WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

Blogroll

Cerita Dewasa Ngentot Diam-Diam Dengan Tanteku di Rumah Sakit


Ngentot Diam-Diam Dengan Tanteku di Rumah Sakit – Cerita Sex Terbaru saat diriku ngentot dengan tanteku di rumah sakit. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Aku akan menggoreskan sedikit cerita skandal sex-ku yang seru ini. Bermula ketika aku disuruh keluargaku menunggu tanteku yang dirawat di rumah sakit. Tante adik kandung dari ibuku saat itu mengalami kecelakaan lalulintas dan harus dirawat dirumah sakit. Kondisinya cukup parah karena dia mengalami patah tulang pada tanganya dan harus digibs.

Saat itu sebagai anak yang berbakti, aku-pun menuruti perintah orangtuaku karena kebetulan suami tanteku itu sedang dinas diluar kota dan anak semata wayangnya kuliah di luar kota juga. Sungguh membosankan sekali harus menunggu orang yang sakit dirumah sakit. Namun ada enaknya juga sih, hal aku maksudkan ada enaknya itu banyak sekali.

Poker Uang Asli
Misalnya ketika tante mau buang air kecil aku pasti disuruh mengantar ke kamar mandi, karena tangan tante kanan tante sakit, dia tanpa merasa sungkan meminta tolong aku untuk membukakan celana dalamnya, So denagan jelasnya aku bisa melihat kewanitaanya yang ditumbuhi bulu lebat pada kewanitaanya, siapa yang nggak Horny melihat benda seperi itu.

Intinya setiap dia mau ganti baju, buang air kecil ataupun buang air besar dia selalu meminta aku menunggunya didalam kamar mandi. Walaupun itu tanteku sendiri jika selalu dihadapkan pada hal yang porno seperti itu pasti aku akan horny. Singkat cerita sampai suatu malam tanteku memanggil aku,

“ Arga kesini dong tolongin tante, , ” ucapnya memanggilku ketika aku sedang asik menonton TV di sofa.

Oh iya kamar yang dihuni tanteku saat itu adalah kamar VI, jadi kamar itu cuma untuk satu pasien dengan fasilitas yang cukup lengkap. Seperti kamar mandi dalam, AC, TV LED, Dan Sofa. Lajut kecerita, mendenga itu aku-pun segera mendekat kearah tanteku,

“ Iya tante mau minta tolong apa???, , ” tanyaku.

“ Tolong gosokin perut tante pakai minyak kayu putih dong Ga, perut tante kembung nih, ” ucapnya sembari menyibaka selimut lalu dasternya diangkat keatas hingga atas BHnya.

Saat itu tante yang memakai daster, karena dasternya terangkat keatas secara otomatis BH dan CD-nya terlihat jelas sekali dimataku, perutnya ramping, payudara montok, dan kewanitaanya terlihat menyembul dari balik celana dalamnya. Aduh tante ini sengaja memancing nafsuku apa emang dia sakit perut beneran yah, ucapku dalam hati.

Seketika itu kejantananku yang langsung tagang, lama-lama jika seperti ini terus bisa-bisa khilaf aku,huh. Sesaat aku terpana dengan pemandangan itu, ditengah lamunanku tiba-tiba tante berkata,

“ Arga kog diem aja sih, ayo buruan ambil minyak kayu putihnya, perut tante kembung banget nih, ayo buruan ambil terus gosokin keperut tante!!!, , ” ucapnya memecah lamunan jorokku.

“ Oh iya tante, jadi lupa aku tante,hhe… , ” ucapku sembari mengambil minyak kayu putih yang berada di lemari samping ranjang tante.

Sesaat setelah aku memngambil minyak kayu putih,

“ Ini yang digosok yang mana tante ?, ” tanyaku.

“ Ih kamu tuh ya perut tantelah, masakiya memek tante yang digosok, nanti bisa-bisa memek tante kepanasan kena minyak angin, huh…” ucapnya tanparasa sungkan sedikitpun kepadaku.

“ Wkwkwk… tante nih nyablak banget sih, masak sama keponakan sendiri ngomonnya jorok, hahha…, ” ucapku dengan tertawa.
Wah parah banget tanteku ternyata, tidak aku sangka dia bisa berkata seperti itu, yah mungkin saja dia berkata sepeerti itu karena perutnya sudah terlanjur sakit,hha. Lalu,

“ Buruan godok ih, lama-lama perut tante kalau kebuka gini bisa kembung, ” ucapnya sembari manyun.

“ Iya tante, gitu aja marah sih, ” ucapku lalu menggosok perutnya dengan minyak kayu putih.

Aku gosok perut tanteku dengan perlahan, benar-benar halus kulitnya para pembaca, aku gosok dengan hati-hati semabari menahan kejantanku yang sudah tegang maksimal dibalik celanaku,

“ Wah enak banget gosokan kamu Ga, pasti kamu sering menggosok tubuh cewek kamu yah, ayo ngaku !!! ?, ” ucapnya menggodaku.

“ Ah tante nih, ngelantur deh lam-lama ngomongnya, inikan cuma ngegosok biasa tante semua orang juga bisa ngelakuin ini, ” jawabku mengelak dengan pertanyaan tanteku yang mulai menjurus itu.

“ Udahlah kamu ngaku aja deh, pasti kamu sering gosokin badan cewek kamu kan???, ” tanyanya mendesak aku agar mengaku.

“ Tauk ah tante, ” jawabku singkat dengan expresi wajahku yang malu-malu kucing semabri terus menggosok perut tanteku.

“ Yaudah-yaudah gitu aja manyun mulutnya, sekarang kamu pijitin kaki tante ya Ga, kaki tante pegel banget nih, ” ucapnya manja padaku.

Saat itu aku hanya mengangguk dan mulai memijat kakinya. Ketika memijat kai tanteku sesekali mataku melirik kearah kewanitaanya yang menyembuk itu. Sembari memijat kejantananku berdenyut denyut tidak karuan, fikiranku semakin mesum saja saat itu. Karena aku ingat yang khayalkan ini adalah tanteku sendiri maka aku mencoba menghentikan khayalan jorokku dengan menghentikan pijatan dan berkata,

“ Udah yah tante, Arga udah nggak kuat nih, capek banget, ” ucapku pada tanteku.

“Hlohhh… Kog udah nggak kuat sih, kan paha tante belum dipijat, , ” ucapnya dengan genit.

“ Ah, tante nih bercanda aja sukanya , nggak ah tante masak iya Arga mijit paha tante, kan nggak sopan, ” ucapku mencoba mengelak karena takut khilaf.

“ Kamu ini yah banyak omong, udah cepetan pijit paha tante, kamukan keponakan tante jadi nggak papalah nggk usah sungkan, Ayo buruan pijat, pehgel banget nih paha tante kelamaan tidur dirumah sakit, ” ucapnya lalu menarik tangganku dengan tangan kanannya yang tidak begitu parah hanya lecet-lecet saja.

Benar-benar nekat nih tanteku, nggak tahu aoa kalau aku dari tadi kontolku udah ereksi maksimal, huh. Karena tante terus memaksa pada akhirnya aku-pun dengan sedikit rasa sungkan mulai memijat pahanya yang mulus itu,

“ Nah gitu dong, pijatnya yang pelan ya Ga biar enak… Ssssshhhh…, ” ucapnya lalu medesah pelan.

“ Iya tante bawel, ” ucapku sembari melihat gundukan vagina tante yang tertutup celana dalam.

Aku pijat secara perlahan, entah tanteku sadar atau tidak ketika aku memijat mataku tidak pernah lepas memandangi kewanitaan-nya yang gembul itu. Kuperhatikan semabriterus memijat. Lama kelamaan aku-pun semakin tidak kuat menahan birahiku, kulihat samar-samar bulu kewanitaannya dibali CD-nya yang tipis itu. Oughhh shittt… makin horny saja aku.

Benar-benar frontal sekali tanteku itu, seakan-akan aku dianggapnya seperti anak kecil yang belum mnegerti nafsu sex. Beberapa saat aku emijat pahanya, tiba-tiba saja tanteku merenggangkan pahanya lebar-lebar,

“ Ga, pijitin paha bagian dalam tante dong, yang disitu pegal sekali, ” ucapnya memintaku memijat paha dalam tepat persis dubawah vagina-nya.

Fikiranku saat itu semakin liar saja, aku sempat membayangkan jika kejantanku aku gesek-gesekan dipahanya pasti akannikmat sekali. Tanteku ini walaupun sudah bernanak satu tubuhnya masih terawatt sekali. Wajahnya cantik, kulitnya putih, bahkan payudara dan pantatnya masih kencang sekali seperti gadis yang berusia 20 tahunan.

Sesaat aku sempat melamun, ,elihat itu tanteku-pun segera meraih tanganku, lalu kemudian meletakkan tanganku sela kedua pahanya, Shitt… benar-benar nggak kuat aku dibuatnya,

“ Melamun mulu dari tadi, buruan pijat paha dalam tante, pegel banget tuh rasanya !!!, ” Ucapnya sembari meletakan tanganku dipaha dalam bawah vaginanya persi.

“ I..iii… Iya tante, ” ucapku gagap dengan tubuh gemetar lalu mulai memijatnya.

“ Nah gitu dong, kalau ginikan tante jadi enak, terus disitu ya Ga pijatnya, sama digosok yah bagian situnya, ” ucapnya menikmati pijatan pada paha dalamnya.

Saat itu aku benar-benar semakin tidak kuat menahan birahiku, lelaki mana yang kuat dihadapkan dengan benda seperti itu. Sekalipun itu adalah saudara jika dihadapkan dengan hal yang aku alami pasti akan horny seperti yang aku rasakan saat itu. kejantananku semakin tegang maksimal, rasanya kejantanku ingins segera aku masukan dalam vagina tanteku.

Sembari terus memijat aku berkhayal jorok, fikiranku sudahtidak sehat lagi karena sudah terbakar oleh birahiku. Ketika aku melamun tiba-tiba saja tanganku menyentuh kewanitaan tanteku,

“ Oughhhhhh Don, kog kamu mijatnya sampai ke memek tante, kamu tahu aja deh kalau memek tante pegal juga, hhe…, ” ucapnya tanpa basa-basi.

Wah benar-benar minta dientot tanteku ini, ucapku dalam hati,

“ Ma… Maaf tante yah aku tidak sengaja, habisnya aku capek sih jadi nggk sengaja deh nyentuh itu tante, maaf ya tante, ” ucapku sedikit takut karena aku sudah menyentuh kewanitaanya yang masih terbalut celana dalam.

“ Udah nggk usah minta maaf, lagian kalau sengaja-pun tante nggak keberatan kog, Tante tahu kog adek kamu dari tadi udah tegangkan, tante dari tadikan perhatikan adek kamu yang ada dalm celana kamu itu, hhe, ” ucapnya frontal kepadaku.

“ Enggak kog tante, anu aku enggak berdiri kog, ” ucapku mencoba mengelak.

Wah gawat nih ternyata tante dari tadi sudah tahu kalau aku ereksi, ucapku dalam hati. Setelah itu tanteku-pun memintaku untuk berdiri dan mendekat kearah tanganya. Denagn sedikit rasa malu aku-pun berdiri,

“ Nah ini adek kamu berdiri, gitu aja malu sama tante sendiri, tante bisa memaklumi kog cowok seusia kamu tuh nafsunya lagi meledak-meledaknya, hha…, ” ucap tanteku sembari memegang keanjantanku yang sudah tegang maksimal.

Saaat itu aku tidak bisa berkata apa-apa, yang aku rasakan saat itu rasa malu bercampur rasa nikmat yang luar biasa. Tanpa rasa sungkan tante-kupun mulai meremas kejantananku dengan perlahan,

“ Jangan tante, Oughhhh… Sssssshhhhh…, ” ucapku mencoba menolak, namun mulutku tidak sengaja mendesah.

“ Udah kamu nimatin aja, toh disini Cuma ada kita berdua, tante udah lama banget nih nggak ML, kamu maukan Ml sama tante ???
,” ucapnya genit sembari terus meremas penisku.

Saat itu aku merasa bimbang, nafsu dan akal sehatku seakan berperang didalam fikiranku. Namun karean aku sudahbterlanjur bernfasu dan tanteku-pun terus meremas-remas penisku maka aku-pun megganguk,

“ Nah gitu dong keponakanku sayang, yaudah sekarang buka celana kamu yah biar tante bebas pegang dan kocokin penis kamu, ” pintanya dengan wajah girang.

Tanpa sepatah kata-pun aku memelorotkan celana dan celana dalamku sampaimata kakiku,

“ Wow… besar dan panjang sekali kontol kamu Ga, tante jadi Horny ngelihat kontol kamu, ” ucapnya kagum melihat penisku yang memang besar dan panjang itu.

