WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

Blogroll

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Ibu Guru Ngaji Anakku Secara Diam-Diam


Namanya Fatimah tapi biasa di panggil Bu Fat. Umurnya kutaksir sekitar 35 tahunan. Meskipun tidak begitu muda namun cantik dan sexy mukanya selalu terlihat bersih. Wajahnya hanya dilapisi mik-up tipis dengan lips-gloss pada bibirmya serta farfum berwangi kembang selalu tercium dari tubuh Bu Fat. Maklum sudah berumur, badan Bu Fat sedikit gempal dan sepasang buah dadanya pun besar dan terlihat masih montok .

Seperti biasa pagi itu Bu Fatimah datang ke rumahku untuk mengajar ngaji anakku. Aku pun mempersilahkannya masuk.

”Eh, dik Lan, anak-anak sama dik Wati ke mana?” Tanya Bu Fatimah.

”Iya bu saya minta maaf sama ibu karena lupa ngasih tahu kalau hari ini anak saya libur dulu soalnya ikut ibunya ke rumah saudara, bantu-bantu mau ada hajatan”. Jawabku.

“Oh begitu, nggak apa-apa, wah dik Lan bujangan lagi dong hari ini?” Kata Bu Fat sambil tersenyum tipis.

Aku hanya tersenyum menanggapinya, lalu aku tawarkan padanya minum, pertamanya sih dia menolaknya tapi setelah kutawarkan lagi akhirnya Bu Fat mau juga. Aku pun segera pergi ke dapur membuat minuman.

“Kopi aja yah, Bu Fat” Tawarku.

”O, yah nggak apa-apa, apa aja deh”. Jawabnya.

Tapi tiba-tiba otak ku mulai memikirkan yang bukan-bukan, sewaktu aku ke dapur, Bu Fat duduk di atas sofa dan kulihat kain yang di pakai Bu Fat tersingkap menampakkan paha Bu Fat yang agak besar. Aku mencuri pandang sedikit sambil terus berjalan. Karena mataku asik memperhatikan paha Bu Fat aku tidak sadar kalau saat itu sudah dekat dinding dapur hingga kepalaku terbentur, ku gosok-gosok jidatku untuk menghilangkan sakit. Melihatku terantuk Bu Fat langsung bangun dan mendekatiku.

“Eh.. dik Lan.. kenapa?” Tanya Bu Fat.

Aku tak menjawab, sedangkan wajahku meringis menahan sakit.

“Ada apa sih dik Lan? Bu Fat bertanya lagi sambil tersenyum, mungkin lucu melihatku meringis, sedangkan tangannya diulurkan untuk memegang tanganku yang sedang menggosok-gosok jidat.

“Nggak apa-apa bu..,” Jawabku.

Setelah tahu jidatku tidak apa-apa Bu Fat tersenyum lagi lalu dilepaskan pegangan tangannya yang memegang pergelangan tanganku, dan aku terus ke dapur untuk menyiapkan minum untuk Bu Fat dan sesudah siap kemudian ku hidangkan di meja tamu di depan Bu Fat.

”Kopinya di minum ya dik..” Kata Bu Fat sambil mengangkat gelas kopi lalu menghirupnya perlahan setelah meniup-niup permukaan air kopi agar tidak terlalu panas.

”Oh iya silahkan Bu..,” Aku mempersilahkan.

Saat itu nafsu seksku kembali naik ketika kuperhatikan lagi paha Bu Fat yang kembali tersibak, karena Bu Fat duduk persis dihadapanku, aku dapat melihat dengan jelas hingga ke celana dalamnya yang berwarna krem. Tapi lama-lama Bu Zila rupanya sadar, lalu dibetulkannya letak kain yang dipakainya sehingga pahanya tertutup.

“Wah.. dik Lan ini nggak boleh melihat pemandangan, matanya sampai nggak ngedip-ngedip.” Canda Bu Fat mengagetkanku.

”Ah Bu Fat bisa aja.” Elakku sambil cengar-cengir.

Nafsu seksku kian terbakar, otakku dipenusi fantasi seks dengan Bu Fat, bisa nggak yah aku ngedapetin wanita berusia 50 tahun ini, bisik hatiku bertanya. Ku coba mereka cara agar nafsuku terhadap Bu Fat dapat terlampiaskan . Aku memang sangat suka wanita yang sudah berumur seperti Bu Fat, bagiku mereka lebih seksi juga lebih memahami dan tidak egois dalam bermain sex.

“Er.. air kopi ni aja ke yang boleh hilangkan dahaga?” tanya aku dengan muka selamberr aja.

Kak Fat. tersentak sekejap.

“…maksud dik Lan? ”

”Eh.. mana ada maksud apa apa? Saya hanya bergurau saja..” kata aku.

Untuk kesekian kalinya, setelah Bu Fat menghirup kopi, diletakkannya gelas kopi di atas meja, tapi ketika itu Bu Fat lantas bangun. Aku diam saja, dalam hatiku bertanya Bu Fat mau ngapain yah?. Ku lihat Bu Fat berjalan menuju ke lemari dimana aku memajang benda-benda hiasan.

“Istri dik Lan cantik yah?, anaknya juga cakep” Katanya sambil mengamati fotret istrik dan anakku.

“Pasti dong bu, siapa dulu bapaknya” kata aku mencuba bercanda.

“Katanya istri dik Lan sedang mengandung anak kedua?” Tanya Bu Fat.

Aku mengiyakan.

“Sudah berapa bulan?”

“5 bulan Bu”.

“Wah, itu artinya air naik ke kepala dik lan?” Lanjut Bu Fat sambil memandangku.

“..Emmh, maksud ibu? ” Tanyaku tidak mengerti maksud perkataan Bu Fat.

”Nggak usah di terangin juga dik Lan nanti pasti ngerti, tadi kan dik Lan puas memandang selangkangan ibu memangnya ibu nggak tahu, udah gitu gaya dik Lan ini seperti orang yang tak puas saja” Serang Bu Fat.

“Tapi.., tadi itu saya, eu.. eh..,.. bukan.. anu..,” Kata ku tergagap tak tahu harus berkata apa untuk membela diri.

“Ya sudah dik Lan, tenang aja mungkin rezeki dik Lan bisa melihat paha ibu.” Kata Bu Fat sambil tersenyum aneh.

Aku bingung melihat sikap Bu Fat, hatiku bertanya-tanya apa sih maksud Bu Fat sebenarnya.

“Istri dik Lan perginya lama nggak?” Bu Fat bertanya.

“Sepertinya sih lama bu, soalnya dia pergi kerumah uwaknya, mau ada hajatan katanya, jadi ya.. bantu-bantu disana, malah mungkin nginap disana” Jawabku.

“Oh.. gitu.. toh” Kata Bu Fat.

Bu Fat lalu membalikan badannya dan berjalan menuju kembali ke sofa lalu di hempaskan badannya.

”..Ssshh, ahh.., panas banget yah, rasanya semua bagian badan ibu berkeringat nih..” Gumam Bu Fat, kemudian dibukanya kerudung yang dipakainya.
Aku hanya diam sambil memperhatikan saja.

“Apa Bu Fat mau mandi?, atau mau buka baju saja, silahkan saja bu” Kataku. Kuberanikan diri untuk mulai memancingnya ke arah situasi yang kuinginkan.

“Kalau iya gimana dik Lan, tapi tutup dulu dong gordennya nanti keliatan orang nggak enak.” Sambut Bu Fat sambil melihat ke arah gorden.

Entah perasaan apa yang kurasakan ketika itu, aku segera bangun, kutarik kain gorden sampai rapat sambil membelakangi Bu Fat. Samar-samar ku dengar bunyi resleting di buka, aku menoleh kebelakang, nampak Bu Fat sedang membuka kain bagian bawah yang di pakainya lalu melepasnya.

“Jangan berdiri saja dik Lan, kalau mau lihat, kesini dong biar dekat.” Goda Bu Fat.

Mendengar itu, segera ku dekati Bu Fat yang tengah menyandarkan dirinya atas sofa, dengan hanya memakai baju kurung tanpa kain bawah. Mata Bu Fat tampak dipejamkan sambil tangannya mengipas-ngipas badannya, sedangkan aku bermaksud kembali ketempatku semula, namun tiba-tiba Bu Fat menarik tangan aku saat aku melintas di depannya hingga badanku terhuyung mau jatuh di atas tubuhnya, kemudian tanpa ku duga Bu Fat lalu menarik ke atas baju kurung dia, dan terpampanglah bra yang menutupi buah dada Bu Zila yang besar. Mataku terbelalak melihatnya.

Dia kembali menyandarkan dirinya ke sofa, aku masih berdiri bingung di samping Bu Fat, kemudian bu Fat menarik pantatnya ke tepi sopa lantas bangun dan berdiri.

“Dik Lan, ibu mau ke kamar mandi, mau mandi biar segar.” Kata Bu Fat .

Aku mempersilahkannya, lalu berjalan di depannya untuk menunjukan kamar mandi. Tak lama, terdengar suara air jebar-jebur sepertinya Bu Fat sedang mandi, tiba-tiba ku dengar suara benda jatuh dari dalam kamar mandi.

“Kelumpanggggg!!!!!! Pang pang pang!!!!”

”Aduhhhhh……!” Suara Bu Fat menjerit.

Dengan tergopoh-gopoh ku dekati kamar mandi, tanganku mencoba mendorong pintu kamar mandi, ternyata tak dikunci, ku beranikan diri saja membuka pintu kamar mandi dan alangkah terkejutnya aku, nampak Bu Fat dengankeadaan tubuhnya yang telanjang bulat terduduk di lantai kamar mandi dengan kedua kaki mengangkang menampakkan memeknya yang di tumbuhi bulu agak lebat denan bibir memeknya sedikit tebuka, sedangkan sepasang buah dadanya yang besar tampak menggantung berguncang-guncang.

“Kenapa bu, apa yang terjadi.. bu?” Tanyaku khawatir.

“Ibu jatuh, kepeleset dik, lantainya kamar mandinya licin, aduhhhh.. pantat ibu sakit.” Kata Bu Fat dengan suara menahan sakit.
Tanpa berkata-kata lagi segera ku raih dan ku bopong tubuh Bu Fat lalu memapahnya keluar dari kamar mandi dalam keadaan tubuhnya masih telanjang bulat, sambil tertatih-tatih ku papah Bu Fat ke sofa lalu ku baringkan.

“Oh, yah ibu mau saya ambilkan baju ibu di kamar mandi?” Tanyaku.

“Nggak usahlah dik, lagian bukannya tubuh ibu sudah nggak ada lagi yang belum dilihat sama dik Lan kan?” Jawab Bu Fat.
Aku diam aja.

“Dik Lan… tolong dong urutin ini.” Pinta Bu Fat sambil menunjuk bagian belakang tubuhnya.

Aku mengganguk saja, Bu Fat kemudian membaringkan badannya di atas sofa sedangkan aku duduk di sampingnya sambil memijitkan tanganku ke tubuh Bu Fat. Pantat Bu Fat yang besar montok membuatku sangat bernafsu untuk meremas-remasnya, namun aku coba menahan diri kupikir belum waktunya.

”Bawahan sedikit dik Lan, dekat pinggang, nah itu!”

Aku turutkan saja permintaan Bu Fat. Seperti saat Bu Fat memintaku mengurut bagian pinggangnya. Kulit Bu Fat terasa Lembut meski sudah tidak kencang lagi.

Semakin lama nafsuku semakin tinggi hingga aku menjadi sedikit liar dan nekad. Pijatanku kini sudah semakin ngaco dan hanya ku arahkan ke bagian-bagian tubuh Bu Fat yang menurutku menarik secara seksual. Pantat Bu Fat ku remas-remas sambil sesekali jariku sengaja ku sentuhkan ke memeknya. Kontolku semakin keras dan tegang saja. Hingga akhirnya aku tak kuat lagi menahan nafsu, kuciumi saja pantat Bi Fat dan ku panjangkan lidahku mencoba menjangkau memek Bu Lizah.

“Eh.., dik Lan, koq malah ke situ?” Tanya Bu Fat dengan suara perlahan.

Tak ku indahkan lagi pertanyaan Bu Fat, nafsuku sudah sangat tinggi, dengan liar ku jilati memek Bu Fat, ku kuakkan kaki Bu Fat hingga memek Bu Fat yang berjembut agak tebal itu tampak lebih lebih jelas lagi. Aku terus menurunkan lagi lidahku menikmati bahagian bawah memek Bu Fat yang ternyata sudah basah oleh lendir, saat lidahku menyapu sekitar bibir Bu Fat, Bu Fat terdengar mengeluh.

