WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

Blogroll

Cerita Sex ABG Pembantuku

Siang itu dari kantor aku pulang ke rumah, tapi hanya sebentar, sekedar untuk mengambil celana tenis, karena sorenya aku mau main tenis. Tapi celana yang kucari tidak ketemu. Rumah sepi, cuma ada pembantu dua, yang satu di belakang sedang mencuci piring dan yang satu lagi didalam sedang menyetrika pakaian. Saking kesalnya aku sama si Yuni, pembantuku yang sedang menyetrika, gara-gara apa yang kucari tidak ketemu,aku samperin terus kutanya kalau-kalau dia lihat celana tenisku. Dia bilang belum disetrika, masih dibelakang.


Lalu kusuruh Yuni mengambilnya untuk disetrika. Dia pergi kebelakang mengambil celana tenis itu. Ake melihat kaosnya yang agak tipis karena sudah agak lusuh dan dadanya terlihat besar. Mana dia masih muda banget, umurnya sekitar 18 tahun, dia baru lulus SMA. Aku pun jadi horny melihatnya. Lalu aku perhatikan roknya walaupun panjang, betisnya terlihat mulus dan putih, aku jadi membayangkan dalamnya pasti bagus.

Tidak lama kemudian dia datang membawa celanaku untuk disetrika. Waktu dia sedang menyetrika, aku mendekatinya sambil mulai bercandain dia. Aku tanya dia pernah pacaran apa ngga. Dia malu-malu sambil bilang ngga. Pembantuku yang satu lagi masih dibelakang, tapi karena aku takut dia tahu, aku suruh dia membeli makanan.

Lalu aku pun mulai lagi godain si Yuni, aku bilang kalau pacaran itu enak, apalagi kalau ciuman. Dia malu sambil nunduk. Aku tanya lagi udah pernah dicium belum. Dia diem aja, mungkin malu. Aku perhatiin payudaranyanya benar-benar mancung. Aku jadi ngga tahan. Aku deketin dia lalu aku bilang, sini aku ajarin caranya ciuman, sambil kupeluk dia dari belakang. Dia cuma diem aja. Aku cium lehernya, lalu dia agak menghindar sambil bilang jangan.

Tapi aku udah konak berat. Aku bilang ngga apa-apa, sambil kucium bibirnya. Dia berontak, tapi terus aku ciumi sambil kuremas-remas payudaranya. Mulanya dari luar, tapi aku nekat, langsung aku remes dari dalam. putingnya kecil tapi udah mengeras, dan dia juga mulai membalas ciumanku.

Aku ngga tahan. Aku bawa dia kekamar belakang sambil terus aku remas toketnya. Sampai kamar aku langsung telanjang dan kontolku kelihatan sangat menegang. Dia tertegun. Aku suruh dia pegang, dan dia pun mengelus-ngelus barangku sembari aku membuka semua pakaiannya. Aku usap-usap memeknya, dan dia pun keenakan. Karena aku yakin masih perawan, aku ciumi aja memeknya sampai basah, lalu aku suruh dia ngisep kontolku. Asik banget merasakan kocokan mulutnya di kontolku sampai akhirnya aku keluar. Dia juga kelihatan puas.

Aku bilang kalau aku bakal sering ngajak dia begituan. Pokoknya aku janjiin kalau kontolku akan sering mengunjungi bibirnya, asal dia ngga mengadu ke siapa-siapa. Dia setuju.

Setelah itu aku kembali ke kantor karena aku ngga jadi tenis. Sore harinya aku pun langsung pulang ke rumah. Kebetulan rumah sepi, aku panggil Yuni. Yuni pun datang, rupanya dia abis mandi. Aku langsung menyeruduk dia di ruang tengah. Memeknya langusng aku jilati. Aku ngga peduli sama pembantu yang satu lagi, kalau ketahuan paling aku entot juga dia.

