WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

Blogroll

Cerita Sex Terbaru Perampokan Berujung Kenikmatan

Sebuah perampokan di bank membawa pengalaman baru bagi istri seorang pengusaha. Suaminya menganggap itu kejadian musibah biasa, tapi sang istri menyimpan itu sebagai suatu rahasia. Diikat menjadi satu dengan Satpam bank akhirnya membawa sensasi luar biasa.

Perampokan bersenjata di bank siang itu membawa pengalaman traumatik bagi Farhan Hendrawan (35), seorang pengusaha mutiara. Siang itu ia bersama istrinya Sophie (30) berada dalam bank tersebut untuk sebuah transaksi keuangan perusahaan mereka.

Suasana bank cukup ramai, bersama para nasabah lainnya Farhandan Sophie mengantri menunggu layanan kasir. Tiga kasir bank sibuk melayani nasabah, satu persatu.

Lima orang lelaki perbusana serba hitam ditutup jaket kulit hitam tiba-tiba masuk ke ruang tunggu dan langsung mengeluarkan senjata api jenis pistol dan sebuah laras panjang.

Jangan ada yang bergerak.. semuanya diam, jangan membuat tindakan ceroboh atau kepala kalian akan pecah, teriak seorang lelaki yang memimpin.

Ini perampokan, pikir Farhan. Suasana sempat kacau penuh teriakan dan para nasabah berhamburan, Farhan mengikuti beberapa nasabah yang lari ke lantai dua.

Kawanan rampok itu kemudian menyebar, dua orang masuk ke sisi kasir, sedangkan tiga lainnya sibuk mengacungkan senjata ke nasabah. Seorang lainnya mengejar nasabah yang lari ke lantai dua.

Farhan dan enam nasabah dilantai dua tak berkutik ditodong senjata, mulit mereka ditempel lakban, sementara para nasabah di lantai dasar juga sudah sepi tak berani bersuara.

Kawanan rampok mengikat para nasabah. Ada yang tiga menjadi satu, ada yang dua menjadi satu, dan semua mulut mereka ditempel lakban.

Dari balkon dalam lantai dua, bisa melihat semua di lantai satu, tapi ia mendadak khawatir karena tidak melihat Sophie istrinya.

Seorang perampok menjaga di pintu, satpam yang berjaga di meja dalam juga tidak terlihat, hanya pakaiannya tergeletak di lantai, mungkin ia ditelanjangi rampok.

Dua kawanan rampok naik ke lantai dua untuk memeriksa letak brangkas diantar seorang wanita kasir yang ditodong pistol.

Farhan mencoba bergeser ke ujung balkon, ia mencari Sophie. Farhan lega, ternyata Sophie berada di sebuah lorong sempit menuju toilet. Farhan meihatnya terikat menjadi satu dengan seorang lelaki tegap, ia pasti satpam bank, karena hanya mengenakan celana kolor dan kaos dalam.

Tubuh Sophie dan satpam itu terikat menyatu berhadapan dilakban melingkar dibagian pinggang dan dada. Tangan mereka juga diikat lakban ke belakang. Keduanya berbaring dilorong menyamping berhadapan, mulut masing-masing juga tertutup lakban.

Dalam suasana tegang itu, Farhan melihat satpam dan Sophie terus berusaha melepas ikatan mereka dengan cara bergerak terus bersamaan untuk melonggarkan lilitan lakban.

Perampokan berjalan hampir satu jam, sampai akhirnya kawanan rampok berhasil kabur membawa jarahannya. Farhan bersyukur, Sophie dan satpam bank akhirnya terlepas dari ikatan. Si satpam kemudian membantu nasabah lainnya sementara Sophie membuak ikatan Aris.

Untung kita nggak diapa-apakan ya ma.., kata Farhan merangkul istrinya. Mereka kemudian pulang.

Bagi Sophie, perampokan di bank itu menimbulkan trauma sesaat tetapi berakhir dengan sensasi seks yang selama ini tak pernah ia bayangkan.

Terikat di lorong sempit dengan tubuh berdempetan berhadapan dengan lelaki lain membuat Sophie risih bukan kepalang, apalagi si lelaki hanya mengenakan kaos dalam dan celana kolor. Tapi perasaan itu terkubur lantaran takut yang dirasakannya melihat kawanan rampok bersenjata itu.

Sekitar tiga menit berbaring berhadapan seperti itu, Sophie melihat lelaki di depannya berhasil membuka lakban di mulutnya setelah beruang keras mendorong lakban itu dengan lidahnya.

Tenang bu.. saya Partodi satpam di bank ini. Maaf pakaian saya tadi dilucuti rampok. Sepertinya sekarang mereka sedang membongkar brangkas dan tak mungkin kembali ke mari, ayo kita berusaha lepaskan ikatan ini bersama ya.., kata satpam Partodi. Sophie mengangguk saja dan berharap upaya mereka berhasil.

Partodi kemudian melepaskan lakban di mulut Sophie dengan cara menggigit sisi lakban dan menariknya. Sophie sempat terpekik merasakan perih bibirnya tertarik rekatan lakban, tapi kemudian berusaha tenang.

Terus bagaimana caranya,” tanya Sophie menanyakan cara mereka melepaskan ikatan lakban di tubuh. Sepertinya sulit karena masing-masing tangan mereka terikat ke belakang dililit lakban, sementara lakban lainnya melilit rapat menyatukan bagian pinggang, perut mereka berdempetan.

Partodi lalu menjelaskan pada Sophie bahwa sifat karet pada lakban dapat digunakan sebagai kesempatan mereka lolos dari ikatan. Caranya dengan terus bergerak agar lakban menjadi molor dan longar elastis.

Kita masih punya kaki yang bebas bu. Saya akan membalik badan dan ibu harus berusaha berposisi di atas saya. Setelah itu kaki ibu bisa menjejak lantai mendorong ke arah atas tubuh saya mungkin akan berhasil, kata Partodi. Ia segera mengubah posisi mereka dari yang sebelumnya berbaring miring berhadapan, menjadi saling tindih, Sophie berada di atas. Ini dilakukan Partodi agar Sophie tidak merasa berat jika Partodi yang berada di atas, sebab bobot Partodi yang tinggi besar tentu akan menyesah Sophie bila tertindih.

Posisi Sophie sudah di atas tubuh Partodi. Ia menuruti perintah Partodi dan mulai menggerakan badannya ke arah atas tubuh Partodi dengan menjejakkan kaki di lantai. Tapi rok span yang dikenakannya menghalangi usaha Sophie menjejakkan kaki secara maksimal mekantai, sebab ia harus lebih mengangkangkan kakinya agar bisa melewati kaki Partodi di bawah kakinya.

Sophie terus berupaya dan akhirnya ia bisa mengangkangkan kaki lebih lebar, akibat gesekan tubuh mereka, rok Sophie naik sampai bongkahan pantatnya terlihat. Tapi tak apa, pikir Sophie, demi usahanya menjejak kaki ke lantai. Lagi pula Partodi tak mungkin melihat pantatnya karena ia berada di bawah Sophie.

Terus goyang bu.. sudah mulai longgar ikatannya, Partodi berbisik pada Sophie. Entah mengapa kata-kata goyang yang dibisikan Partodi membuat Sophie risih. Ia baru sadar gerakannya berusaha melepas ikatan terkesan menjadi gerakan yang erotis.

Ia juga baru sadar kalau sejak tadi payudara 36Dnya terus menggerus dada Partodi, dan gerakan demi gerakan yang menimbulkan gesekan di tubuh keduanya mulai mempengaruhi libido Sophie.

Astaga.., bang Partodi. Apa ini..? kok terasa keras.. Tolong bang, abang nggak boleh terangsang.. ini dalam perampokan.., Sophie berbisik balik ke Partodi saat merasakan sesuatu benda mengeras hangat terasa di bawah pusar Sophie. Penis Partodi rupanya ereksi setelah beberapa lama merasakan gesekan tubuh Sophie.

Oh.. ehh.. maaf bu.. saya sudah berusaha untuk mengabaikan rasanya tapi gesekan-gesekan itu mengalahkan pikiran saya bu. Maaf bu.. tapi saya pikir ini alami bagi lelaki, yang terpenting sekarang kita harus terus berusaha melepas ikatan ini bu.. sebelum perampok itu kembali ke mari, Partodi agak gugup dan malu menyadari Sophie mengetahui penisnya mulai bangun.

Ya sudah.. nggak apa-apa, asal bang Partodi jangan macam-macam ya.., kata Sophie. Ia sadar tak bisa menyalahkan Partodi. Dan lagi benar apa Partodi bahwa itu sangat alami dan Sophie juga merasakan hal yang sama, ada kenikmatan menjalari tubuhnya setiap kali gerakan bergesek ia lakukan.

Pikirnya, perampokan bank yang menyebabkan mereka berdua berada dalam posisi terikat seperti itu, dan mereka harus bersama kompak melepaskan ikatan tersebut.

Sophie kembali memusatkan pikirannya pada upaya melepaskan lakban. Ia kembali menggerakan tubuhnya menggesek tubuh Partodi dari atas ke bawah dan sebaliknya dari bawah ke atas, agar ikatan lakban melonggar. Upayanya cukup berhasil, kini jarak gesekan sudah bisa lebih jauh menandakan lakban mulai longgar elastis.

Bagian perut Sophie sudah bisa menjangkau perut Partodi bagian atas, Sophie berusaha terus menjejak lantai agar tubuhnya terdorong naik lebih jauh.

Ehmm bu.. coba lagi ke bawah.. terus dorong lagi ke atas.. sudah mulai longgar lakbannya..,” suara Partodi semakin parau. Tubuh Sophie yang terdorong ke atas membuat penis Partodi kehilangan sentuhan, sebab selangkangan Sophie kini sudah diatas melewati ujung penisnya.

Sophie setuju dengan Partodi, mungkin gerakan harus kembali ke bawah lalu kembali lagi ke atas sehingga ikatan lakban makin molor elastis.