“..Mmmmmmmm.., sshh.., jilat yang dalam dik Lan..” Desah Bu Fat.

Aku pun menjilati memek Bu Fat dan sesekali mengigit kecil bibir memek serta itil Bu Fat.

Sambil menjilat, jari tangan ku ku masukan dan ku putar-putar di dalam lubang memek Bu Fat.

“..mmm.., aahh.., ayo masukin yang dalam jarinya, dik lan, nah ..sshh, aahhh.., putar-dik, ahhh..,” Racau Bu Fat semakin ghairah.
Nafsuku semakin tak terbendung lagi, kuminta Bu Fat untuk terlentang. Bu Fat lalu bangun dan menyandarkan tubuhnya ke sofa lalu kakinya mengangkang, muka ku langsung ku hujamkan ke memek Bu Fat. Bu Fat memegang erat kepala aku sambil meramas ramas rambutku.

“..sssshh.., mmhh.., aahhhh..,” Badan Bu Fat sampai terhempas-hempas menikmati jilatan lidahku pada memek dan itilnya, sesekali ku gigit pelan sampai Bu Fat melenguh agak keras..

“Awwwww.., uiiih…, seperti itu.., yaaaa…, aahh.., ayo lagi dik Lan.” Lenguh Bu Fat lagi.

Sambil ku nikmati memeknya, tangan ku meremas-remas tetek Bu Fat yang menggantung bergantian, dan Bu Fat membongkokkan badannya untuk meraih kontolku, aku terus saja menjilat dan menghisap memek Bu Fat sampai aku rasakan seluruh badan Bu Fat bergeletar.

“Jilat dik Lan, Jilat semuanya,..ssshhh.., mmmmmmm.., yah..,”

Bu Fat mengangkat kepalaku sambil tersenyum dia berkata..,

“Ayo dik Lan, biar ibu udah tua tapi memek ibu masih legit koq..,” Kata Bu Fat sambil memegang dan menepuk-nepuk memeknya.

Aku senyum, tanganku ku usap-usapkan ke permukaan memek Bu Fat, jembutnya ku tarik pelan-pelan.

“Sekarang gantian, ibu pengen ngelihat punya dik Lan.” Pinta Bu Fat.

Aku bangun dan berdiri didepan Bu Fat, ku lepas celanaku, dan tersembulah kontolku yang sudah mengacung keras itu. Melihat itu Bu Fat tersenyum.

“Ini kalau ibu jilatin sebentar juga pasti keluar” Kata Bu Fat tersenyum.

Aku tak menanggapinya, Bu Fat lalu mendekatkan wajahnya ke kontolku dan mulutnya meraih kontolku, setelah terlebih dahulu lidahnya menjilati. Kontolku terasa hangat ketika Bu Fat memasukannya ke dalam mulutnya.

Kontolku lalu dihisap-hisapnya dengan gerak maju mundur.

“mmmmph….. mmmmmppphh” Bunyi mulut Bu Fat ketika menghisap kontolku yang bercampur air liurnya. Bu Fat juga kemudian mengulum pula buah zakar ku.

Sesekali Bu Fat memasukkan seluruh batang kontolku kedalam mulutnya dan pada bagian inilah yang aku sangat tak tahan.

“..mmmhhhh…, oohh.., Bu Fat terus bu” Aku mengeluh enak sambil ku pegang erat kepala Bu Fat, waktu kurasakan air maniku tak dapaat ku tahankan lagi.

”..aahh.., bu saya keluar bu” Erangku.

Air maniku pun muncrat di dalam mulut Bu Fat yang terus saja menghisapi kontolku sambil memainkan lidahnya mengulas-ulas kepala kontolku.

Bu Fat tetap memegangi kontolku yang mulai mengecil. Aku terus duduk di sebelah Bu Fat.
“Wah nggak nyangka ibu pinter banget ngisep..,” Kata ku memuji.

“Iya dong dik Lan, soalnya lelaki itu sebenarnya banyak yang lebih suka itunya di hisap dan dijilati, perempuan juga sama banyak yang lebih suka barangnya dijilati saja.

Sebab tidak menguras tenaga. Pastinya, kalau lelaki pandai membuat perempuan itu puas secara begini, perempuan akan dapat melayani kembali lelaki itu dengan sempurna.” Bu Fat menerangkan.

”Ibu memang sangat suka ngewe, tapi kalau ngewe tapi akhirnya tak puas buat apa? Mending usaha sendiri aja sampai puas.” Kata dia lagi sambil meremas-remas kontolku yang perlahan mulai mengeras.

”Hah .. Macam dik Lan ni,, batang dahlah boleh tahan.. besar.. panjangnya cukup.. dan air pulak banyak.. puaslah perempuan tu.. tapi kalau dik lan tak reti.. susahlah nanti. Syok Sendiri.” kata dia lagi. Aku pun dah mula nak meara main cipap Kak Zi pula.

“Dik lan, memek ibu memang sudah agak longgar sedikit, maklum aja ibu kan sudah tua, makanya dik Lan harus menusukkan kontolnya keras.” Kata Bu Fat.

”Tenang saja bu soal tusuk menusuk sih rasanya saya sanggup.” Kataku sambil tersenyum.
Bu Fat lantas menyandar kembali di atas sofa dan mengangkangkan kakinya, memeknya terlihat sudah basah.

”Ayo Dik Lan masukin kontolmu cepat.” Pinta Bu Fat.

Aku pun tanpa menunggu lagi segera saja memasukkan kontolku kedalam memek Bu Fat, ku hentak dengan sekuat hati.

“Aww.., aduuhh., ayo hentak lagi dik Lan, puaskan ibu…” Bu Fat mengerang.

”Dik Lan coba goyangin sedikit kontolnya deh, biar memek ibu semua ngerasain.” Kata Bu Fat.

Ku ikuti permintaannya, sambil mendorong koputar kontolku bahkan seperti hendak menyungkit isi memek Bu Fat keluar.

Gerakan ku menusuk-nusukan ****** kulakukan dengan simultan, aku juga meremas-ramas tetek Bu Fat sambil tetap ku hetakan kontoku kedalamnya.

Ku rasakan Bu Fat mengemut-ngemutkan memeknya hingga kontolku serasa di remas-remas nikmat. Aku dan Bu Fat kemudian berganti posisi, Bu Fat memutar badannya supaya aku menusuknya dari belakang.

“..aahh, ..oohhh, ..aaahh, …oohhh, …mmmhhh. ..” Bu Fat mengeluh keenakan.
Hingga beberapa saat kemudian,

“Aaaahh.., sshh…..” Bu Fat mendesah-desah disertai gerakan tubuhnya yang semakin liar sepertinya Bu Fat klimaks.

Aku segera mencabut kontolku dari lobang memek Bu Fat yang ternyata di fahami oleh Bu Fat dengan memutar badannya dan disongsongnya kontolku dengan mulutnya. Dan dihisap-hisapnya kontolku lagi, hingga akhirnya kurasakan cairan kenikmatan menjalari kontolku, kenikmatan itu bertambah dengan hisapan yang di lakukan Bu Fat memberi sensasi seks yang berbeda yang tentunya lebih dahsyat karena spermaku seakan-akan disedot keluar oleh mulut Bu Fat. Tubuhku mengejang sedangkan tanganku sibuk mempermainkan sepasang tetek Bu Fat, merasakan kenikmatan itu sampai tetes terahir.

Setelah aku dan Bu Fat sama-sama terdiam beberapa saat, Bu Fat lalu beringsut kemudian berjalan ke kamar mandi. Ku dengar air mencebok, sepertinya Bu Fat sedang membersihkan memeknya. Bu Fat keluar dari kamar mandi sudah dengan memakai celana dalamnya tanpa BH karena Bhnya dan juga pakaiannya di bawa di tangannya sehingga tetek Bu Fat tampak berayun-ayun mengikuti gerak jalan Bu Fat. Ketika ku perhatikan teteknya Bu Fat tampak tanda merah yang secara nggak sadar ku buat ketika ngewe dengan Bu Fat tadi.

Bu Fat tersenyum kecil saja ketika melihat ku, dipakainya kembali pakaiannya. Dia kemudian mengenakan kerudungnya dan kembali ke sofa.

Aku yang masih bertelanjang bulat santai saja tiduran di sofa. Bu Fat lalu duduk di sampingku, dipegangnya kontolku yang sudah layu itu dan di remas-remasnya hingga keras dan tegang lagi.

“Wah, dik Lan mau lagi ya?, ininya keras lagi nih.” Goda Bu Fat sambil tersenyum.

Aku Tak menjawabnya hanya tersenyum sambil mengedipkan mata. Bu Fat mengangsurkan mukanya mendekati kontolku dan mulutnya menggapai kontolku untuk kemudian dihisapnya lagi.

”Dik Lan kita main sekali lagi yah..,” Ajak Bu Fat kepadaku.

Langsung ku anggungkan kepalaku, karena memang itu yang aku maui apa lagi setelah kontolku di sepongnya tadi nafsuku bangkit lagi.

Aku dan Bu Fat akhirnya ngewe lagi kali ni Bu Fat masih memakai kerudungnya membuatku semakin bernafsu mengewenya.

Akhirnya setelah merapikan lagi pakaian dan kerudung yang di pakainya, Bu Fat pamit, dia bilang mau pergi mengajar lagi satu di rumah. Aku mengenakan celanaku dan kubukakan pintu untuk Bu Fat, dia tersenyum melirikku sambil memakai sepatunya.

”Istirahat dulu ya dik, biar lebih segar makan telur setengah matang 2 butir dan minum air dicampur madu.” Pesan Bu Fat sambil berbisik.

“Kalau dik Lan kepengen lagi, kasih tahu ibu yah, atau talepon dulu” Lanjut Bu Fat.

”Baik bu..,” Jawabku sambil meremas pantat Bu Fat yang gempal..

Hubungan ku dengan Bu Fat terus berlangsung hingga kini, kapan pun aku mau ngewe dengan Bu Fat aku tinggal meneleponnya, dan Bu Fat tak pernah menolaknya, karena biar pun Bu Fat sudah tua ternyata nafsu seksnya masih tetap tinggi.

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Istri Abangku DiKamar Ganti Kolam Renang


Sambil berjalan-jalan, Muklis tak henti-hentinya menggandeng tangan Citra seerat mungkin, bahkan ia sengaja memeluk pinggang Citra, seolah Citra adalah benar-benar istrinya.

“Kamu mesra banget Klis nggandeng mbak…?” Celetuk Citra, “Nggak malu apa jalan ama wanita hamil kaya mbak gini…?”
“Hehehe… Ngapain malu mbak….. Punya Mbak yang cantik dan seksi kok malu… Justru aku malah pengen mamerin Mbak semokku ini ke orang-orang…” Jawab Muklis
“Hihihihi…. Iya deh klis…. Terserah kamu aja…”

Mendengar ‘ijin’ Citra, seolah membuat Muklis makin merasa jika Citra adalah istri tercintanya, sehingga ia pun semakin mendekap Citra erat-erat. Tak jarang, Muklis juga mengelus perut buncit Citra, seolah itu adalah anak kandungnya.

“Klis… Mbak nggak bakalan lari kok… Jadi nggak usah kamu rangkul Mbak kenceng-kenceng gini…”
“Hehehe… Ini tandanya Muklis sayang banget ama kamu mbak…”
“Sayang apa nafsu…? Wong ngerangkul kok tangannya disenggolin ke tetek mbak mulu…”
“Hehehe…. Berasa ya mbak….?”
“Iyalah… Dasar ipar mesum…. ” Celetuk Citra, “Udah ah.. Kamu tunggu sini aja ya…. Mbak mau pilih-pilih beha dulu…”

Tak beberapa lama, Citra pun akhirnya sibuk memilih beha yang ia inginkan. Beberapa kali ia mencoba memasang dan melepas beha diluar dressnya, sekedar mencari tau, ukuran cup apa yang paling nyaman untuk payudaranya yang ekstra besar.

