuh kerongkongannya dan akhirnya
“ Crottt… Crottt… Crottt… !!! ”
Tersemburlah sperma Aku, sungguh terasa lega rasanya. Sebagian besar sperm tertelan oleh Mila dan hanya sedikit yang menetes keluar dari mulutnya.
“Om pipisnya kok banyak banget sih, sampai-sami Mila mau muntah ini tadi… ” ucapnya dengan polos.
“ Iya ni Nak, tapi enak kan pipisnya Om ??? ” Ucapku.
“ Iya Om, tapi pipis Om kental banget dan agak amis. Ini tadi sampaiika tidak bisa telan semua..hhe… ” jawabnya dengan sedikit tawa kecil.
Aku memang termasuk laki-laki yang suka merawat tubuhku. Hampir setiap hari Aku fitnes. Menuku setiap hari : susu khusus lelaki, madu, 6 butir telur mentah, dan juga suplemen protein produk Australia. Jadi ya wajar kalau sperma Aku kental dan agak amis. Kemudian Aku peluk bidadariku kecilku ini dan sesuai janjiku dia Aku beri es krim rasa Strawberry.
Setelah habis Mila memakan es krimnya, dia Aku telentangkan lagi diranjangku. Terus Aku kangkangkan lagi pahanya dan Aku mulai lagi menjilati Kewanitaan tembemnya. terus terang saja Aku penasaran sebelum membobol selaput daranya.
“Om… mau ngapain lagi… nanti Mila pipis lagi lho Om… ”.
“ Tidak apa-apa Nak… pipis lagi aja Nak… Mila mau lagi khan es krim… ”
“ Mau Om… ”.
Setelah Aku siap, pahanya Aku kangkangkan lagi lebih lebar, dan Aku mulai memasukkan kepala Penisku ke lubang surgawinya. Baru masuk sedikit, Mila meringgis.
“Om… Kewanitaan Mila mau diapain ?? kok rasanya sakit sih… ” tanya Mila dengan polos kepad.
Karena dia masih Virgin Aku keluar masukan ujung Penis Aku dengan berlahan-lahan pada liang Kewanitaan Mila. Setelah terasa agak licin karena basah dengan lendir kawin kami, Aku-pun mulai menekan dengan keras Penis Aku. Lalu, Blessss… Akhirnya ujung Penisku merobek selaput dara Mila. Setelah itu terlihat darah segar mengalir dari kewanitaanya yang membasahi Penisku.
“ Aoww… Aduh… Sakit sekali Om… sakiit sekali kewanitaanku rasanya… Huu…uu…uu… ” rintihnya kesakitan,
Mendengar kesakitanya Aku langsung memepeluk Mila, lalu Aku ciumi wajah dan bibir mungilnya yang merah itu,
“ Tidak apa-apa Nak… nanti juga enak kok… tahan dulu ya Mila… ” ucapku menenangkanya.
Setelah beberapa beberapa saat kudiamkan, Aku mulai melanjutkan permainan pada Vaginanya. Ketika Aku lanjutkan terlihat dia masih meringis sambil menggigit-gigit bibirnya.
“ Ohhh… ahh… Ahhh… geli Om… ahh… ” itulah yang keluar dari mulutnya Mila.
“ Ahhh… Ohhh…. Om…. perih…, ahhh… gelii Mas… ahhh…, ”.
Sembari Aku terus meusuk-nusuk Kewanitaannya, Aku selalu perhaMilan wajah imutnya Mila. Wajah Mila-pun mulai memerah, kadang-kadang Mila menggigit bibir bawahnya. kalau Aku lihat matanya terkadang hanya terlihat putihnya saja. Kedua kaki Mila-pun sudah tidak beraturan menendang kesana-kesini dan juga kedua tangannya menarik-narik seprei kasurku hingga terlepas dari kaitannya.
“ Ahhh… Ohhh…. Om…. ahhh… Ssss… ahhh, Om… ”.
Aku mulai rasakan ada denyutan-denyutan Kewanitaannya di Penisku, pertanda Mila sebentar lagi orgasme. Kepala Mila-pun mulai menengadah ke atas dan kadang-kadang badannya melengkung. Sungguh pemandangan yang sensasional, gadis 14 tahun yang masih begitu polos. Tubuhnya terlihat mengelinjang dengan desahan-desahan yang betul-betul erotis.
“ Sss… ahhh… Ouhh… ahhh… geli Om… ahhh… ”
“Om… Mila mau pipis Om… ”
Setelah Mila berkata seperti itu, tidak lama kemudian terasa
“ Surrr… surrr… surrr….”
Rasanya Penisku seperti tersiram air hangat, kemudian Mila-pun Aku peluk sejenak untuk memberikan kesempatan gadis kecilku untuk menuntaskan orgamesnya. Setelah agak reda, Aku lumat-lumat bibir mungilnya.
“ Maapin Mila ya Om, karena Mila pipis dikasurnya Om, Mila malu sama Om masak udah gede masih ngompol di kasur… ”.
“ Tidak apa-apa Nak… (lugu sekali gadisku ini)… Om juga mau pipis di kasur kok… ”.
Aku sendiri sudah tidak tahan. Kakinya Aku angkat, lalu kuletakkan di pundakku. Dengan posisi ini kurasakan Penisku menyentuh dinding rahimnya. Kewanitaannya jadi becek banget, dan Aku mulai mempercepat sodokan Penisku.
“ Ndooro… Mila capek… Mila mau bobok… Om… ”.
“ Iya Nak… Mila bobok saja yaa… ”.
“ Kewanitaan Mila perih… Om… ”.
Lalu kutekan dan kupercepat gerakanku, Penisku-pun ikut mengayun cepat pada liang kenikmatannya dan kuTari k pantatnya dan,
“ Crottt… Crottt… Crottt… !!! ”
Tersemburlah sperma Aku kedalam rahimnya. Kemudian Aku cabut Penisku dari Kewanitaan tembemnya, terlihat lendir putih bercampur dengan darah segar mengalir keluar dari liang kemaluannya.
“Om…. kenapa Om pipis diperutnya Mila…. perut Mila jadi hangat Om… ”.
“ Iya Nak…. biar kamu tidak kedinginan…. ayo sekarang Mila bobok ya…. sini Om kelonin…. ”.
“ Iya Om, sekarang Mila capek. Mila pengen bobok dulu yah… ” ucapnya kelelahan.
Aku perhatikan Kewanitaannya sudah mulai melebar dan agak membelah dibandingkan sebelum Aku perawani. Setelah itu aku peluk dia dan aku cium dengan mesra Mila gadis kecilku. Aku dan Milapun akhirnya tertidur dengan pulas setelah berhubungan Sex. Selesai.

Cerita Dewasa | Menikmati Wanita jablay



Cerita ini sungguh aku Ceritakan tetapi nama sudah aku ganti saja. Saya telah bekerja di suatu perusahaan , yang bergerak di bidang otomotif. Denggan jabatanku yang sekarang ini, saya sudah termasuk karyawan yang dalam posisi ini enak dalam segala hal. Dengan fasilitas yang saya dapatkan, seperti mobil kantor dan perumahan. Akan tetapi dengan jabatan saya yang seperti ini , saya masih saja belum menikah.

Sehingga ketika saya sudah bekerja saya gak langsung pulang rumah , tetapi saya berkeliling dulu untuk jalan-jalan dan refresing saja untuk mencari hiburan sendiri. Kisah ini berawal saat saya sedang pulang bekerja,dan habis jalan-jalan menyusuri kota kisaran pukul setengah 1 malam. Saat saya sedang melaju kencang , tiba-tiba saya menyrempet seorang anak gadis yanhg bersama ibunya sedang menyusuri jalan. Dengan cepat untung saja saya menginjak rem sehingga anak gadis itu tak terluka parah . Hanya mendapat luka ringan saja, saat gadis itu jatuh ke tanah.

“Ya udah mbak, sekarang saya antar Mbak pulang, dimana rumah Mbak?” “Tidak usah Tuan, si mbok tidak usah diantar”. “Kenapa Mbak, ini kan sudah malam, tidak apa-apa Mbak saya antar ya?” Si Mbak ini tidak menjawab pertanyaanku dan hanya menunduk lesu dan saat dia mau menjawab, dari arah ujung trotoar mencul anak kecil sambil membawa daun talas.

“Ini Mbok daun talasnya, biar luka Mbak Anik cepat sembuh”.

Ibu itu menerima daun talas dari gadis itu, meremas dibagian ujung dan mengoleskannya diluka gadis yang ternyata namanya Anik. Tapi, Setelah selesai mengoleskan, si Mbak itu mengandeng Anik dan adiknya mau pergi. Sebelum melangkah jauh, saya hadang dan berusaha untuk mengantarnya pulang.

“Si Mbak mau pulang.., saya antar ya Mbak, kasihan Anik jalannya pincang”. “tidak usah Tuan, si Mbok..”.
“Kenapa Mbak, jangan malu –malu , ini kan sudah malam, kasihan Anik Mbak..”.
“Si Mbok ini tidak punya rumah Tuan, si mbok cuma gelandangan”.
Saya sempat benggong mendengar jawaban si Mbak ini, akhirnya saya putuskan untuk mengajaknya ke rumah saya walaupun hanya untuk malam ini saja. Terus terang saya kasihan kepada mereka.

“Ya sudah Mbak, kamu dan kedua anakmu itu malam ini boleh tidur dirumahku”
“Tapi Tuan..”. “Sudahlah Mbak
ini juga kan untuk menebus kesalahanku karena menabrak Anik”.
Dari informasi yang saya dapatkan didalam mobil selama perjalanan pulang, si Mbak ini ternyata di usir sama suaminya saat mengandung adiknya Anik, yang akhirnya saya ketahui namanya Nita. Si Mbak ini yang ternyata namanya Nandar, usianya sekitar 40 tahun, dan anaknya si Anik umurnya 15 tahun sedangkan Nita baru 12 tahun.

Anik sempat lulus SD, sedangkan Nita hanya sempat menikmati bangku SD kelas 5 saja. Setelah Mbak Nandar bercrita kepada saya. Sesampai dirumah, Mbak Nandar dan kedua anaknya langsung saya suruh mandi dan makan malam. Ternyata siMbak, Anik dan Nita tidak membawa baju ganti sehingga setelah mandi baju yang dipakainya ya tetap yang tadi.
Padahal baju yang dipakai ketiganya sudah tidak layak untuk dipakai lagi.

Si Mbak memakai daster yang lusuh dan sobek disana-sini sedangkan Anik dan Nita sama saja lusuh dan penuh jahitan disana sini. Besok yang kebetulan hari minggu, saya memang mempunyai rencana membelikan baju untuk mereka bertiga. Saya memang tipe orang yang tidak bisa melihat ada orang lain menderita. Kata temen-temen sih, saya termasuk orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Anik dan juga kamu Nita makan yang banyak ya.. biar cepet besar..”. “Inggih Tuan.., boleh tidak kalau Nita habiskan semuanya, karena Nita sudah 2 hari tidak makan”. “Boleh nduuuk.., Nita dan Anik boleh makan sepuasnya disini”.

Mulai dari sinilah awal dari petualangan seksku. Setelah acara makan malam selesai, ketiganya saya suruh tidur di kamar belakang. Sekitar jam 1 malam setelah saya selesai nonton acara TV yang membosankan, saya menuju kekamar belakang untuk meneggok keadaan mereka. Kemudian saya masuk kekamar mereka, jantungku langsung berdeguk cepat dan keras saat saya melihat daster Mbak Nandar yang tersingkap sampai ke pinggang.

Ternyata dibalik daster itu, Mbak Nandar ku ini memiliki paha yang betul-betul mulus dan dibalik CD nya yang lusuh dan sobek dibagian depannya terlihat dengan jelas jembutnya yang tebal dan hitam. Pikiranku langsung melayang dan kontolku yang masih perjaka ini langsung berontak.

Setelah agak tenang, tanganku langsung bergerilnya mengelus paha mulus Mbak Nandarku ini. Setelah puas mengelus pahanya, saya mulai menjilati ujung paha dan berakhir dipangkal pahanya. Saya sempat mau muntah ke Anik mulai menjilati klitorisnya. Di depan tadi kan saya sudah bilang kalau CD Mbak ku ini sobek dibagian depan.., jadi clitnya terlihat dengan jelas. Sedangkan yang bikin saya mau muntah adalah bau CDnya.