Kemudian tante-pun mulai meraba-raba mulai dari buah zakar sampai kepala penisku. Posisiku saat itu menempel dengan ranjangnya sehingga tanteku-pun dengan mudahnya meraih kejantanaku. Mulailah dikocok dengan dibasahi ludahnya sebelumnya. Dengan lembut penisku dikocoknya,

“ Oughhhh tante… Enak sekali tante… Ssssssssss… Aghhhh…, ” desah nikmatku.

“ Iya dong makanya kamu yang nurut sama tante, sekarang kamu bantu lepasin BH sama celana dalam tante yah, terus habis itu kamu naik keranjang, ” pintanya dengan wajah penuh nafsu.

Kemudian aku-pun segera naik diatas ranjangnya,

“ Nah sekarang kamu hisap putting tante, sembari kontol kamu digosok-gosokin ke memek tante yah sayang, ” ucapnya membimbingku.

“ Iya tante, ” jawabku menuruti permintaan tanteku.

Saat itu mulailah aku menghisap putingnya sembari kejantanku aku gesek-gesekan pada bibir vagina-nya.,

“ Iya sayang seperti itu, Oughh… kamupintar sekali sayang, terus sayang, Aghhhhhhhhh…, ” ucapnya mulai menikmati perlakuanku.

Saat itu aku memberikan double rangsangan pada payudara dan vagina tanteku. Dia mendesah secara perlahan agar tidak terdengar dari luar kamarnya. Oh iya saat itu aku juga sempat menutup hodrden samping ranjang agar tidak terlihat dari kaca pintu rkmar tante. Tanteku mendesah kegelian, pinggangnya melenggak lenggok kekanan dan kekiri kegelian.

Sesekali dia juga menaik turunkan pantatnya seiring aku gesek-gesekan penisku pada memeknya. Aku dan tanteku sama-sama merasa nikmat, lubang penisku-pun terasa ada sedikit cairan kental yang keluar, begitu juga dengan tanteku, vagina-nya juga sudah basah dengan lendir kawinya akibat gesekan penisku pada bibir vagina-nya,

“ Sayang tante udah nggak tahan nih, buruan kamu masukin kontol kamu ke memek tante yah, memek tante udah basah banget nih… Aghhhh…, ” ucapnya penuh nafsu birahi.

“ Iya tante, Arga juga udah nggak tahan nih pingin ngentot tante, Sssssss… Aghhh…, ” ucapku.

Tanpa banyak bicara lagi aku-pun mulai membenamkan kejantanaku didalam memek tanteku,

“ Blessssssssssssssssssss…… Aghhhhhhhhhh…., ” desah nikmatku seiring terbenamnya penisku didalam vagina tanteku.

“ Yah sayang, enak sekali sayang penis kamu, ayo sekarang kamu sodok memek tante sesuka kamu… Aghhhhhhh…, ” ucapnya sembari memejamkan mata.

Tanpa banyak bicara lagi aku-pun yang sudah terlanjur bernafsu segera aku sodok memek tanteku dengan kasarnya,

“ Oughhh… yeahh… Ssssss… Aghhhh… Yah enak sayang, sodok yang keras seperti itu terus… Aghhhh…, ” desahnya semakin liar meraskan sodokan penisku yang besar dan perkasa.

Kusodok memek tanteku dengan cepat dan stabil. Aku memang tipe laki-laki yang suka ML dengan kasar dan cepat. Dengan gaya women on top terus aku setubuhi tanteku, sesekali tubuhnya mengelincang dan bergetar. Mungkin saja dia mendapatkan orgasmenya saat itu, dia hanya selalu menggigit bibirnya sendiri ketika aku menghentakan penisku dalam-dalam pada vagina-nya,

“ Eughhhh… enak sayang… Eummm…kamu liar sekali sayag, ” ucapnya sembari terus menikmati sodokan penisku.

Tidak terasa kami suah berhubungan sex selama 15 menit, aku yang sedari tadi menyodok memek tante tanpa henti, pada akhirnya kejantananku-pun terasa berdenyut-denyut. Aku tahu itu tanda bahw aku akan segera orgasme,

“ Tante aku mau keluar nih… Oughhhh…keluarin dimana tante, Oughhhh…, ” ucapku dengan nafas yang memburu sembari terus menggenjot memek tanteku.

“ Aghhh… Oughhh.. keluarin didalem aja sayang, tante KB kog, Aghhh… tante nggak bakalan hamil kalau kamu keluarin sperma kamu didalm memek tante… Ssss… Aghhhh…, ” ucapnya dengan nafas yang memburu juga.

Mendengar itu aku merasa senang sekali, dengan sisa tenagaku aku hentakan kejantanku dengan cepatnya. Selang beberapa detik pada akhirnya,

“ Crottttttttttttttttt…. Crotttttttttttt… Crotttttttttttttttttttt…., ”

“ Aghhhhhhhhhhhhhhhhhhh…. Aku keluar tante…, ” ucapku puas dengan keluarnya spermaku didalam memek tanteku.

“ Aghhhhhhhhh… Iya sayang, tante juga keluar… Oughhh… hangat rasanya sayang sperma kamu… Aghhhh…, ” ucapnya.

Ternyata saat itu kami sama-sama mendapatkan klimaks kami. Spermaku tertumpah dengan derasnya didalam rahim tanteku. Setelah spermaku habis tertumpah di dalam memeknya, aku-pun mencabut penisku yangbberlumuran lendir kawin tanteku. Sungguh nimat sekali rasanya ngentot dengan tante sendiri.

Setelah skandal sex malam itu, kemudian akupun memapah tanteku kekamar mandi untuk membersihkan sperma yang membasahi memek tanteku. Sebaliknya aku juga membersihkan kejantananku. Aku membantu tante membersihkan memeknya yang terbanjiri oleh spermaku. Setealah selesai aku-pun kembali memapah tanteku keranjangnya lagi.

Setelah itu aku memakaikan BH dan celana dalamnya kembali, lalu aku-pun segera memakai celanaku kembali. Malam itu karena kami sudah merasa lelah kemudian kami-pun tidur dengan lelapnya. Tante tidur diranjang dan aku tidur disofa kamar rumah sakit itu. Semenjak kejadian itu tugasku-pun bertambah, selain membantu dia membuka celana dalamnya ketika buang air kecil, aku juga harus memuaskan nafsu birahi tanteku selamdirumah sakit.

Singkat cerita 4 hari kemudian tanteku-pun diabawa pulang dari rumah sakit, dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, namun dia juga harus rajin check up seminggu sekali untuk mengetahui peerkembangan tulanngnya. Sejak saat itu aku-pun yang menjadi asisten pribadi tanteku, kebutuhan jajan dan fashionku dipenuhi semua oleh tanteku. Hubungan kami tidak diketahuin semua keluargaku hingga sekarang. Selesai.

Cerita Dewasa Jeritan Cewek SMP Saat Kuambil Keperawanannya


Jeritan Cewek SMP Saat Kuambil Keperawanannya – Cerita Sex Terbaru ketika diriku mengambil keperawanan seorang wanita yang masih duduk dikelas 2 SMP. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Gadis yang masih duduk di kelas 2 SMP ini memang sudah menampilkan kecantikan dan kemolekannya namanya Avi, di sekolah dia sering membuat teman temannya untuk mengagumi kecantikan tubuhnya dan keseksian tubuhnya tubuh yang langsing dengan rambut panjang matanya bersayu sayu , tak hanya teman sekolahnya yang di buat merangsang tapi para guru guru dan penjaga sekolah juga bernafsu jika melihat tubuh avid an dari situlah ada rencana jahat yang telah disusun untuk bisa menikmati tubuh avi.

Hari sabtu tepatnya avi di panggil oleh pak totok menyuruh penjaga sekolah untuk menemuinya di kantor,

Poker Uang Asli
“mba mba anda di panggil pak totok untuk menghadap??

“kenapa ya pak, aku di panggil??? Aku di panggil

Akhirnya Avi menurut,ia menuju ruangan pak totok dengan tarno dibelakangnya.
Tarno terus menatap tubuh Avi dari belakang,terutama dibagian pantat yang masih tertutup rok biru itu.sungguh indah bentuknya.

Akhirnya Avi sampai diruangan pak totok.

“selamat siang pak!”sapa Avi.

“selamat siang,oh kamu silahkan masuk.” jawab pak totok.

Baru saja Avi duduk,tiba-tiba dari belakang ada yang membekap mulutnya ternyata itu adalah pak asep seorang satpam disekolah tersebut.seketika itu pula kepala Avi terasa pusing,matanya mulai terasa berat hingga akhirnya dia tak sadarkan diri.

“akhirnya kita dapet juga”.seru tarno.

“ayo cepat bawa dia”.sambung pak totok.

Setelah beberapa saat tak sadarkan diri,akhirnya kesadaran Avi mulai kembali,dia merasa berbaring ditempat yang empuk,tubuhnya masih lemas,serasa ada bau yang menyengat dari tubuhnya serta ada rasa lengket disana sini.hingga akhirnya dia sadar disekelilingnya ada pak totok,pak asep dan pak tarno yang sedang memainkan kontol mereka,dan rasa lengket dan aroma menyengat itu adalah sperma dari ketiga lelaki tersebut.

Avipun segera bangkit dan mencoba untuk lari,namun terlambat pak tarno segera menangkapnya dan menariknya kembali kematras.akibat tarikan pak tarno yang kuat,membuat beberapa kancing baju seragam Avi terlepas.kontan saja langsung membuat lelaki yang melihatnya bernafsu.

Begitupun mereka bertiga,mereka langsung berebut untuk meremas toket Avi yang baru saja tumbuh.mereka tak memperdulikan jeritan dan erangan Avi yang merasa kesakitan karna toketnya diremas begitu kuat.

“wah,empuk banget nih susu..enak..bikin gemes aja deh”. Celoteh tarno.

“iya,pentilnya juga bagus,warnanya coklat muda”. Sambung pak asep.

Kemudian pak totok menarik bra Avi yang sudah melorot itu untuk melepaskannya.

Kini toket mungil yang baru tumbuh itu benar-benar terlihat jelas.sepasang toket itu bergerak naik turun mengikuti tarikan nafas Avi yang semakin berat.nampak baju seragam yang masih melekat kini basah oleh keringat Avi dan juga bekas sperma ketiga pria tersebut.diwajahnya yang imut juga ada noda sperma yang bercampur dengan airmatanya.

Melihat toket yang begitu menggoda,pak asep dan pak tarno berebut untuk menghisapnya,kini kedua toket Avi menjadi santapan dta lelaki bejad yang tak berperasaan.sementara pak totok sudah menyikap rok biru milik Avi dan menurunkan celana dalamnya,

Dia begitu terperangah menyaksikan memek muridnya yang masih berupa garis lurus dan ditumbuhi sedikit rambut.pak asep dan pak tarnopun menghentikan aktiviasnya dan mencopot seragam smp milik Avi.kini yang melekat ditubuh Avi hanya rok biru yang kini melingkar dipinggulnya.

Kemudian pak asep dan pak tarno mengangkat kaki Avi dan menariknya hingga menyentuh toket Avi dan membuat pantatnya terangkat.hal itu memudahkan pak totok untuk menggarap memek Avi.

Pertama pak totok menjilati memek Avi dan mulai menyentuh memek Avi,jari-jari pak totok berusaha membuka bibir memek Avi.namun,tak nampak lubang disana ini membuktikan bahwa memek itu masih sempit dan perawan.

Perlahan pak totok memasukan kedua jempol tangannya dan kembali membuka memek Avi,kini lubang kecil mulai nampak kemudian pak totok menyentuh klitoris Avi dan lubang itu mulai membuka sedikit demi sedikit.pak totok melanjutkan aksinya kini dia meludahi lubang memek Avi yang mulai terbuka,air liur pak totok langsung memenuhi lubang tersebut dan meleleh kebawah.

“sekarang waktunya sayang!”. Kata pak totok sambil mengarahkan kontolnya kememek Avi.

“jangan pak,tolong saya masih perawan,jangan pak…”. Pinta Avi.

Namun itu tak menyurutkan niat ketiga bajingan itu.asep dan tarno tak henti-hentinya meremas dan menyedot toket Avi.

“min,susunya enak banget yah..kenyal banget!”. Komentar asep.

“iya,tapi sayang belum keluar air susunya”. Balas tarno.

Pak totok mulai menempelkan kontolnya dan bersiap untuk memperkosa Avi.

“jangan pak…jangaaaann….!”. Jerit Avi yang mulai merasakan kontol pak totok masuk ke memeknya.