Puas jilatin memeknya dan dia ngisep kontolku, aku masukin kontolku ke memeknya. Dia menggelinjang kesakitan dan keenakan. Sempit banget tapi enaknya luar biasa. Sekitar sepuluh menitan kita ngentot sampai akhirnya aku keluar, tapi aku keluarin dimulutnya. Dia menjilat habis air maniku. Aku memang ajarin begitu, aku bilang biar awet muda.

Cerita Sex Tangga Darurat

Kisah nyata ini terjadi tahun 2014 lalu. Waktu itu aku dan teman-teman mengadakan pesta di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Waktu itu aku emang lagi nggak ada pacar alias kosong. Udah lama juga sih sekitar hampir 2 tahun. Bagaimana coba rasanya ? sepi sekali.


Salah satu temanku membawa saudaranya yang katanya baru pulang liburan sekolah di Amerika. Sebutlah namanya Marta. Aku dikenalkan oleh temanku itu. Kami ngobrol-ngobrol cukup lama juga. Marta itu kulitnya antara kuning dan coklat, badannya ramping pokoknya kayak gitar spanyol. Payudaranya tidak terlalu besar dan tidak kecil, yah sedanglah. Waktu pertama lihat, aku udah tertarik ama dia. Wajahnya lumayan lah, pokoknya aku tertarik.

Malam itu dia pakai pakaian ketat rok mini terusan. Waktu ngobrol, dia bilang ingin melihat lihat harga makanan dilantai bawah. Teman-temanku langsung teriak-teriak "temani Marta tuh ke bawah". Akhirnya aku menemani dia kebawah. Dia jalan nempel ke aku, lalu bilang "gandeng aku dong" Aku gandeng tangannya, aku merasakan aliran darah yang cepat ke jantungku, rasanya aku udah melayang dan kemudian aku ereksi. Tanganku dimain-mainkan dan kemudian diusap-usap ke daerah dadanya dan selangkangan. Aku nggak tahan lagi rasanya. Dia bilang "Vin, ahh enak deh".

Kemudian kami makan di restoran bersama teman-temanku. Selama makan, kakinya mendarat di selangkanganku dan memijat-mijat kemaluanku. Tentu saja aku konak. Itu semua terjadi di bawah meja, teman-temanku nggak ada yang tahu. Kemudian kami berdua jalan memisah dari teman-temanku yang lainnya. Kami naik lift, tapi nggak mencet tombol lantai. Ketika lift kosong, dia bilang "sekarang ngapain ya?".

Aku yang udah nggak tahan langsung menabrak dan menciumi dia dan menjilati lehernya, Marta cuma bisa mengerang dan berdesah desah "aahhh… uhhhh… Vin… aaahhh…”. Nafasnya semakin menderu. Tapi akhirnya ada orang yang menyetop lift. Kemudian kami keluar dari lift dan menuju tangga darurat lalu memulainya lagi.

Aku jilati dadanya, lehernya dan kemudian dia membuka pakaiannya. Wah nggak pake pakaian dalam sama sekali dan payudaranya menggelantung dengan puting yang coklat, langsung aku lahap, aku lumat, aku emut-emut kedua belah teteknya. Marta mengerang-ngerang, “aahhh Vin… terus Vin… aaahhh… uhh…” dan mencakar-cakar punggungku. Aku semakin buas, aku nggak tahan lagi, aku pelorotin bajunya dan terlihat vagina dan jembutnya yang lebat. Aku jilati memeknya yang udah basah dari tadi. Marta menegang dan berteriak “auuuuhhhhhhhhh…” dan menjambak-jambak rambutku.