Tapi gerakan ke bawah yang dilakukan Sophie justru membuat keadaan mereka berdua berubah. Pikiran masing-masing milau terpecah antara kenikmatan yang mulai dirasakan atau upaya melepas lakban.

Enghhh..,” Sophie melenguh kecil. Ia merasakan ujung penis Partodi menyentuh CD yang dipakainya. Panis Partodi yang sudah sangat tegang terdoring keluar dari balik celana kolornya, lantaran gesekan membuat kolornya melorot. Kini, setiap gerakan Krsitin membuat koneksi ujung penis Partodi kian terasa mendorong-dorong CD Sophie. Rasa nikmat kekenyalan itu terasa semakin sering di bibir vagina Sophie yang terhalang CD.

Sophie terus berupaya memecah pikirannya agar tetap konssntrasi beregerak demi melepas ikatan lakban, tapi semakin bergerak dan semakin gesekan terjadi membuah gairah seksualnya terdongkrak naik. Lama-lama ia merasakan Cdnya membasah oleh cairan vaginannya sendiri. Apalagi, dari bawah Partodi juga terus bergerak berusaha melepaskan ikatan lakban ditanganya yang tertindih ke belakang. Hal ini membuat erotisme tersendiri dirasakan Sophie.

Enghh.. ahhss.., Sophie mendesah dan menghentikan gerakannya. Ia menyadari kini posisi sudah sangat gawat. Gerakan-gerakannya justru mengantar ujung penis Partodi mengakses bibir vaginanya lewat sisi kiri CD-nya. Sophie merasakan kepala penis Partodi sudah berada tepat di tengah bibir vaginanya yang basah dan sudah tidak terhalang CD yang kini melenceng ke samping.

Hmm.. bu, kenapa berhenti.. sudah hampir lepas ikatannya nih.., Partodi terus bergerak berusaha melepas ikatan tangannya. Tapi ia juga merasakan penisnya sudah menyentuh kulit vagina Sophie secara langsung, karena sisi CD Sophie yang membasah tergeser ke samping.

Sophie berusaha mengembalikan konsentrasinya, dan berusaha menjejak kaki ke lantai agar tubuhnya naik dan vaginanya menjauh dari penis Partodi. Namun upayanya gagal, kini ikatan lakban justru mengancing posisi itu, Sophie tak mungkin naik, hanya bisa turun ke bawah beberapa kali lalu naik lagi setelah ikatan melonggar kembali.

Sophie mulai putus asa. Ia harus bisa lebih cepat melepaskan ikatan lakban itu sebelum penis Partodi mengakses lebih jauh vaginanya. Pikiran sadarnya masih berjalan dan menyadari sesaat lagi ia akan disetubuhi Partodi, dalam keadaan terpaksa begitu.

Konsentrasi Sophie gagal. Gerakan Partodi dari bawah membuat kepala penisnya mulai masuk membelah bibir vagina Sophie.

Ough.., Partodi tak kuasa menahan desah kenikmatan merasakan kepala penisnya menguak bibir vagina Sophie. Ia terus bergerak berusaha melepas ikatan ditangannya yang tertindih tubuh, tapi setiap gerakannya membuat kepala penisnya mulai bermain keluar masuk di bibir vagina Sophie.

Hal itu memberi sensasi kenikmatan pada Sophie, ia masih berusaha diam diatas tubuh Partodi sampai ada kesempatan menjejak kaki agar vaginanya menjauh dari penis Partodi. Sophie akhirnya berspekulasi. Sekali gerakan ke bawah, lalu sekuat tenaga menjejak kaki ke lantai tentu akan membantunya menjauhkan vaginanya dari penis Partodi.

Enghhsshh.. ahh.., bang jangan gerak duluhh.. ini nggak boleh terjadi bang, saya wanita bersuami dan abang pasti sudah beristri kan?.” kata Sophie, wajahnya bersemu merah. Tubuh dan wajah Sophie serta kulitnya yang putih mirip dengan artis Mona Ratuliu.

Iya bu.. saya juga pikir begitu. Tapi bagaimana lagi, posisi kita sulit berubah selama ikatan ini.., jawab Partodi, ia juga menjadi serba salah dengan posisi itu.

Oke bang.. sekarang gini aja.. saya akan bergerak turun, dan mungkin itu akan terjadi.. anu abang bisa masuk ke anu saya.. tapi itu hanya sekali ya, dan saya akan mendorong ke atas membuatnya lepas lagi. Setelah itu kita konsentrasi lagi untuk melepas lakban sialan ini..,” kata Sophie dengan nafas berat.

Iya.. iya. Terserah ibu. Tapi tolong saya jangan dilaporkan ke atasan saya apalagi polisi bu. Kalau kontol saya masuk ke pepek ibu.. nanti saya dibilang memperkosa,” Partodi polos ketakutan.

Hnnggaak bang.. ini kan karena perampokan sialan itu, jadi bukan salah saya atau abang.. kita sama-sama berusaha keluar dari masalah ini kok.. sekarang abang diam ya.. saya akan berusaha. Ehmm… enghhmmmpp… ahssstt banngghh… ahhhkksss,” Sophie mengerakan tubuhnya bergeser ke bawah. Gerakan itu membuat bibir vaginanya yang sudah menjepit ujung penis Partodi menelan setengah penis itu.

Partodi agak hitam kulitnya, tapi wajahnya manis seperti artis Anjasmara, dan badannya kekar. Penis Partodi dirasakan Sophie lebih besar dan padat dari penis Farhansuaminya. Sophie merasakan sensasi nikmat saat kepala penis Partodi terbenam di vaginanya.

Ayo bu.. dorong lagi ke atas biar lepas, Partodi khawatir karena kini penisnya sudah mulai menyetubuhi Sophie.

Iya bang.. hmmmpphh aahhss… banghhsss.. emmpphh.. ahssss,” Sophie berusaha menjejak kaki ke lantai agar tuuhnya terdorong ke atas dan penis itu lepas dari vaginanya, tapi keadaan tak berubah, ikatan lakban mengancing bagian pinggang mereka membuat Sophie tak mungkin menaikkan tubuhnya.

Akhhss.. bangghh.. gimana inihh.. ahsss..,” Sophie kembali diam tak bergerak, separuh penis Partodi yang dirasanya mebuat nafasnya semakin berat.

Oke.. sekarang ibu diam saya biar tidak semakin masuk kontol saya. Saya akan berusaha melepas ikatan tangan saya bu.. engghhh,” Partodi mengangkat pinggulnya dan pantatnya menjauh dari lantai agar tangannya bisa bergerak bebas, lalu berusaha melepas dua tangannya dari ikatan lakban. Peluh sudah membasahi tubuh keduanya.

Partodi melakukan itu beberapa kali. Pinggul dan pantatnya yang terangkat menjauh dari lantai membuat akses penisnya masuk lebih dalam ke vagina Sophie. Sophie sudah pecah konsentrasi, kini pikirannya hanya merasakan kenikmatan separuh penis Partodi yang keluar masuk perlahan ke vaginanya mengikuti gerakan pinggul Partodi.

Akhhss bangghhss ouhh.. akhhh.. ahkkk… enghhhmm,” Sophie semakin mendesah, kini pinggul Sophie melayani gerakan Partodi, ia malah berusaha agar penis Partodi terasa lebih dalam di vaginanya.

Tangan Partodi sudah terlepas dari ikatan dan kini bebas. Tapi libido yang sudah tinggi membuat Partodi bukannya melepaskan ikatan lakban di pinggang mereka, ia justru membuak kancing-kancing baju Sophie dan meremasi payudara Sophie.

Emmphhh… banghhsss emmphhhhsss, Sophie semakin hilang kendali diperlakukan seperti itu, kini bibirnya menyambut bibir Partodi, mereka berkecupan sangat dalam dan cukup lama.

Partodi meloloskan susu Sophie dari Bra-nya dan mulai menghisapi payudara Sophie, lalu kedua tangannya mengarah ke bawah dan mengamit sisi CD Sophie agar penisnya mengakses jauh vagina Sophie. Saat itu penisnya sudah bisa masuk utuh ke vagina Sophie, tangannya menekan dan meremasi pantan Sophie membuat Sophie semakin mendesis.

Ouhgg.. ahhgg.. bu.., tangan saya sudah lepas.. kita bebasin dulu ikatannya atau bagaimana? ouhgg,” Partodi bertanya sambil menahan kenikmatan digenjot Sophie. Ya pinggul Sophie sudah cukup lama menggenjot Partodi membuat penis Partodi bebas keluar masuk ke vagina Sophie.

Akhh banghh… sshh.. terserah abanghhh sekaranghhh.. ouhss..,” Sophie sudah sangat melayang merasakan kenikmatan penis Partodi, apalagi rangsangan Partodi secara liar di payudaranya membuatnya semakin hilang kendali.

Baik buhh.. akhh.. kalau begituhh kita tuntaskan duluh.. ouhsss.., Partodi kemudian melepaskan ikatan tangan Sophie tapi membiarkan ikatan di pinnggang mereka tetap seperti semula.

Iyaahh banghh.. terusinnn duluhh… akhhsss.. ouhh…,” tangan Sophie yang sudah bebas langsung merangkul leher Partodi dan keduanya kembali saling berpagutan, sementara gerakan pinggul Sophie semakin liar.

Masih disatukan dengan ikatan di pinggang, Partodi membalik tubuh Sophie sehingga kini Sophie ditindihnya. Ia lalu menggenjot pantatnya membuat penisnya membobol vagina Sophie secara utuh. Cairan vagina Sophie menimbulkan bunyi kecilpakan setiap kali berbenturan dengan pangkal penis Partodi.

Sophie merasakan gerakan Partodi makin keras dan makin cepat mengakses vaginanya, kenimatan mulai memuncak di klitorisnya seolah mengumpul panas hingga bongkahan pantatnya. Ia mengimbangi gerakan Partodi dengan menggoyang pinggulnya.

