WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

Blogroll

Menjadi Pemuas Sex Penjaga Sekolah


Dari pada menginap di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh. Selama seminggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau kalau Uni Tati berusia 40 tahun. Suaminya sudah meningal 2 tahun lalu karena kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai. Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di Jakarta, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Uni jalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, biasanya ke mal karena waktunya sempit. Kami sudah berencana pas hari Sabtu akan jalan-jalan ke Taman Safari

Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor yaitu harus mengawasi pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Uni jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua. Sebetulnya aku agak males kalo nggak ada istriku. Aku merasa risih harus jalan berdua Uni karena orangnya pendiam. Akupun menduga Uni pasti nggak mau. Tapi tanpa dinyata ternyata Uni menyetujui usul istriku.

Pagi-pagi banget istriku sudah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Uni yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi. Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Uni Tati sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Uni. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.

Kuatur jebakan untuk memancing Uni. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. Dengan berlilit handuk aku menunggu kepulangan Uni dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Uni memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit. Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci. Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Uni. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas.Cerita Sex Kakak Ipar

Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Uni melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh dan juniorku yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini. Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Uni. Dari bakik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Uni pasti melihat tubuhku yang polos dengan junior yang tegak berdiri.

Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak. Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalo ada orang. Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang. “E..eee…maaf Uni, aku kira nggak ada orang,” kataku seraya mendekati pintu seolah-olah ingin menutup pintu. Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Uni terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya.Cerita Sex Kakak Ipar

Dengan tenangnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Uni dan sekali lagi memohon maaf.
“Maaf ya Uni, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumah ini,” kataku sambil berdiri didepan pintu mau menutup daun pintu.

Tiba-tiba seperti tersadar Uni bergegas meninggalkanku sambil berkata “i…i…iya , tidak apa-apa…..”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku. Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas smengetok pintu kamar Uni. “Ada apa Andy,” ujar Uni setelah membuka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan. “Uni, maafkan Andy ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini,” kataku merangkai obrolan biar nyambung.Cerita Sex Kakak Ipar

“Nggap apa-apa, cuma Uni malu hati, sungguh Uni malu melihat kamu telanjang tadi,” balasnya tanpa mau menatap aku. “Kenapa musti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Uni kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu,” kataku memancing reaksinya.

“Sejujurnya Uni tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Yang Uni malu, tanpa sadar Uni terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Uni sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Uni seperti terpana,” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan. Aku jadi ngak tega. Kudekati Uni dan kuberanikan memegang pundaknua seraya menenangkannya.Cerita Sex Kakak Ipar

“Sudalah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau.” Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja.

Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk saat Uni sudah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Uni diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.Cerita Sex Kakak Ipar

“Jangan Ndy…dosa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku. Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Daam usaha kedua Uni sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Ucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran…putting susu sebelah kiri. Uni menggeliat.

Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Uni menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.

Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , Uni diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku……..Uni masih diam.

Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku….turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai keujung jempol kaki. Aku tidak merasa jijik karena tubuh Uni yang putih bersih sangat membangkitkan gairah.

Kukangkangkan kakinya, uni masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Uni tiba-tiba berteriak ,” Ahhhhhhhh……..”Cerita Sex Kaka Ipar

“Kenapa Uni….Sakit?,” tanyaku. Uni hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Uni menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung..”Andyyyyyyy… ayo Andy….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Andy tuntaskan….Uni udah nggak tahan,” katanya.Cerita Sex Kakak Ipar

Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan juniorku kelobah surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Uni semakin menggelinjang.

Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Uni meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya. Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh…….,” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya.Cerita Sex Kakak Ipar

Tiba-tiba aku didikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku. “Jangan keluarin didalam ….aku lagi subur,” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.
Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya. “Baik Uni cantik, Andy keluarin diluar ya,” balasku sambil kembali memasukkan Junior ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Uni agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Uni menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.Cerita Sex Kakak Ipar

Dan sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Uni dan kugencet batang juniorku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali juniorku meludah. Sekujur tubuh Uni yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Uni bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.

“Andy…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Uni rasakan,” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.

Dengan persetujuan Uni, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Uni nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sessi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Uni. Kalo permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.Cerita Sex Kakak Ipar

“Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Uni. Sampai Uda meninggal, Uni tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini. Sebetulnya Uni masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Uni sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh.” Cerita Uni sebelum kami sama-sama tertidur pulas.

Sedarah Kakak Ipar


Dari pada menginap di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh. Selama seminggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau kalau Uni Tati berusia 40 tahun. Suaminya sudah meningal 2 tahun lalu karena kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai. Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di Jakarta, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Uni jalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, biasanya ke mal karena waktunya sempit. Kami sudah berencana pas hari Sabtu akan jalan-jalan ke Taman Safari

Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor yaitu harus mengawasi pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Uni jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua. Sebetulnya aku agak males kalo nggak ada istriku. Aku merasa risih harus jalan berdua Uni karena orangnya pendiam. Akupun menduga Uni pasti nggak mau. Tapi tanpa dinyata ternyata Uni menyetujui usul istriku.

Pagi-pagi banget istriku sudah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Uni yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi. Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Uni Tati sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Uni. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.

Kuatur jebakan untuk memancing Uni. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. Dengan berlilit handuk aku menunggu kepulangan Uni dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Uni memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit. Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci. Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Uni. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas.Cerita Sex Kakak Ipar

Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Uni melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh dan juniorku yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini. Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Uni. Dari bakik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Uni pasti melihat tubuhku yang polos dengan junior yang tegak berdiri.

Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak. Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalo ada orang. Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang. “E..eee…maaf Uni, aku kira nggak ada orang,” kataku seraya mendekati pintu seolah-olah ingin menutup pintu. Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Uni terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya.Cerita Sex Kakak Ipar

Dengan tenangnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Uni dan sekali lagi memohon maaf.
“Maaf ya Uni, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumah ini,” kataku sambil berdiri didepan pintu mau menutup daun pintu.

Tiba-tiba seperti tersadar Uni bergegas meninggalkanku sambil berkata “i…i…iya , tidak apa-apa…..”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku. Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas smengetok pintu kamar Uni. “Ada apa Andy,” ujar Uni setelah membuka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan. “Uni, maafkan Andy ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini,” kataku merangkai obrolan biar nyambung.Cerita Sex Kakak Ipar

“Nggap apa-apa, cuma Uni malu hati, sungguh Uni malu melihat kamu telanjang tadi,” balasnya tanpa mau menatap aku. “Kenapa musti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Uni kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu,” kataku memancing reaksinya.

“Sejujurnya Uni tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Yang Uni malu, tanpa sadar Uni terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Uni sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Uni seperti terpana,” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan. Aku jadi ngak tega. Kudekati Uni dan kuberanikan memegang pundaknua seraya menenangkannya.Cerita Sex Kakak Ipar

“Sudalah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau.” Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja.

Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk saat Uni sudah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Uni diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.Cerita Sex Kakak Ipar

“Jangan Ndy…dosa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku. Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Daam usaha kedua Uni sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Ucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran…putting susu sebelah kiri. Uni menggeliat.

Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Uni menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.

Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , Uni diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku……..Uni masih diam.

Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku….turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai keujung jempol kaki. Aku tidak merasa jijik karena tubuh Uni yang putih bersih sangat membangkitkan gairah.

Kukangkangkan kakinya, uni masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Uni tiba-tiba berteriak ,” Ahhhhhhhh……..”Cerita Sex Kaka Ipar

“Kenapa Uni….Sakit?,” tanyaku. Uni hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Uni menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung..”Andyyyyyyy… ayo Andy….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Andy tuntaskan….Uni udah nggak tahan,” katanya.Cerita Sex Kakak Ipar

Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan juniorku kelobah surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Uni semakin menggelinjang.

Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Uni meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya. Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh…….,” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya.Cerita Sex Kakak Ipar

Tiba-tiba aku didikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku. “Jangan keluarin didalam ….aku lagi subur,” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.
Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya. “Baik Uni cantik, Andy keluarin diluar ya,” balasku sambil kembali memasukkan Junior ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Uni agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Uni menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.Cerita Sex Kakak Ipar

Dan sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Uni dan kugencet batang juniorku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali juniorku meludah. Sekujur tubuh Uni yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Uni bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.

“Andy…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Uni rasakan,” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.

Dengan persetujuan Uni, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Uni nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sessi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Uni. Kalo permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.Cerita Sex Kakak Ipar

“Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Uni. Sampai Uda meninggal, Uni tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini. Sebetulnya Uni masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Uni sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh.” Cerita Uni sebelum kami sama-sama tertidur pulas.

Kurenggut Kesucian Primadona Sekolah


Hari telah senja awan mendung pun mulai menyelimuti kota metropolitan ini membuat suasana semakin gelap, di saat itu di sebuah SMU Negeri terkenal di kota itu nampak gadisgadis membubarkan diri dari sebuah ruang aula olahraga. Mereka mengakhiri latihan rutin paduan suaranya.