Ya.. mungkin sudah berhari-hari tidak dicuci. Setelah sekitar 13 menit saya jilati itilnya dan ternyata Mbak Nandarku ini tidak ada reaksi.. ya mungkin terlalu capek shingga tidurnya pulas banget, saya mulai keluarkan kontolku dan mulai saya gesek-gesekkan di clitnya. Saya tidak berani melapas CDnya takut dia bangun. Ya.. saya hanya berani mengocok kontolku sambil memandangi clit dan juga teteknya.

Ternyata Mbak Nandarku ini tidak memakai BH sehingga puting payudaranya sempat menonjol di balik dasternya. Saya tidak berani untuk memeras teteknya karena takut Mbak Nandar akan bangun. Sedang asyik-asyiknya saya mengocok kontolku, si Anik bangun dan melihat ke arahku. Anik sempat mau teriak dan untung saja saya cepat menutup mulutnya dan memimta Anik untuk diam. Setelah Anik diam, berhubung saya sudah tanggung, terus saja saya kocok kontolku. Anik yang masih terduduk lemas karena ngantuk, tetap saja melihat tangan kiriku yang mengocok kontolku dan tangan kananku mengusap-usap paha mulus ibunya.

Sambil melakukan aktivitasku, saya pandangi si Anik, gadis kecil yang benar-benar polos, dan saya lihat sesekali Anik melihat mata saya terus berpindah ke paha ibunya yang sedang saya elus-elus berulangkali. Setelah sekitar 8 menit berlalu, saya tidak tahan lagi, dan akhirnya

“CCROOT.. CCRROTT..CCROOT..”

====================================================================

Ayo Uji Hoki Dan Main Game Menarik dan Berhadiah Uang tunai Jutaan Rupiah : FANSBETTING

====================================================================

ada 6 kali saya menembakkan pejuhku ke arah itil Mbak Nandarku ini. Saat saya keluarkan pejuhku, si Anik menutup matanya sambil memeluk kedua kakinya. Pada saat itulah saya tanpa sengaja melihat pangkal pahanya dan ternyata.., Anik tidak memakai CD. Saat saya sedang melihat memeknya Anik, dia bilang..

“Tuan.. kenapa pipis di memeknya siMbak”. saya sendiri sempat kaget mendengarnya. “Nduuuk.. itu biar ibumu tidur nyenyak..”. “Tuan. .. Anik kdingingan.., Anik mau pipis.. tapi Anik takut ke kamar mandi..”. “Ya.. sudah Nduuuk.. ayo saya antar ke kamar mandi”. Anik kemudian saya ajak pipis ke toilet di kamar tidurku. Saya sendiri juga pengen pipis, terus Anik saya suruh jongkok didepanku.

Anik kemudian mengangkat roknya dan.. suur.. banyak sekali air seni yang keluar dari memeknya. Saya sendiri hanya sedikit sekali kencingku. Setelah acara pipisnya selesai, Anik saya gendong dan saya dudukkan di pinggir ranjangku. Lalu saya peluk dan saya belai lembut rambut panjangnya yang sampai ke pinggang. “Tuan.. Anik belum cebok.. nanti memeknya Anik bau lho.. Tuan..”.

“Tidak apa-apa Nduuuk.. biar nanti Tuan yang bersihin memeknya Anik.. Anik bobok disini ya.. sama Tuan mu ini..”. Kemudian Anik saya angkat dan mulai saya baringkan di ranjang empukku ini. Tangganku mulai aktif membelai rambutnya, pipinya, bibirnya.. dan juga payudaranya yang lumayan montok. Pada saat tanganku mengelus pahanya.. “Tuan.. kenapa mengusap-usap kaki Anik yang lecet..”.

“Oh iya Nduuuk.. Tuan lupa..”. Tahu sendirilah, saya memang benar-benar sudah horny untuk mencicipi Anik, gadis kecilku ini. Bayangkan pembaca, disebelahku ada gadis 14 tahun yang begitu polos, dan dia diam saja keAnik tanganku mengelus-elus seluruh tubuhnya. Pembaca.. gimana udah belum ngebayanginya.. udah belum..! udah yaa.. saya terusin ceritanya. Kemudian saya jongkok diantara kakinya dan mulailah saya singkap rok yang dipakai Anik sampai ke pinggang. Sekarang terpampanglah dihadapanku seorang gadis kecil usia 14 tahun denga bibir kemaluan yang masih belum ditumbuhi bulu.

Setelah pahanya saya buka, terpangpanglah segaris bibir memek yang dikanan-kirinya agak mengelembung.., eh maksudku tembem. Dengan jari telunjuk dan Ibu jari saya berusaha untuk menguak isi didalamnya. Dan ternyata.. isinya merah muda, basah karena ada sisa pipisnya yang tadi itu lho dan juga agak mengkilap.
Tanganku pun mulai mengelus memek keperawanannya, dan sesekali saya pijit, pelintir dan saya tarik-tarik clitorisnya. Ake sendiri heran clitnya tiksaya ini ukurannya tidak kalah sama ibunya. “Aduuh.. Tuan.. memeknya Anik diapain.. Tuan..”.

“Tenang Nduuuk.. tidak apa-apa.. Tuan mau nyembuhin luka kamu kok.. Anik diam saja yaa..”. “Inggiih.. Tuan..”. Setelah Anik tenang, sayapun mulai menjilati memeknya dan memang ada rasa dan bau pipisnya Anik. “Tuan.. jangaan.. Anik malu Tuan.. memek Anik kan bau..”. Saya bahkan sempat memasukkan jariku ke liang perawannya dan mulai saya kocok-kocok dengan pelan. Anikpun mulai menggelinjang dan mengangkat-angkat bokongnya. Saya pun mulai menyedot memeknya Anik dengan kuat dan saya lihat Anik menggigit bibir bawahnya sambil kepalanya digoyang kekanan kiri.

“Tuan.. geli Tuan.. memeknya Anik diapain sih Tuan.”. Sayapun tidak peduli dengan keadaan Anik yang kakinya menendang-nendang dan tangannya mencengkeram seprei ranjangku sampai sobek disana sini. Dan akhirnya..

“Tuan.. sudah Tuan.. Anik mau pii.. piis dulu Tuan..”. Dan tidak lama kemudian “cuuuurr…cuuur….criit…criiit..” Banyak sekali cairan hangatnya membanjiri mulutku. Saya berusaha sekuat tenaga untuk menelan semua cairan memeknya yang mungkin baru pertama kali ini dikeluarkannya. Setelah kujilati dan kuhisap sampai bersih, sayapun tiduran disebelahnya dan kurangkul saja dia. “Tuan.. maafin Anik ya.. Anik tadi pipis di mulutnya Tuan.. pipis Anik bau ya Tuan..”.

“Tidak apa-apa Nduuuk.. tapi Anik harus dihukum.. karena udah pipis dimulut Tuan..” “Anik mau dihukum apa saja Tuan.. asalkan Tuan tidak marahin Anik..”. “Hukumannya, Anik gantian minum pipisnya Tuan.. mau tidak..”. “Iya Tuan..”.

Akhirnya saya keluarkan kontolku yang sudah tegang. Begitu kontolku sudah saya keluarkan dari CDku, Anik yang masih terlalu polos itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Saya lihat wajah Anik agak memerah. Setelah saya lepaskan kedua tangannya, saya sodorkan kontolku kedepan wajahnya dan saya suruh Anik untuk memegangnya. “Nduuuk.. ayo dipegang dan dielus-elus..!

“Inggih Tuan.. tapi Anik malu Tuan.. Anik takut Tuan..”.
“Tidak apa-apa Nduuuk.. ini tidak nggigit kok.. ini namanya kontol Nduuuk..”. Kemudian gadis kecilku ini mulai memegang, mengurut, meremas dan kadang-kadang diurut. “Nduuuk.. kontolnya Tuan mu ini diemut ya..”.

“Tapi Tuan.. Anik takut Tuan.. Anik jijik Tuan..”. “Tidak apa-apa Nduuuk.. diemut saja seperti saat Anik ngemut es krim.. ayo nanti Anik Tuan kasih es krim.. mau ya..”. “Benar Tuan.. nanti Anik dikasih es krim..”.
”Iya Nduuuk..”. Anik pun jongkok diantara paha saya dan mulai memasukkan kontolku ke mulutnya yang mungil. Agak susah sih, bahkan kadang-kadang kontolku mengenai giginya.

“Nah gitu nduuuk.. diisep ya.. yaa.. ya gituu.. nduuuk..”. Sambil Anik mengoral kontolku, kaos lusuhnya Anik pun saya angkat dan saya lepaskan dari tubuh mungilnya. Saya elus-elus teteknya dan kadang saya remas dengan keras.

“Saya gemes banget sih sama payudaranya yang bentuknya agak meruncing itu”. Sekitar 12 menit kemudian, saya rasakan kontolku sudah berdenyut-denyut. Saya tarik kepala Anik dan saya kocok kontolku dimulut mungilnya.. dan.. saya tekan sampai menyentuh kerongkongannya dan akhirnya

“JRUUOOOOT…CROOT.. CROOT.. CROOT.. CRUUT..!”

Cairan pejuhku sebagian besar tertelan oleh Anik dan hanya sedikit yang menetes keluar dari mulutnya.

“Tuan.. pipisnya banyak banget.. Anik sampai mau muntah..”.
“Iyaa nduuuk.. tapi enak kan.. pipisnya Tuan..”. “Inggih Tuan.. pipis Tuan kental banget.. Anik sampai tidak bisa telan.. agak amis Tuan..”.

Saya memang termasuk laki-laki yang suka merawat tubuhku. Hampir setiap hari saya fitnes. Menuku setiap hari susu khusus lelaki, madu, 6 butir telur mentah, dan juga suplemen protein. Jadi ya wajar kalau sperma saya kental dan agak amis. Kemudian saya peluk gadis kecilku ini dan sesuai janjiku dia saya kasih es krim rasa coklat mocalate.

Setelah habis Anik memakan es krimnya, dia saya telentangkan lagi diranjangku. Terus saya buka lagi pahanya dan saya mulai lagi menjilati memek tembemnya. terus terang saja saya penasaran sebelum membobol selaput daranya. “Tuan.. mau ngapain lagi.. nanti Anik pipis lagi lho Tuan..”. “Tidak apa-apa Nduuuk.. pipis lagi aja Nduuuk.. Anik mau lagi khan es krim..” “Mau Tuan..”.

Setelah saya siap, pahanya saya buka lagi lebih lebar, dan saya mulai memasukkan kepala kontolku ke lubang surgawinya. Baru masuk sedikit, tiksaya meringgis. “Tuan.. memek Anik diapain.. kok sakit..” Saya sempat tarik ulur kontolku di liang memeknya. Dan setelah kurasa mantap, saya tekan dengan keras. Saya rasakan ujung kontolku merobek selaput tipis, yang saya yakin itu adalah selaput daranya.

“ Tuaaan.. sakiit..” Langsung saya peluk Anik, kuciumi wajah dan bibir mungilnya. “Tidak apa-apa Nduuuk.. nanti enak kok.. Anik tenang saja ya..”. Setelah kudiamkan beberapa saat, saya mulai lagi memompa memeknya dan saya lihat masih meringis sambil menggigit bibir bawahnya.

“Oohh.. ahh.. auuhh.. geli Tuan.. ahh..” itulah yang keluar dari mulutnya Anik.

“AUUHH.. OOHH.., TUAN.., PERIIH.., AAHH.. GELII TUAN.. AAHH..,”.

SAmbil saya terus menusuk-nusuk memeknya, saya selalu perhatikan wajah imutnya Anik. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Wajahnya memerah, bibirnyapun kadang-kadang menggigit bibir bawahnya dan kalau saya lihatnya matanya terkadang hanya terlihat putihnya saja. Kedua kaki Anik pun sudah tidak beraturan menendang kesana-kesini dan juga kedua tangannya menarik-narik seprei kasurku hingga terlepas dari kaitannya.

“AUUHH.. OOHH.., TUAN.., AAHH.. OOH.. AAHH, TUAN..”.