Namun,pak totok tak memperdulikan itu.bahkan dia terus berusaha menanamkan kontolnya dimemek Avi.
“gila nih memek,sempit banget…enaak..”. Erang pak totok.

Avi hanya bisa pasrah dan meneteskan air matanya.tiba-tiba Avi menjerit keras.

“aaaahhh……sakiiiiit!!!”. Jerit Avi.

Rupanya kontol pak totok sudah masuk seutuhnya ke memek Avi.sementara dia menghentikan gerakannya untuk memberi waktu kepada memek Avi dan merasakan kehangatan memek muridnya.

Sementara pak tarno dan pak asep masih asik memainkan toket mungil milik Avi,puting Avi yang baru tumbuh menjadi mainan yang tak membosankan.sementara tangan Avi mereka gunakan untuk mengocok kontol mereka sambil sesekali memaksa Avi untuk mengoral kontol mereka.

Avi mulai merasakan pegal ditubuhnya apalagi dengan posisi kaki yang diangkat dan direntangkan lebar oleh pak totok semakin membuat terasa pegal.

Sebelum pak totok menggenjot memek Avi,rupanya pak asep dan pak tarno yang sedari tadi kontolnya dikocok oleh tangan lembut Avi dan sesekali dihisap juga oleh mulut mungil Avi,mulai merasakan orgasme.merekapun segera menumpahkan sperma mereka kewajah dan toket Avi crot…crot…crot,bahkan pak asep memaksa Avi membuka mulut dan menumpahkan sebagian spermanya disana.

“gila kocokannya enak banget,tangannya lembut!”. Komentar tarno.

“iya,mulutnya juga enak buat nyepong”. Sambung pak asep.

Akhirnya mereka menjauh dan memberi kesempatan kepada pak totok untuk menggenjot memek Avi.
Pak totok mulai menggerakan kontolnya perlahan,tentu saja ini membuat Avi kesakitan dan merasa panas pada memeknya.

“ah,,,,sakiiittt…t!”rintih Avi.

Namun pak totok tak memperdulikannya,dia malah terus menambah kecepatan kontolnya hingga menimbulkan suara diantara alat kelamin mereka.toket Avi berguncang tak tentu karena genjotan pak totok.hal itu membuat pak totok gemas kemudian mengambil seragam putih milik Avi untuk mengelap toket Avi yang penuh dengan sperma asep dan tarno.setelah bersih pak totok meremas toket kanan Avi dan menghisap puting toket kiri Avi.lama kelamaan pak totok merasa kontolnya basah,rupanya Avi sudah mencapai orgasme.

“wah,muridku keenakan ampe ngeluarin peju”. Celoteh pak totok.

Mendengar itu Avi langsung malu,wajahnya yang penuh sperma semakin membuat nafsu pak totok meninggi.hingga akhirnya pak totok merasa akan klimaks dan mempercepat gerakannya.

“aah…ahh…ahh…enaaak”. Lengkuh pak totok.

Hingga beberapa detik kemudian pak totok mencapai puncak dan menyemburkan banyak sekali sperma dimemek Avi.sambil menuntaskan orgasmenya,pak totok meremas toket Avi dengan sekuat tenaga.hal ini membuat Avi menjerit sejadi-jadinya.

“aaaahhh….sakit pak..udah..udah.. Cukup pak”jerit Avi.

“diam kamu,telen aja semua peju bapak dimemekmu!”. Bentak pak totok.

Akhirnya pak totok terkulai lemas diatas tubuh Avi.kaki Avi yang sedari tadi diangkatpun kini sudah diturunkan.

Pak totok benar-benar menggilai muridnya ini.kontolnya masih tertancap dalam memek Avi dan mulai mengecil hingga akhirnya terlepas.

Nampak sperma bercampur darah mengalir dari memek siswi smp tersebut.kemudian pak totok bangkit dan memaksa Avi untuk mengoral kontolnya.

“ayo manis,bersihin kontolku yah..!perintah pak totok.

Avipun dengan terpaksa membuka mulutnya dan mengemut kontol pak totok.setelah itu,pak totok mengambil rambut panjang Avi yang juga basah oleh sperma untuk mengelus kontolnya.setelah puas,pak totok mundur.namun penderitaan Avi belum selesai,karena masih ada asep dan tarno yang menunggu giliran mereka.

Tarno segera merebahkan diri disebelah tubuh Avi,kemudian asep membopong Avi dan menaruhnya diatas kontol tarno.kemudian mereka bekerja sama untuk memasukan kontol tarno ke memek Avi.

“cepet sep,bantuin gue masukin kontol kememeknya Avi”. Perintah tarno.

Akhirnya perlahan kontol itu menembus memek Avi.Avi yang sudah lemas pasrah saja mendapat perlakuan tersebut,sementara tubuhnya masih ditopang oleh asep sambil asep meremas toket Avi.
Tarno terus menyodok memek Avi dari bawah,kemudian asep yang sudah tidak sabar langsung mendorong tubuh Avi hingga menempel ke dada tarno.

Yang terjadi selanjutnya adalah asep berusaha menyodomi Avi.pertama-tama dia membuka kaki Avi lebar-lebar kemudian pantat Avi yang bulat juga dibuka kemudian dijilatinya.setelah itu,asep mulai memasukan jari telunjuknya keanus Avi.tentu saja itu membuat Avi kesakitan,apalagi masih ada kontol dimemeknya.

Setelah dirasa cukup,asep mulai mengarahkan kontolnya kelubang anus Avi yang sedang berada diatas tubuh tarno.merasa ada benda aneh yang masuk keanusnya kontan membuat Avi kaget dan kesakitan.

“aduuuhh…sudaah..jangaaaann…!!!”. Jerit Avi.

Tangispun kembali pecah,namun tak mengurangi nafsu kedua orang tersebut.kini tubuh gadis smp itu berada diantara dua tubuh lelaki yang sedang mengejar kenikmatan masing-masing.

Rambut Avi yang panjang menjadi mainan baru untuk asep.rambut yang basah oleh keringat itu dielus-elusnya.sementara tangan tarno terus meremas toket Avi yang menempel didadanya.

mereka terus menggenjot tubuh Avi yang sudah semakin lemah,hingga akhirnya mereka orgasme dan menumpahkan sperma dikedua lubang milik Avi.

“ah,gue nyampeee..gila nih memek enak bangeett..!”. Jerit tarno.

“iya pantatnya juga semog legit!”. Sambung asep.

Avi hanya menangis dan berharap semua cepat berakhir.kontol asep dan tarno masih betah ditempatnya merasakan kehangatan lubang milik Avi.hingga akhirnya asep bangkit dan mengangkat tubuh Avi.

“sekarang giliranku!”. Ucap asep seakan tak kenal lelah.

Tanpa basa-basi dia mengangkangi kaki Avi dan segera menggenjot memeknya.tangannya tak henti-hentinya meremas toket Avi sambil terkadang melumatnya.dia juga beberapa kali mencium bibir Avi yang sensual dan juga leher jenjang milik Avi.hingga akhirnya datanglah orgasmenya dan lagi-lagi memek Avi menjadi tempat pembuangan sperma.

Kini mereka semua sudah lemas,nampak jelas terdengar hembusan nafas dari mereka.sudah lebih dari 3 jam mereka menggarap tubuh Avi yang sudah tak berdaya.mereka juga memperkosa Avi dengan posisi berdiri dan tubuh Avi diapit ditengah.

Mereka juga menggantung tubuh Avi secara terbalik dan memisahkan kaki kiri dan kanan sehingga memperlihatkan memeknya,mereka bergantian memasukan jari dan meludahi kedua lubang milik Avi.

Tak hanya itu,mereka juga menyuruh Avi push-up,sit-up dan kayang dalam keadaan bugil dan ada beberapa pensil menancap dimemek dan anusnya.setelah puas mereka memanggil anak buahnya yang tak lain adalah murid kelas 2 dan 3 yang terkenal bengal dan nakal.jumlah mereka ada 20 orang.

“wah,akhirnya kesampean juga ngentotin Avi”ujar salah satu dari mereka.

“iya neh udah lama gue napsu ama nih anak apalagi kalo gue Avit toketnya..rasanya pengen gue remes ampe pecah!”. Sambung yang lain.

Tubuh Avi yang berdiri terikat tak bisa berbuat banyak

Dan akhirnya mereka bergantian menggenjot memek Avi dan yang belum kebagian mengocok kontol mereka dan menyemburkan ditubuh Avi.

Lutut Avi terasa lemas.mungkin jika tangannya tak terikat dia sudah jatuh,kini memek Avi sudah merah dan dipenuhi sperma.

Mereka melepas ikatan Avi dan menelentangkannya dimatras dan kembali menggarapnya.

Sungguh,ini pengalaman yang sangat pahit bagi Avi.gadis smp itu harus mengalami tindak kekerasan seksual dari guru dan teman-temannya.

Sejak saat itu,murid-murid yang sudah merasakan memek Avi terus meminta “jatah” dari Avi.bahkan seseorang dari mereka pernah memainkan memek Avi disaat sedang pelajaran.tentu saja sang guru tak curiga karna dia adalah pak totok.Avi juga sering disuruh mengoral atau mengocok kontol mereka.

kini,entah bagaimana nasib Avi.karna tak kuat dengan semua itu,perlakuan mereka yang terakhir sungguh tak manusiawi.mereka menelanjangi Avi ditengah lapangan setelah bubar sekolah,mereka juga memaksa Avi bermain basket tanpa sehelai benangpun.

Disela-sela ia main basket ada saja pria yang menggerayangi tubuhnya bahkan memperkosa Avi dalam posisi berdiri.setelah itu,mereka membaringkan tubuh bugil Avi ditengah lapangan dibawah terik matahari dan tongkat satpam dimemeknya.para pria mengocok kontol mereka dan memuntahkan sperma ditubuh Avi,bahkan ada yang mengencingi dia.sekarang Avi pergi entah kemana.

Bercinta Dengan Keponakan Penjaga Warteg


Bercinta Dengan Keponakan Penjaga Warteg – Cerita Sex ku dengan seorang gadis montok yang merupakan keponakan Penjaga Warteg. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Siang panas di kota T******g bikin aku berkeringat. Jam kerja belum selesai, kuputuskan saja buat pulang ke kamar kost. Sambil menyeka keringat, kudorong masuk motor inventaris kantor ke teras kamar kost. Perut sudah mulai kosong setelah sedari pagi berkeliling meninjau proyek pemerintah yang sedang dikerjakan oleh para pemborong lokal. Maklum, di kota ini pemborong lokal dikenal sedikit nakal jika tdk diawasi.

Dan tugasku mengawasi agar dana pemerintah digunakan dengan benar serta kualitas pekerjaan para pemborong sesuai dengan standar pemerintah. Setelah ganti baju dengan kaus oblong, aku menuju warteg langganan di seberang jalan. Sambil memesan makanan kuperhatikan seorang pegawai baru yang berbodi lumayan montok dengan payudara yang besar. Kulitnya putih dan betis dan lengannya ditumbuhi bulu halus.

Poker Uang Asli
“Ada yang baru Mbak Nor?” aku berbasa basi dengan pemilik warteg.
“iya, keponakan dari Brebes, baru datang tadi malam”.
“Namanya siapa mbak?” tanyaku sambil pandanganku tak lepas dari tubuhnya yang ternyata membuatku sedikit bergairah. “Tanti Mas” jawabnya singkat.

Memang bener – bener Tanti pikirku. Sambil menikmati makan siang, pikiranku melayang memikirkan Tanti. Imajinasiku melayang membayangkan aku sedang bergumul dengannya dikasur.

“Mau minum apa mas?” Pertanyaan Tanti membuyarkan mimpiku.
“Es Tawar aja” jawabku singkat.

Pertemuan dengan Tanti membuat aku semakin bersemangat pulang kerja. Singkatnya, karena kedekatanku dengan Mbak Nor sang pemilik warteg, aku berhasil dekat dengan Tanti. Sampai satu hari aku nekat menembaknya saat warteg sedang sepi di malam selasa.

“Tanti, udah punya pacar blm dikampung?” tanyaku membuka pembicaraan.
“Belum mas, emang kenapa?”.
“Gak, nanya aja. Masa gadis secantik Tanti ga punya pacar? bo’ong aja nih!” candaku
“Suer mas, Tanti blm punya pacar. Dulu pernah pacaran. Tapi skrg dah putus”.
“Lho kok putus? Emngnya knp?” tanyaku
“Cowo aku dulu doyan selingkuh.

Baru pacaran sehari dah pcaran lagi sama cewe lain. Dah gitu dia doyan mabok. Kalo udah mabok rese. Suka remes-remes dada aku. Kan aku malu mas”. Wah dah berani curhat nih, pikirku.