Tawa dan canda khas gadisgadis SMU mengiringi mereka bubar, satu demi satu mereka keluar dari halaman sekolah yang telah gelap itu. Sementara itu suara gunturpun terdengar pertanda hujan akan segera turun. Ada yang dijemput oleh orangtuanya, adapula yang membawa mobil pribadi, dan ada juga yang menggunakan angkutan umum.

Aku sangatlah hafal dengan aktifitas anakanak SMU ini, karena memang sudah hampir sebulan ini aku bekerja sebagai tukang cat disekolah ini. Usiaku memang sudah tidak muda lagi, saat ini aku berusia 48 tahun. Aku adalah seorang duda, istriku sudah lama minggat meninggalkanku setelah mengetahui aku tengah melakukan hubungan intim dengan keponakannya. Reputasiku sebenarnya lebih banyak didunia hitam, dulu aku dikenal sebagai seorang germo yang aku sambi dengan berdagang ganja. Namun beberapa bulan yang lalu semua para wanita yang aku jajakan terkena razia dan kemudian bisnis ganjaku hancur setelah kurir yang biasa membawa ganja ditembak mati oleh aparat.

Di sekolah ini aku tidaklah sendirian aku masuk bekerja dengan sahabatku yang bernama Charles yang seorang residivis kambuhan. Usianya tidak begitu jauh denganku yaitu 46 th, perawakannya tinggi besar rambutnya panjang dan kumal. Kami berdua sengaja hidup berpindahpindah tempat. Kami bukanlah pekerja tetap di sekolah ini, kami hanya mendapat order untuk mengerjakan pengecatan kusenkusen pintupintu kelas di sekolah ini.

Kami tidak dibayar mahal namun kami memiliki kebebasan untuk tinggal dilingkungan sekolah ini. Maklumlah kami adalah perantau yang hidup nomaden. Di antara gadisgadis tadi, ada salah seorang yang paling menonjol. Aku sangatlah hafal dengannya. Karena memang dia cantik, lincah dan aktif dalam kegiatan sekolah, sehingga akupun sering melihat dia mondarmandir di sekolahan ini.

Adinda Wulandari namanya. Postur tubuhnya mungil, wajahnya cantik dan imutimut, kulitnya putih bersih serta wangi selalu, rambutnya ikal panjang sebahu dan selalu diikat model ekor kuda. Penampilannyapun modis sekali, seragam sekolah yang dikenakannya selalu berukuran ketat, rok seragam abuabunya berpotongan sejengkal di atas lutut sehingga pahanya yang putih mulus itu terlihat, ukuran roknyapun ketat sekali membuat pantatnya yang sekal itu terlihat menonjol, sampaisampai garis celana dalamnya pun terlihat jelas melintang menghiasi lekuk pantatnya, tak lupa kaos kaki putih selalu menutupi betisnya yang putih mulus itu.

Tidak bisa kupungkiri lagi aku tengah jatuh cinta kepadanya. Namun perasaan cintaku kepada Adinda lebih didominasi oleh nafsu sex semata. Gairahku memuncak apabila aku memandanginya atau berpapasan dengannya disaat aku tengah bekerja di sekolah ini. Ingin aku segera meyetubuhinya. Banyak sudah pelacurpelacur kunikmati akan tetapi belum pernah aku menikmati gadis perawan muda yang cantik dan sexy seperti Adinda ini. Aku ingin mendapatkan kepuasan itu bersama dengan Adinda.

Informasi demi informasi kukumpulkan dari orangorang disekolah itu, dari penjaga sekolah, dari tukang parkir, dari karyawan sekoah. Dari merekalah aku mengetahui nama gadis itu. Dan dari orangorang itupun aku tahu bahwa Adinda adalah seorang siswi yang duduk di kelas 2, umurnya baru 16 tahun. Beberapa saat yang lalu dia merayakan hari ulang tahunnya yang ke16 di kantin sekolah ini bersama temantemannya sekelas. Diapun termasuk siswi yang berprestasi, aktif dalam kegiatan paduan suara dan paskibra di sekolah ini. Dan yang informasi terakhir yang kudapat bahwa dia ternyata adalah salah seorang finalis foto model yang diselenggarakan oleh sebuah majalah khusus untuk remaja putri terkenal di Negeri ini dan bulan depan dia akan mengikuti seleksi tahap akhir.

Kini disaat sekolah telah sepi salah satu dari gadisgadis anggota paduan suara tadi itu tengah merintihrintih dihadapanku. Dia adalah gadis yang terakhir kalinya masih tersisa di dalam sekolah ini, yang sedang asyik bercanda ria dengan temannya melalui HPnya, semetara yang lainnya telah meninggalkan halaman sekolah. Beberapa menit yang lalu melalui sebuah pergulatan yang tidak seimbang aku telah berhasil meringkusnya dengan mudah, kedua tangannya kuikat dengan kencang kebelakang tubuhnya, dan mulutnya kusumpal dengan kain gombal. Setelah itu kuseret tubuhnya ke bangsal olahraga yang berada di bagian belakang bangunan sekolah ini.

Tidak salah salah lagi gadis itu adalah Adinda, gadis cantik sang primadona sekolah ini yang telah lama kuincar. Aku sangat hafal dengan kebiasaannya yaitu menunggu jemputan supir orang tuanya di kala selesai latihan sore dan sang supir selalu terlambat datang setengah jam dari jam bubaran latihan. Sehingga dia paling akhir meninggalkan halaman sekolah. Kini dia meringkuk dihadapanku, dengan tangisannya yang teredam oleh kain gombal yang kusumpal di mulutnya.

Sepertinya dia memohonmohon sesuatu padaku tetapi apa peduliku, air matanya nampak mengalir deras membasahi wajahnya yang cantik itu. Sesekali nampak dia merontaronta mencoba melepaskan ikatan tali tambang yang mengikat erat di kedua tangannya, namun siasia saja, aku telah mengikat erat dengan berbagai simpul.

Posisinya kini bersujud di hadapanku, tangisannya kian lama kian memilukan, aku menyadari sepenuhnya bahwa dia kini tengah berada dalam rasa keputusasaan dan ketakutan yang teramat sangat di dalam dirinya. Kunyalakan sebatang rokok dan kunikmati isapan demi isapan rokok sambil kutatap tajam dan kupandangi tubuh gadis cantik itu, indah nian tubuhnya, kulitnya putih bersih, pantatnya sekal berisi.

Kunikmati rintihan dan tangis gadis cantik yang tengah dilanda ketakutan itu, bagai seseorang yang tengah menikmati alunan musik di dalam ruangan sepi. Suara tangisnya yang teredam itu memecahkan kesunyian bangsal olahraga di sekolah yang tua ini. Sesekali dia merontaronta mencoba melepaskan tali ikatan yang mengikat kedua tangannya itu.

Lama kelamaan kulihat badannya mulai melemah, isak tangisnya tidak lagi sekeras tadi dan sekarang dia sudah tidak lagi merontaronta mungkin tenaganya telah habis setelah sekian lamanya menagis meraungraung dengan mulutnya yang telah tersumbat. Sepertinya di dalam hatinya dia menyesali, kenapa Heru supirnya selalu terlambat menjemputnya, kenapa tadi tidak menumpang Desy sahabat karibnya yang tadi mengajaknya pulang bareng, kenapa tadi tidak langsung keluar dari lingkungan sekolah di saat latihan usai, kenapa malah asyik melalui HP bercanda ria dengan Fifi sahabatnya. Yah, semua terlambat untuk disesali pikirnya, dan saat ini sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada dirinya.

Beres Yon.., pintu pagar depan sudah gue tutup dan gembok, terdengar suara dari seseorang yang tengah memasuki bangsal.

Ternyata Charles dengan langkah agak gontai dia menutup pintu bangsal yang mulai gelap ini.

OK.. Sip, gue udah beresin nih anak, tinggal kita pake aja.., ujarku kepada Charles sambil tersenyum.

Kebetulan malam ini Pak Parijan sang penjaga sekolah beserta keluarganya yang tinggal di dalam lingkungan sekolah ini yaitu sedang pulang kampung, baru besok lusa mereka kembali ke sekolah ini. Mereka langsung mempercayakan kepada kami untuk menjaga sekolah ini selama mereka pergi.

Maka tinggallah kami berdua bersama dengan Adinda yang masih berada di dalam sekolah ini. Pintu gerbang sekolah telah kami rantai dan kami gembok sehingga orangorang menyangka pastilah sudah tidak ada aktifitas atau orang lagi di dalam gedung ini. Pak Heru sang supir yang menjemput Adinda pastilah berpikiran bahwa Adinda telah pulang, setelah melihat keadaan sekolah itu.

Kupandang lagi tubuh Adinda yang lunglai itu, badannya bergetar karena rasa takutannya yang teramat sangat di dalam dirinya. Hujanpun mulai turun, ruangan di dalam bangsal semakin gelap gulita angin dinginpun bertiup masuk ke dalam bangsal itu, Charles menyalakan satu buah lampu TL yang persis diatas kami, sehingga cukup menerangi bagian disekitar kami saja. Kuhisap dalamdalam rokokku dan setelah itu kumatikan. Mulailah kubuka bajuku satu per satu, hingga akhirnya aku telanjang bulat. Batang kemaluanku telah lama berereksi semenjak meringkus Adinda di teras sekolah tadi.