Saya mulai rasakan ada denyutan-denyutan vaginanya di kontolku, pertanda tiksaya sebentar lagi orgasme. Kepala Anik pun mulai menengadah ke atas dan kadang-kadang badannya melengkung. Sungguh pemandangan yang sensasional, gadis 14 tahun yang masih begitu polos, tubuhnya mengelinjang dengan desahan-desahan yang betul-betul erotis. Saya yakin para pembaca setuju dengan pendapatku, tapi tangannya pembaca kok megang-megang “itu” nya sendiri, hayo udah terangsang ya. Saya tahu kok, tidak usah malu-malu, terusin aja sambil membaca ceritsaya ini.

“Oohh.. ahh.. auuhh.. geli Tuan.. ahh..”.
“Tuan.. Anik mau pipiiss.. Tuan..” “cuuuur, , , cuurr. . . . .criit…..criiiittt…”

Kontolku seperti disiram air hangat..”. Saya peluk sebentar tiksaya untuk memberikan kesempatan gadis kecilku menuntaskan orgamesme. Setelah agak reda, saya lumat-lumat bibir mungilnya. “Maapin Anik ya Tuan.. Anik pipis dikasurnya Tuan..”.

“Anik malu Tuan.. udah besar masih ngompol di kasur..”.
“Tidak apa-apa Nduuuk.. (lugu sekali gadisku ini).. Tuan juga mau pipis di kasur kok..”. Saya sendiri sudah tidak tahan. Kakinya saya angkat, lalu kuletakkan di pundakku. Dengan posisi ini kurasakan kontolku menyentuh dinding rahimnya. Memeknya jadi becek banget, dan saya mulai mempercepat sodokan kontolku. “Tuan.. Anik capek.. Anik mau bobok.. Tuaan..”. “Iya nduuuk.. Anik bobok saja yaa..”.

“Memeek Anik periih.. Tuaan..”. Ku tekan keras-keras kontolku ke liang ke nikmatannya dan kutarik bokongnya dan “Jroooot. . . croot.. cruut.. croot.. croot.. cruut.. croot..!”.

Saya muntahkan pejuhku kedalam rahimnya. Saya cabut kontolku dari memek tembemnya, terlihat lendir putih bercampur dengan darah segar mengalir keluar dari liang kemaluannya. “Tuan.., kenapa Tuan pipis diperutnya Anik.., perut Anik jadi hangat Tuan..”.

“Iya nduuuk.., biar kamu tidak kedinginan.., ayo sekarang Anik bobok ya.., sini Tuan kelonin..”. “Inggih Tuan.., sekarang Anik capek.., Anik pengen bobok..”. Saya perhatikan memeknya sudah mulai melebar dan agak membelah dibandingkan sebelum saya perawanin. Saya peluk dia dan saya cium dengan mesra Anik, si gadis kecilku. Saya dan Anik pun akhirnya tertidur dengan pulas. Sekian .

Cerita Dewasa | Maafkan Kekhilafanku Ayu



Inilah kisah nyataku ditahun 2010. Aku bekerja diperusahaan yang bergerak dibidang sales di Kota Semarang, tentunya aku sudah lama kerja di sana, aku sebagai supervisor team. diperusahaanku ada administrasinya kebetulan ada 3 perempuan dan berkerudung semua karna bos utama udah naik Haji. Disuatu hari ada Admin baru namanya Riska Asal Bojonegoro, umurnya masih 20an dia berwajah manis jawa, kulitnya kuning langsat, hidungnya mancung, tingginya sekitar 150 cm, Riska ga gemuk juga ga kurus, standar lah. tapi padat dan sintal, buah dadanya kira kira 34B dan pantatnya udah membentuk kalo Riska memakai rok panjang ketat.

Disuatu hari aku memberanikan diri tuk kenalan. Pertama kali Riska agak kurang bersahabat. Karena kegigihanku tak sampai seminggulah Riska mampu tersenyum padaku.
Dan akhirnya seiring waktu Riska sering minta bantuanku. Dan dimalem minggu, aku mencoba mengajak Riska main ke warnet, dan Riskapun setuju, dia ingin sekali membuat FACEBOOK, dan kebetulan sekali aku diminta bantuan tuk buatin FACEBOOK. Kamipun satu USER ROOM seperti KBU Wartel tertutup dari bawah sampe atas, dilengkapi pintu dan kuncinya, Riska pun kayaknya tidak peduli. Akupun sangat berhati hati dalam berucap ataupun bertindak. Maklum Riska adalah wanita berkerudung yang sopan.

2 jam kami bercanda gurau di dalam USER ROOM, kebetulan tempatnya lesehan cukup untuk 2 orang, yah agak sempit sih tapi bisa selonjor kaki. Dan saat aku ingin mengambil mouse yg terletak dikanan keyboard komputer, tanpa sengaja lenganku menyentuh buah dadanya, dan Riskapun berteriak Oww, Akupun terkejut “maafkan aku Mbak Riska Aku ga sengaja” ucapku. “ga papa kok pak, Kan ga sengaja” Riskapun menenangkanku. “hmm,,,, padat sekali toket Riska, pasti belum pernah dipegang cowo” dalam hati aku berucap.

Akhirnya FACEBOOK pun udah selesai terbuat. Riska pun senang
“makasih yah pak” ucap Riska.
“iya sama sama Mbak Riska” akupun menjawab.

Setelah Riska dah selesai FBan karna waktu paketannya masih lama, maka aku tanya ama Riska.
“Mbak Riska mau Browsing apa? mumpung waktunya masih lama? “.
“terserah Bapak ajah Riska sih ngikut”Ucap Riska.
“mau ngga Mbak Riska Aku bukain Film bagus?” tanyaku.
Film apa pak? jawab Riska. dan akupun membuka situs porno ternama.

Ketika Halaman pertama muncul Riska berteriak “Aaaaa…. Apa itu Pak?”.
“Ini film untuk 17 tahun keatas Mbak Riska” Akupun menenangkannya.
“Mbak Riska udah 17tahun keataskan??, kalo belum Halaman ini aku tutup”.
“ya udah tah Pak, saya udah 20 tahun, Saya juga penasaran sama yang beginian.” ucap Riska.
“BINGGO” dalam hati aku berucap. senangnya kalo Riska ga marah. Akhirnya dari Film ke Film Aku putarkan buat Riska. Aku liat wajah Riska yg mulai memerah dan ketawa kecil. kayaknya dia senang.

Dan kuperhatikan tangan Riska yg udah mulai salah tingkah gugup, nafasnya mulai panjang, dan kakinya mulai merapat. Dan saat itu aku memberanikan diri untuk memegang pundak Riska. Riska pun tampak Tak menghiraukan dengan apa yang aku lakukan. Yang tertuju hanyalah Layar komputer yang terputar Film Bokep. Tangan Kananku mulai aku gerakan di pundak Riska mengusap usap pundaknya sampai ke siku naik lagi ke pundak dan diteruskan ke leher samping Riska. Walau Riska merinding, tapi tetep membiarkan tanganku bergerilya di pundaknya. Wajahku mulai mendekat ke telinga Riska. Dengan sadar mulutku ku dekatkan ditelinga Riska
“Baumu harum banget Mbak??” jurusku mulai aku keluarkan.
“Ahhhh…. ba..bapak bi..bisa ajah.” Riskapun merendah dan suaranya mulai terbata bata.
“boleh nggak Saya mencium leher Mbak Riska??” jurusku memelas.

Riskapun hanya tersenyum. ku ciumlah leher Riska yg terbalut kerudung panjang. Kusigapkan Kerudung yg menutupi lehernya. Riska masih terpaku di layar komputer, Akupun tak menyia nyiakan moment ini. kuciumi senti demi senti. Ku gigit kecil kecil leher Riska. Kurapatkan tubuhku dibelakang tubuh Riska. Kupeluk Riska dengan erat. Cuaca diluar sedang hujan dan didukung udara AC yg dingin, suasana yg tepat ini. Akupun memeluk Riska dan Tanganku mulai menggrayangi perutnya sambil memijat kecil kecil. Riskapun merebahkan tubuhnya Didadaku, seperti Pasrah dia. Akhirnya kutarik dagunya yg lembut, Kutatap wajah Riska yg kosong, langsung kulumat bibirnya yg mungil. Riska ga membalas ciumanku cuman pasrah ajah ketika lidahnya aku hisap. 5 menit aku menghisap Lidah dan memainkan bibirnya yg tanpa perlawanan, kemudian aku lepaskan ciumanku dan aku bertanya
” kok ciuman saya ga dibalas?” .
“Saya belum pernah ciuman Pak, saya ga tau harus bagaimana?” jawab Riska sambil terengah engah.
“yawdah Mbak Riska nikmatin ajah ya? biar saya yang membuat Mbak Riska Fly?”
Riskapun hanya menganggukan kepala pelan,

Akupun langsung menciumi wajah Riska. dengan suasana USER ROOM yang privat. Kami leluasa berbuat, dan saat itu pula. kunaikan kaos panjang Riska yg berwarna Ungu, tersembullah 2 bukit cantik yang ditutupi Bra warna Ungu pula. Tanganku mulai memegang meremas payudara Riska, tapi tiba tiba Riska menyikap Tanganku, karna tanganku lebih kuat dan remasanku semakin keras Riska mulai mengelinjang dan tangannya hanya memegang tanganku erat.. Karna Riska mengeluarkan desahan kecil. Akupun langsung bertindak mencium bibirnya lagi.

Riska mulai memejamkan matanya. Ku angkat Bra warna ungu itu, nampaklah 2 bukit surganya para lelaki, payudaranya tepat sesuai perkiraanku 34B, dengan lingkaran puting agak lebar berwarna hitam dan dihiasi puting hitam yg masih kecil. Kumainkank ke 2 puting itu, kutarik tarik,
aku plintir plintir sehingga membuat badan Riska jadi tidak karuan.

Ku senderkan badan Riska di tembok dan aku disamping kirinya, Riska pasrah sambil menutup matanya.
Saat itu aku mulai menjilati Buah dadanya yang mulai mengeras. Aku jilat melingkar dari dasar sampai pucuk secara bergantian payudara. puting aku kenyot, Riska hanya menggigit bawah bibirnya supaya desahan ga didengar seluruh USER. kuciumi perut riska, kakinya ku regangkan sambil menyibakkan rok panjangnya. Tanganku mulai meraba kedua pahanya, sampai menuju pangkal pahanya. Riska sudah melayang tinggi, kucari gundukan dibalik CD itu. dan aku raba raba vaginanya. sepertinya CDnya sudah basah.

Akupun menarik tanganku, kumasukan tanganku ke atas rok di bagian perutnya. Aku meraba vagina Riska yang masih di tumbuhi Bulu bulu yg halus. Kugesek gesekan telunjuku di garis Vagina Riska. Dan Kumasukan jari tengahku kedalam lubang memiawnya. Riska mengejang dan berteriak kecil “Aoooww.. sakit pak”. kulumat langsung bibirnya tanpa ampun, supaya tak bersuara lagi. Kukocok memiawnya Riska, sampai 5 menit tubuhnya mengelinjang.. tanganku dibasahi Cairan sugawinya. Riskapun lemas.

Aku membantu merapikan Pakaiannya. dan ku cium kening Riska sambil mengucapkan “maafkan saya yg lancang Mbak Riska”.
Riska hanya diam. seperti menyesal dengan perbuatan kami tadi.
Waktu paket udah hampir selesai, kami pun berkemas untuk pulang. Riska hanya linglung tak berkata. didalam perjalanan tak henti hentinya aku mengucapkan maaf pada Riska.

Aku antar di di kost. Tak terasa udah jam 1 malam, pintu gerbang Kostnya Riska sudah terkunci. Riska mulai bingung.
“duh gimana nih pak udah di tutup gerbangnya?? gara gara bapak sih” Riska hampir nangis karna memang peraturan kost tidak boleh pulang larut malam.
“yawdah tidur di kontrakan bapak ajah?? kan bapak hari ini sendirian karna Pak Manager lagi rapat keluar kota” tawaranku.
(kontrakan rumah fasilitas perusahaan untuk Manager dan Supervisor)
“tapi??” Riska hanya bingung.
“udah ga papa.. nanti Mbak Riska Tidur dikamar Pak Manager atau kamar Saya”,
karna hari udah terlalu larut. tanpa pikir panjang Riska menyetujui tawaranku.