“Kalo yang ini….Cocok nggak Klis…?” Tanya Citra
“Mana coba… Mmmm… Tetekmu mbaaak…. Makin empuk aja…Hehehehe…. ” Kata Muklis yang alih-alih mengomentari penampilan Citra, ia malah meremasi payudara Citra keras-keras.
“Iiiih… Muuklissss… Hihihii….” Jerit Citra yang sibuk menepisi tangan jahil Muklis dari payudaranya sambil tertawa geli, “Udah ahh… Makin lama kamu makin gila Klis…. Berani-beraninya kamu meremasi tetek mbak di tempat umum kaya gini…”
“Hehehe… Habisan aku selalu gemes Mbak liat tetek besarmu ini….” Jawab Muklis, “Kok sekarang jadi makin besar gitu ya mbak….? Jauh lebih besar daripada sebelum-sebelumnya….?”
“Hihihi… Khan aku lagi hamil Klis… Wanita… Kalo lagi hamil ya gini Klis… Teteknya membesar…. ” Jelas Citra, ” Khan isinya asi…. Buat persiapan besok kalo si dede bayi pengen netek…”

“Emang kalo asi khusus buat dede bayi ya mbak….?” Tanya Muklis
“Hiya lah…” Jawab Citra sambil mengelusi perutnya yang makin membulat, “Asi mah khusus buat dede bayi….”
“Kalo aku pengen asi gimana mbak…? Minta netek ama mbak boleh juga khan….?”
“Hush…pamali ah…. ” Jawab Citra, “Kalo kamu mau netek….Minta noh ama sapi…. Hihihihi….” Jawab Citra sambil meninggalkan Muklis guna kembali memilah-milah beha yang ia suka.

Merasa agak dicuekin, Muklis pun memilih duduk di kursi tunggu dan memainkan handphonenya. Sambil melihat-lihat photo Citra yang ia ambil dalam berbagai kesempatan, Muklis pun mulai tenggelam dalam lamunan joroknya.

“Itu istrinya ya Dek…?” Celetuk Yadi, penjaga counter berusia 32 tahunan, yang entah sejak kapan sudah berdiri di disamping Muklis.
“Eeeh…. Bukan… Itu Mbak ipar saya Mas… ” Jawab Muklis enteng tanpa melihat kearah Yadi, ia masih sibuk melihat-lihat photo Citra.
“Cantik banget ya…. ” Jawab Yadi spontan, “Beruntung banget ya Dek… Cowo yang jadi suaminya… Setiap hari bisa………” Kalimat penjaga counter itu sengaja tak diteruskan.
“Ngggg…. Beruntung setiap hari gimana Mas….?” Tanya Muklis sambil menghentikan lamunannya dan menatap kearah Yadi.
“Hehehe… Masa kamu nggak ngerti sih…. Ya beruntung bisa….. Kaya itu tuuuhh…. Hehehe….” Jawab Yadi sambil menunjuk kearah layar handphone Muklis yang sedang memperlihatkan gambar wanita hamil disetubuhi oleh seorang pria, “Hehehe… Kaya kamu nggak tau aja….”

“Hoalah… Ini toh…. Beruntung bisa ngentotin Mbak ipar saya…? Gitu Maksudnya…? Hahaha…” Kata Muklis vulgar sambil tertawa renyah. ” Yaiyalah… Mas juga kalo punya istri pasti bakalan bisa ngentotin istri mas tiap hari….”
“Hehehe…. Tapi istri saya nggak secantik Mbak iparmu Dek…” Kata penjaga counter itu, “Enak banget kali ya Dek… Bisa tiap hari begituan ama Mbak iparmu….”
“Hehehe Iyalah….” Jawab Muklis sambil menatap kearah Citra yang masih terlihat sibuk memilah-milah barang pilihannya.
“Pasti…. Beruntung banget tuh suaminya….Punya istri secantik Mbak iparmu Dek…” Puji Yadi.
“Ngggg…..Tapi… Suaminya juga nggak seberuntung itu kok Mas… ” Kata Muklis
“Hah….? Maksudnya…?
“Hehehehe……” Selain Masku… “Aku juga bisa kok ngentotin Mbak iparku setiap hari….”

Dengan tatapan heran, penjaga counter itu menatap kearah muklis dengan mulut yang menganga lebar.
“Serius…..? Kamu selingkuh dengan Mbak iparmu…?”
“Hehehehe…. Iya….Mas nggak percaya….? Mas mau bukti….?”

Tak mampu menjawab, Yadi hanya bisa diam sambil menganggukkan kepalanya,
“Hehehe… Kalo aku bisa kasih liat… Mas jangan sampe pengen ya….?” Goda Muklis ketika melihat Citra melangkah mendekat ke posisinya duduk.

“Eh klis… Beha yang kaya gini bagus nggak Kalo Mbak pake…?” Tanya Citra sambil menunjukkan beha pilihannya.
“Aaah.. Bagusan mah ga pake beha mbak…” Kata Muklis sambil berdiri dan mendekat kearah Citra.
“Iiihh.. Nakal kamu ya… genit….” Canda Citra sambil melirik ke arah Yadi, si penjaga counter, “Kalo yang ini Klis…?”
“Jelek mbak… Serius deh… Mbak nggak cocok kalo pake beha yang itu…”
“Iiiihh… Mukliiiisss… Kalo nggak ada yang cocok, trus Mbak cocoknya pake beha yang mana dong….?”
“Hehehe… Mbak Citraaa… Khan udah aku bilang daritadi… Bidadari kaya kamu mah harusnya nggak pake beha Mbaaak…. Cantiknya tuh telanjang…. “Goda Muklis, “Bener nggak mas….?” Tanya Muklis pada penjaga counter yang sedari tadi mengamati percakapan Muklis dan Citra.
“Eeeh…. Hiya Dek….”
“Tuuuuh… Khaaannn… Bener apa kataku Mbak…. Kamu memang lebih cakep kalo bugil…”
“Iiiihh… Apaan sih Klis….” Balas Citra genit, “Dasar otak mesuuuummm…. Awas ya… Ntar mbak gigit loh kontol kamu….” Bisik Citra sambil mencubit pinggang Muklis.
“Aaaawwww….Hehehe…. Kaya berani aja kamu mbaak..” Balas Muklis sambil berbisik ke telinga Citra.
“Iiiihh… Nantangin yaaa….”

“Iya dooong… Nih… Gigit aja kalo berani….” Kata Muklis yang tanpa malu karena masih ada Yadi disampingnya, tiba-tiba menurunkan resleting celananya dan mengeluarkan batang penis besarnya
“Heeeeehhhh…. Muklisss…” Bingung Citra panik.
“Ayoooo… Ini gigit… Katanya berani….” Goda Muklis sambil menepuk-tepukkan penisnya yang mulai ereksi kepaha kakak iparnya.
“Adek ipar gila… Ini khan ditempat umum Kliss….” Kata Citra yang buru-buru memeriksa kondisi sekitar.
“Hehehe… Ayolah Mbak… Kita ngentot ditempat umum yuuukkk… ”

“Apaan sih….” Jawab Citra malu-malu karena tatapan Yadi yang sedari tadi tak henti-hentinya tertuju padanya.
“Ayolah Mbaaak…. Habisan daritadi aku dikasih liat tetek besarmu mulu…. Aku jadi pengen banget ngentotin kamu nih…. ” Kata Muklis yang terus menepuk-tepukkan batang penisnya ke paha Citra.
“Hihihi… Iya iya… Nanti yaa… Sekarang kamu bantu mbak cari beha yang cocok buat mbak…”
“Nggak mau ah… Aku pengennya ngentotin memek sempitmu sekarang Mbak…. ” Kata Muklis sambil merogoh kearah celana dalam kakak iparnya.
“Masa sekarang sih Klis…?” Bingung Citra.

“Eh Mas… Kamar ganti ada dimana sih….?” Tanya Muklis sengaja bertanya kepada Yadi.
“Nggg… Di pojokan sana Dek….” Jawab Yadi.
“Hehehe… Makasih Mas….” Jawab Muklis sambil mengedipkan matanya kearah Yadi.

“Yuk Mbak… Ikut aku…” Ucap Muklis sambil menggandeng tangan Citra dan menuju ke ruang ganti pakaian.

Tanpa memasukkan penisnya yang sudah menjulang tinggi, adik ipar Citra itu buru-buru bergegas menuju keruangan ganti dan itu segera masuk kedalam ruangan paling pojok.

“Iihh… Muklis… Apa-apaan siiihhh….?”
“Ayolah Mbaaak… Aku pengen banget nih nyobain ngeseks di tepat umum…”
“Tapi aku khan malu Klisss..”

Mendadak, Muklis tersenyum. “Aahhh… Nggak mungkin… Mbak suka kok…”
“Yeee… Kata siapa….?”
“Kata Mas Seto…. Dia bilang mbak suka banget dientotin ditempat umum…”
“Hadeeeeh… Dasar tetangga comel….”
“Yaudah mbak… Ayo sekarang isep kontolku… Aku pengen ngentotin kamu niiiihhh…”

Sambil celingak-celinguk, Citra lalu mengintip keluar.
“Tapi nanti kalo disamping ada orang gimana Klis… Kalo dia denger gimana…?”
“Hehehe… Yaudah… Diajak aja sekalian mbak…” Jawab Muklis enteng sambil menekan pundak Citra turun, berusaha membuat Citra segera jongkok di depan selangkangannya.
“Iiihhh… Daaassssaaaar… Daritadi kok kamu maunya ngajakin orang buat ngentotin mbak sih…? Emang kamu suka ya kalo mbak dipake ama banyak orang…?”
“Hehehe… Yaaah… Namanya juga imajinasi mbak…”

“Emang kamu rela memek mbak dientotin banyak lelaki lain…?”
“Yaaa.. Kalo itu sih suka-sukanya Mbak aja… Kalo mbak mau… Kenapa harus ditolak… Hehehe…”
“Sumpah ya Klis…. Otak mesummu itu loh… Kok nggak pernah ada habisnyaaa…”
“Hehehe… Ayo mbak… Jongkok… Kontolku udah nggak tahan lagi nih… Udah senut senut…”
“Ye iyeee….”

Buru-buru Citra segera menarik penutup ruang ganti itu. Namun karena tarikannya terlalu keras, sisi kain diujung satunya jadi sedikit tertarik, dan membuat penutup kain itu terbuka sedikit.
“Aaaaaa… Haaaeeemmm… Sluurp sluuurp..” Suara mulut Citra mulai beraksi.
“Huuoohh enak banget mbaaaaak…” Lenguh Muklis keenakan.

“Sluurp… Cup cup…. Puas Klis….?” Tanya Citra, “Haaaeeemmm… Sluuurrppp….”
“Huooohhh.. Puas Mbaaaak….. Uhhh….” Ucap Muklis, “Ini teteknya jangan ditutupin gini ya mbak…. Dressnya diturunin aja…” Tambah Muklis sambil mempelorotkan dress kemben Citra. “Naaah… Kalo gini khan makin seru… Bisa diremes-remes…”
“Ssssttt…. Klisss….Remes teteknya pelan-pelan…. Tetek mbak ngilu nih…”

“Hehehe… Ngilu apa pengeeenn… Eh Mbak… Udah ah isep-isepnya… Ayo bangun… Aku udah nggak tahan pengen cepet-cepet ngontolin memekmu nih…”

Buru-buru, Citra segera berdiri dan membalikkan badannya menghadap cermin. Dengan hanya menyampirkan sisi celana dalamnya kesamping, Muklis pun menempatkan kepala penisnya pada vagina kakak iparnya. Dan dalam hitungan detik, lelaki ceking yang masih berpakaian lengkap itu segera mendorong kepala daging kebanggaannya itu kuat-kuat ke vagina Citra.

SLLEEEEEEEEP..

“Uuuuhhhh…. Muukk…..Kliiisss…. Pelan-pelan sayang…. Ssshh… Oohh….” Lenguh Citra keenakan ketika kepala penis adik iparnya menyeruak masuk kedalam sempitnya liang senggamanya.
“Huoohh… Mbaaak… Banjir banget gini memekmu… Kamu udah sange juga ya ternyata…?”
“Hihihi… Kalo hamil ya gini Klis… Memek Mbak jadi gampang banget banjir…. Hihihi….”
“Aaah…. Tipu….. Bilang aja kalo memek nakalmu udah kangen banget ama sodokan kontol adik iparmu ini Mbak…. Hehehe…”

Dengan kasar, Muklis segera menyodokkan sisa batang penisnya dalam-dalam ke liang vagina kakak iparnya. Tusuk, cabut, tusuk, cabut, tusuk, cabut. Dan setelah dirasa batang penisnya cukup basah, ia pun mulai membombardir vagina sempit Citra dengan kuat. Saking kuatnya sodokan penis Muklis membuat dinding kamar ganti itu ikut-ikutan berderit berisik.