Gue dulu ya.., ujarku ke Charles.

Ok boss.., balas Charles sambil kemudian berjalan meninggalkan aku keluar bangsal.

Kudekati tubuh Adinda yang tergolek dilantai, kurabaraba punggung gadis itu, kurasakan detak jantungnya yang berdebar keras, kemudian tanganku turun hingga bagian pantatnya yang sekal itu, kuusapusap pantatnya dengan lembut, kurasakan kenyal dan empuknya pantat itu sambil sesekali kutepoktepok. Badan Adinda kembali kurasakan bergetar, tangisnya kembali terdengar, sepertinya dia kembali memohon sesuatu, akan tetapi karena mulutnya masih tersumbat suaranyapun tidak jelas dan aku tidak memperdulikannya.

Dari daerah pantat tanganku turun ke bawah ke daerah lututnya dan kemudian menyelinap masuk ke dalam roknya serta naik ke atas ke bagian pahanya. Kurasakan lembut dan mulus sekali paha Adinda ini, kuusapusap terus menuju keatas hingga kebagian pangkal pahanya yang masih ditutupi oleh celana dalam.

Karena sudah tidak tahan lagi, kemudian aku posisikan tubuh Adinda kembali bersujud, dengan kepala menempel dilantai, dengan kedua tangannya masih terikat kebelakang. Aku singkapkan rok seragam abuabu SMUnya sampai sepinggang.

Waw indah nian.. Gadis ini gunamku sambil melototi paha dan pantat sekal gadis ini.

Kemudian aku lucuti celana dalamnya yang berwarna putih itu, terlihatlah dua gundukan pantat sekal gadis ini yang putih bersih. Sementara Adinda terus menangis kini aku memposisikan diriku berlutut menghadap ke pantat gadis itu, kurentangkan kedua kakinya melebar sedikit. Dengan jari tengahku, aku coba merabaraba selangkangan gadis ini. Disaat jari tengahku menempel pada bagian tubuhnya yang paling pribadi itu, tibatiba tubuh gadis ini mengejang. Mungkin saat ini pertama kali kemaluannya disentuh oleh tangan seorang lelaki.

Di saat kudapatkan bibir kemaluannya kemudian dengan jariku itu, aku korekkorek lobang kemaluannya. Dengan maksud agar keluar sedikit cairan kewanitaannya dari lobang kemaluannya itu. Tubuhnya seketika itu menggeliatgeliat disaat kukorekkorek lobang kemaluannya, suara desahandesahanpun terdengar dari mulut Adinda, tidak lama kemudian kemaluannya mulai basah oleh cairan lendir yang dikeluarkan dari lobang vaginanya.

Setelah itu dengan segera kucabut jari tengahku dan kubimbing batang kemaluanku denga tangan kiriku kearah bibir vagina Adinda. Pertama yang aku pakai adalah gaya anjing, ini adalah gaya favoritku. Dan..

Hmmpphh.., terdengar rintihan dari mulut Adinda disaat kulesakkan batang kemaluanku kebibir vaginanya.

Dengan sekuat tenaga aku mulai mendorongdorong batang kemaluanku masuk kelobang kemaluannya. Rasanya sangat seret sekali, karena sempitnya lobang kemaluan gadis perawan ini. Aku berusaha terus melesakkan batang kemaluanku kelobang kemaluannya dengan dibantu oleh kedua tanganku yang mencengkram erat pinggulnya.

Kulihat badan Adinda mengejang, kepala mendongak keatas dan sesekali menggeliatgeliat. Aku tahu saat ini dia tengah merasakan sakit dan pedih yang tiada taranya. Keringat terus mengucur deras membasahi baju seragam sekolahnya, namun harum wangi parfumnya masih terus tercium, membuat segarnya aroma Adinda saat itu, rintihanrintihan terdengar dari mulutnya yang masih tersumpal itu.

Dan akhirnya setelah sekian lamanya aku terus melesakkan batang kemaluanku, kini bobol sudah lobang kemaluan Adinda. Aku telah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluanku ke dalam lobang vaginanya. Kurasakan kehangatan di sekujur batang kemaluanku, dinding vagina Adinda terasa berdenyutdenyut seperti menguruturut batang kemaluanku.

Sejenak kudiamkan batang kemaluanku tertanam di dalam lobang vaginanya, kunikmati denyutandemi denyutan dinding vagina Adinda yang mencengkram erat batang kemaluanku. Selanjutnya kurasakan seperti ada cairan mengucur mengalir membasahi batang kemaluanku dan kemudian meluber keluar menetesnetes. Ah.. Ternyata itu darah, berarti aku telah merenggut keperawanan dari gadis cantik ini.

Sementara itu kepala Adinda kembali tertunduk di lantai, desah nafasnya terdengar keras, badannya melemas. Setelah itu, aku mulai memompakan kemaluanku di dalam lobang vaginanya. Kedua tanganku yang mencengkram erat pinggulnya juga membantu memajumundurkan tubuhnya. Badan Adinda kembali tegang, rintihan kembali terdengar. Semakin lama aku semakin mempercepat gerakanku, hingga tubuh Adinda tersodoksodok dengan cepat sesekali, badannya juga menggeliatgeliat.

Raut mukanya meringisringis akibat rasa sakit di selangkangannya. Hujanpun mulai turun dengan deras dan aku ingin menikmati rintihanrintihan dari gadis ini. Sementara aku terus menyodoknyodok dari belakang, aku putuskan untuk membuka gombal yang sedari tadi membekap mulutnya.

Dan, Aakk.. Akkhh.. Oohh.. Ooh.. Iihh.. Oohh.., suara erangan Adinda kini terdengar, kunikmati suarasuara itu sebagai penghantar diriku yang tengah menyetubuhi gadis ini.

Suaranya menggema di seluruh bangsal olahraga ini, namun masih tertelan oleh suara derasnya hujan diluar. Adinda semakin terlihat kepayahan, tubuhnya melemah namun aku masih terus menggenjotnya, gerakanku semakin cepat.

Bosan dengan posisi itu aku cabut kemaluanku dari lobang vaginanya dan kulihat darah berceceran membasahi selangkangannya dan kemaluanku. Sejenak Adinda mendesahkan nafas lega, kubalik tubuhnya, dan kini posisi dia telentang. Setelah itu kurentangkan kedua kakinya dan kulipat hingga kedua pahanya menyentuh dadanya. Kulihat jelas kemaluan gadis ini, indah sekali. Bulubulunya yang masih jarangjarang itu tumbuh menghias di sekitar bibir kemaluannya.

Ohh.. Jangann Bang.. Ampun.. Bang.. Oohh.. Sakitt sekali.. Bang, terdengar Adinda merintih pelan memohon belas kasihan kepadaku.

Dengan menyeringai aku tindih tubuh Adinda itu. Kembali aku benamkan batang kemaluanku di dalam lobang vaginanya.

Aakkhh.., Adinda terpekik matanya terpejam, roman mukanya kembali meringis kesakitan dikala aku menanamkan batang kemaluanku ke dalam lobang kemaluannya.

Setelah itu aku kembali memompakan tubuhku, menggenjot tubuh Adinda. Batang kemaluanku dengan gaharnya mengaduk aduk, menyodoknyodok lobang kemaluannya. Tubuh Adinda kembali tersodoksodok. Sesekali kuputarputar pinggulku, yang membuat tubuh Adinda kembali kelojotan, dari bibir Adinda terdengar desahandesahan halus

Ohh.. Enngghh.. Oohh.. Ohh.. Oohh…

Setelah sekian menit lamanya aku menyetubuhinya, aku merasakan diriku akan berejakulasi. Segera kupeluk kepalanya dan kucengkram erat dengan kedua tanganku setelah itu irama gerakanku kupercepat.

Aakkhh.. akupun mengejan, tubuhku mengeras. Croot.. Croott.. Croott.. Akupun berejakulasi, kusemprotkan spermaku di dalam rahimnya. Banyak sekali sperma yang kukeluarkan menyemprot membasahi liang vaginanya hingga meluber keluar meleleh membasahi pahanya.

Kulihat raut muka Adinda saat itu nampak panik, sinar matanya menunjukkan kekalahan dan kepedihan. Dengan tatapan sayu dia memandangiku disaat aku mengejan menyemprotkan spermaku yang terakhir. Ahh nikmat sekali gadis ini, baru kali ini aku merengut keperawanan seorang gadis kota yang cantik.

Setelah itu akupun merebahkan tubuhku menindih tubuhnya yang lemah, sambil mengatur nafasku. Tubuhku berguncangguncang akibat dari isakanisakan tangisnya serta nafasnya yang tersengalsengal, sementara itu kemaluanku kubiarkan tertanam di dalam lobang kemaluannya.