Tak lama sampailah ke kontrakanku., kubukakan pintu dan kupersilahkan Riska milih kamar. dan akhirnya Riska memilih kamarku. karna takut kalo ada apa apa ketika dia mendiami kamar Managernya.
Akupun mengalah tidur diluar, di kursi malas di Ruang tamu.
“mbak Riska ga mandi dulu??” tanyaku.
“engga pak capek bgt, Dingin lagey” alasan Riska.
“yawdah met tidur yah mbak, Maafkan saya tadi” lontarku.
” iya pak, sama sama” balas Riska.

Akupun merebahkan badanku di kursi malas, tanpa henti hentinya aku membayangkan kejadian yg spontan tadi, yang tak pernah terencana sebelumnya, aku berpikir, “kok Riska ga marah sama aku yah” dalam hati aku bicara.
”apa Riska juga suka tapi dia malu?? atau Riska takut sama aku karna aku pimpinannya”
“ah… bikin semakin bingung ajah, jalan pikirannya Riska”

Lama kelamaan aku mengingat kejadian tadi si otong pun memberontak karena si otong belum terlampiaskan.
Dan aku pun beranjak dari kursi malas itu, ku melangkah ke kamar yang Riska tiduri. Ku gedor gedor pintu tapi Riska ga menjawab, Nekatku ku buka handlenya, tenyata ga terkunci. Ku lihat Riska terbaring berselimut. “kayaknya Riska dah tidur”. tanyaku dalam hati.
ku goyang goyang badan Riska riska pun tak bangun juga. mungkin karna cape’. kutarik slimutnya yang di pake Riska. Oh ya.. Riska udah tanpa kerudung. rambut nya teruarai panjang, dan masih menggunakan baju yang sama tadi.

Tanpa basa basi karna menuruti si otong yg udah tak bisa tertahankan lalu ku peluk Riska yang sedang terbaring. Riska pun terbangun karna kaget.
“Pak… pak mau ngapain?” Tanya Riska dgn kaget.
“maafkan saya lagi Mbak Riska, saya mencintai Mbak Riska?? memelasku sambil menggombali Riska.
“Jangan pak.. Jangan… kenapa lakukan ini,, saya masih perawan pak…saya mohon… saya menyesal kelakuan kita tadi tanpa kontrol…”
“saya takut dosa pak… saya takut Allah mengutuk saya…”

Riska ketakutan sambil memohon belas kasihan supaya aku melepaskanya. Tapi disisi lain aku tak mendengarkan rengekan Riska karna perasaanku tertutupi napsu yang menggebu.

Tanpa daya Riska kalah dengan kekuatanku….
Kulucuti semua pakeannya sampai Bra dan CDnya.. tampaklah Riska yg telanjang bulat Indah bgt.
Kuciumi mulutnya tapi mulut Riska menghindar menolak ciumanku.. hanya tangisan yg dikeluarkan Riska…
“udah pak saya cape’.. hiks hiks” Tangis Riska.ku ta peduli ku remas payudara Riska kulumat puting Riska.. dan berjalan menuju perut sampai vaginanya.. Ku jilati Vaginanya tapi riska menahan kepalaku dengan kedua tangannya sambil menggeleng nggelengkan kepalanya, pertanda bahwa dia tidak setuju.
Kusibakkan tangannya Riska dari kepalaku berakhir bibirku menyentuh vaginanya…. Riska hanya mengelinjang…
setelah 7menit kemudian badanku naik keatas menuju bibirnya .

Karna Riska menangis malah membuat tenaganya habis dan hanya bisa pasrah. ku bisikan di telinga Riska “Saya mencintaimu” dengan nada lirih. dan kusiapkan otong tuk menembus lubang memiawnya.

Ku oles oleskan si Otongku di bibir vaginanya Riska. Riska tak berani memandang aku, hanya menoleh kesamping.
Tak lama kepala si otong mulai masuk walau sempit ku masukan ber ulang ulang… hingga masuk semuanya…
Riska menjerit kesakitan “aduuhh pakkk… saa..sa.. kit…” rintih Riska
“sabar sayang nanti juga enak kok” Jawabku dgn tertawa kemenangan.
“ah… uh… ahhh aadduuuhhh pak” suara desahan Riska.

Semakin Riska mendesah kencang semakin kupercepat gerakan maju mundurku dan tanganku hanya berpegang pada payudaranya.
“ohhh yyaaa… enak bgt memiaw ini…” sambil aku meremas payudara Riska.
setelah 15 menit. aku belum berganti posisi.
Riska berteriak ” pak saya dah ga kuat.. ahhh.. ahhh ahh oohhh”

Seiring Riska mendesah klimak Akupun juga mencapai klimaks dan kurasakan cairan hangatku dan Riska bercampur baur didalam..
akupun tekulai di atas tubuh Riska sambil memeluknya…
dan si otongpun mulai aku cabut dari sarang surga.
saat bersamaan cairan berwarna pink keluar dari memiawnya Riska.
sperma kita yg bercampu darah… mengalir lambat…
dan kubersihkan cairan itu dengan tisu basah milik Riska.
jam menunjukan pukul 3 kami pun ber istirahat bersama masih telanjang. Ku peluk Riska ku ciumi Riska
“Aku sangat mencintaimu Mbak Riska” terucap dari mulutku.
“bapak harus tanggung jawab sama perbuatan bapak. Nikahin aku sebelum aku positif Hamil” minta Riska padaku.
“pasti… sayang…” Jawabku dengan yakin

Setelah kejadian itu kami melakukan seminggu sekali dan Riska menjadi pacarku hanya 3 bulan.
karna aku di pindah tugaskan ke beda kota. Aku pun lama kelamaan Lost contact dengan Riska. terakhir kabar Riska pindah kerja Ke jakarta. sampai sekarang.

Cerita Hot | Pemerkosaan Dalam TAXI



Kisah Dewasa | Aksi kejahatan di dalem taxi sering sekali terdengar , korbannya bisa supir atau bahkan si
penumpang. DI kota besar seperti jakarta , berita seperti itu sudah tak aneh lagi bagi warganya.
Namun Natasya tak akan pernah menygka bahwa kejadian itu akan menimpanya bersama pula
adik perempuannya Karina.

Malam itu kedua perempuan cantik itu baru saja selesai berbelanja. baru saja kemarin Karina
mendapatkan kabar jika ia lolos audisi untuk bermain di sebuah film layar lebar . Karina memang aktif
sebagai model dan bintang sinetron walau pun namanya belum terkenal. Tentu saja kesempatam
bermain di layar lebar tak akan disia siakan, karena itu bersama Natasya kakaknya ia berbelanja
pakaian di sebuah mall.

Malam itu jakarta agak sepi karena sedari sore tadi hujan turun agak deras , meski saat itu sudah
mulai mereda , hanya tinggal rintik rintik. Taxi yg Natasya dan Karina tumpangi berhenti di sebuah
lampu merah saat tiba tiba pintu belakang taxi terbuka dan masuk dua orang yg langsung
mengapit kedua perempuan itu di tengah tengah. seorang diantaranya menodongkan pistol ke
kepala Natasya. Taxi kemudian tetap melaju dgn tenang seolah tak ada apa apa.
“Diam kalian…jangan berulah……kita hanya butuh sedikit sumbangan..hehehehe…” ancamnya. kedua perempuan itu sangat ketakutan terutama Karina , ia memeluk erat lengan kakaknya sambil menangis.
“tenang.jangan takut….kita kasih aja yg mereka mau….” kata Natasya berusaha menenangkan.
“siapa nama kalian…?” tanya si hitam
“sa..aku…Natasya…dia adik aku Karina….”
“Karina….hmmm…kayaknya ga asing yah mukanya….berapa umur kamu…?”
“tujuh..belas….” jawab Karina dgn nada ketakutan.
“tujuh belas ya…..? wahhh..tapi buah dada kamu udah gede gitu …hahahaha…” kata si hitam sambil
mencolek buah dada Karina, membuat perempuan itu semakin ketakutan.

“toolong…jangan sakiti kami……ambil aja semua uang sama barang barang kami…..” kata Natasya
berusaha mencegah terjadi hal yg lebih buruk.
“hehehe…santai aja nona nona cantik…sekarang kita mampir dulu ke ATM ya..? hehehehe….”
taxi itu kemudian menuju ke sebuah jajaran ATM yg tidak terlalu ramai.
“Lepaskan kami…..kalian kan udah ambil semuanya…” kata Natasya setelah salah seorang penjahat itu
kembali dari ATM dan menguras uang didalemnya sebanyak mungkin.

“hahaha..ga bisa……emang kami bego……tar kalian bisa langsung lapor polisi…..nanti juga kalian
dilepas, tenang aja…. ”
Taxi itu kemudian berputar putar sejenak kemudian masuk ke daerah yg cukup sepi , hanya
beberapa rumah yg terlihat terang tanda ada penghuninya. Mereka kemudian masuk ke sebuah
rumah yg agak terpisah dgn yg lain , lampu di dalemnya menyala tak terlalu terang.

Natasya dan Karina digiring masuk ke dalem , ternyata di dalem sudah ada dua orang yg sedang asyik
bermain catur , wajah mereka terlihat menyeramkan .
“yoo..bro…kita bakal pesta besar nih…gue bawa oleh oleh…..” kata supir taxi itu.

dua orang yg sedang bermain catur itu adalah preman dan penjahat yg sudah malang melintang di
dunia hitam , meraka adalah Choim dan Ompong. Hampir semua kejahatan pernah mereka lakukan,
mulai dari copet , nodong sampai pemerkosaan dan pembunuhan , sudah jadi maianan mereka.
Supir taxi itu namanya Gentong ..termasuk komplotan mereka juga. dulunya Gentong memang supir
taxi, namun dipecat karena sering menggelapkan uang setoran dan pernah melakukan pelecehan
seksual pada seorang penumpangnya, karena dendam ia nekad mencuri taxi di tempat ia bekerja ,
sedikit dipoles dan kini digunakan sebagai alat untuk melakukan kejahatan.

Sisanya yg menodongkan pistol pada Natasya adalah black , dan kawannya Dario, tak banyak yg tahu
catatan kejahatannya namun bisa dipastikan mereka juga sama jahatnya dgn yg lain.
“weleh..weweh….siapa nih….?” Tanya Ompong
“yg mudaan namanya Karina yg satu lagi Natasya….mereka baik loo..nih ada duit dari
mereka..hahahaha..”
“hmmm..cantik cantik ya…..tau aja loo bro…emang kita udah suntuk nih…kita lagi butuh hiburan….”
kata Ompong. Mendengar kata hiburan, sebersit ketakutan melintas di benak Natasya.,
“hi..hi..buran..ap..apa…maksud kalian…..?” suara Natasya bergetar karena takut.
“hahahaha….jangan pura pura bego deh..hiburan ya hiburan….di ranjang…hahahaha….” Mendengar
itu , Karina langsung menjerit dan menangis histeris sambil memeluk Natasya.
“tolong..aku mohon..jangan perkosa dia….dia masih kecil….tolong…”Natasya memohon sambil
berusaha menenangkan adiknya.
“masih kecil…..17 tahu sih udah dewasa dong neng..ya ga bro…?” kata si Ompong dan disambut dgn
derai tawa teman temannya.
“tolong….aku akan lakukan apa saja..asal jangan dia…tolong……”Natasya memohon.
“wah bener nih..?” tanya Choim
“betul…apa saja…asal jangan sentuh dia..kasihan…” jawab Natasya.

“bagus….ok..kalau begitu. itu mau kamu kan. …..sekarang kamu buka semua baju kamu…..”
“disini..?” Natasya ragu , “kenapa ga di kamar..”
“disini..sekarang…..atau adik kamu kami perkosa beramai ramai…..cepat…” Choim tak sabar.
setelah berusaha menenangkan Karina . kemudian Natasya maju ke tengah ruangan, dan mulai
melepas satu persatu pakaiannya, ia berusaha untuk tidak menangis atau meneteskan air mata,
namun wajahnya memerah karena dipermalukan seperti ini.