Oughh.. banghhhss… akhhsss.. sayaahhh banhgg… akhhhsss say..ah.. sampaaiiihhh bangghhsss… ouhhhggg…,” Sophie merasakan klimaksnya memuncak, pertahanannya bobol dihantam penis Partodi yang terus menerus menghujam. Tubuhnya menegang merasakan kontraksi otot vaginanya berkedutan intens mengantar kenimatan puncak.

Aghh… ahhh… yehh… buhhh… akhhsss uhhh…mmmpphhh..,” Partodi membenamkan seluruh penisnya ke vagina Sophie dan melepas spermanya menyembur dinding rahim Sophie sambil bibirnya langsung melumat bibir Sophie. Tubuh keduanya seakan menegang bersamaan mencapi klimaks seksual.

Beberapa saat setelah itu, Partodi lalu melapas iakatan lakban yang menyatukan pingang mereka. Mereka berdua lalu merapihkan busana masing-masing. Perampokan baru saja usai, dan kawanan perampok sudah meninggalkan bank dengan barang jarahannya.

Emm.. bu.. maafkan atas yang bausn terjadi bu. Saya hilaf… engg..,”

Sudah.. sudah bang. Lupakan saja ya.. saya juga hilaf..,” Sophie memotong pembicaraan Partodi. Keduanya lalu berkenalan lebih jauh dan berjanji untuk sama-sama menyimpan kejadian itu hanya di antara mereka berdua.

Keduanya lalu berpisah, Partodi menolong membebaskan nasabah bank di ruang tunggu, sementara Sophie mencari Farhansuaminya yang terikat di lantai dua. Sophie menjaga rahasia bahwa apa yang dilihat Farhandari lantai dua tak seperti yang sesungguhnya terjadi dan dinikmati olehnya.(Tamat)


 

Cerita Sex - Ngentot Dengan ABG Polos & Lugu

Saya ingat Dhea waktu ia masih tetap kecil. Ia anak temanku yang sangat kecil, Dhea betul-betul membuat hatiku tidak karuan, dengan rambut sebahu, hitam legam ikal. Umurnya seputar 15 atau 16 tahun saat ini, serta mukanya yang baby face membuat seperti tidak berdosa. Saat lihat Dhea untuk yang kesekian kalinya, saya bersumpah jika saya mesti sukses tidur dengannya sebelum saya pergi dari kota ini. Serta saya telah menjalankan rencanaku.

Saya main ke rumah Dhea bekali-kali, selama siang serta malam sampai saya telephone untuk tahu kapan Dhea ada sendirian serta kapan orang tuanya ada. Serta pada saat malam saya akan memutuskan untuk masuk ke rumah Dhea saya telah pastikan jika orangtua Dhea telah tidur serta Dhea berada di kamar tidurnya. Rencanaku akan kuperkosa Dhea sesaat orang tuanya tidur di kamar mereka.

Tubuhku kaku sebab tegang, waktu saya membuka jendela belakang tempat tinggalnya gunakan linggis. Nada jendela yang terdongkel terdengar seperti letusan membuatku mesti diam tidak berjalan saat 1/2 jam menanti adakah yang tinggal di rumah yang terjaga. Untung saja semua masih juga dalam kondisi sunyi senyap, serta saya akan memutuskan untuk masuk. Tubuhku saat ini gemetar. Tiap-tiap langkahku seperti membuat semua rumah berderit serta saya siap meloncat melarikan diri. Tetapi waktu saya sampai di muka kamar tidur Dhea rumah itu masih tetap gelap serta sunyi senyap.

Saya membuka pintu serta masuk sekalian menutupnya kembali. Saya seperti dapat dengar jantungku yang berdetak keras sekali. Saya tidak pernah setakut ini seumur hidupku. Tetapi sisi yang sangat sulit telah sukses saya lampaui. Kamar tidur orangtua Dhea berada di lantai basic. Saya berdiri di samping ranjang Dhea pilih langkah seterusnya. Perlahan-lahan penisku mulai menegang hingga kemudian besar serta tegang sampai nyeri. Mata Dhea terbuka menatapku tidak dapat bernafas. Saya berada di samping ranjangnya mencekik lehernya, sesaat tangan kiriku mengcungkan belati di muka mukanya.

“Diem. Janganlah berjalan, janganlah bersuara, atau lo mati.” saya dengar suara suaraku yang lainnya sekali dari biasa. kelihatannya bengis serta kejam.
Dhea masih tampak cantik. Umurnya lima belas tahun. Ia terbatuk-batuk.
“Kalau saya lepasin tanganku, lo berguling tengkurap serta janganlah berisik atau saya potong leher lo.” Saya pasti tidak dengan maksud akan membunuh ia, tetapi sekurang-kurangnya itu sukses membuat Dhea ketakutan. Dhea langsung menurut serta selekasnya kuikat tubuhnya, tutup mulutnya dengan plester, serta mengikat pergelangan tangannya di belakang.

Selimut yang menutupi badan Dhea saat ini telah berada di lantai, serta saya dapat lihat jelas gadis yang tengkurap di depanku. Badan Dhea langsing serta mungil, serta pakaian tidur yang dipakainya terangkat ke tas membuatku dapat lihat kakinya yang putih serta mulus. Ereksiku telah optimal serta saya tidak tahan sakitnya, celanaku menyembul didorong oleh penisku yang besar, serta bersentuhan dengan pantat Dhea yang mungil. Saya menindih Dhea serta bergoyang-goyang membuat penisku bergesekan dengan pantat Dhea serta dengan tanganku yang bebas kuraba sisi dada Dhea yang masih tetap ditutup oleh dasternya. Buah dada Dhea masih tetap kecil, yang membuatku semakin birahi. Mulutku bersentuhan dengan telinga Dhea.
“Lo betul-betul prima. Masih diam serta saya akan pergi sesaat selekasnya.”

Mata Dhea terpejam seolah-olah sudah tertidur kembali. Saya bebaskan celana trainingku serta celana dalamku sampai ke kakiku tetapi belum saya melepaskannya dari badanku, sekalian memandang sisi belakang badan Dhea yang indah. Kakinya yang telanjang membuat nafasku berat, serta dasternya tidak dapat menutupi pantatnya yang tertutupi celana dalam putih. Serta tangannya yang terikat erat betul-betul membuat Dhea prima buatku. Saya membuka kaki Dhea tanpa ada perlawanan yang bermakna, serta membenamkan wajahku, yang membuat Dhea keluarkan erangan untuk kali pertamanya.

Saya benamkan wajahku ke selangkangan Dhea, nikmati wangi badan Dhea, yang selalu mengeluh ketakutan. Seterusnya saya raba-raba vaginanya yang tertutup celana dalam dari belakang, meraba, serta pada akhirnya menusuk-nusuk dengan jariku. Ini membuat erangan Dhea semakin keras hingga saya mesti mengancamnya dengan belatiku. Lalu kulihat ia gemetar serta keliatannya mulai menangis. Celana dalamnya lembab, serta saya jadi berfikir mungkin Dhea mulai terangsang oleh jariku.
“Lo senang Dhea? Hei, lao senang tidak?” Dhea cuma menangis. Saya selalu meraba vaginanya, sampai saya tidak tahan , serta langsung kutarik celana dalam Dhea sampai terlepas.

Saya semakin mencium berbau badan Dhea. Serta saya mulai hilang ingatan. Saya kembali lagi badannya, sebab saya tahu saya lebih gampang ngerjain Dhea melalui depan. Dhea berbaring tidak nyaman, berbaring telentang dengan tangan terikat ke belakang, serta telanjang mulai pinggang ke bawah, rambut kemaluannya yang masih tetap tipis tampak jelas. Dia memandang mataku, air mata membuat pipi Dhea berkilat tertimpa sinar lampu kamarnya. Saya tidak demikian senang lihat tatap mata Dhea, saya jadi berfikir untuk membuat ia tengkurap demikian penisku telah masuk ke vaginanya.

Saya tempatkan tubuhku, saya mesti menyuruhnya seringkali untuk buka kakinya lebih lebar, seperti dokter gigi, “Ayo lebih lebar sayang, lho kok begitu, lebih lebar , bagus anak manis..”, Saya ingin tahu ia masih tetap perawan ataukah tidak. Dhea tidak meronta-ronta, soalnya saya masih tetap pegang belatiku, tetapi selalu menangis sesenggukan, serta mengerang-erang, berupaya berkata suatu.
“Lo masih tetap perawan tidak Dhea? Masih tetap? Masih tetap apa tidak.”

Dhea selalu menangis. Saya angkat dasternya ke atas . Di muka Dhea cukup rata, buah dadanya cuma sekepal dengan puting susu yang mengeras. Saya fikir itu sebab hawa dingin, tetapi mungkin saja sisi dari badan Dhea yang memang terangsang.
“Bukan begitu sayang, lo harus membuka lebih lebar ..”

Saya tekan penisku di belahan vaginanya yang masih tetap mungil. Berasa basah. betul-betul super sempit. Kutarik penisku serta kumasukkan jariku, serta rasakan jepitan vagina Dhea yang hangat yang membuat penisku ingin merasakan juga. Saya gerakkan penisku maju mundur seringkali serta mengarahkan penisku , tegang seperti tongkat kayu.
“Buka manis. Lo betul-betul cantik. Saya hanya ingin perkosa kamu selalu pergi.”

Saya mesti menggerakkan, bergoyang, berputar-putar, serta pada akhirnya mengusung ke-2 kaki Dhea ke atas sebelum saya sukses menggerakkan kepala penisku masuk ke vagina Dhea. Saya lihat buah dada Dhea dengan putingnya yang muncul ke atas, mata yang meminta serta meratap dengan air mata serta saya dorong penisku masuk ke vagina mungil punya gadis berusia lima belas tahun itu dengan semua tenagaku.