Kubelaibelai rambutnya, kukecupkecup pipi dan bibirnya. Terasa lembut sekali bibirnya, kumainkan lidahku di dalam mulutnya, sejenak aku bercumbu mesra dengan Adinda. Dia hanya terisakisak dengan nafas yang terus tersengalsengal. Akhirnya kusudahi permainanku ini, aku bangkit sambil mencabut kemaluanku.

Ouugghh.., Adinda merintih panjang saat kutarik kemaluanku keluar dari lobang vaginanya.

Kulihat diselangkangannya telah penuh dengan cairancairan kental dan darah penuh membasahi bulubulu kemaluannya. Tak kusadari Charles ternyata telah berdiri didekatku, dan rupanya dia telah telanjang bulat menunggu gilirannya, badannya yang kekar dan tinggi itu nampak semakin sangar dengan banyaknya gambargambar tattoo yang menghiasi sekujur dada dan lengannya. Dengan rasa toleran sebagai seorang sahabat, akupun menyingkir dari tubuh Adinda yang tergolek lemas dilantai. Aku ambil jarak beberapa meter dari tubuh Adinda kemudian aku kembali merebahkan tubuhku. Dengan tiduran terlentang dilantai aku menggali kembali rasa nikmatku setelah melampiaskan nafsuku ke Adinda tadi.

Sedang asyikasyiknya aku istirahat, terdengar olehku bunyi sesuatu, Srett.. Sreett.. Sreett.. Brett.. diikuti oleh isak tangis Adinda yang terdengar kembali.

Setelah kuperhatikan, oh ternyata Charles dengan sebuah pisau cutter ditangannya tengah sibuk merobekrobek baju seragam Adinda. Dengan kasarnya Charles mencabikcabik baju seragam putih Adinda, termasuk BH putih yang dikenalkannya. Dan akhirnya kini badan Adinda telah telanjang, kedua buah payudaranya yang tidak begitu besar kini terpampang jelas. Termasuk juga rok abuabu yang melilit di pinggangnya setelah kusingkap tadi dirobekrobeknya, haya sepasang kaos kaki putih setinggi betisnya serta sepatu kets masih dikenakannya.

Ouuhh.. Ammpuunn.. Bang.. Ampun.., suara Adinda terdengar lirih memohonmohon ampun ke Charles yang sepertinya tengah kalap kemasukan setan itu.

Setelah itu dengan gombal yang tadi menyumpal mulut Adinda, Charles membersihkan daerah selangkangan Adinda. Dengan sedikit kasar Charles mengusapusap selangkangan Adinda sampaisampai tubuh Adinda menggeliatgeliat. Akupun kembali merebahkan tubuhku, mengatur nafasku serta kunyalakan sebatang rokok sebagai penghantar istirahatku.

Sementara itu hujan diluar mulai reda, namun angin dingin terus berhembus masuk ke dalam bangsal tempat pembantaian Adinda ini. Tibatiba semenit kemudian di kala aku sedang rebahan dan asyikasyiknya menikmati rokokku. Terdengar olehku jerit Adinda yang memilukan

Aaakkhh…

Akupun terbangun, kulihat dari asal suara itu. Ternyata Charles tengah menyodomi Adinda. Posisi Adinda kembali bersujud dengan kepala yang mendongak keatas, bola matanya terbelalak, wajahnya cantiknya terlihat miris sekali, mulutnya menganga membentuk huruf O dan Charles berada dibelakangnya tengah asyik menanamkan batang kemaluannya yang besar itu ke dalam lobang anus Adinda.

Aakkhh.. Charlespun mendesah lepas tatkala dia berhasil menanamkan batang kemaluannya dilobang anus Adinda.

Setelah itu lubang anus Adinda dihujani sodokansodokan batang kemaluan Charles, Charles melakukannya dengan gerakan yang cepat dan kasar sampaisampai tubuh Adinda terdorongdorong dan tersodoksodok dengan keras. Tidak ada suara rintihan lagi yang keluar dari mulut Adinda mungkin karena suara tertahan ditenggorokannya karena menahan rasa sakit yang dideritanya, akan tetapi badannya masih kaku menegang, raut mukanya kini meringisringis, mulutnya masih saja menganga terbuka.

Rasa sakit dan pedih kembali melanda dirinya yang tengah disodomi oleh Charles. Melihat ini aku kebali terangsang, nafsu birahiku kembali memuncak. Aku bangkit dari rebahanku mendekati mereka berdua. Kemaluanku kembali ereksi melihat keadaan Adinda yang tengah menderita. Kuamati wajahnya dari dekat dan dia masih terlihat cantik, keringatpun mengucur deras membasahi wajah cantiknya.

Aku dengan posisi berlutut berada didepan wajah Adinda, yang masih mendongak kesakitan itu, sementara itu seluruh badannya terus tersodoksodok karena ulah Charles yang menggenjotnya dari belakang. Kini aku dan Charles berhadaphadapan sementara Adinda berada ditengahtengah kami. Charlespun menghentikan sejenak genjotannya untuk memberikan kesempatan padaku memposisikan diri. Kuraih batang kemaluanku yang telah berdiri tegak, dan kujejalkan kemulut Adinda yang masih menganga itu.

Ah, rasa dingin dan basah menyelimuti sekujur batang kemaluanku tatkala masuk di dalam rongga mulut Adinda. Nikmat rasanya, juga kurasakan kelembutan mulut dan bibirnya di sekujur batang kemaluanku. Setelah itu kembali Charles menggenjot tubuh Adinda dari belakang. Kulirik mata Adinda menjadi sayu, nafasnya tersengalsengal, aku hanya berdiri santai saja, karena tubuh Adinda yang bergerakgerak maju mundur sebagai akibat sodokansodokan Charles yang tengah mulai menyodominya kembali dari belakang. Kubelaibelai rambutnya yang indah, sambil kutatap wajah dan badannya.

Ahh.. Ahh.. Ah.., nikmat sekali rasanya mulut gadis ini, sambil memejamkan mata dan menikmati rokok aku terus merasakan kenikmatan di sekujur batang kemaluanku yang tengah dikulum keluar masuk mulut Adinda.

Tidak lama kemudian Charles semakin cepat menggenjot, memompa lobang anus Adinda, badannya semakin banyak mengeluarkan keringat, kulihat dia sepertinya akan berejakulasi. Benar saja, tubuhnya nampak menggelinjang dan dan menegang, dari mulut Charles keluar pekikan kecil yang disusul oleh desahan yang penuh dengan kepuasan. Charlespun berejakulasi dilubang dubur Adinda. Setelah itu badan Charlespun ambruk disamping badan Adinda.

Akan tetapi posisiku masih tetap seperti semula, kemaluanku masih tertanam dimulut Adinda. Kubuang rokokku dan dengan kedua tanganku kuraih kepala Adinda, kini dengan gerakan tanganku kepala Adinda ku majumundurkan. Ah.. Nikmat rasanya, kemaluanku seperti dipijitpijit dengan mulut Adinda, bibir sensualnya melingkari batang kemaluanku, memberi rasa nikmat tersendiri, kurasakan pula lidahnya menggelitik kepala batang kemaluanku, ah nikmatnya penuh sensasi.

Setelah sekian lama menikmati itu, tibatiba kembali aku akan berejakulasi, maka kugerakkan kepalanya semakin cepat untuk mengulum batang kemaluanku. Dan, akupun berejakulasi di dalam mulut Adinda, spermaku memancar keluar membasahi mulut hingga tenggorokannya sampaisampai meleleh keluar dari mulutnya.

Rasa nikamat yang tiada taranya kembali melanda sekujur tubuhku. Kucabut batang kemaluanku dari mulutnya, dan Adinda terbatuhbatuk sepeti akan muntah, samarsamar kulihat mulutnya penuh dengan cairancairan lendir kental sampai membuat mulutnya nampak mengkilat karena belepotan cairan sperma.

Wajahnya yang lesu dan lemah sejenak memandangku dengan tatapan mata sayu penuh dengan keputusasaan serta air mata yang kembali meleleh. Kemudian dia terjatuh lunglai dilantai, hanya suara nafasnya yang terdengar menderuderu tersengalsengal dan isakanisakan tangisnya. Aku kembali merebahkan tubuhku di samping Adinda, akhirnya akupun tertidur.

Tidak lama rupanya aku tertidur, dan kemudian terjaga setelah kembali telingaku menagkap suara eranganerangan dan rintihanrintihan. Setelah aku bangun ternyata Charles tengah menyetubuhi Adinda, tubuh telanjang Adinda yang hanya tinggal mengenakan sepasang kaos kaki dan sepatu kets ditiduri oleh Charles. Dengan garangnya Charles menggenjot tubuh Adinda, iramanya cepat dan kasar sekali, tubuh lemah Adinda kembali terguncangguncang.