KRIET… KRIET… KRIET…
PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK

“Sssttt…. Klisss… Uhh… Uhhh…Nyodok memeknya jangan kenceng-kenceng Kliiiissss…” Tegur Citra sambil menggapai pinggang adik iparnya, “Nanti ada orang yang dengeeer looohh….. Uhh… Uhhh…”

Benar saja, dari pantulan cermin yang ada dihadapannya, Citra bisa melihat jika diluar kamar gantinya, ada orang yang mengintip melalui tirai yang tak tertutup itu.
” Uhh… Uhh… Klisssss…. Pelan-pelan nyodoknya Klisss…. Diluar… Uhh… Uhh….. Ada orang….” Kata Citra berusaha mengingatkan adik iparnya.
“Nggak apa-apa mbak… Kamu santai aja….” Kata Muklis yang walaupun mendengar peringatan Citra, ia hanya tersenyum. Malahan tak jarang Muklis malah sengaja semakin memperkeras sodokan pinggulnya, seolah benar-benar ingin memperlihatkan persetubuhan kasarnya itu kepada si pengintip.

PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK
KRIET… KRIET… KRIET…

“Ssssttt… Kliiisss…. Pelan-pelan Klissss… Ooohh… Ooohh… Ooohh…” Lenguh Citra yang biarpun ia tahu jika ada pengintip diluar kamar gantinya, ia tetap saja menikmati persetubuhannya. Malah anehnya, sensasi diintip itu membuat dirinya semakin bernafsu. Membuat dirinya entah kenapa ingin memamerkan kenakalan dirinya lebih jauh lagi.

Dengan gerakan erotis, Citra berusaha menstimulus titik birahinya dengan kedua tangannya. Tangan kanan mengobel klitoris dan tangan kiri mencubit serta meremasi puting payudaranya.
“Ooohh… Klissss…. Terus sodok memek mbak sayang.. Terussss….” Pinta Citra manja. “Terus entot memek Mbakmu yang sedang hamil ini Klisss… Terus entooottt…. Oooh… Oooh…”

PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK
KRIET… KRIET… KRIET…

” Hhh…. Kamu suka ya mbak..? Dientotin adik iparmu….?”
“Ssssshh…..Suka Klis…. Ssuka bangeeet…. Oooh… Oooh…”
“Jadi…. Enak mana mbak…? Dientot kontol kecil Mas Marwan…..? Atau… Dientotin ama kontol besar adik iparmu…?”

“Uuuuhhhh… Muklis aaaahhhh…..” Jawab Citra genit tanpa menyebutkan siapa yang lebih enak.
“Hehehe…. Ayolaaaah ….. Jawab aja mbaaakk…” Ujar Muklis yang tiba-tiba menghentikan sodokan penisnya, “Kalo kamu nggak jawab….. Aku ajak mas-mas yang ada diluar buat mbantuin aku ngentotin memek hamilmu loh…. Hehehehe….”
“Uuuhhh… Apaaan sih Klisss…..”
“Hehehe… Makanya… Buruan jawaab Mbak…. Enak mana…? Dientot kontol kecil suamimu…..? Atau… Dientotin ama kontol besarku…?” Tanya Muklis yang tiba-tiba, menjilat telunjuknya lalu menusukkannya kedalam anus Citra.

CLEP

“Uuuuuoooohhhh….. Kliiiisssss…. Ampuuuunnnn…… Jangan siksa Mbak kaya gini doooong….” Lenguh Citra yang merasakan gelijang nikmat ketika telunjuk Muklis mulai dimainkannya di lubang anusnya. Masuk, keluar, masuk, keluar, masuk, keluar, masuk….”

“Ampuuun Kliiiiissss… Ampuuunnnn…” Erang Citra yang merasakan orgasmenya akan segera tiba.
“Hehehe…..Makanya… Ayo buruan jawab Mbaaak….”

“Iyaaa… Enakan dientot ama kamu Klis….” Seru Citra sambil menggerak-gerakkan pinggulnya, berusaha mengais kenikmatan dari penis Muklis yang masih diam menyumpal mulut vaginanya.
“Enak ama aku gimana maksudnya Mbak….? Hehehe….” Goda Muklis makin mempercepat tusukan jari telunjuknya pada anus Citra.

“Oohh Ooohhh… Ngentot kamu Klis…. Ngeeeentooooottt….Enakan kontolmu Klis. Enakan dientot kontol besarmuuuuu….. Ngeeentott. Jerit Citra yang dengan tubuh menggelijang tak beraturan. Ayo entot memek Mbakmu lagi Kliissss.. Entot memek istri Masmu iniiii. Mbak udah nggak kuat klis. Mbak udah nggak kuat lagiiii Erang Citra keras, seolah tanpa malu lagi meminta Muklis untuk segera menyetubuhinya keras-keras.

Naaaah. Kalo ngaku gitu khan enak Mbaaaak. Hehehehe Ucap Muklis yang dengan kecepatan tinggi, segera mengabulkan permintaan mesum Citra. Rasain sodokanku kontol besarku ini Mbaaak. Rasain tusukan kontol adik iparmu ini.

PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK

Dengan geraskan kasar dan cepat, batang penis Muklis yang berukuran ekstra besar itu segera menyetubuhi vagina sempit kakak iparnya. Membuat vagina tanpa bulu Citra tak henti-hentinya mengeluarkan pelumas bening guna memperlancar persetubuhan mereka. Saking banyaknya, lendir bening itu berubah menjadi busa keputihan.

PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK

“Sssshhh… Ngentot kamu Klisss Kontolmu enak bangeeeettt.. Oooohh.. Ngentooottt.. Klisss…. Mbak mau keluar… Uhh… Uhhh… Uhh… Uhhh…” Jerit Citra dengan mata merem melek keenakan.
” Uhh… Uhhh….. iya mbak Aku juggaaaahhh. Memek lontemu yang sempit ini aku juga bikin aku mau keluar mbaaak… Pengen buru-buru ngecrotin memekmu Mbaaakkk. ” Kata Muklis yang disela-sela tusukan brutal penisnya, masih saja mempermainkan lubang anus Citra. Aku mau keluar Mbaak

“Oohh ohhh ohhh… Keluarin di dalem bo’ol Mbak aja klis… Jangan dimemek. Dibo’ol aja yaaaahhh….”
“Ooohhh… Nggak bisa Mbak. Aku udah nggak tahan mbak… Aku mau keluaaarrr…”
“Yaaah.. Tahan bentaran Klis… Buang dibool Mbak aja…. jangan di memek… Uuuh…. Uhh… Uhhh….”
“Aaahhh… Aaaahh…. Ngeeentooottt…..Aku nggak kuat lagi mbaaakk….Ngeeenttooooooottttt….. Mbaaaak Ciiitraaaa….. Aku keluar Mbaaakkk…..”

CROOT… CROOOT….CROOOCOOOT….
Terlambat… Sperma hangat Muklis sudah terpancar deras menyerbu rahim Citra.

” Ooohh…. Ooohh…. Ngeentoottt kamu Kliiiiisssss..Ngeeeentooooottt… Gerutu Citra sambil terus menggoyangkan pinggul semoknya. Berusaha menyusul Muklis yang sudah orgasme duluan.
Maaaaaaf Mbak Memekmu bener-bener buat kontolku nggak tahaaan. Hhhh. Hhhh. Erang Muklis sambil menghentak-hentakkan pinggulnya, menguras semua persediaan spermanya.

Ssshh. Ngeentoooott. Yaudah Goyang terus kontolmu Klissss…. Mbak juga mau keluaaaarr sekarang….. Ooohhh…. oohhh… Terus Klisss… Mbak mau keluaaar… Ooohh… Mbak mau keluaar …. Ooohhhh… Ngeeeeeenttttoooooooottt….. Oooh… Oohhh…”

CREEETT… CREEEEETTT….CRREEEEECEEEEEETTTT….

Mendadak. Tubuh hamil Citra pun bergetar hebat. Pantatnya bergoyang-goyang, kakinya menekuk-nekuk dan lututnya melemas. Tak lama, iapun ambruk kebelakang, menimpa tubuh Muklis yang juga ikutan terjatuh ke lantai kamar ganti. Sejenak. Mereka berdua diam bersimpuh, mencoba mengatur nafas dan menikmati sisa denyut orgasme yang baru saja mereka dapatkan.

“Ooohh Ngentoott kamu Kliss… Pake keluar didalem memek Mbak…. Ucap Citra lirih dengan nafas putus-putus. Matanya terpejam dengan gigi menggigit bibir, Mana banyak pula Oooohhhhh…..”.

“Hehehe. Habisan kamu cantik banget sih Mbak… Juga seksi…. ” Puji Muklis puas sambil mengusapi rambut panjang Citra dari belakang sembari terus meremasi payudara besar milik kakak iparnya itu.
Ahhh. Gombal. Udah kena jepit memek aja langsung deh Muji -muji.
Iiiihhh Enggak lah Mbak aku mah kalo berkata selalu jujur Kamu cantik. Tambah Muklis lagi sambil mengecupi pundak Citra dan tersenyum yang melihat ekspresi kepuasan orgasme di wajah istri kakak kandungnya dari pantulan cermin, “Dan sumpaaah mbaaakkk…. Memekmu….. Enak baaangeeeetttt….”
Hihihi. Enak ya Klis?
Huenak banget Mbak. Bikin nagih mulu Kata Muklis sambil mengejan-ngejankan otot penisnya, berusaha mengosongkan kantung zakarnya sampai habis.
“Oooohhh…… Kontolmu juga enak sayang….. Enak banget malah…. Hihihi….”
Hehehe. Muklis gitu looh. Sombong remaja tanggung itu sambil mencoba mengangkat pantat kakak iparnya itu untuk segera terlepas dari tusukan batang penisnya. Busyeettt Kamu sekarang berat juga ya Mbak?

PLOOOP…
Suara vagina Citra ketika tercabut dari tusukan penis Muklis, memperlihatkan lubang berwarna merah segar yang menganga lebar. Seketika, lelehan sperma langsung mengalir keluar dan menetes turun menggenangi lantai kamar ganti.

“Uuuuuhhhh… Ngeentoott… Pelan-pelan Klis… Memek Mbak masih Ngilu….Hihihi…” Lenguh Citra sambil berusaha menikmati sisa gelijang orgasmenya. Sumpah Pejuhmu banyak banget Klisss
“Hehehe… Enak khan mbaak seks kilat ama aku….?” Tanya Muklis sambil buru-buru berdiri dan menepuk-tepukkan penisnya ke pundak Citra yang masih duduk bersimpuh dilantai. Lalu dengan santai, ia memeperkan batang penisnya yang masih belepotan sperma dan lendir kewanitaan Citra ke belakang dress Citra.
“Iiiiihh… Muuuuuuklisss… Khan dress Mbak jadi kotor…” Protes Citra.
“Hehehe… Nggak apa-apalah Mbak… Khan jadi bisa skalian beli dress baru….” Canda Muklis sambil menjejalkan batang penisnya yang masih belepotan sperma ke mulut mungil Citra, “Sekarang Ayo mangap mbak…. ”

“Eeh… Ehh…. Bentaaran Klis…”
“Ayo isep…. Bersihin kontolku mbak…”
“Eeh… Aheemmm…. Haaaemmmm…. Sluuurp sluuurpppp….”

Tanpa memperbolehkan Citra berkata apa-apa, Muklis berulang kali membenamkan batang penisnya yang masih meneteskan sperma kedalam mulut kakak Citra. Memperlakukan mulut mungil kakak iparnya itu seperti tempat pencuci penis besarnya.

“Sluuurp sluuurrrpp…. Cuuuppp…. Muaaah… Haaaah….. Udah nih Klis.. Udah bersih….”
“Hehehe…. Makasih ya Mbakkuuu sayaaang….. Muuuaaaahh….” Kecup Muklis pada dahi Citra dan segera memasukkan penis besarnya kembali kedalam celananya.

Dengan santai, Muklis membuka tirai kamar ganti tempat mereka menuntaskan hasrat birahinya dan melangkah keluar, tanpa mempedulikan Citra yang masih setengah telanjang dibelakangnya.

“Gimana mas….? Puas khan ngeliat pertunjukan kami….?” Tanya Muklis pada Yadi yang sedari tadi mengintipp dari luar kamar ganti.
“Eeeh I Iya.Hebat kamu Dek…. ” Puji Yadi, “Sumpah… Kamu bener-bener hebat….” Tambahnya lagi sambil terus-terusan mengatur posisi batang penisnya yang menegang keras.

“Klis…. ” Panggil Citra manja dari dalam kamar ganti, “Tungguiinnn Mbak dooong….”
“Hehehe… yaudah buruan kesini Mbak….”

Buru-buru, Citra beranjak keluar. Meninggalkan kamar ganti dan menemui Muklis yang masih terlihat mengobrol dengan Yadi
“Permisi Mas… ” Ucap Citra ketika berjalan melewati adik ipar dan petugas penjaga counter itu.