Dhea menjerit, diredam oleh plester, membuatku semakin semangat. Vaginanya sempit sekali seperti memegang penisku. Ia nyatanya tidak basah benar-benar. Saya perkosa ia dengan kasar, seolah-olah saya ingin membuat mati dengan penisku, berupaya membuat Dhea menjerit dan saya menghentak masuk. Dhea makin histeris saat ini.

Keadaanku telah 100 % dikuasai birahi, serta saat ini saya memusatkan perhatian untuk menyakiti Dhea, serta saya tidak miliki perasaan kasihan buat Dhea. Saya selalu menghentak-hentak diatas badan Dhea, dengan kecepatan yang brutal, serta tubuhnya yang mungil terbanting-banting sebab gerakanku. Saya terasa saya seperti menyobek vagina Dhea dengan penisku, serta membuatku semakin terangsang, mendorongku berjalan semakin brutal.

Di antara gerakanku, saya jatuhkan belatiku serta kulepaskan celanaku yang membuat tanganku bebas memakai badan Dhea. Saya kesetanan rasakan badan Dhea, saya meremas tiap-tiap anggota badan Dhea, meremas buah dadanya, menjepit puting susunya, serta memakai bahunya yang kecil buat menyokong tubuhku.

Saya hampir tidak ingat apa saja yang saya lakukan sama Dhea. Dhea seringkali meronta sebelumnya, berupaya membebaskan tangannya, berupaya berguling, berupaya keluarkan penisku dari vaginanya. Muka Dhea pancarkan perasaan cemas serta takut, serta saya selalu memperkosanya sekuat tenagaku, seolah-olah itu permasalahan hidup serta matiku. Seaat sebelum saya alami orgasme saya menarik penisku keluar serta Dhea langsung berupaya untuk berguling. Saya jambak rambutnya serta menariknya.
“Brengsek, tidur ke lantai.”

Saya tarik kepalanya sampai melekat ke lantai. Sesaat ia jatuh berlutut, tetapi Dhea benar-benar tidak dapat mengusung mukanya dengan tangan masih tetap terikat ke belakang. Kepala Dhea tenggelam ke lantai. Dhea masih tetap menangis serta gemetar. Saya masukan penisku ke vagina Dhea tanpa ada kesukaran, sebab penisku telah semuanya diberi darah perawan Dhea. Saya masukan dari belakang sebelum Dhea sudah sempat meronta, saya pegangin pinggulnya sesaat saya selalu menggerakkan sekuat tenaga.

Dengan pantat masih tetap nungging ke atas saya tekan punggung Dhea dengan tanganku hingga kepala serta dada Dhea semakin tertekan ke lantai, serta saya selalu memperkosa ia dengan style seperti anjing. Serta Dhea sendiri saat ini mendengking-dengking seperti anak anjing yang ketakutan. Saat ini kutarik rambutnya, membuat kepala Dhea terangkat.

Dhea betul-betul cantik serta tidak berkapasitas, tangannya terikat di punggung. Saya selalu menyetubuhinya dengan keras serta tidak memiliki irama, terkadang brutal berhenti sedetik serta mulai dengan keras, serta bergatin mendesak punggungnya ke lantai lantas menarik rambutnya sampai dia mendongak , sampai saya rasakan pertanda ejkulasi . Saya ingin sekali melepas plesternya serta memasukkan penisku ke mulutnya yang mungil, tetapi untung saja saya masih tetap sadar jika itu dapat membuat saya ketahuan, jadi saya masih metahan penisku di liang kesenangan Dhea sedalam-dalamnya serta melepas ejakulasiku. Saya pegangin belahan pantat Dhea dekat dengan selangkanganku waktu saya menyemburkan spermaku ke rahim Dhea yang menerimanya dengan tatapan mata cemas.
“Oh Dhea, sayangku, oh, oh..”

Penisku kerja keras memompa, berdenyut, menyemburkan sperma ke badan Dhea, serta saya tidak pernah keluarkan sperma sekitar ini saat hidupku. Dhea masih diam tidak berjalan, terengah-engah. Nafasku pun terputus-putus, serta bergidik dikit saat saya mengejang serta menyemprotkan bekas spermaku ke rahim Dhea. Saya menghentak ia seringkali , saat ini dengan penuh perasaan seperti sepasang kekasih. Dhea sadar jika saya telah usai, serta terima gerakanku yang paling akhir ini masih tetap tidak berjalan, dengan kepala tenggelam ke karpet kamarnya yang tebal.

Saya tarik penisku keluar. Serta saya langsung terasa kuatir . Saya langsung kenakan pakaianku, serta dengan ajaib masih tetap ingat untuk ambil belatiku serta pikirkan suatu untukku katakan pada Dhea.
“.. Terima kasih sayang”, saya berbisik lirih, serta langsung melarikan diri.

Serta meskipun saya sudah sempat kuatir saat saya telah dalam perjalanan ke luar kota, sesaat lalu saya kembali dipenuhi keinginan baru. Saya berfikir untuk kembali serta menculik Dhea dan ajak sebagian orang temanku untuk mencicipinya.


 

Cerita Sex - Serunya Berselingkuh di Kamar Hotel

Saya seseorang ibu rumah-tangga biasa namaku Delia sehari-hari saya ada di dalam rumah, pada akhirnya akupun mencari aktivitas dengan beberapa bergabung dengan beberapa wanita sosialita. Sebetulnya hidupku tidak sepi-sepi sangat sebab saya tinggal di dalam rumah keluarga suamiku, ada ke-2 mertuaku yang masih tetap repot kerja pun di perusahaannya sendiri. Pun anakku yang sekarang telah dua orang Lia 3 tahun serta Edy 12 tahun.

Akupun mempunyai suami mas Imran yang bertanggungjawab pada keluarga, diapun demikian hot memuaskan saya di lakukan jalinan intim seperti dalam adegan narasi seks sangat hot, tetapi akupun menghianatinya juga. Mungkin saya terikut pergaulan dengan teman-temanku yang memandang selingkuh telah dikira perihal yang biasa bahkan juga tuturnya membuat kita lebih bergairah melakukan kehidupan ini.

Pas di umur pernikahanku yang ke 12 tahun saya menghianati suamiku, serta bukan dengan orang lainnya tetapi dengan orang rumah juga. Walau ia tidak ada jalinan darah dengan keluarga suamiku tetapi ia tinggal di dalam rumah besar ini pula. Namanya mas Soni ia adalah sopir keluarga, sehari-hari kerjanya mengantarkan orang rumah ke kantor serta balik lagi ke rumah sampai tenaganya di perlukan.

Oleh karenanya mas Soni tetap ada di dalam rumah sehari-hari, sebab saya tetap repot dengan arisan juga acara kumpul-kumpul dengan teman-temanku pada akhirnya mas Soni yang seringkali mengantarku. Semula saya tertarik kepadanya saat saya minta ia untuk masuk dalam ruang tempat kami membuat acara, waktu itu ia membawakan barang yang akan saya bawa serta.

Tetapi di semua pada ramai katakan “Aduuh jeng Delia suaminya cakep sekali jeng..” Saya kaget serta akan mengklarifikasi tetapi saat semua berkata semacam itu pada akhirnya akupun cuma tersenyum saja “Mas bisa kenalan tidak..?” Kata jeng Vika pada mas Soni serta saya lihat mas Soni demikian tersipu malu di buatnya serta saat saya memandangnya dengan cermat ia memang demikian cakep serta gagah.

Semenjak hari itu saya tetap memerhatikan mas Soni bahkan juga saya seperti wanita yang kesepian, yang haus akan adegan narasi seks. Walau sebenarnya kehidupan sex dengan suamiku masih tetap sama dengan dahulu, tetapi belakangan ini saya seringkali melamunkan mas Soni bahkan juga sering saya memikirkan lakukan adegan narasi hot dengannya. Saya betul-betul terhipnotis pada mas Soni.

Lama kelamaan akupun tidak dapat membendungnya semua langkah saya coba untuk ambil hatinya “Mas Soni beli saja buat keluarganya…” Kataku sambil tersenyum saat kami tengah ada dalam suatu toko baju di satu diantara mal “Saya belum menikah bu…” Wiihhh dengar ia berkata semacam itu akupun jadi lebih suka pada akhirnya akupun membelikannya pakaian yang cocok untuk dia.

Untuk memperlancar aksiku saya bukan hanya membelikannya pakaian tetapi pun seringkali sharing suatu yang tidak penting kepadanya, hingga kemudian kamipun jadi demikian dekat tetapi lalu saya sadar jika saya mesti berlaku lumrah di muka mereka semua. Sebab sempat sekali saat saya melalui dapur dengan tidak menyengaja saya dengar Lilis pembantuku yang genit.

Berkata semacam ini pada mas Soni “Mas Soni kok deket sama bu Delia.. janganlah ada apa-apa ya..” Soni langsung menjawab “LIs..kamu ini apa sich..janganlah fitnah begitu lho” Kata mas Soni geram serta mbok Sinah pembantuku yang lainnya berkata “Huuss..kamu tuch LIs.. awas kedengaran majikan di pecat kamu..” LIlis manggut-manggut sekalian manyun “Ya..iya Lilis kan hanya bercanda..”.

Sebab saya merubah sikapku pada Soni di muka mereka pada akhirnya merekapun belum pernah mencurigai saya senang pada mas Soni. Sampai dalam satu saat saya tengah ada acara di luar kota serta mesti bermalam sesudah saya pamit pada suamiku ia akan memutuskan untuk menyuruhku membawa sopir sendiri serta Soni jadi pilihannya untuk mengantarku saya suka mendengarnya.

Dengan penuh semangat akupun pergi dengan Soni, sesudah lakukan perjalan saat kurang dari 6 jam kamipun sampai. Saya istirahat di hotel tempat saya bermalam saya beda kamar dengan Soni, tetapi sesudah terjaga dari tidur istirahatku akupun selekasnya mandi serta keluar pesan makanan ke kamar hotel sekaligus juga memperlancar aksiku untuk berdua dengan mas Soni saya menyengaja pesan untuk dua orang.