“Trus, klo skrg ada cowo yang mau sama Tanti, Tanti mau ga?” tanyaku.
“Emang ada cowo yang mau sama pelayan warteg kaya aku mas?” tanyanya.
“ada” jawabku singkat
“siapa mas?”
“Aku”.
“Ah, mas becanda. Mas kan Pegawe Negri. Ga mungkin mau sama aku. paling juga sebulan aku udah diputusin. atau aku ga dikawin. Makasih mas. Aku ga mau sakit keduakalinya!” jawabnya sambil berlalu.

Aku pun hanya tertegun. Menikmati kegagalan malam ini.

Tapi aku tdk putus asa. Lewat Mbak Nor, kuutarakan perasaan hatiku kepada keponakannya. Mbak Nor pun setuju membantu akau. Katanya Tanti memang udah pantas menikah dan ia ingin ada keluarganya yang bisa mengangkat derajat keluarga Tanti. Sebab dikampungnya, PNS sangat dihormati dan disegani.

Singkatnya, setelah berjuang selama kurang lebih dua bulan, kudapatkan cinta Tanti pada saat acara panggung hibura 17 Agustus di halaman kecamatan. Sambil menikmati musik dangdut alakadarnya, kucoba lagi menyatakan cintaku pada Tanti.

“Tanti, mas benar benar suka sama kamu. Benar-benar cinta dan tdk ada sedikitpun niat untuk melepaskan Tanti. Mungkin saya lebih baik buta daripada lihat Tanti dengan orang lain” kataku menggombal ria.
“Mas, Tanti dah tau dari Bu Lik Nor. Kalo emang mas bener serius sama Tanti. Tanti mau nerima asal dengan syarat mas.”. Hnnnnaaaaaaah, akhirnya ……..
“Syarat apa Tanti? jangankan satu, seribu syarat akan mas penuhi asal Tanti mau menerima cinta Mas.” gombal maNor. “Cuma satu kok mas. Mas jangan pernah menyakiti hati Tanti”.
“Tanti, aku sudah bilang, gak akan pernah menyakiti kamu. Jadi kamu mau nerima mas?” tanyaku.
“Mas terima ga syarat dari Tanti?” dia malah balik tanya.
“Aku terima semua syarat yang kamu berikan. Jadi kamu mau jadi pacar mas?” aku medesaknya.
“Jangankan pacar mas, aku malah sudah siap jadi istri kamu!” Mendadak suara musik dangsut tak terdengar.

Yang terdengar hanya suara jantungku yang berdegup keras, saking senangnya perjuangan aku tak sia-sia. Kuraih bahu Tanti dan ia tdk menolak. kupeluk dia dari samping dan kukecup rambutnya. dan dia melingkarkan tangannya dipinggangku. Resmilah kami jadi sepasang kekasih.

Sejak aku berpacaran dengan Tanti, aku merasa ada perlakuan lain dari Mbak Nor. Ia mulai sering menyuruh Tanti meninggalkan pekerjaannya jika melihat motorku datang. Dan biasanya Tanti menghampiri aku dan cium tangan seperti layaknya seorang istri kpd suaminya. Seperti sore itu, aku pulang kantor tiba-tiba Mbak Nor menghampiriku.

“Mas Adi, Mbak mau ke Depok. Ada saudara yang hajatan. Mungkin Mbak nginep beberapa hari. tlg titip anak-anak di warung ya, soalnya ga ada orang lakinya. Suami Mbak juga ikut”.
“Oke Mbak” jawabku. “jangankan beberapa hari, setahun juga aku mau!” jawabku sambil tersenyum.
“Ya iyalah, kan ada Tanti! Makasih ya mas” Mbak Tanti sambil berlalu.

Malam itu Warteg tutup lebih awal. Sehingga aku punya banyak waktu ngobrol dengan Tanti.

“Mas, ngobrolnya di sana yuk, ga enak dsini. Rame, brisik lagi!” kata Tanti mengajaka aku ngobrol di teras kostan aku.
“Ya udah, tapi tlg buatkan aku kpoi yah!” pintaku sambil berjalan menuju kostan.

Tak lama Tanti menyusul dengan membawa segelas kopi hitam kesukaanku. Malam ini dia terlihat makin seksi dengan kaos ketat kuNor dan celana legging hitam. Kontras dengan kulinya yang putih dan montok. Mulailah pikiran kotor merasuki otakku. Setelah Tanti duduk di depanku, kami melanjutkan obrolan seputar keadaan keluarga kami masing-masing. Sekitar satu jam Tanti terlihat BT.

“Mas boleh numpang nonton TV ga?”
“masuk aja nonton sana, aku masih mau ngroko sambil ngopi” jawabku.

Tanti pun berlalu kedalam dan menyalakan TV. 14″ tuaku.

Setelah sebatang rokok kuhabiskan, kususul Tanti kedalam dan duduk sebelahnya. Tak kukira Tanti langsung merebahkan kepalanya didadaku. Kesempatan nih, pikirku. Kuusap dan kubelai rambunya yang panjang melewati bahu. Tanti nampak menikmati. Kuberanikan diri mengangkat kepalanya dan kukecup lembut bibirnya. Tanti sedikit kaget. Maklum, setelah cintaku diterima, kita hanya sekedar mengobrol. Ga pernah lebih. Namun, ia membalas ciumanku. Malah badannya dihadapkan ke diriku. kamipun berciuman dengan posisi Tanti duduk dipangkuanku. Kuberanikan diri meraba payudaranya. Tanti sedikit menepis tanganku. Tapi aku tak putus asa. kucoba dan kucoba lagi sampai akhirnya Tanti membiarkan tanganku meraba dan mermas lembut payudaranya.

Ciuman Tanti semakin gencar ketika tanganku kucoba menerobos masuk lewat belakang bajunya. Terasa lembut payudara atasnya yang masih terbungkus kutang berenda. Tiba-tiba Tanti bangkit. Yaaaah, ngambek dia., pikirku. Tapi ga kusangka ternyata Tanti bangun untuk menutup pintu dan kembali ke pangkuanku dan meraih kepalaku. Kami lanjutkan kembali pekerjaan yang tertunda tadi. Semakin berani aku meciumi sekujur wajahnya. Nafas Tanti sedikit tersengal ketika kuciumi daerah belakng telinganya.

Kucoba mengangkat kaosnya. Tak ada perlawanan. Kaos Tanti sudah terlpeas dan didepanku terpampang pemandangan indah. Sepasang payudara montok yang putih bersih walau masih terbalut kutang berenda. Kuciumi dengan uas daerah belahan toketnya, dan Tanti nampak menikmatinya. Sambil kupeluk, kucoba melepaskan kait kutang dipunggung Tanti. Berrhasil!!!. Kutang Tanti terlepas dan kuloloskan dari bwah dan Munri melepaskan ciumannya agar kutangnya cepat terlepas. Langsung kujilati pentil susunya yang kemerahan. sementara tanganku meremas toket sebelahnya.

Tanti bergelinjang menahan kegelian dengan nafas yang tersengal-sengal. Nampaknya ia sudah terangsang. Puting susunya semakin maju dan mengncang. Kulepas Bajuku dan kuajak Tanti merebahkan diri sambil terus menjilati, mengulum dan meremas toket yang sudah lama kuidam-idamkan. Tanti semakin bernafsu dengan meremas-remas pantatkusambil mengerang nikmat. Kucoba meraba selangkangannya dan Tanti agak menolak dengan merapatkan pahanya. Tapi terasa sedikit oleh jariku. Vaginanya mulai basah. Kuusap usap kemaluannya dari luar dan tiba tiba Tanti memelukku dengan erat dan ia membekapkan mulutnya ke dadaku.

“Maassss, aaaaaahhhhhhhhhh….. Tanti pipis…“ . Rupanya ia orgasme akibat rangsanganku di payudaranya.

Tantipun bangun dan meraba selangkangannya.

“Mas gimana ini, Tanti ga tahan pengen pipis tadi, celana Tanti basah”.
“kamu orgasme sayang, bukan pipis”. jwbku menerangkan.
“enak ga?” tanyaku
“enak mas, sampe pipis hehehehe…” katanya sambil tertawa.

Akupun bangun dan mengunci pintu.

“Emang pipisnya banyak sayang?” tanyaku.
“Boleh liat ga celananya?” tanyaku bersiasat.

Padahal aku pengen liat vaginanya yang terlihat munjung dari balik celana leggingnya.

“Ga mau ah, malu. Masa Tanti buka celana disini!”.
“Gapapa sayang, kan kamu calon istriku. Nanti klo kita menikah juga kita saling telanjang!” kataku menggombal.

Tantipun bangun dan melorotkan celana legginga. ASTAGA!!! dari balik CDnya menyembul daging kemaluan yang menurutku hampir sama dengan ukuran toketnya (saking munjungnya tuh vagina!) Tak kuat menahan konak langsung aku berlutut dan menciumi vaginanya dari luar.

“Mas, mau ngapain… Ih…. ngapain sih… oooh… shhhhh … ahhhh..” prote Tanti tak kudengar sambil sesekali kucoba menelusupkan jari kesela-sela CDnya.
“Mmmmmaaaaassssssssshhhhhhh…… geli mas….. aaaahh. sshhhhhhh….” Tanti terus mendorong kepalaku agar menjauh dari vaginanya.

Tapi aku tak peduli, aku terus mendesakkan kepalaku dan menjilati sekitar selangkangannya dan tanganku mencoba melorotkan CD Tanti yang masih dlm posisi berdiri. Dengan sekali sentak, CD itu berhasil turun dan alamak…….. bongkahan daging yang ditumbuhi jembut yang jarang jarang. Merah merekah, membuat gairahku semakin tinggi. Kuturunkan terus CDnya hingga benar-benar berada dibetisnya. Sementara lidahku mencoba menerobos ke sela sela belahan vaginanya.

“Mmmmmmmmmaaaaaaaaaassssssss, oooooohhhhhhhhhh……….. aaaaaahhhhhhh…….. sssssshhhhhhh…. aduh ……” Hanya itu yang keluar dari mulutnya sambil terus mendorong kepalaku.

Sementara itu, entah kapan aku melepasnya, aku hanya tinggal memakai sempak. Kuajak Tanti berbaring dan ia menurut. Kulepas CDnya yang masih nyangkut di kakinya sambil merenggangkan kedua belah kakinya. Saat kakinya merenggang nampaklah isi dari vagina Tanti yang merah, kelentitnya yang meruncing kujilati dengan rakus sambil sesekali memasukan lidahku ke rongga vaginanya. Tiba-tiba, rambutku dijambaknya dan Tanti kembali orgasme.

“Mmmmmaaaaaaaasssssssss, aaaaaaaaaauwwwwhhhhhhhhh, nnnnnnnnnggggggghhhhhhhhhhhh. aaaaaaaaahhhhhhhhh!!!!!!!” itulah yang keluar dari mulutnya sambil melepas cairan kenikmatannya.

Kujilati lelehan cairan vagina yang membasahi sekitar bibir dan kumisku. Tak kulepaskan pula cairan yang meleleh sekitar vaginanya. Tubuhnya melemas setelah dua kali kubuat orgasme. sambil kupandangi tubuh yang mulus yang tergolek lemas, kulepas celana dalamku. Penisku langsung mnerobos setelah sedari tadi kukurung didalam CD. Langsung kuarahkan kepala penisku kehadapan vaginanya. Ku oles-oles di permukaan vaginanya yang basah. Kembali Tanti menggelinjang dan berdesah. Tak sabar kucoba masukkan penisku ke liang vaginanya. Tanti sedikit menolak dengan kembali merapatkan pahanya.

“Gapapa sayang, aku dah ga kuat lagi sayang…” pintaku memelas….
“Ga mau mas, Tanti takut hamil. Nanti Bu Lik Nor marah sama aku!”
“Tanti sayang, aku kan sudah bilang kita akan menikah, ga usah takut. Bu Lik Nor sudah merestui hubungan kita. Ayo sayang, jangan siksa aku ….!?” kataku sambil terus berusaha membuka pahanya yang masih merapat.

Nafsu birahi yang semakin memuncak membuat aku berbuat sedikit kasar dengan memaksanya mebuka pahanya yang tertekuk. Akhirnya Tanti menyerah. Ia membuka pahanya dan tak buang waktu lagi langsung kusodokkan penisku kedlam vaginanya dengan perlan.

“Awwwh… pelan-pelan mas, sakit… aaahhh… ssshhhh…”.
“Tenang sayang, sakitnya cuma sebentar, nanti juga enak!” rayuku sambil terus berusaha memasukkan penisku.