Marta minta agar memeknya dimasukin penisku secepatnya, aku pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Akhirnya aku buka celanaku, aku usap-usap penisku ke memeknya dia. Dengan perlahan aku masukkan penisku ke memeknya, lalu aku genjot memeknya dengan gerkan maju mundur. Aku percepat goyanganku sembari melumat lehernya, rasanya aku benar benar nggak tahan. “Vin terus Vin…” katanya. Kami berciuman sambil bergoyang seperti memompa-mompa. Akhirnya Marta menegang lagi untuk kedua kalinya, aku semakin percepat goyanganku sampai akhirnya terasa ada yang mau keluar dari penisku. Aku keluarkan penisku dari memeknya dan menyemprotlah maniku diantara payudara Marta, “ooohhhhh…” aku berteriak kecil "Martaaaaaa…", kemudian dia mengelap dadanya dengan tissu yang dibawanya, nggak ada mani yang masuk ke vaginanya. Dia bilang jangan bilang siapa-siapa, juga dengan sahabat.

Cerita Sex Belajar Menyetir Berujung Nikmat

Saat itu saya masih kelas 3 SMA. Saya mempunyai adik sepupu yang masih kelas 2 SMA, namanya Amel. Dia meminta saya untuk mengajarinya menyetir mobil tiap sore, tentu saja tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Karena jarak rumah kami cukup dekat, setelah pulang sekolah, makan siang, bersih-bersih, dan tidur siang, sorenya saya pasti main ke rumahnya.


Pintu pagar langsung saya buka dan saya ketok pintu depan rumah. Tok... tok... tok... Tak lama pintu dibuka oleh Amel yang hanya mengenakan kaos lengan setali dan celana pendek. Wow, sexy sekali. Penis saya langsung mulai berdiri.

Tanpa babibu, langsung Amel menyerbu pundak saya, bergelendot sambil berkata,

"Mas Bagus, ajarin Amel nyetir mobil dong, mumpung rumah kosong nih" rengeknya manja.

Sambil merasakan empuknya buah dada sekepalan tangan Amel, saya langsung memeluknya dan menjawab,

"Boleh, siapa takut, kapan? di mana?"

"Sekarang aja mas, kita ke lapangan di pojok kompleks rumah" jawabnya cepat.

"Oke, ayo..." kata saya sambil tetap saya rangkul dan saya tepuk bongkahan pantat ranumnya, dia hanya tersenyum manja.

Singkat cerita, sesampainya di lapangan, dia nampak kagok sekali menyetir mobil, maklum masih ABG. Sementara itu, sambil menahan gejolak birahi, saya pun agak khawatir kalau-kalau dia menabrak sesuatu. Langsung saja timbul ide gila saya.

"Mel, kalo nyetir santai aja. Gini deh, kamu tetep nyetir, tapi biar aman dan buat jaga-jaga, aku pangku kamu, ok?"

Tanpa protes, di luar dugaan saya, Amel langsung setuju. Lalu, segera saya atur posisi penis saya yang semula rada miring ke kanan ini menjadi tepat ke tengah, harapan saya selain biar enak dan gak sakit, supaya bisa tepat kena belahan pantatnya.

Sambil tetap menyetir mobil, Amel langsung duduk di atas pangkuan saya, tepat di atas penis saya. Alamak, enak banget. Tangan saya kadang memegang setir, kadang memegang paha dan perutnya. Semula Amel serius, tapi karena penis saya terus berdenyut, akhirnya dia terasa, lalu dia berkata manja,

"Mas, porsnelingnya kok ada dua ya? tapi yang di bawah ini keras banget"

"Iya nih, kayaknya porsneling Mas udah pengen dilemesin deh. Kita istirahat dulu aja yuk di rumah kamu."

"Ayo, siapa takut..." jawabnya cepat.

Sambil tetap memangku Amel, mobil saya arahkan balik pulang ke rumahnya sambil berharap rumahnya masih sepi.

Sampai parkir mobil di garasi, langsung saya cium tengkuknya dan saya raba perut, payudara, dan selangkangannya. Amel melenguh manja.

"Ah mas, nakal ah..."

Lalu dengan cepat Amel membuka pintu dan beranjak ke kamarnya.