Sesudah saya telpon ia untuk hadir ke kamarku, diapun hadir serta memakan makanan yang sudah saya pesan. Sesudah itu kami mengobrol berdua hingga kemudian saya bisa membuat gairah mas Soni bangun, saat saya mendekatkan tubuhku kepadanya diapun langsung agresif dengan memelukku lantas mecium bibirku kamipun sama-sama pagut dengan mesra serta gairah kami berdua saling mencapai puncak.

Tanganku melingkar di lehernya “Aaaaggggggghhh… aaaaagggghhhh… aaaaggghhhh… aaaggghhh..” Saya coba mendesah pas di telinganya sampai diapun makin terangsang “Ooouugggggghh… maaaas… aaaggggghhh…. aaaaaggghhhhh… eeeeuuummmmmhhhppppp….. aaaaggggghhhhh…” Desahku tanpa ada mempedulikan apa pun saya demikian menikmatinya.

Sampai tidak berasa sekarang tubuhku telah dalam kondisi telanjang serta mas Soni telah menindihku “Aku masukin ya sayaaang…. eeeehhhhhggggg…” Ia masih tetap menanyakan lirih padaku “Iyaaaa maaas.. ayyoooo… aaaaggggghhhh…. aaaaggghhhh… aaaaaaggggghhh… aaaaagggghhhh..” Kataku sambil langsung mendesah demikian ia bergoyang diatas tubuhku yang telah menggeliat.

Seperti pemain dalam adegan narasi hot kami selalu berburu “OOouuuuggggghhh… aaaagggghh… aaagggghhh… maaaaas… aaagggghhhh… aaaaagggghhhh… aaaagggghhh.. ” Diapun saling nikmati adegan sex ini, di lebih saya makin hot turut menggoyangkan tubuhku pun sebab benar kata teman-temanku lakukan jalinan intim dengan selingkuhan lebih nikmat rasa-rasanya. Perkiraan Bola

Selang beberapa saat kamipun saling mendesah serta mengeluh dengan kerasnya “OOouuuggggghhhh…. aaaaaaggggghh… aaaaagggghhh… aaaaghh.. sa.. saaayaaang… aaagggh… aaaaagggggghhhhh…” Kamipun berdua saling terpuaskan berkali-kali mas Soni menciumku serta akupun suka ia lakukan hal tersebut sekarang badan kami telah basah bersimbah keringat.

Benar-benar saya demikian senang lakukan adegan narasi seks ini dengan mas Soni, saat 3 hari kami melakaukan hal tersebut. Walau masih tetap berasa kurang tetapi pada akhirnya mas Soni mengajaku pulang ia katakan takut ada yang curuga dengan jalinan kami. Ia memintaku untuk merahasiakan ini serta ia janji akan tetap ada untukku serta sampai detik ini kami masih tetap terkait dengan backstreet.


 

Cerita Sex 18+ - Berhasil Setubuhi Pacar Teman Saat Mabuk


Kesempatan ini bercerita pengalaman Seks dari Rivan seseorang karyawan satu diantara perusahaan franchise yg populer di indonesia. Saat itu Rivan yg tengah pesta miras di kontrakanya dgn teman dekat serta pacar sahabatnya, selesai dgn skandal seks pada Rivan serta pacar rekan Rivan. Ingin tahu lanjutan ceritanya, Langsung saja yuk baca serta baca baik baik narasi mesum ini.


Panggil saja namaku Rivan, saya ialah seseorang karyawan di perusahaan franchise kota semarang (Jateng). Umurku saat ini 26 tahun, saya ialah type seseorang lelaki yg dapat disebutkan mempunyai badan proposional. Saya menjelaskan semacam itu kaena banyak teman-temanku katakan jika tubuhku atletis, berkulit putih, tinggi badan172 cm, serta berat tubuh 67 kg. Menjadi seseorang lelaki dewasa yg masih tetap bujang, saya memiliki hoby melihat film porno.

Saat saya kerja saya tinggal di kontrakan sebab saya ingin mandiri, meskipun sebetulnya saya jarak tempuh tempat kerjaku itu tidak demikian jauh dari rumahku. Telah lumayan lama saya mempunyai teman dekat yg begitu akrab sekali dgnku, sahabatku itu bernama Pandu. Kami seringkali habiskan waktu di tempat hiburan malam bersama, terkadang di tempat dugem serta terkadang pun di tempat family karaoke.

Pandu ialah seseorang rider liar serta ia pun seseorang yg masuk di satu diantara club motor besar di ruang semarang. Di semarang ia cukuplah populer di kelompok rider liar di semarang khususnya didaerah jalan alteri semarang. Dari hoby serta ketrampilan Pandu itu, Pandu sangat disukai beberapa wanita, hingga saat ini diapun memiliki pacar seseorang mahasiswi yg sexy, cantik serta menggemaskan sekali.

Benar-benar Pandu ini begitu mujur sekali sebab ia dapat mempunyai seseorang pacar seperti Echa (pacar Pandu). Echa ini ialah seseorang mahasiswi disalah satu kampus negeri di semarang serta ambil fakultas hukum. Singkat kata, dalam satu hari Pandu-pun coba ajak saya untuk olah vocal (Karaoke) dalam tempat family karaoke yg biasa kami datangi.

“ Van, olah vocal yuk, boring nih saya, ” isi pesan Pandu melalui BBM (blackberry Messenger).
“ Aduh sori nih Lih, bukanya saya nggk ingin, tetapi ini dompet tipis nih, ini uang pasti akan buwat bertahan hidup saya dahulu Van, ” jawabku.
“ Bener pun ya Van, ini saya pun ngepres sekali duitnya, palingan jika kita olah vocal pun nggk akan senang deh, Tetapi bagaimana nih nasib si echo, soalnya saya sudah sudah terburu ajak ia keluar nih Van, ” kata Pandu coba merayu saya .

Jujur saja sebetulnya saya ingin sekali menyepakati ajakannya, tetapi ingin bagaimana isi dompet begitu tidak memberi dukungan kondisi.

“ Gini saja deh Lih, bagaimana jika kita mabuk saja dikontrakanku sampai pagi, serta sekaligus saja Echa kamu ajak ke sini, bagaimana ?, ” ucapku memberikan saran pada Pandu.
“ Wah inspirasi bagus tuch Van, tidak hanya asyik itu pun low biaya,hahaha… yaudah nantikan yah bentar ni saya melaju ke sana, ” jawabnya

Waktu itu-pun Pandu menyepakati usulanku. Kurang lebih 30 menit berlalu, selanjutnya terdengar nada suara motor yg kelihatannya itu ialah Pandu. Sesudah itu aku-pun selekasnya keluar dari kamar kontrakanku serta lihat siapa yg hadir, ya nyatanya benar itu ialah Pandu yg hadir bersama dengan pacarnya. Wowww… mantap sekali gan, Echa malam itu benar-benar sungguh tampak mengagumkan cantik serta sexy.

Malam itu bila beberapa pembaca lihat sesosok wanita bernama Echa, Ditanggung beberapa pembaca akan horny dadakan deh, hha. Di hari itu Echa menggunakan kaos ketat berwarna hitam, hingga hal tersebut membuat terlihatnya buah dada-nya Echa yg montok, kencang an muncul kedepat. Ditambahkan waktu itu pun menggunakan celana pendek jeans ketat ala anak saat ini, hingga hal tersebut membuat pantat Echa tampak betul-betul semok serta kenyal Gan.

Lihat Echa yg semacam itu Si otong mendadak berdiri tegak melawan beberapa pembaca, serta saya makin rasakan keinginan seks yg mengagumkan pada Echa,

“ Selamat malam brooo.sory lama soalnya hujan deres nunggu surut dahulu., ” Kata Pandu sekalian masuk ke kamar kontrakan saya dgn menggandeng masuk si Echa.
“ Ohhh enjoy saja gan, namanya pun hujan,, ini pacar kamu ya Pandu ???, ” Tanyaku sekalian basa basi.

Waktu itu selalu ku lihat mukanya yg bener bener putih bersih rambut rebonding lurus, kulit leher sampai dada tercium wangi seolah-olah nafsu makin bergelora serta Penispun keluarkan tanda yg kuat. Pada akhirnya kita setuju untuk beli minuman keras cap orangtua ( congyg minuman beralkholol ciri khas semarang) sekitar 9 botol, serta camilan untuk pendamping minuman kepiting saus tiram,

“ Echa agar di tempat ini dahulu ya gan ama kamu, gue berbelanja dahulu buat pesta, ” Kata Pandu pada saya.
Waktu itu dalam hati kecil saya berkata, wah ini peluang emas untuk lebih tahu siapa Echa. Ingin sekali ngajak bercakap ah.
“ Siaapppp deech brooo, gue jagain si Echa. aman intinya ama gue.., ” jawabku semangat sebab tidak sabar ingin terlibat perbincangan dgn bidadari satu ini.

Selang beberapa saat Pandupun pergi untuk beli miras serta makanan penambahan,,, tampak Echa duduk bersimpuh diatas kasur saya, dgn tangan yg tetap membelai rambut lurusnya, ditambah lagi dengan parfumnya yg bener bener wangi tercium meningkatkan gairah makin tidak tertahan. Tetapi dalam pikiran saya pun berpikir, ini salah sebab Echa ialah pacar teman dekat saya, batinkupun mulai memberontak,

“ Nama kamu siapa.???, ”. tanyaku memulai pembicaraan dgn si Echa.
“ Echa mas, kalau mas siapa? Sudah kenal lama sama si Pandu?, ”.jawab si Echa dgn senyuman hangat.
“ Ohhh . saya Rivan serta saya telah 5 tahun kenal dgn Pandu.., ” dgn serius saya mengobrol dgn si Echa.