Kogerkan pantaku maju mundur dengan irama santai agar Tanti menikmati sensasi kepala penisku yang mencoba menembus vaginanya. Dan akhirnya, blesssssss… crootttt…. penisku masuk sebagian dan dilelehi cairan darah perawannya diiringi dengan lenguh kesakitan Tanti dan tangannya mencengkeram erat lenganku. Kulihat ia mengigit bibir agar tdk berteriak. Kudekatkan wajahku dan kulumat bibirnya.

Agar Tanti terangsang kembali, kuremas pelan payudaranya dan sesekali kuplintir halus putingya. Alhasil, putingnya kembali mngeras tanda ia mulai terangsang lagi. Kurubah posisi tubuhku sedikit berjongkok sambil kupegangi kedua belah pahanya. Kulakukan lagi gerakan maju mundur. Kulihat Tanti menangis, kuseka air matanya dengan jariku sambil terus kupompa vaginanya. Tak lama, kudengar Tanti mulai melenguh nikmat,

“aaaahhhh, sssshhhhhhhhh, oooooooowwwwwwwwwwwwhhhhh…….. nnnnnnnnnnnnngggggggghhhhhhhhhh….. aaaaaahhhhh…..!” terus kopompa vaginanya dengan sodokan penisku.

Tak terasa hampir seluruh penisku sudah masuk keliang mememknya. kuturunkan pahanya agar menindih pahaku. Kuletakkan tangan diatas lantai dan terus memompa vagina Tanti yang sempit dan licin. Sekitar 10 menit kupompa vaginanya, terasa aku akan ejakulasi. kupercepat gerakanku agar cepat kunikmati sensasi orgasmeku. dan tak lama,

“Aaaaaaaaaaaaaassssssshhhhhhhh………… uuuughhhhhh…… crrroooot……. crooot. crooooottttt…. kulepas lendir kenikmatan di dalam vagina Tanti dan akupun terkulai lemas.

Setelah mengatur napas, kucabut pelan penisku dan kucari pakaian kotorku untuk mengelap lelehan spermaku dan cairan vagina Tanti yang telah tercampur dengan darah perawannya. Kulap vagina Tanti dengan lembut sambil sesekali kucium aroma vaginanya. Terlihat Tanti matanya basah, kurebahkan badanku disebelahnya dan kuciumi pipinya.

“Sayang kenapa nangis? Kamu nyesel melakukan ini dengan mas” tanyaku.
“Tanti ga nyesel mas, Tanti nagis karena nahan sakit tadi. Tanti seneng kok mas. Tanti seneng bisa bikin mas bahagia, Tanti juga pengen mas bikin Tanti sebahagia mas. Jangan pernah ninggalin Tanti mas!”. Tak kujawab malah kuraih kepalanya dan kulumat lembut bibirnya.

Kuangkat tubuhnya agar menindih tubuhku. Tanti memelukku. dan kami bergumul saling memagut bibir. Akibatnya, penisku kembali bangun. Kupinta Tanti menjilati penisku tapi ia menolak terus. Akhirnya kupinta ia berjongkok diatas mukaku. Kujilati lagi vaginanya yang montok. Sesekali kugigitb lembut kelentitnya yang meruncing. dan kami melanjutkan kembali pertempuran. Kupinta Tanti nungging, mula-mula ia bingung.

“Mas jangan dimasukin ke pantat. Bau ih…. !!”….
“Nggak sayang, kamu diem aja, aku mau masukin ke vagina kamu dr belakang. Rasanya lebih enak sayang…” Kusodk pelan vaginanya yang sudah mulai kuyup lagi. 5 menit kulakukan gaya shaggy.

Kusuruh Tanti merapatkan pahanya sambil berpegangan ke tembok. Terus kusodk dia dengan irama agak cepat. Akhirnya,

“Massssss… Tanti mau kluar nih …… aaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhsssssss…… sssssssssshhhhhhh… aaaaaaaaaahhhhhhhhhhh…!” . “tahan sayang, kita keluar barengan aja.” Pintaku.

dan tiba tiba Tanti berdiri dan terjatuh sambil mergeng melepas orgasmenya…. ooooooooooooooooooooooooooooohhhhhhhhhhhhhh….mas Tanti lemes banget. Sementara aku mulai merasakan tanda-tanda orgasme pula. kudekatkan payudaranya ke penisku dan kujepit penisku dengan payudaranya. Koyang-goyang payudaranya hingga penisku terasa seperti dikocok dan … aaaaaaaahhhhhhhh………. akhirnya kulklepaskan kembali lahar kenikmatanku di toket Tanti.

Sampai jam 12 malam kami bersetubuh. dan ketika hendak berpakaian kuajak Tanti ke kamr mandi dan kulap tubuhnya dengan handuk kecil yang sudah aku basahi. Ketika mengelap pyudaranya kembali aku terangsang dan menjilatinya lagi. sambil berjongkok kulap seluruh tubuh mulusnya dengan handuk basah. dan saat mengelap vaginanya kubenamkan kepalaku divaginanya seakan aku tak mau lepas dari barang yang sudah memberikan 3 kali kenikmatan padaku. Kuberikan CD dan celana Leggingnya,

“Ga usah pake cd mas, basah ntar lengket. simpen aja disini. besok Tanti cuci. Takut ketauan klo dibawa kewarung”. “Kirain buat kenang-kenangan aku sayang”, jawabku sambil mengecup bibirnya.
“Udah dapet isinya, bungkusnya juga masih mau!” katanya sambil memakai celana legging. kamipun berpakian kembali dan kulepas Tanti pulang dengan pelukan erat dan kecupan halus dibibirnya.
“Kapan-kapan kita lakukan lagi ya sayang!?” pintaku.
“Asal ada waktu dan kesempatan, kapan mas mau aku kasih. Asal jangan mas kasihkan mainan baruku ke perempuan lain ya mas.” jawab Tanti.

Ngentot Dengan 2 Temanku di Tengah Hujan Lebat


Ngentot Dengan 2 Temanku di Tengah Hujan Lebat – Cerita Sex Terbaru ketika diriku bercinta dengan 2 temanku ditengah hujan yang lebat. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

suatu siang saat hujan tengah mengguyur kota yogya dgn lebatnya. Karena tempat kostku jauh dari kampus, maka dgn diantar Tomi teman sekampusku, kami berteduh di kos Dani sahabat Tomi yg kebetulan kostnya dekat dari kampusku.

Utk mengisi waktu, Tomi memutar VCD bokep yg ada di kamar Dani dan aku ikut menontonnya karena sebenarnya aku sudah biasa menonton film-film begituan sebelum ngesex dgn pacarku yg dulu. Makin lama kami ber-3 makin hanyut dlm hayalan di tengah desahan-desahan dan jeritan sang bintang bokep di layar kaca.

Poker Uang Asli
Ketika adegannya memperlihatkan seorang cewek tengah digarap oleh 2 pria, aku mulai merasa tdk karuan. Entah kenapa aku selalu sangat terangsang bila melihat adegan-adegan seperti itu, dan kurasa mereka ber-2 pun demikian karena sesekali mereka mencuri pandang menatapku dgn aneh.

Timbul pikiran dlm kepalaku membayangkan aku lah yg sedang di layar TV menikmati sorga dunia yg tiada tara itu. Kulihat kedua pria di kiri kananku semakin gelisah, dan dgn curi-curi kulihat benda di balik celana mereka mulai menonjol. Aku mulai menebak-nebak ukuran kedua benda itu dlm hatiku dan berharap mereka melakukan sesuatu duluan, sebab aku semakin tak kuasa menahan gelora birahi sexku. Kurasakan celanaku mulai basah menyaksikan adegan-adegan hot itu.

“Kamu pernah ngesex?” tanya Dani memecah kebisuan.
“Pernah, dulu dgn mantan pacarku. Emangnya kenapa?” jawabku menggoda.
“Nggak pa-pa, cuma nanya aja. Ada nggak impian kamu yg belum terjadi?”
“Yah.., jujur saja aku suka membayangkan bagaimana rasanya kalo ditiduri oleh 2 lelaki sekaligus seperti dlm film-film yg itu lho.” jawabku setelah ragu sejenak.

“Mau nggak kalo sekarang?” tanya Tomi dgn tersenyum menggoda dan aku jadi sangat ingin mencobanya.
“Tergantung.., k0ntol kalian besar atau nggak. Soalnya aku juga pengen merasakan kepuasan yg total. Gimana?” tantangku.
“Nggak usah takut deh, taruhan kamu pasti akan sangat puas, dan aku malahan kuatir kamu nggak bakal kuat ngadepin kita. Lihat nih..!” sambil berdiri Dani membuka celananya sekaligus sampai benda favoritku itu muncul mendadak di depan hidungku.

Gila panjang banget, bahkan lebih panjang dari k0ntol mantanku dulu. Aku hanya dapat menatap takjub. Pasti tdk akan muat deh mulutku mengemut k0ntol sepanjang itu.

Sementara itu Tomi rupanya sudah tdk dapat menahan nafsunya. Dia langsung mendekatiku dan meremas toketku yg tdk terlalu besar tp aku yakin pasti memuaskan, karena montok dan indah bentuknya. Aku melenguh pelan menerima serangan mendadak itu. Dani menarik rambutku dan kumengerti sebagai isyarat utk mulai mengemut ‘adik’-nya itu. Kukecupi ujung k0ntolnya dgn lembut dan mulai menjilati perlahan mulai dari bawah hingga ke ujungnya dgn maksud ingin menggodanya.

Dani mulai mendesah nikmat membuatku semakin bersemangat utk membuat desahan itu semakin keras.

“Oogghh.., yes.., terus Han.., Kamu memang pintar.”
“Mmmmppphhhh.. umh..” jawabku tdk jelas dgn k0ntol sepanjang 20 senti di dlm mulutku.
“Mmmmppphhhhh.. k0ntolmu enak banget Yanx. mmmpphhhh.. sroot.. wow.. aku.. oohh..” aku semakin tdk terkendali menikmati sensasi yg kurasakan.
“Desi, toketmu indah sekali. Ouu.., pantatmu juga. Kenapa sih kamu nggak pernah cerita kalo kamu punya badan yg sangat menggoda seperti ini?” puji Tomi sambil menjilati putingku yg sudah menegang dan agak besar karena sering dihisap oleh pacarku.

Tangannya membelai pantatku dgn lembut dan diselingi dgn remasan dan cubitan gemas yg cukup sakit namun merangsang.

Aku agak terkejut ketika kusadari ternyata Tomi telah membuka seluruh pakaianku sehingga aku betul-betul bugil di hadapan mereka berdua. Namun efek melihatku bugil serta kuatnya hisapanku dan frekuensi kocokan pada batang kemaluannya ternyata sangat berpengaruh, sehingga Dani cepat mencapai orgasme dan memuntahkan maninya di dlm mulutku yg langsung kutelan dgn rakusnya. Uuh.., rasanya enak sekali.

“Enaknya.., sini Yg kujilati lagi jangan sampai tercecer.” rengekku sambil menarik lagi k0ntol Dani ke dlm mulutku dan menjilatinya dgn liar.

Tanganku yg kiri mendorong kepala Tomi makin rapat dgn dadaku, sementara dadaku sendiri kulambungkan ke arahnya. Aku tdk perduli lagi dianggap apaan, pokoknya aku ingin menikmati surga dunia ini dgn seluruh jiwa ragaku. Di sini saatnya sisi diriku yg lain yg selalu tertutupi oleh predikat mahasiswi teladan boleh muncul tanpa perlu malu.

Tomi kemudian mengambil alih tubuhku. Diaturnya sedemikian rupa di atas tempat tidur dgn posisi kaki mengangkang di tepi tempat tidur, sehingga meqiku yg berwarna pink tersibak dgn jelas di antara bulu-bulu halus dan Tomi langsung berlutut di depan selangkanganku. Tangannya membelai daerah pinggul lalu turun, berputar dan berhenti di meqiku, memainkan klitorisku setelah membuka belahan bibir bawahku setengah kasar.

“Oh ya.. oouu enak.. mmmpphhhh..”
“Cantiknya..”
“Oouu..!” aku menjerit pelan ketika dia mencubit klitku.

Kedua tangannya lalu membuka bibir meqiku lebih lebar lagi dan kusambut dgn lebih mengangkangkan kakiku agar dia lebih leluasa mempermainkan meqiku. Kurasakan lidahnya menyentuh bagian dlm meqiku perlahan, lalu semakin liar membuatku bergerak tdk karuan mengimbangi serangan-serangan Tomi.

“Teruss Yg..! Jangan berhenti.., Oh yeah.. enak banget.”