Tanpa membuang waktu, saya cepat mengikutinya dan langsung ke kamarnya di lantai dua. Dia tersenyum manja. Langsung saya rangkul dan ciumi lehernya sambil saya lepas kaos dan celana pendeknya. Dia tak mau kalah, dilepasnya kaos dan celana panjang saya.

Sambil meraba-raba penis saya yang sudah siap tempur itu, Amel mencium kedua puting dada saya bergantian. Tangan saya pun sibuk meremas-remas bongkahan pantatnya dan menciumi kepalanya. Nikmat sekali.

Dari dada, dia langsung turun mencium penis saya dari luar celana dalam saya yang mulai basah karena cairan mani dan ludahnya. Setelah itu, dikeluarkannya penis saya yang sudah tegak mengacung itu dan dilihatnya dengan seksama.

"Kenapa? belum pernah lihat kontol ya?" tanya saya.

"Iya mas, lucu ya. boleh aku isep kan Mas?" jawabnya polos.

"Boleh Dong, malah mas pengen kamu masukin ke memek kamu. Eh, kamu masih perawan kan? Mau kan mas entot?"

"iya mas, tapi janji gak sakit ya" jawabnya sambil tersenyum.

"Ditanggung nikmat deh, beres..."

"Tapi Mas, aku isep dulu ya, mas juga isep memekku.".

"Oke... lanjut, tarik..." jawabku sekenanya.

Sambil ketawa langsung dia cium kepala penis saya. Wuih, terbang rasanya. Saya pun tak mau kalah, dengan posisi 69, langsung saya jilat itil dan memeknya. Gurih sekali...

Sampai suatu saat memeknya becek banget dan dia langsung orgasme dengan mulut makin kuat ngisep. Cairan cintanya saya sedot habis dan saya sapu seluruh permukaan vaginanya, sedap. Sementara itu, saya masih belum apa-apa, siap tempur.

Setelah istirahat beberapa saat, Amel berbalik dan langsung menindih badan saya dan memegang penis saya, lalu diarahkan ke memeknya pelan-pelan. Saya remas dan isep kedua payudara ranumnya yang berputing merah muda itu.

Penis saya digesek-gesekkannya ke bibir vaginanya sambil Amel mencium leher saya. Setelah agak lama, tak sabar tangan saya kembali meremas bongkahan pantatnya dan sekali sentak langsung saya hujamkan penis saya ke vaginanya.

"Aduh mas, ehkk... enak mas... nikmaaaatttt... aaaahhhhhh..."

Saya isap mulut dan bibirnya dalam untuk menambah sensasinya sambil saya percepat goyangan sentakan saya.

"Brettt... brettt... brettt..." terdengar sesuatu tergesek sobek. Pikirku, mungkin itu selaput daranya. Ah, berhasil juga akhirnya saya perawani dia. Nikmat sekali.

Semakin lama, goyangannya makin hebat dan rupanya Amel kembali orgasme dengan memeluk saya berguling-guling. Saya cepat atur napas untuk menahan sedikit lagi ejakulasi.

Posisi saya ubah. Saya berdiri dan saya gendong dia ke dinding samping pintu menghadap cermin. Sungguh seksi sekali posisi saya (ngentot berdiri) ini. Terasa seluruh batang penis saya masuk memenuhi lubang memeknya. Kembali Amel klimaks.

Puas dengan posisi berdiri, saya ubah dengan doggy style dengan kaki saya di kanan kirinya dan badan saya setengah berdiri gagah dan tangan saya sibuk meremas kedua teteknya. Terasa sempit dan menantang menggairahkan. Tak kuat menahan, Amel klimaks lagi.

Terakhir saya posisikan biasa. Saya angkat kedua kakinya ke bahu saya dan saya hujam cepat keras berulang kali penis saya ke memeknya. Amel menjerit keras tak terkendali dengan seksinya. Bersamaan dengan goyangan keras pantatnya yang menandakan untuk keempat kalinya Amel klimaks, saya pun mempercepat hujaman saya yang akan klimaks juga.