“WEEIIHH…..gila men…..bodynya yahud banget……fitness loe ya…?” kata Choim
Natasya hanya menangguk pelan , dan berhenti melepaskan pakaian luarnya , kini ia hanya
menggunaka bra dan celana dalem saja, dibawah tatapan mata para penjahat penuh nafsu.
“ayo teruskan…kok berhenti…..?” tanya Choim
“cukup….sampai sini saja….” kata Natasya
“Terserah deh…” kata Choim lalu memberi isyarat pada kawannya.

Gentong dan black kemudian mendekati Karina dan langsung berusaha merobek pakaian atas
Karina, membuat perempuan ini berteriak teriak histeris.
“JANgan…..ga mau…..jangan……..jangaannn…”
“tolong…jangan sakiti dia…tolong….” Natasya memohon.
namun kini Gentong dan black sudah berhasil merobek pakaian atas Karina, dan keduanya langsung
meremas dan mengulum buah dada perempuan remaja itu, smentara teriakan Karina terdengar kian
keras dan histeris.
“tidaaaaakk…jaaaangaannnn….cici..tolooooong… ….awaaaawwwww……”
“baik..baik…..lepaskan dia…aku nurut ….” Natasya memohon.

Choim memerintahkan kedua temannya berhenti, namun demikian keduanya masih memegang
kedua tangan Karina yg kini bertelanjang dada, buah dadanya terlihat kemerahan dan agak
basah.gelorabirahi.com Natasya kini mulai melepaskan bra dan celana dalemnya, badannya begitu
terlihat indah tanpa busana , buah dadanya menonjol lepas siap untuk diremas remas , kemaluannya
dgn bulu rambut yg tak terlalu banyak begitu menggoda , belum lagi kulitnya yg halus putih dan
lembut.

“nah..gitu kan bagus…..punya body ok kok ditutup tutup…hehehehe…”
Natasya kemudian disuruh untuk berjalan bak seorang pragawati di catwalk, tanpa busana. Demi
adiknya , ia berusaha menahan malu dilecehkan seperti ini , namun ia tak punya pilihan lain
meskipun otaknya terus berjalan mencari jalan untuk meloloskan diri. Choim tiba tiba maju ke
tengah dan memerintah Natasya ,
“nah..nona cantik ..sekarang kamu berlutut…..abang punya permen loli buat kamu ..hehehehe……”
Natasya berlutut , dan Choim membuka celananya , mengeluarkan kemaluannya yg siap beraksi
menerobos kemaluan para perempuan cantik dihadapannya. Choim kemudian menggesek gesekan
kemaluannya di wajah cantik Natasya , menggosok gosok di bibirnya , sampai akhirnya membenamkannya di mulut perempuan malang itu.

“isep yg enak…..jilatin juga pake lidah kamu…..”
Dgn canggung Natasya berusaha mengemut dan menjilat kemaluan itu, selain ukurannya , baunya
dan rasa asinnya cukup membuat Natasya mual , namun ia terpaksa melakukannya, daripada
adiknya yg harus mengalami semua ini , karena ia tahu Karina adiknya masih Perawan. kali ini
Natasya tak bisa menahan air matanya jatuh.
“ADUH..cape gue berdiri..kita ke sofa sayg…” kata Choim sambil membawa Natasya ke sofa.
Choim duduk di sofa , sementara Natasya kembali berlutut diantara kaki Choim , dan mengulumnya
kembali. Natasya sempat kelabakan saat Choim menahan kepala perempuan itu dan menghujamkan
kemaluannya jauh semakin ke dalem. Natasya tersedak dan hampir kehabisan nafas , saat Natasya
hampir kepayahan , Choim baru melepaskannya diringi tawa puas.Gelorabirahi
Choim kemudian menyuruh Natasya menjilati buah zakarnya dan kemaluannya perlahan ke atas dan
ke bawh seperti menjilati es krim , lalu kemudian mengulumnya kembali. Waktu terasa lambat
berjalan bagi Natasya sampai akhirnya , kemaluan Choim menyemburkan seluruh isinya masuk
langsung ke perut perempuan cantik itu.
setelah Natasya selesai menjalankan tugasnya , tiba tiba Dario datang dan langsung mengikatnya
erat , sehingga ia tak bisa bergerak.

“apa apaan ini…kenapa aku diikat seperti ini…lepaskan….” Protes Natasya.
“hehehehe….sudah diam…hehehe…..black , Gentong , ayo terusin yg tadi, gue pengen lihat body abg
sekarang kaya apa..?”
“apa…!!!kalian sudah berjanji……jangan sentuh dia…” Natasya merasa marah dan tertipu.
“YAHHH…gimana ya….kita emang pembohong kok….hahahahaha…” Jjawb Choim.
Black dan Gentong sgera merobek seluruh pakaian yg terisisa di badan Karina, perempuan ini hanya
bisa menjerit jerit histeris dan menangis.gelorabirahi.com Badan telanjang Karina yg masih remaja
ternyata menarik perhatian seluruh lelaki disana, ia kemudian dibawa ke tengah ruangan, dan
seluruh badannya tak ada yg luput dari jamahan tangan tangan kotor itu.
“bangsaat kalian…..!!!!lepaskan dia…lep…..”
Natasya tak dapat meneruskan kata katanya ketika Dario dan Ompong menariknya masuk ke sebuah
kamar , disana ia dikerjai habis habisan oleh kedua penjahat itu. Sementara itu black, Gentong dan
Choim masih asyik menjamahi badan Karina yg masih remaja.

“tiidaaaakk……..ga mauuuuu….ga mauuuuuuu………..” Karina berusaha berontak, namun tentu saja ia
tak punya daya apapun melawan tiga laki laki itu. Gentong menghisap dgn nafsu buah dada kiri
Karina, sementara bagian kana menjadi milik black. di bawah Choim asyik menjilati kemaluan
perawan itu.
“hehehehe…jarang..jarang nih dapet perawan..hahahaha…..” Choim tertawa senang.
“aampuun…jang..an….aahhhww…..jangan……… ” Karina menangis
“aaalllaaa……sok juah mahal….nanti juga ketagihan…..ya gak….?” KATA black
“iya nih…..sok banget…” timpal yg lain
“aampuunn…jangan diperkosa……jangan…aku belum pernah…sa..aku….”
“boleh…..kamu ga diperawKarina…tapi sebagai gantinya kita masuk lewat lubang yg lain…hehehe..”
“ap..apa…maksdunya…..?” tanya Karina katakutan.
“ya..pantat kamu..sama mulut kamu…ya ga….?”
“baik…baik….asal jangan ambil keperawanan aku……” kata Karina pasrah.
black segera memposisikan Karina , kemaluannya memukul mukul pantat indah Karina, dan tanpa
ragu sedikitpun menembus masuk ke dalem pantat adis itu.

“aaaaaaaaaaahhhhhhhh..sakiiittttt……..” Karina menangis menahan sakit saat kemaluan itu masuk
menembusnya. Dan jeritan semakin keras dan menyedihkan setiap black mendorong kemaluannya
semakin dalem.
“awww…aaahhhh…udahhhh…udaahhhhh…aahhhhh… ……”
“aaaahhhhhh…uuhhh…sa…..kiiittt…aahhhh………..”
Siksaan itu berjalan cukup lama bagi Karina sampai akhirnya ia merasakan ada cairan hangat
membasahi pantatnya. Karina menangis keras saat black telah mencabut kemaluannya , ia tergolek
lemah tak berdaya. Namun belum sempat ia merasa lega , black dan Gentong tiba tiba memegang
kedua tangannya, smentara Choim tengah bersiap dgn kemaluannya diantara kaki Karina.
“oohh..tidakk…jangan….penjahat…penipu……j angan….jaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh…….”
Tanpa banyak bicara kemaluan Choim menembus kemaluan Karina yg masih perawan. Karina
kembali menjerit histeris dan meronta ronta saat, kemaluan itu mengaacak acak keperawannannya.
“aaaaaaaaaaaaa…..tidaaaaaaaaaaaakkk……….aaa awwwwwww……….”
Tangisan perempuan itu tentu menjadi stimulus para pemerkosanya , Choim malah semakin kencang
menggenjot Karina. Sementara, kemaluannya di acak acak , biuah dadanya tak lepas dari remasan
remasan nakal Choim, putingnya dicubit dan ditarik tarik. Choim menggeram keras ketika pada
akhirnya ia sampai di puncak kenikmatan , cairan putih bercampur merah meleleh keluar dari
kemaluan Karina.

Wajah cantiknya basah oleh keringat dan airmata, seluruh badannya terasa sakit lemas seolah tak
bisa digerakkan, ia mengguman gumam tak jelas. Malam masih panjang…………penderitaan kedua
perempuan itu masih akan terus berlanjut.

Cerita Dewasa Perawan Haus Sex


Cerita Dewasa Perawan Ding Ding |“Yah, kita terlambat deh, Yu.” keluh Delima.
“Sudah lewat lima menit nih”, Ayu langsung lunglai.
Kuliah pertama hari ini dosennya killer banget, namanya Pak Sundjata. Ia benar-benar takut sama
Pak Sundjata. Namanya saja sudah Sundjata, bagaimana senjatanya. Finally, mereka harus bolos
kuliah. Itu lebih baik, daripada mereka harus dihukum menyalin tugas statistik tujuh kali.
“Ya udah deh, aku mandi dulu. Kau juga Del, nanti masuk angin” kata Ayu sambil segera masuk ke
kamarnya dgn lemas.

Delima benar-benar merasa bersalah. Seharusnya ia tak terkemudian lama memilih-milih bra tadi, tapi
Delima memang paling senang pilih-pilih underwear. Bisa dikategorikan bahwa Delima seorang
kolektor underwear. Akibatnya mereka harus mengejar waktu menembus hujan yg cukup deras,
tapi nyatanya tetap harus terlambat. Untuk menebus kesalahannya itu Delima memasakkan mie
goreng untuk Ayu. Ayu gemar banget sama mie goreng, dan itu merupakan senjatanya untuk
meminta maaf kepada Ayu.

Delima tak peduli keDelginan. Tanpa harus mandi dulu, ia sudah menggorengkan mie untuk Ayu.
Kemudian Delima segera membawa mie goreng “made in” dirinya ke kamar Ayu. Ayu kaget ketika
Delima tiba- tiba masuk ke kamarnya begitu saja. Pasalnya Ayu belum selesai memakai bajunya. Ia
masih bertelanjang dada. Untung bagian paling sensitifnya sudah ‘diamankan’ sebelum Delima
masuk tadi.

Delima juga tak kalah kagetnya. Ia sampai terbengong-bengong memandangi pemandangan indah yg
terhampar di depan matanya. Kedua bukit kembar Ayu membusung di depannya.
Sekal membulat
sedikit berlebihan untuk badannya yg agak kurus. Kedua bola mata Delima yg bening nanar
memandangi kedua daging kecil coklat kemerah-merahan yg bertengger di kedua ujung bukit
kembar itu. Darah Delima bagai disiram air hujan, Delgin menggigil. Ia terbayg beberapa adegan blue
film yg pernah ditontonnya.
Hujan semakin deras di luar. Petir mengelegar memekakkan telinga. Delima tersentak
mendengarnya.

“Ah, maaf Yu. Aku tak sengaja. Ini mie goreng untukmu. Makanlah selagi hangat,” kata Delima sedikit
gugup.
Diletakkannya sepiring mie goreng itu di meja rias. Delima segera berbalik hendak pergi tapi urung
karena Ayu memanggilnya.
“Del, aku masuk angin. Kamu mau kerokin kan aku?” pinta Ayu.

Mulanya Delima ingin menolak. Dia takut birahinya muncul dan salah tempat karena Ayu dan Delima
sejenis. Tapi melihat wajah memelas Ayu, perasaan bersalah Delima kembali muncul. Bagaimanapun
juga Delima yg menyebabkan Ayu jadi masuk angin. Akhirnya Delimapun bersedia menuruti
permintaan Ayu.

“Sebentar aku ambilkan balsemnya,” ujar Delima segera keluar kamar Ayu.
Tapi ternyata Ayu menyusul Delima. Ayu berfikir di kamar Delima juga tak apa-apa, sama saja.
Maka dgn cuma mengenakan CD-nya Ayu masuk ke kamar Delima. Tentu saja Ayu tak perlu
khawatir karena mereka cuma berdua di rumah itu saat ini.