Kugerakkan pinggulku ke kiri dan ke kanan, kadang ke atas menahan rasa geli dan nikmat. Jeritanku mulai mengisi kamar itu mengalahkan jeritan dlm VCD, dan itu tampaknya semakin membakar nafsu kedua lelaki itu.

“Aaww yess..!” seruku ketika Tomi menggigit kacang yg sangat sensitif itu.

Kugerakkan tanganku mencari kepalanya dan kuremas rambutnya sambil terus mendorong agar kepalanya tetap berada di meqiku.

“Dani udah dong istirahatnya, sini k0ntolmu kuisap lagi..!” pintaku manja.

Dani tersenyum dan mendekatiku, mencium bibirku dgn ganas, kusambut permainan lidahnya dgn bersemangat pula. Lidahnya berputar liar dlm mulutku beradu dgn lidahku, dan kami terus mencoba menghisap lidah satu sama lain, nikmat sekali! Puas bermain di mulutku, dia meneruskannya di belakang telingaku, menghisap setiap senti leherku hingga turun ke dadaku menyentuh toketku yg putih dan menegang.

Dgn rakus dihisapnya toketku seakan ingin dimasukkannya semua ke dlm mulutnya, sementara tangannya meremas puting kiriku dan memutar-mutarnya. Aku melenguh habis-habisan diserang dari dua sudut sumber birahiku. Tp aku tdk menyerah begitu saja setiap bagian tubuh Dani yg berhasil kupegang segera pula kubalas menghisapnya, tanganku yg satu meremas rambut Tomi, sedangkan yg lain mencari dan membelai bagian tubuh Dani.

Melihat serangan Dani, Tomi pun tdk mau kalah membuatku menjerit nikmat dgn mejilati lubang pantatku. Aku agak terkejut karena baru sekali ini merasakannya, namun menikmatinya juga. Entah apalagi yg dilakukannya, aku tdk perduli lagi walaupun sakit yg penting itu dapat membuatku semakin nikmat.

“Udah Sayang.., oh.. masukkan sekarang, aku dah nggak tahan lagi. Please..!” aku benar-benar tdk sabaran lagi dipenuhi oleh nafsu utk segera merasakan nikmatnya meqiku dimasukki batang kemaluan mereka.
“Ayo dong..! Oouhh.. udah stop, meqiku udah gatal nih..!”
“Sabar dong Des, baru juga segini. Bentar lagi deh, aku masih mo mainin meqimu. Aku suka sih baunya, harum.. nggak seperti bau meqi pacar-pacarku dulu.”
“Jelas dong. Kan punyaku kurawat tiap hari pake pembersih khusus wanita, so pasti harum dong.”
“Cepeten dong friend, aku kan juga mau ngerasain meqinya. Masa dari tadi aku kebagian mulutnya aja?” protes Dani.

Aku tersenyum.

“Jangan kuatir nanti pasti kebagian. Pokoknya terserah deh kalian mo ngapa-ngapain aku hari ini, I’m yours..!” hiburku di sela-sela desahan.
“Sayang ayo k0ntolmu..!” kumiringkan badanku meraih k0ntol Dani di sampingku dan segera mengemutnya bagaikan es krim.

Kuvariasikan hisapanku dgn jilatan pada buah zakarnya hingga batang sampai ujung k0ntolnya dgn gigitan kadang pelan kadang keras yg pasti membuatnya ‘nggak ku-ku’.

Taktikku itu berhasil. Dani langsung ‘blingsatan’ tdk karuan setengah mendesah setengah memaki dan menjambak rambutku, meremas toketku keras-keras hingga memerah. Aku mengeluarkan jeritan tertahan berhubung batang kemaluannya tengah kuhisap.

“Huumph.. enaknya. Aku ketagihan nih ama k0ntolmu..!” godaku sambil menatap wajahnya.

Dani menjawab dgn menjambak rambutku lebih keras dan menyentakkan k0ntolnya ke dlm mulutku sampai aku tersedak namun dia tdk perduli. Permainannya semakin kasar dgn menggigit leherku dan memaksa hisapanku semakin keras, tp aku menyukai cara-caranya. Kini tubuh bugilku penuh cairan campuran keringat dan liur mereka.

Tomi menggosok batang kemaluannya di daerah meqiku, dan tiba-tiba dgn sekali sentakan keras dia mendorang k0ntolnya masuk ke meqiku. Satu menit dibiarkannya di dlm, diam lalu dikeluarkannya lagi, didorongnya lagi lalu dikeluarkan lagi, mula-mula secara perlahan namun kemudian semakin cepat. Kedua kakiku dipakainya utk berpegangan agar pinggulnya mudah digerakkan.

“Oh yeah.. oh yeah.. oouu terus oh Sayang enak sekali. Ohh.. lebih keras, yeah. Lebih keras lagi, auww sakit..!
Enak, nikmat..!” cerocosanku berhenti ketika Dani memasukkan kembali batang kemaluannya ke dlm mulutku dan membuatku sibuk melayaninya.
“Ohh.. Sheet..! Meqimu rapat sekali Des, sakit tp enak..! Oh yeah..! Ayo.., enakkan..? Oukh.. yeah..!” Tomi bergumam tdk karuan, sesekali ditepuknya pinggulku dgn keras, membuatku tersentak kesakitan.

Bosan dgn posisi demikian, Dani mengambil alih meqiku, dan tanpa basa-basi langsung menusukkannya di lubang kenikmatanku. Saking panjangnya, kupikir liangku tdk akan muat menelan seluruh batang k0ntolnya sampai ke pangkalnya. Aku menjerit keras ketika Dani memaksa k0ntolnya agar masuk sedlm mungkin. Kurasakan kemaluannya menyentuh dinding rahimku. Posisiku kini berubah, bukan tiduran lagi namun agak jongkok, karena Tomi telah berbaring di depanku meminta jatah kocokan mulutku yg mungil ini.

Seperti dugaanku, batang kemaluan Tomi tdk lah sepanjang punya Dani, tp tdk juga pendek, namun lingkar diameternya lebih besar dari Dani, sehingga tetap saja aku kewalahan menghisapnya berhubung bibirku kecil. Aku berjongkok di antara kedua tungkainya dan bertumpu pada kedua sikuku, sementara Dani dgn ganasnya menusukkan k0ntolnya ke dlm meqiku sambil memaki-maki dan melenguh kenikmatan.

Agar tdk terlalu keras menjerit menahan serangan Dani, aku mencoba berkosentrasi pada batang k0ntol Tomi dan mulai bekerja menjilat, menghisap, menggigit dan mengocoknya dgn bersemangat seirama dgn sodokan yg kuterima dari arah kemaluanku.

“Uhh.. mmph.. k0ntolmu besar juga Yg, enak..!” pujiku.

Tomi tdk menjawab karena sedang menikmati sensasi pijatan mulutku. Kuputar-putar ke kiri dan ke kanan di dlm mulutku sambil kuhisap dlm-dlm, kutahan lalu kulepaskan setelah sekian detik membuatnya meringis nikmat. Tdk ada kata lain memang yg dapat mewakili perasaan yg kami alami selain nikmat yg tiada tara. Aku sangat menikmati peranku melayani kebutuhan seksual dan menjadi objek pemuas nafsu mereka.

“Dani, aku mau keluar. Oouu.. Ooohh yeah..! Aahh..!” jeritku ketika mencapai orgasme.

Dani tetap liar menyodok liangku, sesekali tangannya bergerak ke bawah mencari klitorisku dan mencubitnya sampai aku menjerit antara sakit dan nikmat. Selanjutnya berbagai posisi mereka atur tubuhku, sementara aku hanya dapat menurut disuruh apa saja, sebab seluruh tubuhku pasrah menerima perlakuan mereka.

Badanku gemetar hebat melepas orgasme berkali-kali, tp mereka tetap saja belum orgasme. Bergantian mereka menggarap meqiku, sementara aku terus berusaha mengimbangi mereka. Bagaimanapun aku tdk mau kalah menunjukkan kebinalanku di tempat tidur, dan kurasa mereka sangat terkesan melihatku sangat hebat bergerak liar dan menjerit-jerit. Kami semakin hanyut dlm gelorah nafsu birahi, hingga akhirnya aku mau keluar. Tomi semakin keras menyodokku, lalu tiba-tiba ditariknya k0ntolnya dan dibawa ke mulutku. Aku segera menyingkirkan batang kejantanan Dani dari mulutku dan menyambut k0ntol Tomi dgn terburu-buru.

“Oh cepat sini Sayang..! Biar kuemut sampai keluar, Ooohh..!”

Kuhisap cepat dan kukocok batang kemaluannya di dlm mulutku, semantara k0ntol Dani sudah nangkring di sarangnya mengaduk-aduk meqiku. Dlm beberapa menit, muncratlah sperma Tomi memenuhi rongga mulutku dan kutelan setelah kumainkan sejenak. Semprotan kedua muncrat mengenai seluruh wajahku dan semprotan ketiga sebagian berhasil kutangkap dlm mulutku, namun sebagian sukses membasahi wajahku pula.

“Hmm.. banyak sekali spermamu Yg, enak..!” kataku sambil menjilati k0ntolnya, membersihkan sisa-sisa sperma yg masih tertinggal.
“Udah dong Desi. Geli nih..! Nggak usah rakus gitu, nanti juga bisa kok kamu dapatin. Tenang aja.. asal meqimu masih bisa kuubek-ubek, spermaku juga masih bisa kamu nikmati.” ujarnya kegelian.
Akhirnya kurelakan batangnya pergi dari mulutku.

Karena wajahku penuh sperma, maka kubersihkan dgn jari-jariku dan kujilati setiap jari utk mendapatkan sperma yg tercecer itu. Sejak pertama kali pacarku menyuruh menelan spermanya, aku langsung tergila-gila dan jatuh cinta menelan setiap sperma dari laki-laki yg meniduriku. Aku asyik mengemut jari-jariku sendiri sambil menjerit menikmati sodokan-sodokan Dani yg semakin cepat. Pasti sebentar lagi dia off. Benar saja kataku, tdk lama kemudian kurasakan otot-ototnya makin tegang pertanda maninya udah di ujung k0ntol. Cepat-cepat kutarik meqiku.

“Tahan Yg bentar..!” aku langsung bergegas bangun dan turun dari tempat tidur, lalu berlutut di depan batang k0ntolnya dan menyambarnya masuk ke mulutku.

Dani meringis ketika kemaluannya kuhisap dan kukocok kuat berkali-kali.

“Oh yeah.. terus..! Hampir, ayo Desi..! Ohh.. Aahh..!” seruannya membaDesi keluar mengiringi muncratnya cairan putih susu yg kental dan hangat dlm rongga mulutku.

Enaknya, aku terus menghisap dgn rakus tdk ingin ada setetes sperma pun luput dari mulutku.

Dani berkali-kali memuncratkan lahar putihnya itu hingga akhirnya dia terduduk lemas di tempat tidur, tp aku tetap tdk berhenti. Kuhisap batang kemaluannya dan kubersihkan dgn lidahku sampai benar-benar bersih. Tomi menonton adegan itu dari sudut kamar di atas sebuah kursi sambil memegang batang kemaluannya menatap pinggulku yg terangkat naik memperlihatkan meqiku yg membengkak dan berair.

Sedang asyiknya aku menjilati batang kemaluan Dani dan bergerak ke atas ke arah pusarnya, tiba-tiba Tomi bangkit dan meremas pinggulku. Kedua tangannya membuka belahan pantatku dan berlutut di belakangku, tepat di antara kedua pahaku dan mulai menjilati meqiku ramai sekali hingga berbunyi kecipak-kecipuk. Hisapannya pada klitorisku kembali menaikkan birahiku, dan aku semakin bersemangat menjilati seluruh badan Dani yg terbaring kelelahan.

“Des.. sodomi ya..?” pinta Tomi setelah sekian lama mengerjai daerah meqiku dan sekitarnya.
“Terserah tp pelan-pelan ya, aku belum pernah soalnya.” kataku di antara kesibukan mengecup dan membelai dgn lidah bagian dada Dani yg ditumbuhi bulu-bulu subur naik ke lehernya dan mendarat di bibirnya.
“Tenang aja, nggak kalah nikmat kok, sekali mencoba pasti ketagihan.” ujar Dani pelan menggenggam rambutku dan melumat bibirku dgn ganas sampai seisi mulutku pun tdk luput dari perhatian liarnya.