"Mel, aku mau keluar nih, didalam aja apa kamu isep?"

"Tahan bentar Mas, aku dulu, mas saya isep aja... aahhh..."

Akhirnya Amel klimaks, aahhh... Saya tahan sekuat tenaga meskipun geli dan nikmat tiada tara. Setelah itu, tak kuat menahan lebih lama lagi, dengan cepat saya cabut dan saya arahkan penis saya ke muka Amel untuk diisapnya. Sperma saya muncrat banyak sekali berulang kali ke mukanya dan sebagian besar ke mulutnya. Sambil lemas menikmati klimaks keempatnya itu, Amel mengocok dan mengisap penis saya dalam-dalam. Hampir semua sperma saya ditelannya habis tak tersisa.

"Terima kasih mas, udah ngajarin Amel nyetir dan jadi dewasa" bisiknya manja.

"Iya, sama-sama. Lain kali mau lagi kan?" jawabku nakal.

"Iya dong, aku mau lagi. Jadwal tetap aja ya" senyumnya binal.

"Oke putriku cantik" jawabku sambil kucium bibirnya.

Cerita Sex Didalam Bis Bersama Kakak Ipar

Saya mempunyai seorang kakak ipar yang bisa dikatakatan cantik dan seksi. Tubuhnya masih bagus walaupun sudah punya anak dua. Wajahnya putih mirip orang arab. Suaminya, yaitu abang saya bekerja sebagai auditor di sebuah perusahaan terkemuka di Jakarta. Dan karena pekerjaannya suaminya sering sekali keluar kota, kadang-kadang sampai seminggu. Oleh karena khawatir, saya selalu pergi ke rumah kakak ipar saya.


Disana saya tidak melakukan apa-apa, cuma kadang-kadang saya mengambil kesempatan melirik atau melihat gerak-gerik kakak ipar saya ini. Kadang-kadang kakak ipar saya meyadari perbuatan saya ini. Tapi dia mungkin merasa biasa saja mengingat saya adalah adik iparnya. Bagaimanapun saya tak pernah melakukan perbuatan tak senonoh di rumah abang saya ini. Cuma sekali-sekali bila ada kesempatan saya sengaja menyenggolkan badan saya ke badan kakak ipar saya saat berpapasan. Kak Dilla pura-pura tak tahu dengan perlakuan saya ini. Hal itu membuat nafsu saya makin menjadi-jadi untuk melakukan sesuatu yang lebih lagi.

Saya selalu membayangkan bisa menikmati tubuh montoknya. Saya selalu memikirkan bagaimana merencanakan untuk melaksanakan niat jahat saya ini, tapi semuanya tak pernah kesampaian. Pada hari lebaran kami semua pulang kampung di Jawa Timur. Saya pulang ke rumah nenek saya. Karena tidak mempunyai mobil, saya pulang naik bis sedangkan abang serta kakak ipar saya pulang dengan mobil mereka. Kami akan berada disana sekitar 2 minggu. Yang menarik untuk saya adalah, saya mendapat berita gembira untuk melaksanakan rencana saya. Ketika mau pulang ke Jakarta minggu depan, abang saya menelpon saya bahwa dia terpaksa pergi ke luar kota selama seminggu karena ada urusan pekerjaan. Jadi dia meminta tolong saya untuk pulang bersama kak Dilla naik bis.

Mengingat orang-orang sudah kembali ke Jakarta, maka saya tidak mempunyai masalah untuk membeli tiket. Saya membeli tiket dengan tempat duduk yang terletak di belakang sekali karena saya mau melaksanakan misi jahat saya dengan kakak ipar saya. Bis akan bertolak pada pukul 9 malam dan akan sampai keesokan subuh. Jadi banyak waktu dan hal yang bisa saya lakukan.