Kini nampak roman muka Adinda telah lunglai sepertinya hampir pingsan, beberapa saat yang lalu masih kudengar suara rintihan lemah yang keluar dari mulut Adinda namun kini suara itu hilang sama sekali. Tidak lama kemudian Charlespun berejakulasi, kembali rahim Adinda disiram dan dipenuhi oleh cairan sperma. Adinda nampak tidak sadarkan diri dan pingsan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, 4 jam lamanya kami memperkosa Adinda. Kini tibalah waktu kami untuk angkat kaki, setelah kami berpakaian rapi kemudian kami angkat tubuh Adinda dari ruang aula menuju ke sebuah gudang dibagian paling belakang sekolah ini. Kami rebahkan gadis cantik primadona sekolah ini di sana. Di sisinya kami tebarkan baju seragam sekolah, tasnya serta HP miliknya yang sedari tadi terus berbunyi.

Kini gadis cantik itu, terkulai pingsan di dalam gudang yang kotor, badan telanjangnya dipenuhi dengan cairancairan sperma yang mulai mengering, juga darah yang nampak masih menetes dari lubang duburnya sebagai akibat disodomi oleh Charles tadi. Kemaluannyapun terlihat kemerahan dan membengkak. Puas kami memperkosanya.

Tepat pukul 22.15 setelah kami menghilangkan jejak kami, kamipun pergi meninggalkan gedung sekolah ini, berjalan menuju ke pelabuhan dikota metropolitan ini untuk menumpang kapal yang entah kemana membawa kami, menuju ke suatu tempat yang jauh dari kota metropolitan ini.