Dgn posisi doggy style di atas, tubuh Dani asyik bertukar-tukar ludah, Tomi meludah tepat di lubang duburku dan menusuk-nusukkan ibu jarinya utk melicinkan jalan k0ntolnya nanti. Dan, bless.., aku menancapkan kuku-kukuku di bahu Dani menahan rasa sakit ketika Tomi menusukkan batang kejantanannya ke dlm anusku. Aku ingin berteriak tp Dani telah membungkam mulutku dgn lidahnya yg liat. Tomi terus memompa anusku dgn k0ntolnya yg berdiameter super itu makin lama makin cepat dan mencengkram pinggulku erat-erat, mengayunkannya berlawanan dgn arah sodokannya hingga menimbulkan tumbukan yg luar biasa enak.

Dani rupanya mulai pulih kekuatannya, dia menggeser badannya hingga batang kemaluannya itu tepat berada di depan mulutku. Tanpa basa basi, kusambut batang kemerahan yg telah memberikan aku nikmat tiada terkira itu dgn servis istimewa. Kutusukkan ujung lidahku tepat di lubang saluran k0ntolnya berkali-kali dan kuhisap kuat-kuat hanya pada ujungnya saja.

“Auwww..yes pintar kamu girl! Tanganmu sini genggam buah zakarku biar lebih enak.”

Kuturuti permintaanya dan kelima jari-jari lentikku mulai membelai, meremas buah zakarnya dan kulanjutkan dgn mengocok batang kemaluannya mengimbangi hisapanku dan sodokan Tomi. Dani langsung merem melek menikmati pelayananku.

“Kenapa? Enak ya Yg..? Uuhh.. ouw.. enaknya. Liat nih..!” kutepuk-tepukkan k0ntolnya di daerah mulutku sambil kuberikan dia senyum dan tatapan menggoda alias mesum.

Kuangkat kedua tungkainya dan kususupkan kepalaku ke bagian pantatnya hingga dadaku rebah menyatu dgn kasur meski pahaku masih dlm posisi doggy style. Kujilati daerah anusnya hingga Dani merintih kegelian. Semakin dia meringis semakin terbakar nafsuku utk memberinya kepuasan dari seluruh tubuhku.

Jilatanku berganti dgn hisapan dan tusukan ibu jariku ke dlm liang anusnya. Kubuang rasa jijikku, yg ada hanyalah hasrat ingin melayani dan memberikan kepuasan kepada kedua jagoanku itu. Lama-lama aku merasa menjadi pelacur ahli tempat pemuas nafsu seksualitas mereka, namun anehnya aku malah semakin merasa horny dgn perasaan demikian.

Dgn rasa itu, ditambah pula desakan dlm duburku, akhirnya aku tdk tahan lagi dan menjerit keras melepas orgasmeku yg entah utk keberapa kalinya terjadi, dan tubuhku bergetar hebat sementara kemaluanku menyemburkan cairan kental yg hangat. Tomi segera menusukkan jari telunjuk dan jari tengahnya ke dlm meqiku sambil terus bergoyang maju mundur.

“Oh.. jepitanmu kuat sekali Des. Jariku sampai berdenyut-denyut di dlm. Bagaimana rasanya..? Asyikkan..?”
“Asyik sekali Yg. Oohh.. akh.. hmpm.. aku nggak kuat lagi.” timpalku dgn memelas.

Dani langsung mengambil inisiatif, diangkatnya tubuhku ke atas tubuhnya lagi seperti pada posisi awal dan langsung memberikan rangsangan maut pada kedua buah dadaku yg memerah dan membengkak akibat hisapan-hisapan mereka. Aku hanya mampu rubuh di atas dadanya dan membiarkan tangannya sibuk menjelajahi buah dadaku, bibirnya pun tdk mau kalah menjilati belakang telingaku dan leherku.

Dgn sekali jambakan kuat pada rambutku, dia memaksaku bertumpu pada kedua tanganku dan mengulum bibirku. Aku hanya pasrah menerima semuanya, bagaimanapun toh aku menyukai kekasarannya, juga pada saat dia mengangkat pinggulku dan langsung menancapkan k0ntolnya dlm meqiku. Oh Tuhan, sungguh sensasi yg luar biasa dimana ketiga lubang sex-ku terisi semua. Satu di lubang meqiku, satu k0ntol lainnya di lubang anusku berlomba memacu maju mundur berirama liar, sementara di mulutku lidah Dani pun bergerak liar maju mundur menghisap lidahku. Jika saja kiamat akan datang saat itu, aku takkan menyesal karena aku berada pada puncak kenikmatan paling dasyat yg membuatku melayg ke surga.

Tempat tidur spring bed Dani berderak-derak seirama dgn gerakan kami. Mungkin orang di luar kamar ini pasti mendengarnya, namun aku tdk perduli lagi, bahkan aku ingin menjerit memamerkan keadaanku yg sedang disenggamai kedua lelaki jantan ini. Napasku memburu dan kutekankan buah dadaku di dada Dani sambil terus mengulum lidahnya.

“Ayo Sayang, oh.. goyang teruss..! Oh.. ya.. akh.. shh..!” desahku di antara lidah Dani.

Peluh kami banjir memenuhi tubuhku dan seprei coklat sampai akhirnya tiba-tiba Tomi berteriak keras dan kurasakan cairan hangat itu tumpah dlm anusku. Aku merapatkan lubang anusku menjepit k0ntol Tomi dan menahannya tetap di dlm anusku hingga sensasi itu hilang. Tomi menampar pinggulku keras sekali sambil memaki tdk jelas, lalu mencabut batang kemaluannya dan rebah di samping kami.

Aku segera menegakkan badan dan gantian kini aku yg memompa Dani. Kuturun-naikkan pinggulku semakin cepat hingga tusukan k0ntol Dani terasa sangat nikmat. Gerakan demikian sangat menguras tenagaku, sehingga tdk lama aku tdk sanggup lagi mengangkat pinggulku, namun rupanya Dani tdk mau melepaskan kenikmatan itu, maka dia lalu ganti mengangkat pinggulku dan melakukan gerakan seperti tadi.

Tanpa melepaskan k0ntolnya dari liang sanggamaku, Dani membalik posisi kami hingga aku terbaring di kasur dgn kaki mengangkang ke atas, sementara Dani duduk tegak dan melanjutkan kegiatan mengocoknya. Dgn posisi demikian aku lebih leluasa meremas toketku sendiri dan bergoyang erotis sambil sesekali menarik dan menjepit putingku dan mendesah halus. Menyaksikan aku yg bergerak erotis, Dani semakin mempercepat frekuensi sodokannya plus gigitannya pada betisku. Tdk lama kemudian dia mulai menegang.

“Des.., udah hampir nih..!”
“Jangan, jangan dicabut dulu Yg, aku juga hampir..!” pintaku memelas dan kini aku pun ikut menggoyangkan pinggulku berlawanan arah dgn dorongan pantat Dani.
“Keluarin dlm ya?” bujuk Dani.
“Ter.. se.. rahh.. akkhh..!” aku memuntahkan lagi cairan orgasmeku.

“Ohh.., enaknya jepitanmu Des. Oh.., ash.., shshsh.., aakhh..!” cairan hangat yg kugilai itu tumpah dlm meqiku dan aku sangat terkesan oleh sensasi yg ditimbulkannya karena sebenarnya baru pertama kali ini aku membiarkan sperma memenuhi meqiku.

Aku sangat menjaga agar jangan sekali pun ada sperma yg menyentuh daerah meqiku, sebab aku tdk ingin hamil, tetapi hari ini aku lupa akan kekhawatiranku itu. Aku ingin merasakan semua fantasi-fantasiku selama ini, lagipula kalau hitunganku tdk salah hari ini aku masih dlm masa tidk subur.

Dani lalu mengeluarkan k0ntolnya dari meqiku dan rebah di sebelah kananku meninggalkan aku yg masih gemetar dgn anus dan meqi basah penuh sperma. Kakiku tetap kubuka lebar agar aku dapat merasakan sperma yg mengalir di bibir-bibir meqiku yg masih berdenyut-denyut kencang. Kedua lelaki tadi terbaring dgn mata tertutup entah tertidur atau berpikir. Aku pun tdk dapat menahan kantuk dan segera tertidur kelelahan dlm posisi tadi.

Ketika aku bangun hujan telah berhenti, kulirik jam di tembok ternyata sudah jam 4 lewat, tangan kananku bergerak otomatis ke arah meqiku, sedangkan tangan kiriku mencari Dani ataupun Tomi, namun ternyata mereka sudah tdk ada di sampingku.

“Akh.., kemana sih mereka?” aku bergegas berdiri mencari bajuku atau minimal CD dan BH-ku, namun aku tdk mendapatinya.

Yg kudapat akhirnya hanyalah kemeja dan rokku saja. Akhirnya tanpa mengenakan BH dan CD aku memakai baju dan rokku dan segera merapikan diri, di luar terdengar tawa beberapa orang yg kupikir pasti Dani atau Tomi dgn teman-temannya.

Setelah yakin penampilanku sempurna, aku segera keluar mendapati mereka dgn maksud meminta Tomi mengantarku pulang. Benar saja di ruang tengah ternyata Dani dan Tomi berkumpul bersama teman-temannya lagi asyik ngobrol dan nonton film triple X. Begitu aku muncul, mereka langsung terdiam dan menatapku dgn ganjil. Memang tanpa BH toketku dgn puting yg mencuat tegang tampak jelas di balik kemeja kuning muda dan sangat tipis ini, dan itulah mungkin yg menyebabkan mereka terbelalak menatapku.

“Udah bangun Des? Sini duduk sini yuk. Kenalin nih teman-temanku. Itu Rudi, Adi, Dias, Deni dan Lilo.” Dani memperkenalkan temannya satu persatu.

Setelah menjabat tangan mereka, aku pun ditarik duduk di antara Dani dan Tomi, lalu ikut menyaksikan adegan panas di TV. Kami pun terlibat obrolan menarik seputar sex dan ML selama kurang lebih satu jam sambil sesekali mereka menggerayani tubuhku.

“Tomi udah sore nih, antarin aku pulang dong..! Belum mandi nih.” kataku sambil mengancingkan kemejaku dan merapikan rokku yg telah tersingkap kesana kemari.

Aku takut kalau lama-lama di sini jangan-jangan aku dikerjai mereka semua disuruh melayani nafsu mereka. Bukannya aku tdk mau, sebenarnya aku malah tergoda sekali utk merangsang mereka, tp aku malu lah mengingat selama ini kan aku dikenal sebagai cewek ‘baik-baik’ dan aku belum siap kehilangan predikat itu.

“Ok deh, yuk..!”

Aku segera mengambil tas dan buku-bukuku dari kamar Dani dan diantar pulang oleh Tomi. Sebelum mandi aku menatap tubuh bugilku di depan kaca dan mengusap bekas-bekas cupangan Dani dan Tomi di sekujur badanku terutama daerah toket, perut sampai di bawah pusarku. Bulu-buluku menegang kembali mengingat kejadian barusan yg kualami, lalu tanpa sadar aku bermastrubasi di depan kaca, tp karena tdk kuat berdiri aku membaringkan tubuhku di atas kasur dan mulai mengerjai meqiku sendiri. Kumasukkan jari telunjuk dan jari tengahku ke dlm meqiku, lalu mulai mengocoknya sambil meremas putingku bergantian dgn tangan yg satunya.

15 menit akhirnya aku selesai tp birahiku masih tinggi, maka kuambil HP-ku dan menghubungi Ken mantan pacarku. Sampai sekarang kami masih tetap berhubungan hanya utk melepaskan hasrat seksual masing-masing. Batang kemaluan Ken memang tdk sebesar punya Tomi apalagi Dani, tp dia tahu bagaimana memuaskan aku dan membuatku merindukan kocokan mautnya. Satu setengah tahun kami pacaran dan dia telah mengajarkan segalanya tentang bagaimana membuat lelaki puas melepas hasrat mereka dgn membiarkannya melakukan apa saja terhadap tubuh wanita.

“Halo, Ken? Ke sini dong, aku kangen nih. Udah dua hari kamu nggak ke sini, aku kan kangen mo ngemut lolipopmu. Aku hampir gila nih nggak dikasih jatah. Bilang dong ama Rere aku juga butuh, bukan cuma dia.” rayuku.
“Mau tau nggak aku lagi apa? Dengar ya Yg, aku lagi tiduran bugil mastrubasi bayangin kamu. Datang dong..!”
“Ok deh. Tp aku nggak bisa lama-lama, soalnya jam tujuh nanti ada janji mo temenin Rere ke pesta. But kamu siap-siap aja ya aku datang bentar lagi.”

Kututup telponku setelah memberikan ciuman panjang kepadanya.