“Disini saja, Del.” kata Ayu membuat Delima terkejut tak menygka Ayu akan menyusul ke kamarnya.
Ayu menelungkupkan badannya diatas ranjang. Kemudian Delima duduk di tepi ranjang untuk mulai
mengerokin kulit punggung Ayu. Tapi niat itu urung dgn tiba-tiba. Jemari Delima menyentuh kulit
punggung Ayu sekilas. Kulit punggung Ayu halus sekali.
Punggung Ayu yg agak kecoklat-coklatan nampak belang di bagian yg biasa tertutup tali bra. Tanpa
sadar Delima menyentuhkan jari telunjuknya menyusuri bagian punggung Ayu yg belang itu. Dari
punggung atas teruuss menyamping. Ayu yg merasa kegelian membalikkan badan. Pada saat itulah
tanpa sengaja jari telunjuk Delima menyentuh buah dada kiri Ayu.

“Kenapa, Del?” tanya Ayu sedikit mengatupkan mata menahan rasa merinDelg di badannya.
“Kulitmu halus sekali.”ujar Delima dgn nafas tersendat.
Mata Delima kembali tertuju pada bukit kembar yg terpampang di depannya.

“Milikmu besar sekali.” lanjut Delima.
“Kamu sudah pernah ML (make love) ya?”
“Siapa bilang? Ini keturunan.”, jawab Ayu sambil sedikit mengangkat bukit kirinya ke atas, bagaikan
menantang setiap tangan untuk memegangnya.
Birahi Delima yg mulai terbakar dan imbas dari kehujanan tadi membuat Delima menggigil.
Kemudian dilepaskannya kaosnya yg sudah agak kering. Tersembulah dua bukit kembar Delima yg
masih terbalut kain bra. Dua bukit yg sebenarnya agak kecil itu terlihat lebih besar dari ukuran
sebenarnya karena menegang menahan birahi Delima yg mulai meluap. Entah mengapa Ayu menjadi
senang ketika Delima melepas kaosnya.
“Milikmu juga besar Del.” kata Ayu.
Delima memandangi kedua bukit yg masih tertutup kain itu
“Coba aku buka ya” pinta Ayu.

Ayu menempelkan badannya ke badan Delima untuk membuka pengait bra di punggung Delima
sehingga Delima mudah untuk melepaskannya. Mata Ayu berbinar-binar memandangi dua bukit
kembar ukuran 32 milik Delima itu. Walau sedikit lebih kecil dari miliknya, tapi milik Delima itu
nampak lebih ranum. Tentu saja itu karena birahi Delima yg mulai bergolak. Tiba-tiba Delima
melepaskan klok yg dipakainya. Sesekali gerakannya tersendat. Kini mereka berdua sama. Cuma
memakai CD tanpa penutup lain.
“Yuu.. aku rasanya mau..” suara Delima mendesah
“Mau apa?” tanya Ayu dgn tatapan menggoda.
“Aku tak bisa menahannya Yu..” suara Delima makin mendesah.

Tahulah kini Ayu apa yg diinginkan Delima. Ia segera menarik tuduh Delima merebah. Kemudian
dirabanya dada Delima perlahan dan lembut. Diresapinya kehalusan kulit Delima senti demi senti.
Disentil-sentilnya puting buah dada Delima setiap kali jemari Ayu menyentuhnya. Dada Ayu
bergemuruh, nafasnya naik turun. Sedang Delima tersengal-sengal menikmati setiap sentuhan Ayu.
“Yu.. ooh.. Delginn..”
“Del.. kamu menggairahkan banget.. aku.. juga mau..”
Ayu mulai gelap mata. Kini ditindihnya badan Delima. Bibir Ayu menyentuh bibir Delima. Dilumatnya
bibir bawah Delima dgn rakus, dihisap dan digigit-gigit kecil. Dipermainkannya lidah Delima dgn
lidahnya hingga membuat Delima berkerjap-kerjap. Bukit kembar mereka saling menghimpit.
Keduanya nampak seperti kembar siam saja, saling menempel dan melumat. Delima menggesek-
gesekkan kemaluannya pada kemaluan Ayu berirama. Sedangkan kedua tangannya telah meremas-
remas kedua bokong Ayu yg semok dan sekal. Nafas keduanya semakin memburu menikmati apa yg
belum pernah sekalipun mereka rasakan.
“Ahgh.. Yu.. enak.. teruus aahh” rintih Delima di sela-sela cumbuan Ayu.

Bibir Ayu turun menjilati leher Delima yg jenjang dan memberikan gigitan-gigitan kecil sehingga
nampak noda merah di beberapa tempat di leher Delima. Gejolak birahi Delima yg telah bergolak
bagai tak bisa dibendung menyambar-nyambar bagai kilat di sore itu. Dibalikkannya badan Ayu
sekuat tenaga.

Kini posisi mereka berbalik. Delima yg berbadan lebih besar menghimpit badan Ayu. Tanpa banyak
pikir diremasnya bukit kembar Ayu bergantian. Makin lama semakin keras. Ayu meringis menahan
sakit. Kemudian Delima memasukkan puting merah kecoklat-coklatan itu ke dalam mulutnya. Di
dalam mulutnya Delima meniup dan menghisap daging kecil itu. Dijilatinya beberapa bagian yg bisa
digapai oleh lidahnya. Kemudian digigit-gigitnya gemas daging yg sudah sangat keras itu.
“Achh..” teriak Ayu kesakitan.

Ayu membenamkan kepala Delima ke dadanya yg semakin dibusungkan. Ayu benar-benar melayg.
Manakala jemari Delima mulai meraba-raba isi dibalik CD-nya. CD itu telah basah bermandikan lendir
yg berasal dari lubang kemaluan Ayu. Delima meraba-rabanya. Tangannya kini telah menelusuri
setiap lekuk bukit belah yg berumput basah itu. Disentilnya sesekali ketika cemarinya menyentuh
daging kecil yg tersembul di antara belahannya.
“Ehh.. nikmat sekali Del.. teruss lakukan teruss.. ehh” Ayu mengerang kenikmatan.

Delima tak banyak bicara. Ia cuma mendengus-dengus memburu sambil terus mengulum puting susu
Ayu. Ditekannya kemaluan Ayu dgn telapak tangannya. Tersembur cairan kental dari lubang
kemaluan Ayu yg kini menempel di tangannya. Delima menghentikan kulumannya. Dilihatnya
telapak tangannya yg basah oleh cairan dari lubang kemaluan Ayu itu. Dijilatnya cairan itu. Tak
berasa.

“Kenapa berhenti, Del?” kata Ayu kesal.
“Ikuti petunjukku Ayu,” pinta Delima.
Delima segera melepas CDnya. Kini ia dalam keadaan telanjang bulat. Tak selembar kainpun
membalut badannya. Dilemparkannya CD yg telah basah itu entah kemana. Kemudian dilepasnya
pula CD milik Ayu. Ayu membantu dgn meregangkan selangkangannya. Kini mereka telah sama-sama
polos seperti bayi.

Delima kini berganti posisi tidur. Badannya masih tetap menindih badan Ayu. Tapi mukanya kini
sudah berada di atas selakang Ayu. Dan wajah Ayupun sudah berada di bawah selakang Delima.
Delima memulainya dgn menciumi kemaluan Ayu. Kemudian lidahnya mulai bermain-main di
rerumputan yg telah basah itu.

Ayu bagai diperintah mengikuti semua yg dilakukan Delima. Disapunya semua bagian kemaluan
Delima yg ditumbuhi bulu-bulu yg agak jarang. Dijilat-jilatnya klitoris Delima kemudian dihisapnya
agak kuat. Delima mendesis-desis kegelian. Kemudian dilakukannya hal serupa pada kemaluan Ayu
membuat Ayu bergelinjangan. Ditekan-tekannya kembali kemaluan Ayu dgn telapak tanggannya.
Suur.. cairan kental itu kembali keluar. Dijilatinya DelDelg kemaluan Ayu sehingga membuat Ayu
semakin terlena.
Tiba-tiba Delima melihat lubang berwarna coklat kemerah- merahan yg agak terkatup. Dijilat-jilatnya
lubang itu, Ayu bergelinjangan. Delima terus menjilatinya sambil mengingat-ingat salah satu blue
film yg pernah ditontonnya. Mungkin lubang inilah yg dimaksud. Lubang yg sering disodok oleh
kemaluan kalau ingin mendapatkan kepuasan tertinggi. Mata Delima berbinar-binar. Ia berguling ke
samping, kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Ayu.

“Aku akan membawamu terbang, Yuu..”
Ayu mengangguk pasrah. Yg terpenting baginya adalah menikmati permainan Delima selanjutnya.
Delima meraih sebatang wortel dari rak sayur di bawah meja. Kemudian ditekuknya siku kaki Ayu
dgn posisi agak mengangkang sehingga kepala Delima mudah mencumbu kembali bagian terpeka
Ayu itu. Dgn perlahan ditusukkannya ujung wortel itu ke dalam lubang kemaluan Ayu. Ayu merintih-
rintih kesakitan. Kemaluannya terasa panas dan nyeri. Tapi Delima terus mendorongnya ke dalam.
“Aaahh..” Ayu menjerit badannya terduduk seketika.
Matanya liar memandangi benda apakah gerangan yg telah membuatnya merasa kesakitan. Darah
segar menyembur, keperawanan Ayu telah amblas. Delima menarik keluar batang wortel itu, tapi
belum sampai keluar sepenuhnya, sudah dimasukkan kembali. Mata Delima mengerjap-ngerjap.
Sedang Ayu memandangi batang wortel yg keluar-masuk lubang keperawanannya dgn nafas
menghentak-hentak. Ada rasa nikmat di antara rasa nyeri di lubang kewanitaannya.

Kemudian direbutnya batang wortel itu dari tangan Delima. Dimasukkannya ujung wortel itu lebih
dalam dgn tangganya sediri. Matanya terpejam menikmati kenikmatan yg luar biasa. Delima yg
merasa kelelahan tergeletak bersimbah keringat.
Hatinya bergemuruh mengenang yg barusan terjadi. Ada apa dgnnya? Apakah dia sudah menjadi
seorang lesbi? Ah, tak! Ia masih normal! Hati Delima berontak. Ia segera berlari keluar kamar
sebelum Ayu kembali memburunya dgn batang wortel yg masih bersimbah darah keperawanan Ayu.

Kisah Dewasa Mantan Pecun



Kisah Dewasa Mantan Pecun – Aku tinggal sama nyokap, bokap, adek, dan juga kakak aku. Dirumah aku juga ada seorang pembantu yg baru diambil nyokap untuk bantu-bantu dirumah, pembantu ini nginep dan tidur
dikamar belakang. Mukanya lumayan cakep, dan juga bentuk tubuh-nya wooiii sexsi sekali,
rasanya tak layak menjadi seorang pembantu, setidaknya sekertaris di kantorlah.

Biasanya sebelum tidur aku baca buku dewasa sambil nyoli dan ngebaygin yg gag-gag, kadang-
kadang aku banygin main sama Desy Ratnasari, Krisdayanti, dll. Kalau mut aku kambuh aku
langsung setel tuh VCD di komputer aku yg aku pinjem dari tempat sewa, disitu aku mulai nyoli dan
nyoli sampe kadang-kadang aku kagak bisa tidur lagi, jadi bawaannya mau nyoli melulu, aku bisa
sampe 10 kali dalam sehari, kalau memang nafsu aku memuncak.

Saat itu nafsu itu memuncak, aku pelan-pelan bangun jam 12 malem, dan buka komputer langsung
stel VCD dewasa, tapi bertepatan dengan itu si pembantu aku (namanya: Ditya), itu keluar mau
minum, lalu si Ditya melihat ada lampu bohlam menyala di atas, dan si Ditya beranjak ke atas,
selangkah demi selangkah tanpa aku sadari. Dan melihat aku lagi megang kemaluan aku dan lagi
serunya lihat VCD, lalu Ditya mendekati aku dan ngomong:
“blom tidur, mas Philip?”, sambil medekat ke arah aku
“gag bisa tidur” jawab aku sambil aku melihat buah dada besar itu.
“itu film dewasa ya, jorok ihk”, ujarnya sambil duduk disamping aku.
“bener, tapi suka khan?”, sambut aku sambil melihat ke arah mukanya.