Selang beberapa saat Pandu hadir dgn membawa persediaan pesta untuk malam hari ini.serta pestapun diawali. awalannya saya buka congyg 3 botol serta saya berikan untuk Pandu serta si Echa. Makanan penambahan untuk pelengkap 1 bagian kepiting saos tiram saya simpan mangkuk besar, serta kamipun nikmati situasi. 3 botol habis pun, Pandu minta saya untuk buka minumannya serta pada akhirnya saya membuka .

Echa pun saya lebih . Kamipun sekalian bercanda bergurau saat malam itu serta pada akhirnya sesudah habis masing masing 2 botol, Pandu dgn muka yg merah merekah, Echa yg mulai meredup matanya, saya langsung membuka  3 botol buat saya, Pandu serta pacarnya si Echa,
“ Ayolah brooo,, begitu saja dah K.o.kalah ama cwek kamu si Echa., ” saya memerintah si Pandu untuk meningkatkan minumannya.
“ Wehhh kamu ngremehin gue brooo, sini gue habisin jatah kamu pun, ” Pandu menjawab.

Waktu itu saya dgn perasaan berapi api ingin memberikan jika ia jago minum, pada akhirnya si Pandu menenggak langsung 1 botol yg saya kasih, dan mengusung 1 botol jatah saya tetapi cuma terminum seperempat, sebab mungkin tidak kuat. Pada akhirnya ia tepar tidak berkapasitas. Saya serta Echa dalam kondisi 1/2 tiang masih tetap bercanda serta kadang-kadang menghina Pandu yg telah gugur dalam perpestaan malam ini hari,
“ AAAAhhh payah cwok kamu Echa,, begitu saja K.O, ”. ujarku sekalian bercanda dgn Echa.
“ Iya nih barusan sok sok, ”an langsung nenggak 2 botol, eh justru K.O.., ”. sekalian ketawa serta melayg layg tubuhnya,,, matanya yg telah mulai redup.

Saya mulai kembali bergairah untuk rasakan Vagina si Echa, kondisi telah ON, ditambah lihat buah dada Echa yg bener bener kencang serta putih kulit di bagian dada serta lehernya, membuat Penis ini tidak ingin dibawa kompromi. Tak lama kemudian lalu, Echa membangunkan Pandu yg telah tepar serta tertidur di kasur saya. Echa minta dibawa ke kamar mandi untuk kencing sebab telah habis 2 botol 1/2,

“ Honey, bangun bntar, anterin saya ke kamar mandi, ingin pipis nih.., ” sekalian membangunkan Pandu, Echa seolah tidak tahan untuk keluarkan air kencingnya.
“ Telah biarlah si Pandu tidur, ia dah tidak sadar Echa, dibanding bangun nanti justru muntah muntah. mari kuantar., ”. bujukku sekalian mengharap peluang siapa tahu bisa rezeki.

Dengan sempoyongan berdiri, langsung saya membantu si Echa untuk berjalan. Tangan kanannya kutaruh di bahu saya, saya peluk sisi dadanya.Tanpa menyengaja menggenggam buah dada-nya yg bener bener padat. Penis-pun mulai ereksi, sekalian ke arah ke kamar mandi, tanganku tetap berlaga seolah memberikan pertolongan dgn curi curi peluang. Saat itu bener bener kondisi sepi sebab habis hujan, jadi tidak ada orang seputar yg masih tetap bangun.

Setelah tiba di kamar mandi, saya dudukan si Echa ke wc duduk. Saya bebaskan perlahan pelan serta si Echa minta saya untuk tutup pintunya. Tidak kurang akal, saya tutup pintu tetapi tidak saya rapatkan. Saya intip dari sela pintu, Echa mulai melorotkan celana serta CD nya, tampak jembut yg benar-benar rapi nan indah. Vaginanya merekah merah, perutnya yg langsing membuat Penis makin memberikan tegangan tinggi saja.

Seolah ingin masuk liang senggama punya Echa. Waktu itu air seni Echa-pun keluar dari Vagina si Echa, saaitu selalu kuamati Vagina nya sampai usai buang air kecil, lalu di mencuci Vaginanya dgn semprotan air, tampak mukanya yg benar-benar merayu, dgn bibir tipis, mata sayu. uuuuhh benar-benar bidadari yg jatuh dari langit. Dengan perasaan tidak sabar saya langsung masuk ke kamar mandi. Saya langsung berdiri di muka Echa.

“ Echa, Vaginamu benar-benar merayu., ” ujarku sekalian lihat mengarah Echa yg dalam kondisi 1/2 tiang.
“ Kamu ingin apa Rivan ?, ”jawabnya dgn terbata bata serta seempoyongan.
Tanpa ada berpikir panjang.langsung saya mengambil possisi di muka Vagina Echa.langsung ku jilatin Vagina Echa yg merekah. Kakinya ku simpan pundakku serta ku angkat ke atas,

“ Aaaaccchhhhhh enaaaaaakkk riaannn. enaaakkk bangeeettt, ” Desahan Echa menikmatinya, keliatannya telah on fire pun si Echa nih.
“ Srrruuuupppp ehhmmm sluuuuuuupp, ”
Nada jilatanku pada semua rongga Vagina Echa, serta saya hisap Clitoris Vaginanya, sampai Echa makin meronta serta mendesah hebat.

“ Rivan.masukin yuk, gatel nih Vagina, ” tampak telah jika Echa ialah hypersex.
Dengar ajakan Echa itu, lalu langsung ku angkat Echa, ku terlepas pakaian serta Branya. Saya balikan mengarah dinding serta melepas celanaku serta saya basahi Penisku dgn air liurku. Penispun tidak ketahan . saya ajak Echa untuk Dogie model seks.. perlahan-lahan kumasukkan ujung Penisku dari belakang .ku gesek gesekkan ke Vagina Echa.

“ Masukin Rivan, ayooooo selalu Rivann, ” Pinta Echa kepadaku.
Waktu itu aku-pun tidak dapat meredam nafsu birahiku, serta selanjutnya,
“ Blesssssssss…, ”
Selanjutnya Peniskupun masuk ke lobang Vagina punya Echa,
“ Aaaahhhh Ooohhh. enak sekali Rivan, Dorong teruuuuussss Rivan, Vaginaku penuh dgn Penismu yg besar, ” desahan Echa.

KUMPULAN LINK ALTERNATIF AGEN DOMINO TERPERCAYA INDONESIA BANK ONLINE 24 JAM
Dengar desahan Echa aku-pun makin semangat untuk memuaskan nya. Saya maju mundur keluar masuk serta selalu ku goyang Penisku ke Vagina Echa. Sekalian merunduk serta sekalian meremas buah dada Echa, kadang-kadang saya pelintir putingnya yg telah tumbuh. Saya remas remas selalu serta selalu ku genjot .Echa cuma dapat mendesah. Beberapa waktu lalu Echa pada akhirnya orgasme yg kali pertamanya.

Echa keluarkan cairan putih hangat berasa di Penisku yg ada di Vagina Echa.
“ Aaaaccchhhh..ssssstttt..eemmmhhhh. Keluar Rivan…Aaaacchhhhh oohhhh.Sangat nikmat Rivan, ”. desah Echa mulai tidak karuan.

Waktu itu saya makin meningkatkan genjotanku. Saya terasa suka dalam hati dapat membuat Echa orgasme dgn demikian cepat. Selang beberapa waktu lalu akupun tidak dapat meredam sperma untuk keluar. dalam waktu puncakku, ku genjot bertambah cepat . Pada akhirnya dgn penuh semangat saya cabut Penisku dari Vagina Echa serta saya mengeluarkan air maniku ke pantat Echa semua “ Crotttttttttt… Crottt… Crottt… Achhhhhhhhhhh, ”

Selanjutnya air maniku-pun keluar dgn cepat serta tercecer di pantat serta punggung Echa
“ Terima kasih Echa, Vaginamu benar-benar mengagumkan.., ” kataku sekalian saya memeluk Echa.
“ Iya Rivan sayaang, saya pun yah sebab kamu telah memberi saya kesenangan malam hari ini, ” kata Echa senang.

Sesudah itu aku-pun mencuci pantat serta punggung Echa yg penuh air maniku. Sesudah usai aku-pun lalu menolong Echa untuk menggunakan pakainnya , serta saya antar ia untuk ke kamar temani Pandu yg telah terkapar tidak berkapasitas karena mabuk miras.


 

Gairah SEX ku Dengan Teman SMP ku Dulu

 


Saya ialah anak ke-3 dari tiga bersaudara. Muka saya biasa saja, tidak buruk pun tidak cantik.. lumayanlah. Usia saya 24 tahun, badan saya pun tidak begitu proposional. Kakak saya telah menikah semua serta saya barusan menyelenggarakan pernikahan dua bulan waktu lalu dengan lelaki pilihan saya. Kami begitu bahagia sekali. Satu bulan setelah itu beberapa gejala kehamilan terlihat serta saya positif hamil dengan umur kandungan 3 minggu.

Suami saya tidak tahu kehamilan saya ini sebab suami saya baru pergi ke Semarang untuk kepentingan dinas yang ditugaskan oleh kantornya untuk waktu yang lumayan lama, kira-kira seputar 4 sampai 5 bulan. Saya sudah sempat memprotes keras sebab kami barusan menyelenggarakan pernikahan serta saya tengah nikmati keindahan sex yang sampai kini saya pikirkan demikian enak serta begitu indah sekali serta memang itu semua dapat dibuktikan, sex demikian enak, menyenangkan serta begitu indah sekali

Insiden ini berlangsung saat saya mengecek kandungan saya ke dokter kandungan yang populer di kota saya. Saya tidak tahu jika dokter itu ialah rekan SMP saya, saya baru sadar saat Hendra menegur saya, “Maureen.. kamu Maureen kan..?” sapanya.
“Iya..” kata saya.
“Masa kamu lupa dengan saya.. saya ini Hendra”, sahutnya .
“Hendra.. mm.. ohh.. yah saya ingat kamu kan yang dahulu sekolah di SMP*** (edited) itu bukan..?” jawabku.
“Iya bener telah inget saat ini..?” tuturnya .
“Iya.. iya.. hebat yah saat ini kamu telah jadi dokter yang terkenal”, kata saya .