Mendadak, Citra merasakan ada perasaan aneh ketika dirinya berjalan melewati Yadi. Perasaan nakal yang entah kenapa ingin selalu ia pamerkan. Dan, entah mendapat keberanian darimana, Citra ingin menggoda petugas penjaga counter itu.

“Dasar adik ipar nakal. Masa sama Istri Mas sendiri nafsu gini sih…. Kata Citra sembari mencubit perut kurus Muklis. ” Sampe-sampe Mbak dikerjain habis-habisan dikamar ganti umum gini.”
Aduh…. Salah Mbak sendiri punya body cantik nan seksi… Aaaawwww. Aduuuhhh.. Hehehe. ”
Mbok ya kalo mau ngerjain tubuh Mbak…. Bawa ke hotel kek… Khan Mbak jadi malu kalo diintipin orang lain. Tambah Citra sambil melirik kearah Yadi yang sedari tadi masih terdiam tegang,
“Hehehe… Habisan… Gara-gara memek Mbak juga sih… Kenapa juga rasanya enak banget…. Khan jadinya pengen ngentotin Mbak mulu. Hehehe..
Huuuu. Tega Tega Tegaaa. Goda Citra terus-terusan mencubit perut Muklis tanpa henti.
Hahaha Udah mbak Ampun Ampunnn.

Tertawa dalam hati, Citra merasa geli melihat apa yang sedari tadi dilakukan Yadi. Terlebih ketika melihat tonjolan yang ada dibalik celana kerjanya. Tak henti-hentinya, petugas penjaga counter itu mengutak atik posisi penisnya supaya terasa nyaman didalam celana kerjanya. Matanya tak berkedip sedikitpun, menatap kearah payudara putih dan kaki jenjang Citra yang begitu mulus. Mulutnya berkali-kali berusaha keras menelan ludah, berusaha membasahi ternggorokan keringnya.

Eh Klis…. Mbak mau ke toilet dulu ya… Mau bersih-bersihin baju ama……………. Peju kamu….” Goda Citra sambil melirik kearah Yadi lagi.
“Eeehh….Yaudah sana Bersihin yang bener yak Biar aku bisa buang pejuh dimemek Mbak lagiHehehe” Jawab Muklis diselingi candaan mesumnya.

“Nggg. Mas…. Toiletnya dimana ya….?” Tanya Citra dengan senyum genit kearah Yadi sambil mencoba membetulkan dressnya yang terkena cipratan sperma Muklis, “Aku mau cuci-cuci memek… Eeh… Muka dulu…..” Tambah Citra dengan nada menggoda.
“Ngggg GLUP…. Ehhh…. Di…. Di… Sebelah sana Neng….” Jawab Yadi dengan nada tercekat dan kalimat yang terbata-bata.
“Makasih yaaa Maaaaas….” Jawab Citra sambil melangkahkan kaki menjauh.

Dengan perasaan riang, Citra berjalan kearah kamar mandi. Langkah kakinya berasa begitu ringan, dan gerakan tubuhnya begitu bersemangat. Bahkan, ia ingin menari saking gembiranya.

Memamerkan tubuh tuh ternyata seru juga ya.? Menegangkan Juga sekaligus menyenangkan Batin Citra sambil terus melangkah kearah toilet.

Walau pagi itu Mall masih sepi, namun tetap saja, Citra menjadi idola di mata-mata mesum para lelaki yang ada disekitarnya. Dengan wajah cantik, perut hamil, payudara besar, kulit putih dan dress yang mini, tak sedikit lelaki yang menatapi kemolekan tubuh kakak ipar Muklis itu.

Bahkan untuk semakin menggoda para lelaki itu, Citra sengaja menurunkan dress mininya. Sengaja memamerkan gundukan payudara besar tanpa behanya yang seolah ingin meloncat keluar dari kurungan dressnya. Tak jarang, ia juga sering sekali berpura-pura menjatuhkan dompet atau jepit rambutnya, dan mengambil barang tersebut dengan cara menungging atau membungkuk. Sengaja memperlihatkan kemolekan kaki jenjang atau pantat bulatnya kepada orang yang ada dibelakangnya.

Dan ini yang aneh. Semakin jauh Citra melakukan kenakalan, semakin membuat darah birahinya meletup-letup hebat..

“Dek…” Tiba-tiba, terdengar suara seorang pria yang terasa begitu akrab ditelinganya.

Dengan rasa penasaran Citrapun menengok kearah suara itu berasal.

“Eeeeh….? Mas Marwan…..?” Kaget Citra ketika mendapati suaminya bersama beberapa teman lelakinya yang tiba-tiba muncul dari sudut Mall.
“Kok… Kamu nggak ngantor…?” Tanya Marwan sembari mengamati penampilan istrinya yang terlihat berantakan. Rambutnya disanggul acak-acakan, dressnya miring miring, dan wajahnya penuh keringat. “Ehhh… Anu….”
“Kok… Penampilanmu berantakan gini Dek..?” Heran Marwan, “Mirip orang yang habis berolahraga…?”

“Wah runyam ini kalo aku sampe ketahuan habis dientotin adik kandungnya…” Kata Citra dalam hati

“Eh anu… Iya mas… Ini…. Aku tadi belanja baju dulu… ” Jawab citra yang buru-buru berbalik badan guna menyembunyikan lelehan sperma Mukhlis yang masih ada di belakang dressnya.
“Lha… Trus….? Bajunya mana….? Trus kamu ini mau kemana Dek….?” Tanya Marwan lagi penuh selidik.
“Anu Mas…Bajunya…. Ada sama Muklis….” Jelas Citra, “Ini aku mau ke toilet bentar Mas…. Aku udah kebelet banget ini…” Kata Citra yang terus bergerak menjauh dari posisi suaminya berdiri.

“Ooooh gitu ya Dek… ?” Ujar Marwan sambil menghela nafas, ia lalu menengok ke samping, kearah teman-teman prianya yang sedari tadi menyenggol-nyenggol sikut Marwan.

Sepertinya teman pria suaminya ingin berkenalan dengan Citra. Karena sedari tadi, ia tak henti-hentinya tersenyum melihat kearah Citra.

“Dek… Kenalin ini Pak Poniran…Beliau yang punya tanah proyek di kota….” Ucap Marwan yang akhirnya memperkenalkan istrinya kepada relasi bisnisnya, “Yang dibelakangnya itu ajudannya, Yongki dan Bolod…”
“Poniran….” Kata pria bertubuh pendek tambun itu sambil menjulurkan tangan dan mengamit tangan Citra, “Panggil saja saya Mas Iran… Hekhekhek…”

“Waduh…. ” Batin Citra bingung, karena ia merasa jika tangannya masih terkena belepotan sperma adik iparnya. Namun, demi menghormati teman suaminya, Citra buru-buru mengoser-oserkan telapak tangannya ke dress, mencoba membersihkan telapak tangannya sebelum menyambut jabatan tangan pak Poniran itu.

“Citra Agustina…” Ucap Citra.
“Waaahhh… Nama yang cantik… Secantik yang punya…” Rayu Pak Poniran
“Ngg…. Makasih pak…”
“Loooh… Marwan… Kamu kok nggak cerita sih kalo binimu hamil….?” Ucap Pak Poniran yang tanpa seijin Citra tiba-tiba mengusapi perut hamilnya. “Udah berapa bulan Neng…?”
“Eeh… Anu… Udah jalan empat bulan Pak…”
“Waaaahh… Hebaaat…. ” Kata Pak Poniran yang terus mengusap perut Citra sambil sesekali melirik kearah payudara besarnya. “Tapi…. Kayaknya kamu sedang nggak enak badan ya neng…?” Tanya Pak Poniran lagi,” Tangan kamu dingin banget…” Tambah Pak Poniran yang kembali menggenggam tangan Citra.
“Ehhh… Ngggg… Iya Pak… ” Jawab Citra sekenanya.

“Istriku Ini bandel pak… Harusnya hari ini ia ke dokter… ” Omel Marwan, “Eeeehhh…. Nggak tau kenapa… Dia malah jalan-jalan ke Mall….”
“Oooo… Istrinya bandel… Hekhekhekhek….” Kata Pak Poniran sambil terkekeh, “Nggak apa-apa ya Neng… Jaman sekarang…. Istri bandel khan udah biasa yaaa… Hekhekhek….”
“Eh… Iya pak….”

Mendadak, ditengah percakapan Citra, Marwan dan Pak Poniran, Citra dikejutkan oleh sesuatu yang mengalir turun ke kaki mulus Citra. Sesuatu keluar dari vaginanya.

“Eh Neng… Apa itu…?” Celetuk Pak Poniran sambil menunjuk kearah kaki citra,” Kok sepertinya ada yang mengkilat-kilat di kaki kamu…?”
“Eh iya Dek…. ” Sahut Marwan, “Kamu kenapa…. ? Kamu nggak apa-apa Dek…? Itu lendir apaan…?”
“Eh apa ya mas…?” Tanya Citra ikut-ikutan melirik kearah kakinya.

“Itu pasti pejuh sih Muklis Kampreeeet… ” Batin Citra sambil pura-pura tak menghiraukannya. Karena memang benar, sperma Muklis tak henti-hentinya mengalir turun dan merayap dari paha dalam Citra hingga ke betisnya.

“Eeeh anu Mas… Itu…. Anu…. Aku kebelet…. ” Bohong Citra, “Iya…. Aku kebelet Mas…. Aku harus kekamar mandi dulu… ” Ucap Citra sambil berjalan menjauh. Berharap Marwan tak mampu mengenali sperma adik kandungnya yang semakin banyak mengalir keluar dari dalam vagina istrinya.
“Kebelet….?” Tanya Marwan heran, “Kok kental gitu Dek…? Trus warnanya juga keruh…?” Tambah Marwan sambil menjulurkan tangannya ke paha dalam Citra.
“Eh… Ehh…. Kamu mau apa Mas…? Jangan ah…. Pamali Mas….” Cegah Citra yang menyadari jika Marwan penasaran akan lendir yang terus-terusan mengalir turun dikakinya itu.
“Enggak…. Mas penasaran aja…. Khawatir kamu kenapa-napa dek….” Jawab Marwan yang tanpa jijik sedikitpun, meraba lendir itu dan mengamatinya secara seksama.
“Bany anyir Dek….. Miriiiipp bau……………..” Selidik Marwan sambil mengendusi cairan lendir yang ada di tangannya, “Kamu habis ngapain sih Dek….?”

“Mungkin Mbak Citra sedang keputihan kali Wan….” Celetuk Yongki, ajudan pak Poniran. “Dulu ketika istriku hamil muda, dia juga sering seperti itu….”

“Beeneerr…. Eeeeh… ” Jawab Citra lega, “Iya Mas…. Aku… Aku memang sedang keputihan Mas…. Trus aku kebelet… Jadi mungkin karena tercampur air pipis… Jadinya ya gitu…. Bentar Mas…. Aku… Udah nggak tahan lagi Mas… ” Jawab Citra tanpa menghiraukan pertanyaan suaminya, “Aku mau ke toilet dulu yaaah….”
“Ohh…. Oke deh…. ” Jawab Marwan yang masih tetap penasaran menatapi lendir Citra yang ada ditangannya, “Eeeh…. Oh iya Dek… ” Panggil Marwan yang tiba-tiba menampakkan wajah seriusnya. Seolah ia sadar akan sesuatu.
“I…Iya Mas….” Jawab Citra heran sambil menatap wajah suaminya.

“Waduh… Ada apa ini…?” Tanya Citra dalam hati. Ia hafal, jika Marwan sudah menampakkan wajah seperti itu, berarti ada sesuatu hal penting yang akan dibicarakan.

“Nanti sehabis kamu dari toilet….Mas mau ngobrol… ” Ucap Marwan singkat

“Benar khan….?” Gerutu kata hati Citra.

“Ngobrol apa Mas…?” Tanya Citra.
“Nanti aja ngebahasnya… Sekarang kamu buruan gih ketoiletnya…. Itu lendir kamu udah makin banyak tuh keluarnya… Kamu beneran nggak kenapa-napa…?”
“Eeeemmm… Iya Mas…”
“Yaudah… Nanti Mas tunggu ya di Foodcourt lantai atas ya Dek….. Ajak Muklisnya sekalian….. Mas mau ngobrol dengan kalian berdua….”
“I… Iya Mas…” Jawab Citra panik sambil berjalan mundur meninggalkan Marwan dan ketiga orang temannya.