Cerita Porno Diminta Ngesex Istrinya Biar Hamil


Aku punya teman baik, teman karibku di kantor. Sekarang dia sdh pindah ke kantor lain yg menawarkan offering lebih bagus. Tp kami masih berhubungan baik karena kami berdua punya side job sebagai fotografer prewedding. Dari sinilah aku menjadi akrab dgn keluarganya, meskipun sebaliknya tdk.
Aku yg tinggal sendiri merantau di Jakarta tdk banyak yg bisa dishare ke temanku ini, malah justru mereka yg kuanggap sebagai keluargaku. Dgn keakraban kami, aku jg kenal baik dgn istrinya. Mereka menikah 3 tahun yg lalu. Namun hingga kini belum dikaruniai dgn buah hati oleh Tuhan.
Cerita dewasa hot, Mereka seringkali ribut dan kawanku ini suka curcol soal hal ini. Hingga suatu ketika, sehabis sesi foto prewedding di daerah Pantai Indah Kapuk, kawanku berkata
Brey, gue udah kenal lo berapa lama sih?
Ya dari gue masuk PT XXXX, lo kan udah lama disana yg punya kantor. EEEmmmm berapa lama ya? lima tahun kali?
Iya, selama ini gue udah nyaman banget bareng sama lo, kerja sama lo, gilagilaan jg sama lo Heummmm apaan nih, janganjangan ntar dia bilang, dia gay trus suka sama gue.
Wah kenapa nih brey, tumben lo aneh begini?
Gini brey, gue ada satu permintaan sama lo. Lo tau kan gue sama istri gue udah 3 tahun married tp belom punya anak. Gue berdua udah cek ke dokter dan kondisi gue sama istri gue sebenernya sehat kok
Ya udah laahhhhh kupikir dia mau bilang apaan.
Mungkin belom dikasi sama Tuhan, kalikali aja lo disuruh senangsenang dulu brey, lo berdua kan kerja, jabatan bagus, gaji jg bagus, lo berdua bahkan sering jalanjalan keluar negeri Memang betul bahwa karibku dan istrinya ini dari segi karir sukses luar biasa.
Cerita mesum hot, Sejak pindah ke kantornya yg baru, dia langsung melejit bisa menduduki posisi Senior Manager yg sangat diandalkan oleh Dewan Direksi. Istrinya pun begitu, selalu dgn gampangnya memuluskan dealdeal perusahaan, maklum istrinya bekerja di bidang distribusi komponen pembangkit listrik. Kebayang dong margin mereka gimana?
Yaaah bukan gitu brey, gue ngerasa hidup gue hampa aja gak ada anak, istri gue jg ngerasa begitu.
Yah, terus mau gimana lagi brey, mungkin lo coba usaha lagi aja selama 1 tahun maybe
Ngga bisa brey, istri gue udah putus asa.
Okeeeyy, trus permintaan apaan yg lo maksud?
Ginii. dia berhenti sejenak tdk melanjutkan kalimatnya.
Ginii.
aaaahhhhh. lama daaah
Iya iaaaa, gini, gue minta bantuan lo utk bikin istri gue hamil. And I said WHATTT????
Serius brey, lo jangan becanda deh, anehaneh aja. aku terhenyak mendengar permintaan dia.
Gila aja, ini kan sama aja aku menghianati karibku sendiri, seseorang yg sdh kuanggap kakak.
Seriusini. gue udah diskusi panjang lebar sama istri gue soal ini.
Gak bisa lah brey, gila banget lo, gue bukannya gimanagimana, cuma men, lo sama gue kan udah temenan lama, gue udah anggap lo kayak abang gue sendiri, mmmm. gak ada alternatif lain apa? misalkan bayi tabung?
Ngga lah, bayi tabung kemahalan, gue udah konsul sama beberap dokter di Indonesia sama di Singapore, biayanya gede banget, bisa dapet Honda Jazz gue, belum lagi rasio keberhasilannya cuma 65%. Gue gak bisa ambil chance cuma segitu Kawanku ini seorang akuntan yg handal, semuanya diperhitungkan dari sudut pandang matematis.
Cerita ngentot 2016, Pernah kami backpackeran ke Indonesia Tengah (Bali, Lombok, Flores, Timor) yg ada kalo backpackeran kan ngegembel, seadanya duit. Ini dia nggak, semua tercatat rapi, tips tukang parkir, biaya kereta, biaya ferry dll.
Yaaa, apa kek, eemmm. adopsi gimana?
nggak lah, kita ngga tau orang tua si anak ini kayak gimana
Yg nentuin sikap anak itu bukan siapa orang tuanya, tp lingkungan dia? gue yakin kal kawanku sdh memotong tdk mau mendengar
Gini brey, gue bukannya sembarangan minta tolong sama lo, gue udah tau background lo, gue diamdiam research tentang lo, keluarga lo, riwayat medis lo *jangan tanya gimana caranya*, ditambah lagi, gue udah kenal sama lo udah lama banget, lo orangnya gak macemmacem yaaah bandel2 dikit okelah cuma kan gak parahparah amat, lo kenal baik sama istri gue, lo kenal sama bokap nyokap gue, adekadek gue. Ya kalo lo mau masuk Kartu Keluarganya bokap gue, pasti dgn senang hati mereka nerima. Intinya, gue udah bicarain masalah ini panjang lebar, prokontra, konsekuensi dan segalanya sama istri gue dan kita berdua setuju
Oke, kalo boleh tau emang yg milih gue siapa, lo apa istri lo?
kita berdua spontan kalo nggak ada kandidat yg lebih tepat selain lo Wah terharu aku mendengarnya.
Gue gak bisa mikir sekarang nih brey, lo boleh kasi gue waktu buat mutusin ini gak? ini rada aneh dah permintaannya.
Diamdiam setan, aku memang mengagumi istri teman karibku ini. Bisa dibayangkan lah wanita muda, mmmm ngga terlalu muda sih karena umurnya sekarang sdh 32 tahun, umurnya beda 5 tahun dgn umurku, berpenampilan layaknya eksekutif muda, setiap kali bertemu kalau dia menjemput kawanku ini, dia selalu menggunakan blazer kantoran yg justru menonjolkan sex appealnya.
Kulitnya tdk terlalu putih, namun bersih, rambutnya dipotong sebahu, badannya jg gak terlalu langsing. Tingginya semampai, ideal jika diperhatikan mungkin tingginya sedaguku. Tp the main attractionnya adalah her boobs. Her big melon boobs. Aku perkirakan mungkin ukurannya sdh 34D. Mungkin jg besarnya ini ditunjang oleh body mass dia yg memang tdklah kurus. Bahkan dlm balutan blazer kerja resmi pun yg sangat tertutup, siluet bongkahan gunung kembarnya seperti menyihir utk memandangi.
Makanya setiap kali aku ngobreyl dgn istri kawanku ini, aku selalu fokus dgn ngobreyl sambil melihat ke pangkal hidungnya. Aku terlalu takut utk eye contact, tp jg tdk mau mataku jelalatan ngeliatin toket gedenya. by the way, namaku Budi, karibku ini bernama Roger sedangkan istrinya bernama Erma.
Sdh hampir dua minggu aku memikirkan hal ini tdk kunjung tuntas. Aku tau gimana nikmatnya menggenjot tubuh Erma dgn sepenuh nafsu, apalagi udah dapet izin dari suaminya. Namun aku masih merasa ada yg mengganjal. Aku tetap merasa tdk enak dgn Roger. Roger ini baik sekali dgnku, benarbenar seperti abang sendiri. Sdh tdk terhitung berapa kali dia meminjamkanku uang utk utang2ku, meminjamkan mobilnya, meminjamkan peralatan kameranya. Bahkan bisa dibilang, side job fotografer prewedding ini modalnya 90% dari dia sedangkan aku modal dengkul saja.
*ring ring ring* BBku berbunyi tanda pesan baru diterima. Dari Roger.
Brey, gimana nih, udah ada keputusan belom?. Aku belum membalas, tp pasti di ujung sana, dia sdh tau kalau aku sdh membaca pesannya.
*TINUNINUNG* pesan baru masuk lagi.
Brey, please lah, help me, I have never ask you for any help. Gue bukannya mau ngungkitngungkit apa yg udah gue pernah bantu ke lo. Tp please Mungkin kalau orang lain yg membaca pesan itu akan terbaca bahwa Roger ini pamrih dlm memberi bantuannya.
Namun tdk bagiku, aku tau persis aku sdh berhutang banyak dari kebaikan yg diberikan Roger.
Oke brey, gue setuju. I hope this is not one of your sick jokes.
GREAT!!!! gue kabarin istri gue.
Hari itu hari Rabu, kami janjian utk ketemuan di Plasa Senayan (PS). Aku selalu suka PS, karena gak terlalu crowded, jadinya utk nongkrong pun enak. Kami janjian di food court. Aku sdh menunggu agak lama hampir 20 menitan, cemilan french friesku pun udah hampir habis, tiba ada yg menepuk pundakku dari belakang
Hi Ren..! salam Erma kepadaku dia tiba dgn Roger dari arah belakang. Aku kali ini benarbenar canggung bertemu dgn mereka, tdk seperti biasanya
Eeehh hai.. Mbak
Mbak? Mbaak? sejak kapan kamu manggil aku Mbak? protes Erma kepadaku Grogi dia celetuk Roger.
Dan memang benar, aku lagi super grogi, tanganku seketika berkeringat basah dan aku salting.
Ren, udalah nyantai aja.
eeeh iya Ma
Ma? duh kamu rileks deh, sekalisekalinya kamu manggil aku Erma Betul, aku selalu memanggil Erma dgn panggilan teteh.
Karena dia dan Roger lebih tua daripadaku, lebih tua 5 tahun.
So ujarku
Iya, so. Erma mengulang katakataku dgn penuh semangat dan senyum.
Aku sampai takut jangan sampai Roger cemburu, tp nampaknya Roger oke oke saja. Roger menimpali
Makasih banget brey lo mau bantuin gue, ya yg kayak gue cerita, kita perlu bantuan lo utk. utk. ya you know
Iya, gue ngert, trus gimana prosesnya nih. Apa gue dateng tiap hari apa, rutin. lalu ML. atau lo ada di situ ngeliatin gue sama teteh ntar janganjangan″
wueeeh. ogah meen yg bener aja deh lo jangan gila kami bertiga terbahakbahak.
No no gini, gue gak mau tau, arrangementnya antara lo sama Erma aja, kalian janjian dimana, ngelakuinnya dimana, dont tell me. I dont wanna know. Ntar kebayangkebayang. Hey men, lo sobat gue cuma kalo ngebayanginnya masih gimana canggung deh kita bertiga.
Ini dia yg sebenarnya aku takutkan. Aku takut melukai perasaan Roger. Namun mengingat ini permintaan Roger dan Erma sendiri ya mungkin bisa dikesampingkan saja.
Erma kemudian menimpali.
Ill contact you ya. btw ini ada hubungannya sama masa subur gue, jadi harus dilakuin di waktu yg pas. aku mengangguk tanda setuju.
Malam itu kami lanjut nonton dan pulang ke tempat masingmasing. *TINUNINUNG* BBMku kemasukan message, dari Erma,
Ren, kamu besok free gak.
Aku sih free teh, Roger emang kemana?
Dia lagi keluar kota.
Oke teh, jadi aku ke apartemen aja nih Iya you can come