“ih gag lha yau?”, jawabnya dengan tanpa basa basi.
Lalu aku sama dia terus bercanda-canda sambil nonton film dewasa, aku mulai pegang tangannya,
dan juga langsung aku rembet ke piggul langsung ke buah dada, tapi herannya ini orang malah
senang, cuma berkata “ihk genit amat sih”, sambil tersenyum. Kemaluan aku udah tegang dan
buah dada yg besar itu juga udah makin memberas serta kemaluan yg basah kayak air terjun. Lalu
aku mendekati dia memegang mukanya dan perlahan-lahan aku cium pipinya lalu merembet ke
bibirnya yg seksi itu, setelah aku memasukin mulut aku ke bibir dia, dengan kerasnya dia menarik
pala aku, masih ke dalam supaya ciumnya lebih enak dan lebih dalam. Dalam hati aku ini orang
bener-bener udah professional padahal seorang pembantu?, lalu sambil ciuman aku pegang buah
dada yg segede pala aku sendiri, setelah itu mulai aku mau buka baju, tapi langsung tangan nya
menahan aku, dan bilang “jangan disini nanti ketahuan sama ibu”.

Lalu sambil ciuman aku beranjax ke kamar aku, dan perlahan-lahan sambil aku cipokan sama dia
aku juga buat cupangan dilehernya dan perlahan-lahan langsung dibuka bajunya dan roknya,
sekarang tinggal BH dan celana dalamnya, diam-diam langsung aku cium dan kecup BHnya dan
aku lihat wah betapa indah nya pentilnya yg hitam itu langsung aku isap dan dia menrintih
“ahh… seiisss… enak …. akh …, sambil memegang kemaluan, yg masih pake celana yg udah
tegang. Langsung aku buka celana, baju dan semunaya begitu juga dengan dia, dan aku lihat
oh betapa indahnya tubuh dari orang ini, bener-bener ini hari yg menyenangkan bagi aku. Langsung
aku ajak dia tiduran sambil mencium buah dadanya yg sekal itu dan aku perlahan-lahan memasukan
jari ke kemaluannya dan dia menjerit kesakitan tapi enak, dan dia berkata “jangan pake tangan
pake kemaluan lebih enak”, lalu tanpa basa basi aku mulai masukin tuh kemaluan ke kemaluannya
yg udah basah itu, tapi saygnya aku suka banget sama nyoli jadi terpaksa permainan itu sebentar
dan tak lama, tapi dia juga menikmatinya.

Selesai dari itu dia tiduran di bahu aku dan berkata, “suka main dimana?”, lalu aku menjawab
“baru pertama sama situ”, dia kagak percaya, dan aku bilang “iya bener selama ini mau main tapi
takut HIV, tapi sekarang mah gag takut lagi”. Lalu dia berkata “saya sebenarnya kesini ingin
bekerja, karena kerja saya yg dulu kotor”, dengan polosnya dia berbicara. Aku tanya
” kotor bagaimana?”, “iya saya pernah menjadi seorang pelacur di diskotik TOPONE”, lalu aku
belai rambutnya sambil mengatakan dalam hati, pantes kayaknya kok professional sekali ini orang.
Lalu aku setiap hari trus main dan main terus, sampe aku konsultasi sama kawan-kawan aku yg
doyan sex bagaimana supaya aku tahan lama, dan mereka memberikan solusinya, hingga sekarang
dia sangat menikmati kepedihan kemaluan aku yg begitu dashyat. Hingga saat ini aku melakukannya
setiap malam, cuma pada saat dia haid aku kagak melakukannya. Pokoknya aku makin betah
dirumah dan ngewe trus sama ini orang, udah GRATIS enak lagi 🙂

Cerita Dewasa Ngentot Gadis Yang Doyan Mastrurbasi



Cerita Dewasa Ngentot Gadis Yang Doyan Mastrurbasi | Aku sejak kecil memang sudah tidak suka dan tidak pernah mau memakai BH. Kebiasaan ini berlanjut hingga kini. Hal ini tentu membuat kedua orang tuaku jadi kelabakan. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, aku hanya memakai kaos singlet di dalam hem seragam sekolahku. Mungkin kebiasaan memakai singlet sejak kecil inilah yang membuatku hingga saat ini lebih leluasa memakai T Shirt yang lebih mirip singlet itu.
Demikian pula saat aku duduk di bangku SMU, aku juga hanya memakai kaos singlet di dalam hem seragam sekolahku. Memang agak mending sih, ketimbang aku hanya langsung memakai hem saja tanpa BH di dalamnya, jadi fungsi kaos singletku adalah sebagai pengganti BH.

Soal CD memang sejak usiaku masih anak-anak, aku lebih suka yang model sexy, namun saat SD aku tidak bisa berkutik karena Mamaku yang selalu membelikan semua kebutuhanku. Baru sejak SMP aku sudah bisa memilih model CD kesukaanku sendiri, karena saat itu aku sudah dipercaya untuk membeli kebutuhanku sendiri, walau uangnya tetap kudapat dari kedua orang tuaku.

Pada awalnya saat aku masih SMP, model CD yang kubeli masih biasa-biasa saja, karena untuk CD yang mini seperti model berenda atau G String rata-rata harganya masih sangat mahal untuk anak seusiaku, apa lagi aku dari kalangan keluarga yang hidupnya hanya pas-pasan.

Baru saat SMU aku bisa membeli dan memakai CD yang kuidam-idamkan dari sejak masih kecil, karena saat itu uang sakuku juga sudah mulai agak banyak, jadi aku bisa menabung dulu untuk membeli penutup alat vital yang kuidam-idamkan itu. Dan saat SMU-lah aku mulai terbiasa dengan memakai rok mini sebagai seragam sekolah.

Pokoknya sejak aku SMU-lah aku merasakan merdeka, bisa memiliki dan memakai CD berenda atau G String yang kuidam-idamkan. Bayangkan saja modelnya, keduanya hampir sama mininya, hanya yang satu berenda dan yang lainnya G String terbuat dari seutas tali nylon. Saat kukenakan melingkari pinggangku, yang model G String sedikit ada perbedaan, ada ikatannya di samping kanan dan kiri pinggangku.

Semua modelnya seperti bikini yang amat sangat mini, hanya ada secarik kain berbentuk segi tiga di bagian depan, fungsinya hanya mampu menutupi bagian depan liang vaginaku. Sedangkan CD berenda yang kumiliki bagian depannya berbentuk hati kecil dengan renda di pinggirannya.

Waktu SMP masih belum seberapa, namun baru saat aku SMU banyak teman sekolahku, baik teman sekelas atau dari kelas lain termasuk para guruku, sering menelan ludah saat aku lewat di hadapan mereka. Karena saat SMP rok bawahanku masih biasa-biasa seperti layaknya murid wanita yang lain, namun saat SMU aku sudah berani memakai rok mini saat sekolah.

Awalnya pihak sekolah memang melarang, namun lama kelamaan pihak sekolah mungkin bosan juga, atau mungkin juga kepala sekolahku merasa ada baiknya bisa ikut menikmati memandang pahaku yang mulus (Haa.. Haa.. Haa..!). Bukan GR lho, aku sejak kecil memang sudah cantik dan selalu menjadi bintang sekolah, bukan hanya bintang di kelas saja. Banyak cowok teman sekolahku yang menaksirku tapi mereka harus mundur dengan patah hati karena aku memang tidak mau terikat sejak dulu. Aku paling tidak suka dengan cowok yang egois, yang jika merasa sudah dekat denganku lalu yang lain tidak boleh lagi mendekatiku. Aku ingin dapat berteman tanpa ada ikatan apa lagi paksaan.

Pertama kali aku mengenal permainan sex adalah saat aku masih SMU, bukan sex sungguhan sampai ML. Maksudku, kami hanya sampai petting hingga oral sex saja, istilahku saat itu SSKTR (Sex Sex Kecil Tanpa Resiko). Bagaimana kisahnya, nanti akan kuceritakan pada kisahku yang akan datang, untuk kali ini aku akan menceritakan pengalaman masturbasiku yang pertama.

Aku pertama kali melakukan masturbasi saat masih duduk di bangku SMP. Aku sudah lupa waktunya, namun aku masih ingat saat itu aku masih duduk di bangku kelas dua SMP. Sebenarnya ada teman sekelasku yang kutaksir saat itu, namanya Joko. Anaknya pandai. Dia menjadi temanku saat kelas dua, karena saat masih kelas satu dia bersekolah di Solo, dan baru pada kelas dua orang tuanya pindah tugas ke Surabaya hingga Joko pun harus ikut pindah sekolah.

Banyak teman-teman cewekku yang juga menaruh perhatian pada Joko namun Joko anaknya cuek saja. Tidak seperti teman-teman cowokku yang saat itu yang sudah mulai puber dan banyak tingkahnya, Joko anaknya tenang, lebih pendiam dan sedikit berwibawa. Mungkin ini juga yang membuat teman-teman cewek lainnya jadi penasaran padanya.

Saat-saat aku di rumah, aku sering membayangkan bagaimana kalau seandainya Joko mencium bibirku, meremas payudaraku yang sudah tumbuh membesar itu. Bahkan aku juga membayangkan bagaimana kalau seandainya jari-jari tangan Joko membelai selangkanganku, menyentuh vaginaku yang bagian luarnya sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu halus. Aku hanya bisa berandai-andai saja, namun aku juga tidak mengerti apakah itu yang dinamakan cinta atau hanya nafsu. Namun itulah yang kurasakan saat itu.

Saat mandi aku mulai sering meraba-raba payudara, selangkangan dan daerah erogenku yang lainnya. Namun aku belum pernah melakukan sesuatu sampai satu saat aku mengalami orgasme, bahkan saat itu aku pun belum tahu apa itu orgasme dan sebagainya. Aku semakin hari semakin asyik merabai tubuhku sendiri hingga aku mulai tahu dimana saja letak bagian tubuhku yang paling nikmat kalau disentuh.

Aku paling senang memainkan klitorisku dengan ujung jari sambil meremas-remas payudaraku. Liang vaginaku selalu becek kalau aku melakukan hal seperti itu. Ada cairan bening merembes keluar dari dalam liang vaginaku keluar membasahi sekitar selangkanganku.

Aku semakin berani menggesek-gesekkan jari ke belahan bibir vaginaku, sambil membayangkan kalau semua ini dilakukan oleh Joko. Kalau di kamar mandi aku selalu mengoleskan sabun cair dulu di seputar bagian luar vaginaku. Lain lagi kalau kulakukan di atas tempat tidur, sering kugunakan hand body lotion dulu, kulumuri di seputaran selangkanganku baru aku melakukan aktifitas.

Licinnya sabun cair atau body lotion tersbut menjadi lebih licin lagi saat bercampur dengan cairan bening yang mengalir keluar dari dalam liang vaginaku saat aku sudah mengalami nafsu yang sangat tinggi. Kumainkan klitorisku dengan ujung jari, kugesek-gesekkan sambil tanganku yang satu lagi tetap meremas-remas payudaraku dan memilin-milin puting susuku.

Aku merasakan sesuatu yang terasa akan meledak keluar dari dalam tubuhku, desakannya semakin lama semakin kuat hingga membuatku menggeliat tidak karuan. Bibirku terus mendesah menceracau bagaikan anak kecil yang tiba-tiba terserang demam yang tinggi, sampai akhirnya aku mengalami rasa ingin pipis, namun yang terjadi adalah adanya kedutan-kedutan di vaginaku.

Badanku menggigil hebat sekali, kurasakan ada sesuatu yang tumpah keluar dari dalam rahimku memenuhi seluruh bagian dalam liang vaginaku, membasahi dinding-dinding dalam vaginaku. Aku tidak tahu apakah ini yang dinamakan orgasme? Yang jelas setelah itu aku mengalami kelegaan yang amat sangat luar biasa. Bebanku menjadi hilang, badanku menjadi ringan, pokoknya sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Belakangan baru kutahu bahwa itulah yang dinamakan orgasme, karena hal-hal itu makin sering kualami, paling tidak tiga kali dalam seminggu aku mengalami hal seperti itu, karena hampir tiga kali dalam seminggunya aku selalu melakukan masturbasi.