“Apa ya yang akan dibicarakan Mas Marwan….?” Tanya Citra dalam hati,
“Kenapa pula dia ingin mengajak ngobrol dengan Muklis….?”
“Apa dia tahu lendir ini adalah sperma…?”
“Atau mungkin dia sudah tahu….?”
“Atau jangan-jangan…. Dia sudah tahu perselingkuhanku dengan adiknya…?”

Puluhan pertanyaan, muncul dibenak Citra.

Bingung.

Khawatir.

Panik



Cerita Dewasa Keperawananku Diambil Kekasihku Dan Pergi Keluar Negeri


Perkenalkan nama saya Shanty, saya duduk di kelas 1 SMA di Bandung, tapi itu dulu. Kini saya berumur 25 tahun, menjanda, dan mempunyai seorang putri. Saya memiliki mata coklat kehitaman, rambut saya panjang sepinggang, tinggi badan saya 170 cm dan berat badan saya 58 kg dengan ukuran dada 34B, setidaknya itu ciri-ciri saya sekarang ini Dan kini saya akan menceritakan pengalaman menjanda saya yang tidak terlupakan.

Saat itu (saat saya masih SMA) sudah sekitar pukul 20 30 malam, namun teman alias pacar saya belum juga pulang Ia kelas 2 SMA di Bandung, namanya Carlos (kini ia ada di Perancis telah bekeluarga mempunyai 2 anak laki-laki) Ia anak blasteran, papanya orang Jakarta dan mamanya orang Perancis

Saya mulai bingung, “Los, kok lu belom pulang sih ?”

“Kenapa sayang ? Kamu nggak mau aku nemenin kamu? Padahal khan di rumah kamu nggak ada orang!”

Memang pada saat itu di rumahku sepi, karena orangtua saya sedang pergi ke luar kota, sedangkan pembantu saya pulang kampung karena orangtuanya sakit keras Dan saat itu kami hanya berduaan sambil menonton film yang dibawa oleh pacar saya Dia sudah mengetaui sebelumnya bahwa rumah saya itu kosong Tidak ada orang, hanya saya sendiri saja. Entah saat itu setan apa yang muncul dalam benak Carlos, tiba-tiba saja ia meraba-raba payudara saya

“Yang, aku baru kali ini nyentuh loh! Ternyata punyamu mulus juga, besar lagi ”

Saya tersentak kaget, lalu saya mencoba untuk melepaskan diri Namun ia memeluk saya lebih erat, belum lagi VCD yang dibawa Carlos membuat nafas lebih cepat dari sebelumnya. Dan di VCD tersebut muncul adegan si cowok memasukkan tangannya ke rok si cewek. Carlos melakukan hal yang sama pada saya Ia memasukkan tangannya ke dalam rok saya dan mulai mengelus vagina saya Saya lebih tersentak dari sebelumnya

“Sudah basah ya! Kamu mau nggak aku cium bibirmu, terus ntar kamu isap lidahku ya!”

Kini pelukannya semakin erat, ia mendekatkan dada saya pada dadanya lalu ia langsung melumat bibir saya Saya sungguh sangat kaget karena baru kali ini ia melakukan hal ini . Memang kami belum lama jadian, baru sekitar 2 minggu .

Dan ini pertama kalinya saya mengajaknya ke rumah dan nonton di kamar saya Ia terus memainkan tangannya di vagina saya, lalu kembali ke dada Kemudian ia tiba-tiba membuka dan merobek pakaian saya Saya mulai berontak, namun ia tetap memeluk dengan erat

“Tenang sayang Nanti juga kamu terbiasa. Adegan ini sudah tidak jarang di Perancis Lagian aku khan pacarmu sendiri Rileks ajah, nanti juga kamu katagihan ” bisiknya

Saya berontak sekali lagi, namun ia memeluk dengan lebih erat dan mulai menjilati payudara saya

“Sssh ahh mmhh su dah Car los ge li ” rintih saya

Namun lama-lama saya merasakan nikmatnya Ia melepaskan saya tiba-tiba, membuka semua pakaiannya dengan cepat, juga ia menutup gorden, dan kembali pada saya Kini ia mulai lagi meraba payudara saya dan langsung membuka kaitan BH saya.

Kini saya setengah bugil tanpa BH Kini terpampang kedua susu saya, namun kini saya tidak berontak lagi karena merasakan kenikmatan Ia lalu menarik reslueting rok saya, kemudian ia langsung membuka CD saya Ia mengelus-elus vagina saya

“Sssh shh mmhh aahh e nak Sayang ” desah saya

Kini ia memainkan penisnya di payudara saya

“Yang enak ”
“Rileks aja ya Shan !”

Ia kembali meremas susu saya, menjilatnya lalu menuju vegina saya Didekatkan penisnya ke vagina saya, dan tanpa berpikir panjang, ia langsung memasukkan penisnya ke dalam vagina saya yang masih kering

“Aaadduuhh ! Saakkiitt !” saya menjerit
“Blesp blespp ” kini penisnya sepenuhnya masuk ke dalam vagina saya

Saya hendak berteriak menahan sakit, namun ia langsung saja meremas susu saya dan melumat bibir saya lagi, sehingga saya tidak dapat berteriak Padahal kini Carlos telah menembus selaput keperawanan saya

Kini saya dan Carlos mencapai puncak, “Crroot crott ” spermanya masuk ke dalam vagina saya ”Croott croott ” dan kini saya yang mengeluarkan cairan

“Yang aku lemes nih !” kata saya

Ia menarik penisnya keluar dari vagina saya dan tidur di sebelah saya Ia membelai rambut dan mengelus-elus payudara saya

“Gimana ? Enak kan ?”

Ia bangkit dan menjilat vagina saya sambil meremas payudara saya Saya mencapai klimaks untuk yang kedua kalinya, ia langsung saja menjilati dan menghisap cairan yang keluar dari vagina saya Padahal cairan itu keluar bersama darah keperawanan saya

Setelah itu kini ia mencapai klimaks, ia memaksa saya untuk memasukkan penisnya ke dalam mulut saya Pada awalnya saya menolak, namun kini ia dengan kasarnya memasukkan penisnya ke dalam mulut saya

“Croott croott ,” saya mencoba menelan semua spermanya

Setelah itu ia kembali ke arah vagina sekali lagi, ia menancapkannya dan mulai menaik-turunkan penisnya Kini saya yang mengikuti irama gerakannya, saya mulai menggoyang pantat, dan kami berbalik Kini saya berada di atas

Carlos, dan saya mulai memaju-mundurkan pantat saya Sekali lagi kami mencapai klimaks

“Croot croott !” secara bersamaan kami mengeluarkan cairan

Setelah itu saya langsung melepaskan tubuh saya ke ranjang, ke dada Carlos, dan terlihat waktu menunjukkan pukul 22 30

“Setengah sebelas Apa kamu tidak pulang Carloss ?” tanya saya ragu-ragu
“Tidak. Aku sudah minta ijin pada Mama tadi untuk nemenin kamu ”

Lalu kami tertidur pulas karena kelelahan

Paginya Carlos membangunkan saya

“Yang, bangun !” bisiknya

Saya terbangun, “Ada apa Los ?” tanya saya refleks

“Lihat, sudah pagi Bangun dong ! Mandi yuk !”

Saya lihat jam kini sudah pukul 08 00 Saya mengangguk lemah dan pergi ke kamar mandi dengannya

Selama di kamar mandi saya menghindari Carlos, takutnya nanti ia mulai melakukannya lagi, karena saya pikir kalau terjadi lagi nanti bisa-bisa berabe dengan orangtuanya, lagi pula orangtua saya sebentar lagi pulang Saya mempercepat mandi saya, lalu segera berpakaian Kemudian saya membereskan kamar, VCD dan ruang keluarga Tidak lama kemudian Carlos selesai mandi Ia berpakaian lalu menuju ke arah saya Ia memeluk saya

“Bagaimana? Enak kan Sayang ?” bisiknya

Saya menggangguk, lalu saya teringat bahwa orangtua saya akan pulang

“Los sebaiknya kamu cepat pulang! Ortuku bentar lagi pulang, lagian nanti ortumu cemas ”
“Ortumu udah mau pulang? Ya, nggak apa-apa Kenapa? Takut? Aku sih nggak! Ama calon mertua sendiri kok takut?”

Aku kaget, “Calon mertua ?”

“Iya Aku khan mau tanggung jawab atas kelakuanku! Baru kali ini loh aku melakukannya! I Sueerr !”
“Gombal! Bohong! Kamu waktu kemarin bilang kalo udah sering!”
“Aku khan cuman bo’ong! Ya udah deh gue pulang! VCD-nya buat elo aja! Shin, besok loe mau khan maen ke rumah gue! Khan besok Sabtu! Loe mau lagi khann ?”
“Aku tanya dulu ama ortuku ”
“Oke deh! Bye ”

Sejenak saya ingin menangis, kini saya tidak perawan lagi! Apa benar Carlos mau bertanggung jawab. Kini saya mulai merasa bahwa masa depan saya suram Ini semua gara-gara saya mengajaknya ke rumah karena saya merasa kesepian Namun tidak lama kemudian ada suara orang yang mengetuk pintu

Saya membuka pintu, namun yang saya temukan bukanlah kedua orangtua saya, namun paman dan bibi saya yang menggunakan pakaian hitam dan bibi berlinangkan air mata Segera saya tarik bibi ke dalam sebelum ia berbicara, saya sudah mengerti dari semua ini Saya ingin berteriak namun saya sadar bahwa tidak ada gunanya

Segera saya mengganti pakaian, kini saya bersama bibi dan paman menuju pemakaman

“Kapan terjadinya Bi ? Apa yang terjadi ?” tanya saya membuka pembicaraan

“Kemarin lusa Shin! Orangtuamu mendapat kecelakaan. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit, namun dokter tak bisa menolong Karena kaca yang pecah tepat mengenai jantung ayahmu, dan ibumu tertusuk pada nadi tangannya ”

Sepanjang perjalanan saya menangis sambil memikirkan Kini saya sudah SMA, kini saya tidak punya orangtua, terlebih lagi keperawanan saya suda direnggut oleh pacar saya Saya sungguh-sungguh memikirkan hal ini. Setelah dari pemakaman saya segera pulang Saya melihat Carlos sudah menunggu saya .

“Aku sudah tahu semuanya dari Irma,” katanya membuka pembicaraan

Memang saat saya ke pemakaman ada Irma di sana

“Shan, aku serius kini Aku sungguh-sungguh tak tau Aku sendiri kaget karena beritanya tiba-tiba dari ortuku

Besok aku akan pulang ke Perancis karena mamaku bilang aku akan meneruskan studiku di sana Padahal di sini pun aku baru 2 bulan Tapi aku tadi bilang pada mamaku bahwa aku akan mengajak kamu Mamaku setuju dan aku segera ke sini Saat aku tiba, Irma telepon padaku Ia menceritakan semuanya ”

“Maaf Carlos Aku tidak bisa ikut! Orangtuaku baru saja meninggal, dan kini aku harus ikut kamu keluar negeri ?”
“Tapi Shan , kamu kamu sudah aku renggut harta yang paling berharga darimu, aku mau tanggung jawab ”
“Tidak aku tidak bisa ikut denganmu ”

Terjadi berdebatan antara saya dengan Carlos saat itu, dan segera saja ia pergi meninggalkan saya selamanya. Beberapa bulan kemudian saya merasakan mual dan pusing, tadinya saya pikir hanya gejala masuk angin, tapi ternyata setelah saya periksakan ke dokter, saya hamil Berbagai macam cara saya tempuh untuk menggugurkan bayi ini namun bibi melarang saya. Bibi sudah mengetahui semuanya

“Shin, bayi ini tak berdosa, jangan kau bunuh dia Biarkan saja dia tetap hidup, biarkan kau melahirkannya Lagi pula kau sudah keluar dari sekolahmu ”

Memang, setelah orangtua saya meninggal, saya keluar dari sekolah Dan kini saya hanya berkeinginan melahirkan anak saya 9 bulan kemudian saya melahirkan seorang anak perempuan,

Kini saya hidup menjanda pada umur 20 tahun Setelah beberapa minggu saya melahirkan, saya mulai mencari pekerjaan, namun tidak ada yang mau menerima karena saya tidak lulus SMA Lalu dengan berat hati saya bekerja di klub malam.

Dan sampai sekarang saya yang menjanda masih bekerja di klub malam di Bandung. Anak saya titipkan pada bibi, dan seminggu sekali saya menjenguknya Setiap kali melihatnya ada rasa sakit menusuk di hati Anak putri saya ini cantik, ia memiliki hidung mancung dan kulit putih seperti ayahnya, sedangkan rambutnya seperti saya, lurus panjang.