Lusanya aku tiba di apartemen, sengaja aku bilang Erma kalau aku akan datang lebih cepat mungkin sebelum gelap agar tdk terlalu larut pulangnya. Aku merasakan degdegan luar biasa. Jujur saja meskipun aku belum menikah, aku sdh merasakan hubungan seks dgn mantanmantanku dulu. Namun belum pernah kurasakan hal seperti ini, degdegan luar biasa gak berhenti jg sejak turun mobil dari parkiran, naik ke lift sampai ke pintu apartemennya teteh.
Setelah ku pencet bel 3x masih belum ada jawaban, lalu aku mengeluarkan BBku utk bbmin teteh, namun disaat bersamaan teteh membuka pintu.
Haiiiyy Buud, Ive been waiting for you, come in Eeeeuuuuhhhh. senyum teteh bikin hati melted. Aku harus berusaha utk tdk main hati utk urusan beginian.
Iya teh, sorry telat, tadi cari bensin dulu Yuk masuk
Erma menyuruh duduk diruangan tengah, di ruang tivi. Didepan tivi terhampar spreadsheet, mirip timing utk pipeline project, tp ini beda, ada tanggal yg berulang. Ah! Aku baru sadar, ini adalah siklus haid dan masa suburnya Erma.
Udah research ya Teh, ini kok sampe berantakan gini
Itu dia Ren, sebelumnya aku mau jelasin ke kamu dulu soal ini ujar Erma yg datang dari arah dapur membawa soft drink dan diletakkan di meja kecil sebelah sofa tempat aku duduk.
Belum sampai Erma sampai ke sofa, aku turun ke bawah mengobrakabrik spreadsheet yg dibuat Erma, sok sok ngerti lah. Erma pun duduk di sofa setelah meletakkan kaleng soft drink di meja.
Sore itu Erma sangat seksi, dgn rambut diikat ke belakang dgn hanya menggunakan karet, memperlihatkan lehernya yg jenjang dan tengkuknya yg seperti mengundang utk aku jilati, Erma memakai youcansee warna putih yg tdk terlalu tipis, namun aku bisa melihat tali BHnya yg berwarna hitam menyembul melingkari pundak.
Rendaan bra pun tercetak di youcansee Erma dari depan melingkar ke belakang. Belum apaapa aku sdh mikir macammacam. Utk bawahannya dia menggunakan Hotpants yg cukup pendek, CDnya pun terceplak di bokongnya yg semok. Brrrr. Erma ini benarbenar didesain Tuhan utk menaikkan birahi pria sepertinya. Aku tdk bisa bayangkan gimana Roger tiap hari, tiap malam disuguhi malaikat sempurna seperti ini.
KLOP, jari Erma disentakkan di depan wajahku
Bengongin apaan hayoooo, belom apaapaan udah ngayalngayal″ Anjir, ketauan aku memandangin dia.
Ngggg nggak kok teh, kagum aja dan iri sam Roger bisa punya istri seperfect Teteh ujarku menggombal. Bisa aja deh kamu. Jadi gini, planning aku, kita cuma ML pada waktu aku sedang subur. yg berarti 14 hari sebelum aku mens. Aku ini mensnya kan selalu tanggal 25an. Jadi ya sebelumsebelum itu kita ML Kulihat jamku, melihat bagian tanggalan, masih tanggal 29.
oooo. kirain mulai sekarang, kan masih tanggal 29 nih teh
Ya well, aku mau test drive dulu Apa2an nih maksudnya Erma.
Maksudnya gimana Teh? Hhh. kamu ini lucu ya, super lugu. Kamu tau aku sengaja berdandan gini buat kamu? AKu semakin bingung.
Erma turun ke bawah duduk diatas karpet di sebelahku. Dia memeluk lengan kiriku dan menyandarkan kepalanya di bahuku.*
Kamu tau gak sebenernya kenapa kita gak bisa punya anak?
Iya, Roger jg cerita kok, katanya kalian berdua sehat tp bingung jg kenapa gak bisa
Itu sepotong aja ceritanya, kamu tentu ingat kecelakaan yg Roger alami 2 tahun lalu Aku kemudian flashback, semuanya menjadi jelas sekarang.
2 tahun yg lalu, Roger terlibat kecelakaan parah di Cipularang. Bukan bukan tempat kecelakaannya Saipul Jamil ntar dikira jadi cerita hantu.
Saat melaju kencang disebuah turunan, mobil Roger diserempet oleh mobil yg menyalipnya dari sebelah kiri, mobil Roger oleng dan menabrak pembatas jalan sampai mobilnya terbalik berkalikali sebelum akhirnya berhenti terbalik setelah menabrak kaki sebuah jembatan penyebrangan di atas tol.
Kondisi Roger luka parah, beberapa tulangnya remuk khususnya pinggul kiri ke bawah. Tubuh bagian atas Roger sama sekali tdk rusak, namun pinggul hingga kaki kirinya harus di operasi beberapa kali hingga perlu diterbangkan ke rumah sakit di Singapura.
Iya aku tau teh, apa garagara itu We Erma mengangguk, aku terlalu takut utk melanjutkan pertanyaanku, takut membuat sedih Erma.
Sejak itu Roger kehilangan fungsi seksualnya. Dia tdk bisa bangun lagi. Dan ejakulasi yg dia dapat hanyalah saat dia mimpi basah. Karena kecelakaan yg dia alami, dia tdk bisa menghasilkan sperma yg bagus. Dia tentu saja gak akan jujur ke kamu kalo aku tdk bisa hamil karena dia. Selama ini aku berhubungan dgn Roger hanya sebatas petting saja, atau dia memasturbasikanku dgn dildodildo yg dia beli. Aku cinta Roger, namun aku ada kebutuhan yg harus dipenuhi. Dan selain itu, wanita mana sih yg gak ingin punya anak. Aku terhenyak mendengarnya.
Iya Teh, aku ngerti kok Setelah beberapa lama, wajah *Erma menjadi ceria kembali, saking cerianya menjadi lusty lagi.
So, Bud. Kamu mau kan muasin aku. Cuma kamu yg aku dan Roger percaya. Aku tau Roger pasti sakit hati dgn hal ini tp ini justru usulan dari dia Iya Teh.
Kami berpandangan beberapa lama, kemudian aku beranikan diri mendekatkan bibirku ke bibir Erma. Erma menyambutku dgn penuh nafsu, tangannya langsung memelukku dan badanku langsung ditindih saat posisiku masih terduduk di atas karpet. Dgn canggung aku hanya menempatkan kedua tanganku di pinggang Erma.
Ciuman kami penuh nafsu, seperti dua pasang kekasih yg sdh lama tdk bertemu. Kami saling berpacu berciuman, saling berebutan bibir atas, bibir bawah, main lidah dst dst. Perlahan tanganku dibimbing utk meremas toketnya. Toketnya yg sangat besar. Tangan kananku melakukannya dgn sangat baik. Good Job! tangan kiriku melingkar meremas pantatnya yg sangat seksi. Sesekali kami bergulingan diatas karpet.
Setelah kami berdua ciuman dgn hotnya sampai bibir kami berdua nyutnyutan, Erma melepaskan ciumannya.
Kamu tau, aku selalu kagum sama kamu Bud, sejak pertama kali ketemu. Tp ya apa mau dikata, aku ini istri orang, tp look here we are now. Aku hanya bisa tersenyum, kalo lagi sange gini biasanya otakku berhenti bekerja, jadi mendingan diam saja daripada ngomong hal bodoh.
Lalu Erma, beranjak berdiri dan berkata
You ready to fuck me?
Mmmmmm. aku gak janji Teh, aku takut gak mampu. Lagian kan aku udah anggep Teteh kayak kakak sendiri. Erma turun kembali dan meremas celana jeansku di bagian penisku.
Katanya si Junior nggak tuh sambil tersenyum nakal.
Erma berdiri kembali dan berjalan ke arah kamar tamu.
Jangan lamalama ya nyusulnya sambil membuka pintu kamar tamu dan menghilang ke dlm.
Aku setengah sadar langsung berdiri menuju tas ranselku yg tadi kuletakkan dekat rak TV, segera bongkar celanaku, celana jins dan CDku dan berganti dgn celana boxer longgar andalanku. Ku berjalan menuju kamar tamu dan mengetuk sebelum masuk. Entah apa yg kupikirkan, aku masih berpikir harus bertingkah sopan kepada Erma. Begitu aku masuk, aku menemukan Erma sdh merebah di atas kasur, kasur yg biasanya kutiduri kalau aku menginap disini.
Erma sdh menanggalkan youcansee dan hotpantsnya. Yg tertinggal ditubuhnya hanyalah BH yg sepertinya kekecilan karena terlihat seperti tdk bisa menampung toket Erma yg besar, dan Gstring. Erma bertumpu dgn sikunya di punggung.
Buka dong kaosnya setelah kubuka kaosku, aku menghampiri Erma dgn merebah di sampingnya kirinya.
Erma mengubah posisinya menjadi menghadapku. Jarinya yg lentik mulai bermainmain mulai dari dadaku, turun ke bawah, masuk ke celana, pas hampir sampai di penisku yg sdh super tegak seperti mau meledak, Erma tarik lagi jarinya keatas.
Erma kemudian menciumi badanku, menjilati putingku, aku mulai merasakan nafasku menjadi tdk beraturan. Sdh horny super bos. Sambil menciumi puting kiriku, Erma kemudian menaiki badanku, menunggangiku layaknya joki diatas kuda, meqinya yg masih tertutup Gstring *di gesekgesekan ke penis tegangku yg jg masih tertutup celana. Aku meremas kedua bongkah pantat Erma dan sesekali membimbing gerakan pinggulnya. Erma tampaknya menikmati yg kulakukan. Cukup lama Erma menciumi putingku, bergantian kiri dan kanan, ciumannya mulai naik ke leher dan kami pun berciuman kembali.
Ciuman kami sama panasnya seperti ciuman di sofa tadi. Sesekali Erma melepaskan nafasnya seakan itu yg dia tahan selama ini. Tangannya menjambaki rambutku, pinggulnya masih bergoyang. Pettingan ini kami lakukan cukup lama. Kalau Erma memang Test Drive, aku mungkin memang harus memuaskan dirinya sampai pol. Erma semakin blingsatan menciumiku, gerakan pinggulnya semakin menjadi, mengalahkan bimbingan tanganku.
Aku pun merubah posisi, kami berguling dan kini Erma berada dibawah ku, ku gesekgesekkan penisku ke meqi Erma. Kakinya yg jenjang melingkar menjepit pinggulku sebagai reaksi gesekanku. Semakin kuat aku menggeseknya, semakin kuat pula jepitan. Sampai akhirnya seperti Erma membantingku ke sisi dan kami bersebelahan dan jepitannya makin kencang dan bergetar jambakannya jg semakin mejadi.
Oooooooooooooohhhhhhh.mmmmmmhhhhhhhhhhh .. Erma sedang orgasme. Orgasme Erma ditutup dgn exhale nafas panjang Erma dan dilanjutkan dgn ciuman mesra ke bibirku. Mukaku merah padam, bahagia rasanya bisa memuaskan Erma.
Gimana Teh, barusan O ya
Ouuuwhhh iyaaaah. udah lama aku gak ngerasain O kayak begitu, bahkan penis kamu pun belom masuk. Erma kembali menciumi bibirku, tangannya yg lembut sambil mengeluselus pipiku.
AKu merasakan rasa sayang dari belaiannya, atau memang beginilah perilaku seksual Erma.
Kamu gak mau nelanjangi aku? Aku masih lengkap gini?