Aku langsung bergegas mandi, berdandan dan mengatur kamarku tanpa memakai baju, hanya kulilitkan handuk saja. Kasur kuletakkan di tengah ruangan dan kututupi dgn selembar kain, sebab aku tdk mau nanti malam tidur dgn bau sperma. Untungnya kosku ini termasuk bebas dimasuki cowok sampai jam 10 malam, jadi kami bebas melakukan apa saja tanpa perlu khawatir, apalagi khusus saat ini hujan tampaknya akan deras lagi, sehingga aku yakin segaduh apapun kami nanti suaranya akan hilang ditelan deru angin dan hujan.

Setelah selesai persiapan ruangnya, aku segera mengoleskan baby oil ke seluruh badan agar tampak mengkilap dan seksi plus harum. Tdk lupa aku makan dahulu, tdk terlalu banyak yg penting cukup utk memberi tenaga, karena aku tahu kalau sudah berhubungan dgn Ken aku pasti tdk bakalan sanggup bangun apalagi makan. Tdk lama setelah aku merapikan dandanan lagi sehabis makan, kudengar pintu diketuk dan aku bergegas membukanya.

“Hallo cantik,” Ken mencium bibirku dan mencubit pantatku di balik handuk yg kukenakan sebelum masuk dan memutar film blue.

Dia memang suka merangsang dirinya dgn menonton film begituan sebelum meniduriku. Setelah mengunci pintu aku menyusulnya dan segera kuciumi bibir dan lehernya habis-habisan dgn napas memburu. Aku memang tdk butuh film utk merangsang diriku, sebab dgn bugil di depan cowok saja dan membayangkan bahwa sebentar lagi aku akan menjerit-jerit kesenangan cukup utk membuatku merasa horny.

“Umhh.. aku kangen sekali Yanx,”

Kubuka kancing kemejanya satu persatu sambil kuciumi dadanya, dia tetap tdk bergeming sambil terus menatap layar TV. Kujilati sekujur tubuhnya mulai dari wajah, leher, dada hingga ke perut dan pusarnya, dia hanya mendesah sedikit. Memang cowok ini susah dirangsang, tp kalau sudah on, wuiihh dasyat..! Oleh sebab itu meski harus kurendahkan diriku dgn menari-nari erotis menjilat kepala sampai ujung kakinya pun aku rela, bahkan bila aku diharuskan merengek dan menangis memohon padanya utk sudi menusuk kemaluanku, aku pasti mau.

Dia telah membuatku bertekuk lutut dan memujanya. Seluruh sendiku terlanjur dibuatnya tergila-gila pada jilatannya, hisapannya, kecupannya, sentuhannya, remasannya, cubitannya, bahkan pada pukulan dan tamparannya. Bercinta denganya berarti merelakan diri menjadi budak seks yg sangat hina yg hanya dapat menerima perlakuannya tanpa banyak cincong.

Puas bermain dgn dada dan putingnya, aku membuka ikat pinggangnya dan kurebahkan dirinya di atas kasur agar aku dapat menelanjanginya dgn mudah. Kulempar jauh-jauh handuk yg menutup tubuhku, lalu mulailah aku beraksi merangsangnya, mulai dari kuciumi jari-jari kakinya, kukulum dan kujilat dgn penuh perasaan lalu naik menuju betisnya, kulakukan hal serupa pada sebelah kakinya.

Kurapatkan kedua kakinya dan kurebahkan badanku di atasnya lalu kugesek-gesekkan buah dadaku hingga bersentuhan dgn bulu-bulu kakinya. Iihh.. gelinya.. merangsang. Kubuka kembali kedua kakinya dan kutekuk, lalu aku masuk di antaranya dan merapatkan wajahku ke selangkangannya. Kumanja dia dgn oral seks kebanggaanku, membuatnya makin lama makin mengerang tdk karuan.

Akhirnya usahaku tdk sia-sia, bersamaan dgn adegan memancarnya mani pria di film porno itu Ken segera merenggut rambutku dan menarikku hingga rebah di kasur. Aku gemetar dan berdebar-debar menanti luapan birahinya atasku. Dgn ahlinya Ken menggeraygi tubuh bugilku dgn lidah dan tangannya sekaligus menyentuh setiap titik rangsangku, membuatku tdk dapat berbuat apa-apa kecuali mendesah, melenguh dan menggelinjang hebat tatkala sebelah putingku digigit, sedangkan sebelahnya lagi dipelintir jarinya dan tangan satunya sibuk bermain di daerah kemaluanku, sebelum akhirnya kedua jarinya amblas ke dlm meqiku.

“Oooohhhh.. Ooww yeah..!” kugigit bibirku erat-erat mencegah jeritan penuh kenikmatan yg hendak keluar.

Badanku mulai bergoyang seirama dgn sodokan jari-jarinya di dlm meqiku. Tanganku bergerak meraih wajahnya dan kukulum bibirnya penuh nafsu. Kubayangkan lidahnya sebagai sebuah k0ntol dan kuhisap dgn semangatnya. Kemaluanku pastilah sangat banjir sebab dapat kudengar bunyi kecipaknya beradu dgn tangan Ken semakin jelas. Ken mencabut jarinya dan menarik lidahnya dariku yg langsung memperlihatkan wajah kecewa tp tdk lama kemudian wajahku segera berubah menjadi meringis nikmat tatkala kurasakan lidah Ken menari-nari di lubang sanggama hingga anusku sambil tdk lupa menghadiahkanku beberapa gigitan di klitoris, bibir meqi dan daerah panggulku.

Enaknya cumbuan Ken membuatku merintih-rintih dan melambungkan dadaku hingga toketku yg bengkak berisi bergoyang-goyang liar menggoda Ken utk meremasnya sambil tetap menghisap meqiku menelan semua cairan yg keluar dari meqi merah jambuku ini. Adakalanya dia begitu lembut menjilati tubuhku dan membelai seluruh permukaan kulitku, membuatku mendesah nikmat, namun kadang pula dia begitu liar dan kasar melahap semua kenikmatan yg ditawarkan tubuh bugil dan menggoda yg terbaring menyerah tanpa syarat kepadanya ini.

Dia memang tdk dapat ditebak, semakin keras aku menjerit kesakitan, makin bernafsu dia menyakiti dan membuatku menjerit lebih keras lagi. Jika sampai di satu titik dimana aku tdk dapat menjerit lagi dan hanya dapat menangis lirih menahan rasa sakit sekaligus nikmat, maka dia tampak sangat puas dan mulai melembutkan cara bercintanya. Namun anehnya, dari pertama kuserahkan diriku bulat-bulat padanya, aku telah jatuh cinta pada cara bercintanya yg aneh ini, atau dgn kata lain lama-lama aku kecanduan berat ditiduri olehnya hingga satu hari saja tdk kurasakan k0ntolnya menyodok meqiku, maka pastilah aku terus uring-uringan tdk menentu.

Ketika aku tdk berdaya lagi, akhirnya Ken mau meloloskan permohonanku utk disenggamai olehnya. Sebagai permulaan, dipaksanya aku mengulum k0ntolnya agar licin jika dimasukkan ke dlm meqiku. Tentu saja pekerjaan itu kusambut dgn senang hati dan kukerahkan seluruh kemampuanku menjilat, mengulum dan mengisap k0ntol yg sangat kudamba itu.

Pekerjaanku itu memang ‘tokcer’, buktinya Ken segera mengalihkan k0ntolnya ke arah meqiku, dan amblas lah batang lumayan besar itu, meski tdk sebesar punya Tomi atau Dani itu ke dlm liang senggamaku dan tentu saja disambut meqiku penuh sukacita dgn langsung menjepitnya erat-erat. Dari gerak tubuh Ken kutahu dia pun sangat terangsang dan ingin menyalurkan nafsunya itu sesegera mungkin.

Dlm beberapa saat selanjutnya hanya terdengar dengusan napas terengah cepat dan gesekan seprei di antara bunyi ‘pak-pak-pak’ yg timbul dari terpaan daerah selangkang Ken dgn pantatku. Tubuh kami menyatu bergoyang seirama tdk beraturan, kadang cepat kadang pelan, lalu cepat lagi hingga beberapa kali aku tdk sanggup menahan erangan keras yg keluar sebagai ungkapan nikmat yg kurasakan tatkala gesekan kejantanan Ken terasa sekali dlm dinding meqiku. Tengah asyiknya aku mendaki gunung kenikmatan birahi itu, tiba-tiba Ken menghentikan sodokannya dan menarik rambutku hingga leherku serasa akan patah.

“Desi, kamu habis ditiduri orang lain ya?” tanyanya marah sambil lebih keras lagi menarik rambutku sampai kepalaku mendongak ke atas dlm posisi doggy style.
“I.., iya Ken.” jawabku ketakutan.
“Kapan dan di mana, Des..?”
“Tadi siang di rumah temanku.” erangku pelan menahan sakit.
“Aku dipaksa Ken, aku nggak bisa menolak, abis mereka berdua sih.” tambahku sambil berbohong sedikit utk membela diri.

“Ooo.. jadi sekarang kamu udah terima servis massal ya? Dasar perempuan jalang nggak tau diri, meqimu gatal apa kalau nggak dimasuki k0ntol? Rasanya aku harus memberimu pelajaran deh.”

Tanpa mencabut k0ntolnya dari liang senggamaku, tangannya meraih ikat pinggangnya yg tadi kuletakkan di sisi tempat tidur. Aku tdk berani bersuara sedikit pun, bahkan tdk berani mengembalikan kepalaku ke posisi normal.

Selanjutnya dapat ditebak, Ken menaikiku bagaikan seorang rodeo. Dicambuknya tubuhku sambil terus mengocok kejantanannya di dlm liangku. Setiap pukulan yg hinggap di tubuhku hingga berbekas merah sangat dinikmatinya, begitu pula setiap jeritan yg keluar dari bibirku, semakin mendorongnya mencapai orgasme, sementara mulutnya tdk berhenti memaki-maki aku.

“Aakh.. kkhh..” setelah berganti gaya beberapa kali agar dia dapat terus menyodokku sambil memukul hingga tdk ada bagian tubuhku kecuali wajah yg luput dari ciuman ikat pinggangnya, akhirnya dia mencapai orgasme yg sangat hebat.

Semprotan air maninya terasa hangat ketika tumpah di wajah dan mulutku. Mau tdk mau meski badanku penuh bilur kemerahan aku juga mencapai orgasme yg sangat hebat pula hingga tubuhku bergetar liar sebelum akhirnya diam terpuruk di atas kasur. Kupejamkan mataku sambil menjilati sperma yg masih tersisa di sekitar mulut dan wajahku.

“Kamu memang berbakat jadi perek Des. Dari pertama aku menidurimu, aku langsung tahu kalau kamu ini memang perempuan binal yg sangat-sangat gatal. Tp nggak pa-pa, mungkin itu malah menguntungkan suatu hari kelak.”

Ditepuknya pahaku sebentar, lalu dia cepat-cepat berkemas memakai bajunya.

“Besok kuhubungi lagi kalau ada waktu. Kamu boleh tidur dgn orang lain tp ingat, kamu harus beritahu aku dulu.
Mulai sekarang aku yg akan menentukan dgn siapa kamu bisa bersanggama dan siapa yg boleh menidurimu. Dengar?”

Aku hanya dapat mengangguk menerima ultimatumnya meski masih tdk jelas dgn maksudnya. Dia masih sempat menggigit klitorisku sebelum meninggalkanku terbaring tanpa daya penuh memar dan sperma di dada dan wajah. Tanpa repot-repot membersihkan diri aku langsung jatuh tertidur kecapaian.

Keesokkan hari dan hari-hari selanjutnya hingga saat ini Ken mewujudkan kata-katanya dgn menjadikan aku pelacur sungguhan yg melayani semua permintaan kapan saja dan dimana saja sesuai keinginan klien yg tdk lain adalah teman-temannya sendiri. Aku tdk pernah menyesali semua yg terjadi pada diriku, sebab justru dgn menjadi pelacur di tangan Ken aku dapat memenuhi semua kebutuhanku, terutama kebutuhan akan seks yg tdk kusangka semakin hari semakin besar.

Sejak saat itu aku telah enam bulan menjadi pelacur di kalangan teman dan relasi Ken. Tomi dan Dani menjadi klien tetapku setiap Jumat malam tanpa dipungut bayaran. Ken sendiri masih sering meniduriku, terutama bila tdk ada pesanan. Sebagai tambahan pula semenjak lima bulan yg lalu aku pindah kos ke sebuah rumah kontrakkan bersama empat orang gadis lain termasuk Rere agar kami lebih bebas menerima klien dan bebas ditiduri oleh pacar-pacar kami dan berorgy semalam sutk. Tp peranku di dunia kampus tetap tdk berubah. Di mata teman-teman yg tdk mengetahui kerja sembilanku, aku tetap Desi yg dulu, mahasiswi semester delapan yg cemerlang dan nyaris tanpa cela di mata dosen.