Dan saya berharap agar anak saya ini di kemudian hari tidak mengalami nasib menjanda yang sama seperti saya


Cerita Dewasa Pelajar Wanita Perawan Diperkosa Di Gubuk Sepi


Cerita ini bermula ketika sedang jalan jalan tak sengaja melihat seorang pejar SMA yang cantik dan seksi itu, kelihatanya dia masih perawan, dalam hatu aku harus bisa sex dengan nya. Penasaran ? lanjutttt…

Saat pulang dijalan yg biasanya dia lalui tiba tiba ada sepasang tangan yg kekar memaksa dan menarik Sonya dari belakang kemudian gadis yg berjilbab cantik itu diseret ke dalam perkebunan karet yg sepi, dia sempat memberontak tapi apa ada kekuatan gadis berjilbab itu hanyalah seberapa kecil dari pria kekar itu.
Kisah kelam yg di alami Matha gadis berjilbab itu dimulai dia diseret sampai menuju gubug yg nampaknya tempat itu sebagai istrihat petani sekitar, tapi saat itu memang sepi karena waktu sudah menunjukan malam hari, Dijungkalkannya tubuh Sonya ke atas matras yg ada didalam ruangan gubuk itu seraya melucuti pakaiannya sendiri hingga telanjang bulat. Nampak kemaluan pria bertopeng itu mengacung tegak sepertinya ia sudah tidak sabar lagi memperkosa siswi SMK berjilbab itu.

“Ough… ohh.. ohh.. ternyata enak sekali memekmu ini sayg.. Ohh.. ohh.. sempit sekali sihh..? masih peret nihh Uhh.. Ohh… Ouh”, seloroh itu diantara tarian maksiatnya menikmati kehangatan daging belia korbannya ini. “Ahh…! ahh..! aduhh..! perih Pak.. Oh.. oh.. jangan keras-keras.. uhh..ahh”, pinta Sonya itu akhirnya. “Enak sayg?! Hah?! Bagaimana sekarang?! Masih sakit yach?! aduh kasihan.. tahan sebentar yahh manisku? Ohh.. ohh.. Ouh..”, balas lelaki itu yg asyik menggenjot vag1na milik siswi berjilbab itu. “Sshh.. ahh… sshh.. ohh.. pelan-pelan Ppakk.. ahh.. ahh.. ahh”, pintanya di sela-sela tubuhnya yg terhentak- hentak tanpa perlawanan lagi.
Sonya yg terlentang diatas matras nampak panik seraya menjerit ia berusaha kabur. Namun apadaya sebuah pukulan keras mendarat telak diperutnya. ?Akkhh??, pekiknya tertahan menahan sakit sambil terjerembab diatas matras. Tubuhnya terbaring melengkung dgn tangannya memegangi perutnya yg ditonjok tadi. Belum sempat hilang rasa sakit pukulan diperutnya tadi tiba-tiba pria bertopeng yg telah telanjang bulat itu menyingkap rok abu-abu panjang seragam sekolahnya keatas sampai sebatas pinggang.

Nampak sepasang paha dan betis mulus miliknya dihiasi sepasang sepatu kulit serta kaus kaki putih panjang. “Ampun pak tolong jangan perkosa saya”, pinta Sonya memelas. Pria bertopeng itu tidak menghiraukannya malah menampar wajah cantiknya hingga siswi berjilbab itu tidak mampu berkata apa-apa lagi selain menjerit tertahan sambil menangis tersedu-sedu.Tangan kasar pria itu mulai melucuti celana dalam Sonya.

Belahan vag1na yg nampak ditumbuhi bulu-bulu halus miliknya kelihatan mengundang selera pria itu. Diraba-rabanya vag1na dara berjilbab yg masih mengenakan seragam sekolah namun rok abu-abu panjangnya yg sudah tersingkap itu dgn tangan kanannya sembari terkadang jari tengahnya masuk menusuk-nusuk kedalam. Gadis berjilbab itu menggelinjang seraya kedua tangannya mencengkeram erat pinggiran matras.
Seumur hidupnya belum pernah ia merasakan perlakuan seperti ini. Dalam hati Sonya hanya bisa menjerit seraya mengutuk nasibnya yg sial. Kepalanya yg terbungkus rapi jilbab warna putih itu hanya bisa menggeleng-geleng pelan seraya menahan perasaan aneh yg mulai merasuki dirinya. dgn air mata berlinang bibirnya mendesah pelan sedangkan tubuhnya terkadang menggelinjang pelan.

Kelihatannya perlakuan pria bertopeng itu perlahan membuat alam bawah sadarnya mulai terangsang. Kemaluan milik siswi berjilbab itu perlahan mulai basah oleh lendir yg keluar dari dalam vag1na.Melihat calon korbannya itu mulai terangsang akibat permainan jemarinya tangan kiri sang pria durjana beringsut menjamah kancing hem putih seraya melepasnya satu persatu sembari tangan kanannya tetap mengobel kemaluan si dara berjilbab.
Tampak sepasang payudara nan ranum milik ABG berjilbab yg tertutup oleh BH dan bawahan jilbab putihnya. Disibaknya bawahan jilbab putih itu seraya menyingkap BHnya. Payudara yg bulat padat dgn sepasang putting coklat nampak tegak mengacung. Lalu tangan kiri pria durjana itu kini sibuk memilin dan meremas putting dan buah dada milik Sonya. Semakin lama gerakan mengelinjang tubuh siswi berjilbab itu semakin intens.
Nafasnya naik turun terengah-engah sedang bibirnya mendesah perlahan. Kelihatannya ABG berjilbab itu mulai tenggelam dalam birahi akibat perlakuan lelaki bertopeng itu. Jemari kanan pria itu mulai basah oleh cairan yg mengucur dari dalam vag1na Sonya. Dan lelaki bertopeng itupun menghentikan permainan jemarinya dari vag1na dan buah dada dara SMK berjilbab itu.

Pria itu ingin segera merasakan kenikmatan vag1na legit milik korbannya itu. Dilebarkannya kedua paha sang gadis berjilbab itu seraya mengarahkan p3nis yg besar miliknya kearah vag1na Sonya. Dan, “Aakkhhh…”, jerit gadis berjilbab itu menahan rasa sakit yg ada diselangkangannya itu. Matanya terpejam seraya menggigit bibir bawahnya. Kedua tangannya mencengkeram erat matras. Nafasnya tersengal-sengal menahan sakit.
Perlahan senti demi senti p3nis pria itu berpenetrasi kedalam vag1na perawan sang siswi berjilbab korbannya. Belahan vag1na dara itu nampak menggembung seiring dgn masuknya p3nis tersebut. Sesaat kemudian ia memberi nafas kepada gadis belia berjilbab yg ditidurinya itu agar kemaluannyanya dapat menyesuaikan diri terlebih dahulu dgn ukuran p3nisnya yg begitu besar merangsang, sehingga terlihat bibir kemaluannya telah ikut melesak masuk kedalam pula tatkala dipaksa harus menelan batang p3nis lelaki itu yg kini sudah menancap pada vag1nanya disela-sela kedua belah pahanya yg terbuka.

Kenikmatan demi kenikmatan yg dirasakan oleh bajingan itu ternyata sangat bertolak belakang sekali dgn apa yg dirasakan siswi berjilbab itu kini. Ia yg baru kali ini di sebadani oleh seorang lelaki begitu merasakan kesakitan yg amat tak terperikan. Jeritannya yg tertahan begitu terdengar berulang kali seakan tiada henti mengiringi kemenangan lelaki perkasa itu yg berhasil menaklukkannya dan membuat Sonya dgn terpaksa merelakan keperawanannya tanpa ampun dibawah dekapan lelaki bajingan yg memperkosanya secara brutal ini.
Sementara jilbab putih sebahu milik gadis itu seakan terlecut-lecut mengikuti arah kepalanya yg terus terbanting- banting di atas matras ke kiri dan ke kanan seakan tak rela atas apa yg terjadi menimpa dirinya ini. Linangan air matanya turun berderai lagi membasahi kembali kedua pipi mulusnya serta mengisi alur bekas air mata lalunya yg telah mengering.

Didekapnya tubuh gadis belia berjilbab yg kini berada dibawahnya dan dada bidang perkasa nan sarat dgn bulu- bulu lebatnya itu menekan kedua belah payudara korbannya. Wajah lelaki itu menelusuri leher jenjang yg tertutup jilbab putih dari siswi SMK itu sehingga membuat kepala Sonya tak lagi dapat bergolek kesana kemari.
Dipagutnya leher jenjang sang perawan berjilbab itu dgn rakusnya dari pangkal telinga sampai pundak kanannya, melumuri area itu dgn air liur kemenangannya. Puting susu sebelah kiri gadis itu yg semakin mekar ranum memerah dipilin oleh pertemuan ibu jari dan telunjuk tangan kanannya yg kasar, dgn gencar diremas-remasnya bongkahan daging susu yg masih mencuat indah keatas dan sama sekali belum kelihatan turun sama sekali serta masih berbentuk bulat kenyal dan memadat indah mempesona nan menghiasi bagian dadanya yg jatuh dalam dekapan sang pria jahanam itu.

Ciuman ganas penuh birahi yg luar biasa buas dari sang durjana kepada korbannya menutupi suara erangan dan rintihan siswi berjilbab itu. Kedua bibir dari insan berlainan jenis ini bertemu seketika dalam peraduan adegan indah persetubuhan nan terlarang itu. Lidah lelaki itu telah memasukki rongga mulut mungil sang dara berjilbab yg terpejam erat dan menari-nari di dalamnya berusaha Terus didera bertubi-tubi ciuman sang lelaki, kini Sonya hanya bisa pasrah merelakan lidahnya yg telah dikaitkan oleh tarian lidah lelaki tersebut yg elastis,kadang pula lemas seperti tali yg meliuk-liuk maupun mengait lidah mungilnya.
Setelah dirasanya telah puas mencicipi keperawanan sang dara, kini p3nis yg cukup lama terbenam di dasar vag1na itu kini ditariknya perlahan dan kedua jembut mereka yg tadinya melekat erat seakan telah menjadi satu itu mulai terpisah ruah. “Psshh…! sleph.. wes hewess..!”, suara yg ditimbulkan dari pelepasan batang pelir yg tertancap pada kemaluan sang perawan itu begitu sangat khas sekali di telinga dan proses terenggutnya kesucian gadis berjilbab itu dimulailah.

Kini seiring dgn pergerakan urat intim lelaki jahanam itu yg telah keluar sepertiga dari ukuran batangnya dari dalam belahan intim kemaluan dara berjilbab itu yg merekah membuat bibir-bibir vag1na korbannya menjadi ikut tertarik sampai monyong kedepan. Bersamaan itu pula dari sela-sela lubang vag1nanyanya dimana kulit-kulit kemaluan bajingan itu bersarang didalamnya, kini tampak berkilat-kilat basah oleh lendir vag1nanya yg melumasi jajaran tonggak daging pelirnya mulai menetes darah segar kesuciannya yg pada akhirnya berhasil direnggut paksa jua dari tubuhnya.

“Mmpphff! Ugh! Ughff!!”, itulah suara rintihan dari seorang dara berjilbab yg terdengar saat keperawannya telah terenggut seutuhnya oleh sang lelaki maniak durjana pemetik bunga nan penuh nista ini, sementara sela-sela vag1nanya yg telah diluluh lantakkan itu masih berdesis-desis tatkala melepaskan batang pelir lelaki tersebut dari dasar peranakkannya diiringi senyum kemenangan kepala rampok itu.
Mulut lelaki itu melahap belahan payudara kanan gadis itu dan menelan puting susunya sekaligus, lalu disedot- sedot dgn buas penuh dgn nafsu hewaniah. Tubuh setengah telanjang siswi SMK berjilbab itu sampai menggeliat-liat dibuatnya seiring dgn dimulainya hentakkan pinggul lelaki itu diantara kedua kaki indah mengangkang dgn rok panjang abu-abu yg tersingkap sampai sepinggang.

Kini korbannya yg mengenakan jilbab putih itu telah takluk pada kejantanannya. Derai-derai air mata di pipi mulusnya itu telah dibersihkan pula oleh telapak tangannya yg kekar. Sepasang betisnya yg masih mulus terbentang kencang itu kini dikepitnya diantara kedua ketiak dari lengan perkasanya kiri dan kanan. Kaki-kaki indah yg masih memakai sepatu warna hitam dgn kaus kaki panjang berwarna putih yg terjuntai itu tampak bergerak-gerak seiring hujaman lelaki bajingan itu pada lubang vag1nanya dan seragam putih abu-abu yg teringkap itu sudah bermandikan oleh peluh persetubuhan terhempas- hempas dibuatnya.