Singkat kata saya telah berbaring siap untuk di check serta Hendra juga telah siap-siap dengan sarung tangan karet serta perlengkapan yang lain yang tidak saya tahu namanya. Hendra mulai menggenggam serta menekan-nekan perut saya, saya cuma rasakan kegelian saja sampai satu saat Hendra menyentuh dengan tidak menyengaja ke payudara saya serta dengan refleks tangan saya menghalaunya, terlihat muka Hendra merah serta seringkali mohon maaf pada saya.

“Tak.. apa-apa Hen saya tahu kamu tidak sengaja”, kata saya walau sebenarnya saya begitu suka sekali sebab telah lama saya ingin terkait tubuh, telah dua minggu saya tidak mengerjakannya. Lantas saya menanyakan padanya, “Hen kalau contohnya dalam umur kandungan tiga minggu saya lakukan jalinan tubuh apa tidak mengganggu janin serta kondisi saya..?” bertanya saya. “Ohh.. tidak apa-apa selama tidak rasakan sakit serta santai saja nikmati semua serta yang penting mesti..(ia demikian mengutamakan kata mesti) berhati-hati sekali supaya tidak menggangu janin”, kata Hendra.

Lantas ia mulai lihat kondisi liang kewanitaan saya sebab saya merintih seringkali keluar lendir putih, saya ketahui ini bukan tempatnya, semestinya saya ke dokter kulit serta kelamin tetapi tidak apa-apa deh siapa tahu ia pahami dikit banyak mengenai hal tersebut, pada saat ia menyentuh liang kemaluan saya sangat terasa enak sekali, tidak diduga saja kemauan untuk lakukan hubungan seksual kembali menggebu serta saat ia masukkan alat yang saya tidak paham namanya ke liang senggama saya, sangat terasa enak sekali serta saya sudah sempat mendesah dikit entahlah terdengar apa tidak oleh Hendra.

Hendra mencabut alat itu secara cepat saya tahan sebab saya begitu menikmatinya serta saya mulai menggoyang-goyangkan tangan Hendra ke liang senggamaku, terlihat mukanya terheran-heran serta memerah, terlihat keringatnya keluar. Lantas saya menanyakan, “Hen kok.. mendadak kamu demikian tegang sekali, tolong Hen puaskan saya Hen, tolong soalnya saya telah dua minggu tidak mengerjakannya.. kamu ingin kan Hen..” bertanya saya pada Hendra, ia tidak menjawab cuma terdiam saja, terlihat muka merahnya serta keringatnya demikian deras.

“Hen.. Hen.. kamu tidak apa-apa..?” bertanya saya.
Hendra mulai menjawab dengan tersendat-sendat, “Ti.. ti.. ti..dakk aa..ku tidak apa-apa..!” tuturnya tetapi mukanya yang tegang, keringatnya tidak bisa dia menyembunyikan.
Lantas saya menanyakan , “Hen.. kamu ingin kan puaskan saya, saya ingin sekali Hen.. saya telah lama tidak melakukannya”, pinta saya pada Hendra, dia masih tetap tersendat-sendat lantas mengatakan, “Tapi Reen.. saya tidak bisa”, jelas Hendra, saya mulai melirik kejantanannya. Wah.. nyatanya telah tegang, lantas saya remas-remas untuk memberikannya rangsangan. Hendra mulai menikmatinya serta ia mulai berani menggoyangkan tangannya di liang kewanitaan saya, sayaa mulai mendesah sebab rasakan enak serta melayang-layang.

Hendra mulai mencium saya serta lidah kami sama-sama hisap lantas saya membuka reitsleting celananya serta pakaian dokternya saya membuka. Hendra tidaklah terlalu sulit waktu buka pakaian saya sebab pakaian saya sudah dibuka oleh Hendra awalnya pada saat mengecek saya barusan, tinggal buka bra saya saja, yang tidak saya kira Hendra telah membenamkan mukanya di liang kewanitaan saya. “Ohh.. ohh.. benar-benar enaknya”, desah saya, Hendra terlihat asik mainkan klitoris saya serta tangannya tidak tertinggal mainkan puting serta payudara saya.

Sesudah senang lantas giliran saya mengulum batang kemaluannya yang cukup besar (mengapa saya katakan besar sebab saya tidak tahu besarnya kemaluan pria, yang saya ketahui cuma mempunyai suami saya) dari mulai menjilat sampai menghisapnya. Hendra begitu nikmati sekali hisapan saya, yang terdengar cuma desahan nikmat, “Ssstt.. ahh.. emm.. ohh.. enak sekali Maureen enak.. kamu benar-benar pinter sayang.. ohh..” tidak tertinggal tangannya mainkan liang kewanitaan serta puting susu saya, jempol serta jari telunjuknya mainkan klitoris saya sedang jari tengahnya masuk, sebab lama-lama makin cepat Hendra mainkan jari tangannya, saya juga mau keluar serta tidak lama dari itu saya berteriak, “Hen.. ohh.. sstt.. saya keluarr.. Hen.. ohh enak sekali..” tanpa ada sadar saya menggit batang kemaluan Hendra sebab saya seperti tidak sadarkan diri, Hendra juga berteriak keras sekali, “Aaawww.. sakit”, “Sorry.. sorry.. saya tidak sengaja”, saya juga tidak dapat meredam tawa saya.

Lantas kami meneruskan kembali permainan sex kami. “Hen.. masukan saat ini saja, saya tidak tahan ..” lantas dengan tuntunan saya, saya mulai mengarahkan batang kemaluannya ke pintu liang kewanitaan saya yang telah basah oleh cairan serta ludah Hendra itu sampai membuat liang kewanitaan saya licin. Lantas Hendra tempelkan kepala kemaluannya ke pintu kewanitaan saya yang terlihat merah, ia mulai mengayunkan pantatnya ke depan tetapi aneh sekali tidak dapat masuk entahlah sebab begitu licin atau memang mempunyai Hendra begitu besar, ia mulai buka bibir kemaluan saya dengan ke-2 tangannya, dengan demikian lubang kewanitaan saya terbuka lebar serta ia mulai mengarahkan batang kemaluannya, dengan satu sentakan saja batang kemaluannya telah masuk.

“Aduhh.. sakit Hen..” lantas Hendra ambil suatu seperti cairan atau minyak, saya tidak tahu dengan jelas serta Hendra mulai menggerakkan pantatnya maju mundur. “Ooohh.. uuhh.. hhmm.. sstt..” desahku. “Ayo selalu sayang.. selalu.. oohh.. kamu pinter.. Hen selalu.. Hen.. selalu sayang.. oohh..” Hendra juga keliatannya tidak ingin kalah, ia selalu mendesah keenakkan, “Ooohh.. liang kewanitaan kamu masih tetap sempit yah.. oohh.. enak sekali.. uuhh.. selalu goyangkan pinggul kamu Reen.. selalu sayang.. oohh.. sstt..”

Selang beberapa saat saya akan keluar . “Hen.. cepat.. Hen.. goyang bertambah cepat .. bertambah cepat Hen..” serta, “Ooohh.. Hen.. saya keluuarr ..” saya mendesah panjang serta mengejang untuk sesaat sekalian kakiku dilingkarkan di perutnya. Hendra juga mencabut batang kemaluannya serta menanyakan pada saya, “Reen kamu pernah lakukan anal belum..?” bertanya Hendra. “Belum sempat..” jawab saya, “Habis keliatannya sakit sich”, lanjutku. “Ohh yah telah tidak apa-apa jika demikian kita ubah yah dengan dogdy style”, bisiknya.

Lantas saya menungging serta Hendra mulai menusukkan batang kemaluannya serta saat ini keliatannya Hendra tidak alami kesukaran untuk masukkan batang kemaluannya, nampaknya Hendra mau keluar sebab goyangannya demikian cepat serta, “Ooohh.. aahh.. sstt.. uuhh..” Hendra juga menyemprotkan air maninya ke liang kewanitaan saya, selang beberapa saat saya juga keluar untuk ke-3 kalinya serta kami juga terkulai lemas bertepatan dengan datangnya kesenangan yang tanpa tara ini. Batang kemaluan Hendra masih tetap tenggelam di liang kewanitaan saya.

Setelah batang kemaluan Hendra mengecil saya lakukan kembali oral padanya, bersihkan sisa-sisa air mani serta cairan yang saya hasilkan serta kami juga berbenah diri sekalian bersihkan diri. “Hen.. terima kasih yah.. kamu telah memuaskan saya kamu hebat Hen.” Hendra juga berterima kasih pada saya sebab ia sudah dipuaskan oleh saya. Hendra lantas tuliskan resep buat saya, pada saat saya akan membayarnya ia menampik dengan fakta tadi itu telah adalah bayaran yang begitu mahal tuturnya. “Kalau demikian.. yah sudah”, fikir saya. Saya juga pulang serta pada saat saya melalui ruangan nantikan ada banyak pasien yang menanti, rupanya barusan saya bercinta dengan Hendra lumayan lama serta saya baru mengetahuinya, “Ah.. cuek saja”, fikir saya. Saya seringkali bercinta dengan Hendra semenjak saat itu tapi setelah suami saya pulang saya belum pernah bercinta dengannya.

Cerita dewasa pacarku dan adiknya yang ku setubuhi sekaligus


Cerita ini berawal ketika aku pacaran dengan Dian, Dian adalah seorang gadis mungil dengan tubuh yang seksi dan dibalut oleh kulit yang putih mulus. Walaupun payudaranya tidak terlalu besar, ya.. kira-kira berukuran 34 lah. Selama pacaran, kami belum pernah berhubungan badan. Hanya saja kalau nafsu cerita dewasa kami sudah tidak bisa ditahan, biasanya kami melakukan oral seks.