Waktunya sudah tiba, kami pun bertolak ke Jakarta. Saya lihat kakak saya memakai dress. Ini memudahkan pekerjaan saya untuk merabanya. Dalam 2 jam pertama perjalanan saya mengambil kesempatan mengobrol dengan kak Dilla. Kadang-kadang saya membuat lawakan bodoh yang membuat kak Dilla tertawa. Saya juga cukup berani dalam membuat lelucon sambil tangan saya mencubit pahanya. Kak Dilla pura-pura tak tahu saja.

Setelah beberapa jam perjalanan, bis pun mematikan lampunya menjadikan keadaan didalam bis cukup gelap. Saya dapat melihat dalam keadaan samar, kak Dilla sudah mula mengantuk. Saya mengambil kesempatan ini dengan mengatakan dia boleh bersandar di bahu saya kalau mau tidur. Kak Dilla hanya tersenyum saja dan merebahkan kepalanya di bahu saya. Saya hanya membiarkan kak Dilla tidur sebentar sebelum saya melaksanakan misi saya.

Setelah melihat kak Dilla tertidur, saya mulai tak dapat mengawal nafsu saya yang sudah memuncak ini. Saya dengan perlahan-lahan mencium bibir kak Dilla. Tiba-tiba kak Dilla terjaga karena perbuatan saya ini. Saya mengatakan bahwa saya hanya ingin menciumnya saja. Kak Dilla tidak protes, tapi dia mengatakan dia takut orang lain melihat. Jawaban yang diberikan cukup meyakinkan saya bahwa kak Dilla telah memberi lampu hijau kepada saya. Tanpa berkata banyak, saya terus mencium bibir kak Dilla dengan rakus sekali. Kak Dilla coba menolak tapi lama kelamaan dia pasrah dan membiarkannya saja.

Saya dengan cepat meremas kedua buah dadanya dan setelah itu tangan kanan saya menyibak bajunya lalu menggosok vaginanya. Setelah agak lama, saya menanggalkan branya dan menyibak dress-nya ke atas lalu menghisap payudaranya. Kak Dilla mendesah keenakan. Setelah itu saya terus menurunkan wajah saya kebawah lagi, saya menjilat vagina kak Dilla yang tembem itu. Dengan rakus saya menjilat liang kemaluannya, saya lihat matanya terpejam rapat sambil tangannya menekan kepala saya dengan kuat ke vaginanya.

Saya jilat dari tepi liang vaginanya sampai kedalam vaginanya. Saya juga menjilat klitorisnya sampai membuat kak Dilla menggeliat keenakan. Sampai ke suatu saat saya rasakan vaginanya basah karena kenkmatan yang tak terhingga. Setelah itu saya mengeluarkan batang kemaluan saya yang agak besar dan menarik kepala kak Dilla kebawah. Kak Dilla seperti tau kehendak saya, dan tanpa basa basi langsung menghisap batang saya itu. Karena batang saya agak besar, saya lihat kak Dilla sesekali sesak nafas.

Hisapan dan jilatan yang luar biasa dari kakak ipar saya ini membuat saya bergairah dan hilang arah seketika. Sehingga tiba saat nafsu saya memuncak, saya menekan kepala kak Dilla kebawah sehingga batang saya masuk sampai ke tenggorokanknya dan saya lalu memuncratkan air mani saya kedalam mulutnya. Air mani saya memenuhi mulut kak Dilla. Saya lihat kak Dilla menelan saja air mani saya. Setelah itu saya kelelahan dan kami berpelukan tanda kepuasan tak terhingga.

Namun ini hanya permulaan dari rencana saya. Saya masih belum menjelajahi vagina kakak ipar saya dengan batang besar saya ini. Rencana saya selanjutnya adalah saat sudah sampai ke rumahnya besok pagi, mengingat rumah kak Dilla tidak ada orang karena suaminya ke luar kota dan anaknya masih di kampung bersama nenek mereka. Jadi bila sudah sampai ke rumah kak Dilla, saya berjanji pada diri saya akan menggenjot dan menelanjangi tubuh kakak ipar saya sepuas-puasnya tanpa ada yang menghalangi.