Jangan dulu Teh, Teteh lebih seksi kalo ada yg nutupin, mau pelanpelan aja. Btw aku boleh sampe jam berapa ini?
Terserah kamu aja..mmm sekuatnya kamu aja Erma kembali menciumiku. sungguh luar biasa Erma terusterusan menggodaku dgn body seksinya.
Sambil menciumiku, Erma menggeliatgeliat, menggesekgesekan tubuhnya ke tubuhku. Kami berdua bertukar panas tubuh, wajahnya yg nafsuin semakin menambah nafsuku kepadanya. Geliatan Erma semakin menjadi, pelan dan halus namun tau bagaimana menaikkan birahiku. Hingga menggeliat turun, sampailah kepala Erma di depan celanaku.
Buka ya
terserah Teteh, punya teteh kok Erma membuka celanaku sama sekali tdk menggunakan tangan, dgn bibirnya dia menarik celanaku turun kebawah.
Sampai didengkul celanaku dilanjutkan dipeloroti dgn tangannya. Erma kemudian menunggangiku lagi. Otomatis posisi tubuhnya berputar. Jadi saja kami dlm posisi 69 yg super seksi.*
Aku sdh telanjang bulat sedangkan onderdil Erma masih lengkap. Erma menangkap penis tegakku. Sesekali dia menciuminya dgn lembut.
Bud, besar amat nih, aku gak yakin muat.
Yah teh, dicoba aja dulu, diukur pake mulut godaku.
Erma membalas dgn cubitan pelan di pahaku. Erma perlahan menciumi sekeliling penisku hingga basah dgn air liurnya, kemudian sleebb masuklah penisku ke dlm mulut Erma yg di pagari dgn bibir tipis nan seksi.
Mmmppphhh Mmmppphhhmmmhhhhh.. sama sepertiku Erma sangat menikmati sepongan yg dia lakukan ke penisku.
Pinggul Erma yg saat ini ada di atas dadaku mulai menggeliat, aku cengekeram pantat Erma dan kuremasremas.
Teh, kubuka ya aku merujuk kepada Gstring Erma..
hhheee *emmmm tanda persetujuan Erma keluar dari mulut yg masih penuh dgn penisku. GString Erma modelnya entah apa namanya, yg pasti hanya dgn membuka satu simpul tali di belakang G Stringnya sdh terlepas.*
Wow lembah surgawi Erma benarbenar indah, putih dan tdk ada jembut yg tumbuh di sekitarnya, ditambah wangi sekali. Aku tdk langsung menjilati, jempolku mengelusngelus area sekitaran bibir meqi Erma yg masih basah dari orgasmenya yg pertama tadi. Kemudian kuciumi saja meqinya, lama kelamaan ciumanku berubah menjadi jilatan, tdk ada sudut meqi yg luput dari jilatanku. Goyangan pinggul Erma semakin menjadi, jilatanku jg tdk bisa kalah, aku pun semakin menjadi menjilatnya.
Erma pun mengimbanginya dgn menghisap, menjilati, menciumi penisku dgn liar. Bijiku pun tak luput diciumi olehnya. Saat Erma semakin turun ke bawah, aku tau dia mau menjilati lobang sunholeku. Aku menolak. Kutarik tubuh Erma supaya mulut Erma kembali sejajar dgn penisku dan kuarahkan penisku ke mulutnya kembali
Jangan Teh, jangan ke situ, aku gak suka
Okemmm mmmm. Bud, as you wish.mmmmmhhhhmmmm Ya men, plis deh, dia cium silitku, aku dan dia nantinya ciuman, ya apa bedanya aku cium silit sendiri.
Aku lanjutkan menjilati meqi Erma yg semakin basah. Erma jg sdh mulai panas, tanganku dgn lihai bergerak kepunggungnya, membuka kaitan BHnya dan melepasnya. Aku tdk bisa melihatnya namun aku bisa merasakan, toket kencang nan kenyal menekan pinggang depanku. Kutengok ke kananku, ternyata lemari pakaian kamar tamu ada cerminnya. Aku bisa melihat dgn jelas posisi kami benar benar hot. Sambil meneruskan jilatanku, aku merogoh toket Erma utk kuremasremas dgn kedua tanganku. Posisinya memang sulit namun sepertinya Erma menyukainya
Teruuuuussss..mmmmmmhhhmmm. teruuuss. Erma menggumam.
Setelah berapa lama, dan setelah beberapa sedotan tiba2 paha Erma melingkar erat *memiting kepalaku erat di antara selangkanganku, dan CRrreeeeeeeettt keluar cairan hangat dari meqi Erma. Ternyata dia O yg kedua kalinya, Erma gemeteran menahan Orgasmenya kali ini sambil meremas pahaku dlm posisi membungkuk.*
AAAaaaaahhhhhhhhh. ya ampuuuuuuunnnhhhh.hhhhh kamu hebat banget aku udah dua kali Erma langsung berbalik badan dan berkata
Now for the main coursenya ya. Erma jongkok diatas pinggangku, berupaya utk memasukkan penisku ke dlm meqinya, namun sdh beberapa detik sepertinya dia kesulitan, aku langsung memeluknya dan berusaha menukar posisi, membantingnya dgn lembut ke kasur dan membuka kedua kakinya.
Iya, main coursenya nih, siapsiap yah. Ku perlahan mulai memasukkan penisku ke dlm meqinya.
Meqi Erma benarbenar sempit, aku tak mengerti, mungkin karena sdh lama tdk pernah dimasuki penis, tp harusnya dgn dua kali O sdh bisa dgn mudah dicoblos. Apa mungkin meqinya yg terlalu kecil dan penisku yg kegedean. Atau memang keduanya.
Sempit nih Teh
Lanjutin. lanjutin aku gak kenapakenapa″ dgn satu sodokkan kuat namun perlahan, akhirnya Penisku bisa menembus liang meqi Erma.
AAAAAAaaaakkkkkhhhh. jeritan keras Erma dan cakaran di punggungku menyertai tusukanku.*
AKu perlahan mulai genjot, rasanya luar biasa, Erma yg tadinya meringis kesakitan lamalama terlihat menikmati, makatanya sdh merem melek gak karuan. Nafasnya bersuara tak beraturan dan seirama dgn sodokanku. Dlm posisi ini kami bergumul lama sekali, beberapa kali Erma memiting pinggangku namun aku tetap sodok saja.
Lalu Erma mencoba mengganti posisi ingin di atas. Erma mendorong tindihanku dan berbalik memindihku. Semua dilakukan tanpa penisku terlepas dari meqinya. Gantian sekarang Erma yg memompa penisku. Sungguh nikmat melihat wanita sesempurna Erma sedang menikmati bercinta dgnku. Toketnya yg besar dan kenyal menggandul gandul seiring dgn genjotannya dia.
Sesekali Erma pun melenguh dan menghela nafasnya panjang. Jika Erma sdh agak capai, Erma memelukku, namun seringnya dia duduk diatasku memamerkan toketnya yg besar. Tangannya membimbing tanganku agar tetap meremas toketnya dan memainkan putingnya. Sesekali aku pun menjilati putingnya.*
Masih dlm keadaan pinggulnya memompa penisku. Aku beberapa kali berusaha merubah posisi menjadi man on top lagi namun Erma menahan. ia masih ingin menguasai penisku demi kepuasannya utk beberapa lama. Tibatiba genjotan Erma semakin kencang. Kedua kaki Erma memiting pinggulku dan tubuh Erma ambruk ke tubuhku dan Erma menyerangku dgn ciuman ganas. Erma O ketiga kalinya. Aku semakin nafsu melihat Erma yg sdh O, membalikkan posisi menjadi man on top, mumpung Erma sedang tdk ada tenaga utk melawanku.
bentarhhhh time outtt..hhhh Ujar Erma menyerah.
Jangan Teh, tanggung, ayo lagi. Aku kembali menggenjot, tdk tanggungtanggung aku menggenjot dgn rpm cepat dan konstan, Erma semakin menggila dan berteriakteriak. Sesekali aku mencumbu bibirnya, menjilati putingnya, menciumi lehernya, menjilati kupingnya. Diperlakukan seperti itu genjotan Erma dari bawah semakin menjadi.*
Saat dipuncakpuncaknya aku keluarkan penisku. Kutarik tubuh Erma dan kubalik badannya sampai Erma nungging di hadapanku. Disuguhi dgn pemandangan berupa bemper yg sangat seksi, ku langsung masukkan penisku ke dlm meqinya dari belakang. Ku raih dua bantal utk menopang tubuhnya dan kumulai genjot kembali. Rasanya dgn posisi ini aku akan cepat keluar. Kugenjot dgn cepaat cepaaat aaaaaahhhhhhhhh
Teeeeeehhhh. aku mau keluarrrr.
Iyyyaaa Buuudddd. keluarin ajaaaa genjotanku kulanjutkan, rasa semriwing disekitar kemaluanku sdh mengumpul namun entah kenapa tdk keluarkeluar jg.
Erma sepertinya sdh menyerah, dia tdk bisa lagi melawanku, akhirnya dia dlm posisi tengkurap, membuang bantal dari bawah tubuhnya dan ambruk ke kasur. Dgn posisiku menindih Erma tanganku melingkar ke depan meraih kedua toketnya. tak luput kembali kuciumi tengkuk dan leher belakangnya. Erma yg sdh tak berdaya masih terangsang dgn ciuman2ku.*
Hingga akhirnya, ledakan itu muncul
Teeeeehhhhhhhh..oooooooohhhhhhh . Kubuang semua cairan spermaku.
Belum pernah aku selega ini melepaskan spermaku ke dlm liang meqi seorang wanita. Biasanya aku menggunakan kondom ataupun buang diluar. Namun sensasi buang di dlm tanpa kondom memang lebih nikmat.
Creeeettt.CreeeetttCreeeettt aku bisa merasakan denyutan meqi Erma menyambut datangnya spermaspermaku.
Nikmat Bud
Nikmat banget Teh
Bukan, bukan, tadi aku bukan nanya ke kamu, aku bilang ke kamu dientotin kamu itu nikmat banget. Aku beruntung banget setelah sekian lama puasa langsung dapet yg kayak kamu Posisi kami masih dlm posisi bercinta kami sebelumnya, aku masih menindih Erma dari belakang dgn penis masih terhujam di dlm namun akhirnya aku ambruk kesamping.
Kuciumi pundak Erma, kubelai dgn lembut punggungnya dan kubelai rambutnya yg tadinya sdh berantakan. Kami berdua pun ketiduran.
Aku terbangun melihat jam sdh di pukul 10.30 malam. Aku melihat kesampingku, Erma tdk ada. Tdk lama kemudian pintu kamar terbuka, Erma masuk kembali dan langsung menyerangku. Malam itu kami lagi2 bercinta hingga pagi.*
Setelah test drive yg pertama ini kami pun rutin melakukan seks selama lebih dari 1 bulan. Seringnya saat Roger tdk ada di rumah, atau gantian di apartemenku atau kami ke luar kota. Sampai akhirnya berita gembira itu hadir, Erma positif hamil. Roger dan Erma dan jg Keluarga besarnya gembira bukan main.
Aku pun senang akhirnya aku menjadi ayah dan jg bisa membahagiakan Roger. Namun biarlah Roger yg mengurus anak ini dgn lebih baik. Aku dan Roger pun masih bersahabat hingga kini. Tp yg Roger tdk tahu, meskipun sdh lewat 3 tahun Erma berhasil hamil dan melahirkan anak dariku, namun Aku dan Erma masih sering bercinta. Mungkin saja Roger tahu dan membiarkan. Entahlah, aku tak tahu bagaimana mengakhirinya. Bercinta dgn Teh Erma benarbenar bikin ketagihan.