Terus terang saat masih SMP aku belum berani membiarkan teman cowokku menyentuhku walau sebanarnya dalam hati ingin sekali, namun aku masih takut akan aturan dan norma-norma pada saat itu. Apa lagi saat itu aku masih perawan dan pada anak seusiaku sudah ditanamkan betapa pentingnya arti sebuah keperawanan bagi anak gadis.

Ini pun mempengaruhi juga caraku melakukan masturbasi. Aku tidak berani memasukkan ujung jariku ke dalam liang vaginaku, karena aku takut keperawananku akan terenggut oleh jari-jariku sendiri. Padahal pada saat-saat tertentu saat bermasturbasi, ingin sekali rasanya aku memasukkan jariku ke dalam liang vaginaku yang terasa sangat gatal ingin digaruk saja rasanya. Biasanya hal ini terjadi pada saat aku hampir mengalami orgasme. Dorongan seperti itu datangnya kuat sekali. Tapi untungnya semua mampu kuatasi, aku bisa mencapai puncak kepuasan hanya dengan memainkan klitorisku dengan ujung jariku. Sementara jari tangan kiriku memainkan klitoris, jari tangan kananku menggosok-gosok belahan bibir vaginaku. Atau saat jari sebelah tanganku memainkan klitoris, tanganku yang lain meremas-remas payudaraku sambil sesekali memilin-milin puting susuku. Libidoku sejak SMP memang sudah sangat tinggi, aku paling tidak tahan kalau tidak melakukan masturbasi tiga kali dalam seminggu, rasanya selalu ingin uring-uringan saja.

Demikianlah sedikit pengalamanku pertama kalinya melakukan masturbasi. | Sebelum aku mengisahkan tentang pengalaman pertamaku bermain sex dengan pasangan, ada baiknya aku ceritakan dulu pengalaman pertamaku bermain sex solo atau bermasturbasi, karena jauh hari sebelum aku melakukan hubungan sex, aku sudah sering melakukan masturbasi.

Aku sejak kecil memang sudah tidak suka dan tidak pernah mau memakai BH. Kebiasaan ini berlanjut hingga kini. Hal ini tentu membuat kedua orang tuaku jadi kelabakan. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, aku hanya memakai kaos singlet di dalam hem seragam sekolahku. Mungkin kebiasaan memakai singlet sejak kecil inilah yang membuatku hingga saat ini lebih leluasa memakai T Shirt yang lebih mirip singlet itu.
Demikian pula saat aku duduk di bangku SMU, aku juga hanya memakai kaos singlet di dalam hem seragam sekolahku. Memang agak mending sih, ketimbang aku hanya langsung memakai hem saja tanpa BH di dalamnya, jadi fungsi kaos singletku adalah sebagai pengganti BH.

Soal CD memang sejak usiaku masih anak-anak, aku lebih suka yang model sexy, namun saat SD aku tidak bisa berkutik karena Mamaku yang selalu membelikan semua kebutuhanku. Baru sejak SMP aku sudah bisa memilih model CD kesukaanku sendiri, karena saat itu aku sudah dipercaya untuk membeli kebutuhanku sendiri, walau uangnya tetap kudapat dari kedua orang tuaku.

Pada awalnya saat aku masih SMP, model CD yang kubeli masih biasa-biasa saja, karena untuk CD yang mini seperti model berenda atau G String rata-rata harganya masih sangat mahal untuk anak seusiaku, apa lagi aku dari kalangan keluarga yang hidupnya hanya pas-pasan.

Baru saat SMU aku bisa membeli dan memakai CD yang kuidam-idamkan dari sejak masih kecil, karena saat itu uang sakuku juga sudah mulai agak banyak, jadi aku bisa menabung dulu untuk membeli penutup alat vital yang kuidam-idamkan itu. Dan saat SMU-lah aku mulai terbiasa dengan memakai rok mini sebagai seragam sekolah.

Pokoknya sejak aku SMU-lah aku merasakan merdeka, bisa memiliki dan memakai CD berenda atau G String yang kuidam-idamkan. Bayangkan saja modelnya, keduanya hampir sama mininya, hanya yang satu berenda dan yang lainnya G String terbuat dari seutas tali nylon. Saat kukenakan melingkari pinggangku, yang model G String sedikit ada perbedaan, ada ikatannya di samping kanan dan kiri pinggangku.

Semua modelnya seperti bikini yang amat sangat mini, hanya ada secarik kain berbentuk segi tiga di bagian depan, fungsinya hanya mampu menutupi bagian depan liang vaginaku. Sedangkan CD berenda yang kumiliki bagian depannya berbentuk hati kecil dengan renda di pinggirannya.

Waktu SMP masih belum seberapa, namun baru saat aku SMU banyak teman sekolahku, baik teman sekelas atau dari kelas lain termasuk para guruku, sering menelan ludah saat aku lewat di hadapan mereka. Karena saat SMP rok bawahanku masih biasa-biasa seperti layaknya murid wanita yang lain, namun saat SMU aku sudah berani memakai rok mini saat sekolah.

Awalnya pihak sekolah memang melarang, namun lama kelamaan pihak sekolah mungkin bosan juga, atau mungkin juga kepala sekolahku merasa ada baiknya bisa ikut menikmati memandang pahaku yang mulus (Haa.. Haa.. Haa..!). Bukan GR lho, aku sejak kecil memang sudah cantik dan selalu menjadi bintang sekolah, bukan hanya bintang di kelas saja. Banyak cowok teman sekolahku yang menaksirku tapi mereka harus mundur dengan patah hati karena aku memang tidak mau terikat sejak dulu. Aku paling tidak suka dengan cowok yang egois, yang jika merasa sudah dekat denganku lalu yang lain tidak boleh lagi mendekatiku. Aku ingin dapat berteman tanpa ada ikatan apa lagi paksaan.

Pertama kali aku mengenal permainan sex adalah saat aku masih SMU, bukan sex sungguhan sampai ML. Maksudku, kami hanya sampai petting hingga oral sex saja, istilahku saat itu SSKTR (Sex Sex Kecil Tanpa Resiko). Bagaimana kisahnya, nanti akan kuceritakan pada kisahku yang akan datang, untuk kali ini aku akan menceritakan pengalaman masturbasiku yang pertama.

Aku pertama kali melakukan masturbasi saat masih duduk di bangku SMP. Aku sudah lupa waktunya, namun aku masih ingat saat itu aku masih duduk di bangku kelas dua SMP. Sebenarnya ada teman sekelasku yang kutaksir saat itu, namanya Joko. Anaknya pandai. Dia menjadi temanku saat kelas dua, karena saat masih kelas satu dia bersekolah di Solo, dan baru pada kelas dua orang tuanya pindah tugas ke Surabaya hingga Joko pun harus ikut pindah sekolah.

Banyak teman-teman cewekku yang juga menaruh perhatian pada Joko namun Joko anaknya cuek saja. Tidak seperti teman-teman cowokku yang saat itu yang sudah mulai puber dan banyak tingkahnya, Joko anaknya tenang, lebih pendiam dan sedikit berwibawa. Mungkin ini juga yang membuat teman-teman cewek lainnya jadi penasaran padanya.

Saat-saat aku di rumah, aku sering membayangkan bagaimana kalau seandainya Joko mencium bibirku, meremas payudaraku yang sudah tumbuh membesar itu. Bahkan aku juga membayangkan bagaimana kalau seandainya jari-jari tangan Joko membelai selangkanganku, menyentuh vaginaku yang bagian luarnya sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu halus. Aku hanya bisa berandai-andai saja, namun aku juga tidak mengerti apakah itu yang dinamakan cinta atau hanya nafsu. Namun itulah yang kurasakan saat itu.

Saat mandi aku mulai sering meraba-raba payudara, selangkangan dan daerah erogenku yang lainnya. Namun aku belum pernah melakukan sesuatu sampai satu saat aku mengalami orgasme, bahkan saat itu aku pun belum tahu apa itu orgasme dan sebagainya. Aku semakin hari semakin asyik merabai tubuhku sendiri hingga aku mulai tahu dimana saja letak bagian tubuhku yang paling nikmat kalau disentuh.

Aku paling senang memainkan klitorisku dengan ujung jari sambil meremas-remas payudaraku. Liang vaginaku selalu becek kalau aku melakukan hal seperti itu. Ada cairan bening merembes keluar dari dalam liang vaginaku keluar membasahi sekitar selangkanganku.

Aku semakin berani menggesek-gesekkan jari ke belahan bibir vaginaku, sambil membayangkan kalau semua ini dilakukan oleh Joko. Kalau di kamar mandi aku selalu mengoleskan sabun cair dulu di seputar bagian luar vaginaku. Lain lagi kalau kulakukan di atas tempat tidur, sering kugunakan hand body lotion dulu, kulumuri di seputaran selangkanganku baru aku melakukan aktifitas.

Licinnya sabun cair atau body lotion tersbut menjadi lebih licin lagi saat bercampur dengan cairan bening yang mengalir keluar dari dalam liang vaginaku saat aku sudah mengalami nafsu yang sangat tinggi. Kumainkan klitorisku dengan ujung jari, kugesek-gesekkan sambil tanganku yang satu lagi tetap meremas-remas payudaraku dan memilin-milin puting susuku.

Aku merasakan sesuatu yang terasa akan meledak keluar dari dalam tubuhku, desakannya semakin lama semakin kuat hingga membuatku menggeliat tidak karuan. Bibirku terus mendesah menceracau bagaikan anak kecil yang tiba-tiba terserang demam yang tinggi, sampai akhirnya aku mengalami rasa ingin pipis, namun yang terjadi adalah adanya kedutan-kedutan di vaginaku.

Badanku menggigil hebat sekali, kurasakan ada sesuatu yang tumpah keluar dari dalam rahimku memenuhi seluruh bagian dalam liang vaginaku, membasahi dinding-dinding dalam vaginaku. Aku tidak tahu apakah ini yang dinamakan orgasme? Yang jelas setelah itu aku mengalami kelegaan yang amat sangat luar biasa. Bebanku menjadi hilang, badanku menjadi ringan, pokoknya sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Belakangan baru kutahu bahwa itulah yang dinamakan orgasme, karena hal-hal itu makin sering kualami, paling tidak tiga kali dalam seminggu aku mengalami hal seperti itu, karena hampir tiga kali dalam seminggunya aku selalu melakukan masturbasi.

Terus terang saat masih SMP aku belum berani membiarkan teman cowokku menyentuhku walau sebanarnya dalam hati ingin sekali, namun aku masih takut akan aturan dan norma-norma pada saat itu. Apa lagi saat itu aku masih perawan dan pada anak seusiaku sudah ditanamkan betapa pentingnya arti sebuah keperawanan bagi anak gadis.

Ini pun mempengaruhi juga caraku melakukan masturbasi. Aku tidak berani memasukkan ujung jariku ke dalam liang vaginaku, karena aku takut keperawananku akan terenggut oleh jari-jariku sendiri. Padahal pada saat-saat tertentu saat bermasturbasi, ingin sekali rasanya aku memasukkan jariku ke dalam liang vaginaku yang terasa sangat gatal ingin digaruk saja rasanya. Biasanya hal ini terjadi pada saat aku hampir mengalami orgasme. Dorongan seperti itu datangnya kuat sekali. Tapi untungnya semua mampu kuatasi, aku bisa mencapai puncak kepuasan hanya dengan memainkan klitorisku dengan ujung jariku. Sementara jari tangan kiriku memainkan klitoris, jari tangan kananku menggosok-gosok belahan bibir vaginaku. Atau saat jari sebelah tanganku memainkan klitoris, tanganku yang lain meremas-remas payudaraku sambil sesekali memilin-milin puting susuku. Libidoku sejak SMP memang sudah sangat tinggi, aku paling tidak tahan kalau tidak melakukan masturbasi tiga kali dalam seminggu, rasanya selalu ingin uring-uringan saja.

Demikianlah sedikit pengalamanku pertama kalinya melakukan masturbasi.