Dengan posisi setengah jongkok lelaki jahanam itu terus menggenjot tubuh Sonya yg masih begitu kencang dan padat diusia mudanya. Kedua tungkai paha gadis itu kini ditekan oleh kedua tangannya sehingga kangkangannya semakin jelas dan lebar dgn kedua tumit kaki indahnya bertumpu pada kedua belah pundak berkulit gelap sang durjana tersebut.

Wajahnya yg cantik dgn jilbab putihnya semakin mendongak kebelakang Kedua kakinya semakin tertarik keatas bertopang pada pundak kiri dan kanan sang lelaki jahanam yg telah leluasa menikmati kehangatan tubuh mudanya itu. Dalam posisi yg sebegitu rupa ini membuat bongkahan dari pantat gadis yg berkulit putih mulus licin itu semakin mencuat keatas mempertontonkan lonjakan-lonjakan kejantanan lelaki itu yg masih terlihat seret keluar masuk pada vag1nanya.

Kedua biji pelir lelaki itu yg terpontang-panting menabrak-nabrak jalan masuk lobang pantatnya semakin nyata mengiringi lelehan lendir kewanitaannya yg telah bercampur aduk dgn darah kesuciannya nan terus menggenangi mulut vag1nanya dan dijadikan bulan- bulanan olehnya. Cairan surgawi kepunyaan gadis berjilbab itu telah merembes sampai membasahi lubang anusnya yg begitu kecil tak berdaya nan berwarna merah muda sungguh menawan hati ini beserta bercak-bercak darah keperawanannya yg telah direnggut Matras tempat tumpuan adegan persetubuhan mereka itupun mulai berdentum-dentum seiring dgn suara decakan peret pada lubang kemaluan dara berjilbab yg digagahi oleh bajingan zina ini.

Senang sekali sang bajingan itu mendapati korbannya kini telah pasrah melayani keinginannya. “Jangan ditahan terus dong ku ini sayg.. terima saja apa adanya.. lebarkan kakimu supaya tidak terlalu sakit lagi manisku.. ohh.. ohh.. legit sekali kepunyaanmu ini.. ohh”, perintah itu yg kiranya langsung dipatuhi oleh gadis cantik berjilbab itu yg semakin membuka rentangan kakinya hingga semakin jelas bibir memeknya yg melesak ke dalam dan memonyong ke depan mengikuti hunjaman p3nis besar yg tertanam didalam isi belahan daging surganya.

Liang anus gadis berjilbab itu juga turut mengembang dan menguncup terkena pukulan-pukulan kedua biji p3nis lelaki jantan itu yg terbanting-banting di bongkahan pantat yg mungil mengangkang seakan sengaja ia mempertontonkan miliknya yg indah namun terlarang Kedua tubuh itu terus bergumul seakan tak peduli lagi akan keadaan malam yg semakin larut dalam keheningannya, seakan tak terpisahkan lagi dalam gelora nafsu membara yg menyala-nyala dikamar gubuk yg telah pengap dan sesak oleh permainan asmara nista berbirahi hina ini.

Meskipun telah lewat masa seperempat jam berlalu, namun tak membuat lelaki perkasa itu mengendorkan goygan pinggulnya dan terus melesak-lesakkan pelirnya mengaduk-aduk isi dalam lubang kemaluan dara berjilbab itu yg telah sembab membengkak dan semakin memerah warnanya. Tak lama kemudian tubuh dgn hem putih lengan panjang yg terbuka dgn rok abu-abu panjang yg tersingkap sepinggang itu yg berada dibawah lelaki durjana tersebut menggelinjang kencang seiring dgn luapan puncak orgasmenya yg kedua.

Perut rampingnya yg dihiasi pusarnya nan begitu indah tampak berkedut-kedut mengikuti gelinjangan tubuh setengah bugilnya. Kedua kakinya yg masih bersepatu itu kini menendang-nendang di udara menahan luapan puncak kenikmatannya yg melanda sekujur tubuh dgn hem putih lengan panjang yg terbuka itu. Dan belum lagi kelojotan siswi berjilbab itu terhenti, lelaki itu segera mencabut p3nisnya dari dalam liang vag1nanya yg tengah bergetar didera arus birahi sanggamanya. “Wess hewess.. poof!!”, begitulah suara yg dihasilkan saat batang kejantanan lelaki itu dicabut dari jepitan lubang kemaluan Sonya yg telah kehilangan keperawanannya ini.
Sekujur kulit luar dari p3nis nan demikian perkasanya penuh dgn lelehan lendir vag1na yg bercampur dgn lumuran darah segar kesucian siswi SMK berjilbab cantik itu yg belepotan melumuri tonggak daging kejantanannya yg masih mengacung tegak mengangguk-angguk. Kedua tungkai kaki gadis itu di angkat keatas tinggi-tinggi dari matras sehingga ujung kaki yg masih mengenakan sepatu itu terjuntai indah menggantung tanpa daya.

Di dalam sepatunya itu kedua otot dari jari-jari kaki indahnya mengatup dan membuka sangat cepat sekali bergantian membendung gelora birahinya yg kembali telah berhasil dibangkitkan oleh lelaki itu. Bongkahan pantatnya terhidang jelas tepat berada pada wajah lelaki itu yg menadahkan lidahnya pada perbatasan antara belahan bibir vag1na gadis berjilbab putih tersebut dgn daerah duburnya dan ia tempelkan disitu.
Berikutnya dari mulut vag1nanya yg kini sudah tak berbentuk garis vertikal yg sempit seperti tadi itu, malah kini telah terpecah menjadi dua garis bergelombang dgn kelentitnya yg bengap dan basah itu terkuak sejelas- jelasnya disertai oleh lelehan lendir memeknya keluar dari lubang senggamanya nan semakin merekah menjadi sebesar ukuran sebutir telur burung puyuh.

Cairan yg keluar dari vag1na itu langsung ditelan oleh lelaki itu dgn rakusnya bak orang yg tengah kehausan nan amat sangat. dgn lahapnya jilatan lidah lelaki itu sampai menyeruak-ruak kedalam isi belahan kemaluan korbannya, menyapu segenap dinding bagian dalam vag1na gadis malang itu sampai licin tandas tanpa tersisa sedikitpun. Tubuh dgn hem putih lengan panjang yg terbuka milik dara itu kini terjerembab pada hamparan matras yg terbentang awut-awutan disana sini dan ditengahnya telah terdapat noda darah dari kesuciannya.

Jilbab putih yg dikenakannya pun basah oleh keringat yg menucur deras dari kepalanya. Selain itu sebagian rok panjang abu-abu seragamnya dibasahi oleh keringat keduanya dan juga lendir- lendir yg berasal dari kedua kelamin yg berbeda jenisnya tersebut. Keletihan yg amat sangat mendera tubuh dgn seragam sekolah yg tersingkapnya kini telah lusuh tanpa tenaga lagi, seakan tulang-tulangnya telah terlolosi semuanya.
Belum lagi usai mengatur helaan nafasnya yg masih menderu-deru, tetapi kini tubuh setengah telanjang gadis itu yg ramping itu dibalikkan secara paksa oleh lelaki itu sehingga tertelungkup. Tangan-tangan kurang ajarnya menyusupi bagian bawah perutnya yg telah menempel pada kasur ranjangnya, setelah itu ditariknya keatas, dan bongkahan pantat gadis yg telah lemas itu terjungkit keatas kini.

Bajingan itu menekuk kedua lutut korbannya sampai pantatnya tampak dalam posisi menungging. Agaknya ia akan menyetubuhi dara itu dgn mengambil gaya dari yg tengah kawin. Namun sebelum itu tangannya berpindah lagi menyingkap rok abu-abu panjang milik Sonya yg sempat terjuntai kebawah menutupi pantatnya. Lalu ditelusurinya pantat itu dgn jemarinya dan menemukan posisi lubang anusnya berada, lalu lidah lelaki itu menyusupi kekedalaman belahan duburnya itu tanpa rasa jijik sama sekali mengingat lubang itu biasa digunakan untuk buang hajat.

Tetapi apalah artinya batasan itu jika dibandingkan dgn nilai kenikmatan yg dapat ia peroleh dari kelezatan anusnya sang gadis muda berjilbab dgn mengabaikan aroma tak sedap yg terpancar dari dalamnya. Setelah puas menjilati dubur dari sang siswi SMK yg begitu sangat lezat baginya ini, kini tubuh lelaki itu berlutut dihadapan tunggingan pantat korbannya, setelah itu batang p3nisnya kembali ia selusupkan ke dalam vag1na gadis itu yg telah kehabisan suaranya karena kecapaian melayani birahi lelaki perkasa ini.
Bajingan itu memperkosa vag1nanya dari arah belakang tanpa peduli sama sekali terhadap perasaan korbannya, yg ada hanyalah nafsu yg harus ia tuntaskan walaupun harus mempertaruhkan dirinya yg sewaktu- waktu dapat tertangkap oleh aparat hukum. Kembali kedua tubuh itu menyatu dan jembut yg menghiasi bawah perut lelaki itu seakan terjepit pula ke lubang anus dara bidadari cantik berjilbab ini tatkala p3nisnya terus menyodok-nyodok isi dalam liang kemaluannya.

Menjelang tengah malam, sepasang insan berlainan jenis itu meraih orgasmenya untuk yg ketiga kalinya dalam posisi menungging, namun baru kedua kali jikalau dihitung dari saat mula Sonya disetubuhi lelaki jahanam tersebut. Malangnya pelajar berjilbab itu tak sadarkan diri lagi usai mencapai puncak surga duniawinya dari lelaki itu yg staminanya begitu sangat luar biasa.
Rasanya jarang sekali lelaki yg mempunyai daya tahan tubuh seperti pria durjana bertopeng ini Setelah puas mereguk cairan lendir madu surgawi yg telah dihasilkan kembali oleh vag1na gadis itu pada puncak kenikmatannya tadi. Ia menelentangkan kembali tubuh gadis berjilbab itu yg telah pingsan dan menaruh kedua tumit dari kaki dara itu yg setengah telanjang ke kanan kiri bahunya lagi untuk kemudian menggenjot kembali tubuh si siswi belia berjilbab ini dgn brutal.

Tampak sekarang pompaan p3nis lelaki ini pada vag1na korbannya terus bertambah kecepatannya, sementara hamparan matras dibawahnya itu telah benar-benar basah oleh keringat keduanya yg semakin memanas. Andai saja Sonya tidak sadarkan diri seperti sekarang ini, mungkin ia akan meminta ampun karena pasti vag1nanya akan terasa nyeri diperlakukan sedemikian brutalnya oleh pemerkosa tersebut.
Barulah pada pukul setengah satu pagi, tubuh lelaki itu bergetar hebat diatas tubuh korbannya yg pingsan untuk sekian lamanya dan tanpa sepengetahuan siswi SMK berjilbab nan cantik ini, bajingan itu memuntahkan segenap akhir puncak dari nafsunya yg meledak-ledak kedalam tubuhnya. Paha yg terbuka membentuk huruf “V” dari tubuh Sonya itu ditekannya kuat-kuat.

Tubuh kekarnya seakan telah lekat menjadi satu dgn korbannya. Akhirnya lelaki itu sedang memuntahkan seluruh persediaan cairan mani lelakinya yg sejak tadi tersimpan di kedua belah biji p3nis besarnya nan perkasa. Cairan mani dari kemaluan lelaki itu yg mengandung benih-benih cintanya kini memuncrat- muncrat mengisi rongga rahim siswi berjilbab itu yg tengah dalam keadaan subur malam itu.

“Croot..! serr.. serr.. creet.. cret!”, benih lelaki itu begitu tersembur dgn sangat cepat menyemburat kuat ke dalam isi dasar belahan vag1na Sonya sang siswi SMK berjilbab yg dikangkanginya tanpa pelindung sama sekali.

Gadis belia berjilbab itu hanya diam terpana merasakan lahar panas mengalir deras kedalam liangnya…..”Ahhhhhhh…….. ….”, pekik puas pemerkosa bertopeng itu sembari kedua tangannya mencengkeram rok abu-abu panjang seragam sekolah Sonya yg tersingkap sepinggang. Lalu durjana itupun rubuh menindih tubuh korbannya dgn rasa puas tak terkira. Suasana ruangan di gubuk itu kembali sepi yg nampak hanyalah pemandangan seorang pria bertopeng telanjang bulat sedang menindih tubuh seorang perempuan belia berjilbab putih dgn seragam putih abu-abunya telah tersingkap serta awut-awutan.