Dian memiliki dua orang adik perempuan yang cantik. Adiknya yang pertama, namanya Elsa, juga mempunyai kulit yang putih mulus. Namun payudaranya jauh lebih besar daripada kakaknya. Menurut kakaknya, ukurannya 36B. Inilah yang selalu menjadi perhatianku kalau aku sedang ngapel ke rumah Dian. Payudaranya yang berayun-ayun kalau sedang berjalan, membuat penisku berdiri tegak karena membayangkan betapa enaknya memegang payudaranya. 

Sedangkan adiknya yang kedua masih kelas 2 SMP. Namanya Agnes. Tidak seperti kedua kakaknya, kulitnya berwarna sawo matang. Tubuhnya semampai seperti seorang model cat walk. Payudaranya baru tumbuh. Sehingga kalau memakai baju yang ketat, hanya terlihat tonjolan kecil dengan puting yang mencuat. Walaupun begitu, gerak-geriknya sangat sensual.

Pada suatu hari, saat di rumah Dian sedang tidak ada orang, aku datang ke rumahnya. Wah, pikiranku langsung terbang ke mana-mana. Apalagi Dian mengenakan daster dengan potongan dada yang rendah berwarna hijau muda sehingga terlihat kontras dengan kulitnya. Kebetulan saat itu aku membawa VCD yang baru saja kubeli. Maksudku ingin kutonton berdua dengan Dian. Baru saja hendak kupencet tombol play, tiba-tiba Dian menyodorkan sebuah VCD porno.

Hei, dapat darimana sayang? tanyaku sedikit terkejut.
Dari teman. Tadi dia titip ke Dian karena takut ketahuan ibunya, katanya sambil duduk di pangkuanku.
Nonton ini aja ya sayang. Dian kan belum pernah nonton yang kayak gini, ya? pintanya sedikit memaksa.
Oke, terserah kamu, jawabku sambil menyalakan TV.

Beberapa menit kemudian, kami terpaku pada adegan panas demi adegan panas yang ditampilkan. Tanpa terasa penisku mengeras. Menusuk-nusuk pantat Dian yang duduk di pangkuanku. Dian pun memandang ke arahku sambil tersenyum. Rupanya dia juga merasakan.
Ehm, kamu udah terangsang ya sayang? tanyanya sambil mendesah dan kemudian mengulum telingaku. Aku hanya bisa tersenyum kegelian. Lalu tanpa basa-basi kuraih bibirnya yang merah dan langsung kucium, kujilat dengan penuh nafsu. Jari-jemari Dian yang mungil mengelus-elus penisku yang semakin mengeras.

Lalu beberapa saat kemudian, tanpa kami sadari ternyata kami sudah telanjang bulat. Segera saja Dian kugendong menuju kamarnya. Di kamarnya yang nyaman kami mulai melakukan foreplay. Kuremas payudaranya yang kiri. Sedangkan yang kanan kukulum putingnya yang mengeras. Kurasakan payudaranya semakin mengeras dan kenyal. Kuganti posisi. Sekarang lidahku liar menjilati vaginanya yang basah. Kuraih klitorisnya, dan kugigit dengan lembut. Cerita dewasa.

Aahh.. ahh.. sa.. sayang, Dian udah nggak kuat.. emh.. ahh.. Dian udah mau keluar.. aackh.. ahh.. ahh! Kurasakan ada cairan hangat yang membasahi mukaku. Setelah itu, kudekatkan penisku ke arah mulutnya. Tangan Dian meremas batangku sambil mengocoknya dengan perlahan, sedangkan lidahnya memainkan buah pelirku sambil sesekali mengulumnya. Setelah puas bermain dengan buah pelirku, Dian mulai memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Mulutnya yang mungil tidak muat saat penisku masuk seluruhnya. Tapi kuakui sedotannya memang nikmat sekali. Sambil terus mengulum dan mengocok batang penisku, Dian memainkan puting susuku. Sehingga membuatku hampir ejakulasi di mulutnya. Untung masih dapat kutahan. Aku tidak mau keluar dulu sebelum merasakan penisku masuk ke dalam vaginanya yang masih perawan itu.

Adik Dian Tiba-Tiba Masuk
Saat sedang hot-hotnya, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Aku dan Dian terkejut bukan main. Ternyata yang datang adalah kedua adiknya. Keduanya spontan berteriak kaget.
Kak Dian, apa-apan sih? Gimana kalau ketahuan Mama? teriak Agnes. Sedangkan Elsa hanya menunduk malu. Aku dan Dian saling berpandangan. Kemudian aku bergerak mendekati Agnes. Melihatku yang telanjang bulat dengan penis yang berdiri tegak, membuat Agnes berteriak tertahan sambil menutup matanya.

Iih.. Kakak! jeritnya. Itunya berdiri! katanya lagi sambil menunjuk penisku. Aku hanya tersenyum melihat tingkah lakunya.
Setelah dekat, kurangkul dia sambil berkata, Agnes, Kakak sama Kak Dian kan nggak ngapa-ngapain. Kita kan lagi pacaran. Yang namanya orang pacaran ya.. kayak begini ini. Nanti kalo Agnes dapet pacar, pasti ngelakuin yang kayak begini juga. Agnes udah bisa apa belum? tanyaku sambil mengelus pipinya yang halus. Agnes menggeleng perlahan.

Mau nggak Kakak ajarin? tanyaku lagi. Kali ini sambil meremas pantatnya yang padat.
Mmh, Agnes malu ah Kak, desahnya.
Kenapa musti malu? Agnes suka nggak sama Kakak? kataku sambil menciumi belakang lehernya yang ditumbuhi rambut halus.
Ahh, i.. iya. Agnes udah lama suka ama Kakak. Tapinya nggak enak sama Kak Dian, jawabnya sambil memejamkan mata.

Tampaknya Agnes menikmati ciumanku di lehernya. Setelah puas menciumi leher Agnes, aku beralih ke Elsa.
Kalo Elsa gimana? Suka nggak ama Kakak? Elsa mengangguk sambil kepalanya masih tertunduk.
Ya udah. Kalo gitu tunggu apa lagi, kataku sambil menggandeng keduanya ke arah tempat tidur.
Elsa duduk di pinggiran tempat tidur sambil kusuruh untuk mengulum penisku. Pertamanya sih dia nggak mau, tapi setelah kurayu sambil kuraba payudaranya yang besar itu, Elsa mau juga. Bahkan setelah beberapa kali memasukkan penisku ke dalam mulutnya, Elsa tampaknya sangat menikmati tugasnya itu. Sementara Elsa sedang memainkan penisku, aku mulai merayu Agnes. Agnes, bajunya Kakak buka ya? pintaku sedikit memaksa sambil mulai membuka kancing baju sekolahnya. Lalu kulanjutkan dengan membuka roknya. Ketika roknya jatuh ke lantai, terlihat CD-nya sudah mulai basah.

Segera saja kulumat bibirnya dengan bibirku. Lidahku bergerak-gerak menjilati lidahnya. Agnes pun kemudian melakukan hal yang sama. Sambil tetap menciumi bibirnya, tanganku bermaksud membuka BH-nya. Tapi segera ditepiskannya tanganku.
Jangan Kak, malu. Dada Agnes kan kecil, katanya sambil menutupi dadanya dengan tangannya. Dengan tersenyum kuajak dia menuju ke kaca yang ada di meja rias. Kusuruh dia berkaca. Sementara aku ada di belakangnya. Dibuka dulu ya! kataku membuka kancing BH-nya sambil menciumi lehernya.

Setelah BH-nya kujatuhkan ke lantai, payudaranya kuremas perlahan sambil memainkan putingnya yang berwarna coklat muda dan sudah mengeras itu. Nah, kamu lihat sendiri kan. Biar dada kamu kecil, tapi kan bentuknya bagus. Lagian kamu kan emang masih kecil, wajar aja kalo dada kamu kecil. Nanti kalo udah gede, dada kamu pasti ikutan gede juga, kataku sambil mengusapkan penisku ke belahan pantatnya. Agnes mendesah keenakan. Kepalanya bersandar ke dadaku. Tangannya terkulai lemas. Hanxa nafasnya saja yang kudengar makin memburu. Segera kugendong dia menuju ke tempat tidur. Kutidurkan dan kupelorotkan CD-nya. Bulu kemaluannya masih sangat jarang. Menyerupai bulu halus yang tumbuh di tangannya. Kulebarkan kakinya agar mudah menuju ke vaginanya. Kucium dengan lembut sambil sesekali kujilat klitorisnya. Sementara Elsa kusuruh untuk meremas-remas payudaranya adiknya itu. Aahh.. ach.. ge.. geli Kak. Tapi nikmat sekali, aahh terus Kak. Jangan berhenti. Mmh.. aahh.. ahh.

Setelah puas dengan vagina Agnes. Aku menarik Elsa menjauh sedikit dari tempat tidur. Dian kusuruh meneruskan. Lalu dengan gaya 69, Dian menyuruh Agnes menjilati vaginanya. Sementara itu, aku mulai mencumbu Elsa. Kubuka kaos ketatnya dengan terburu-buru. Lalu segera kubuka BH-nya. Sehingga payudaranya yang besar bergoyang-goyang di depan mukaku.

Wow, tete kamu bagus banget. Apalagi putingnya, merah banget kayak permen, godaku sambil meremas-remas payudaranya dan mengulum putingnya yang besar. Sedangkan Elsa hanya tersenyum malu. Ahh, ah Kakak, bisa aja, katanya sambil tangan kirinya mengelus kepalaku dan tangan kanannya berusaha manjangkau penisku.

Melihat dia kesulitan, segera kudekatkan penisku dan kutekan-tekankan ke vaginanya. Sambil mendesah keenakan, tangannya mengocok penisku. Karena kurasakan air maniku hampir saja muncrat, segera kuhentikan kocokannya yang benar-benar nikmat itu. Harus kuakui, kocokannya lebih nikmat daripada Dian. Setelah menenangkan diri agar air maniku tidak keluar dulu, aku mulai melorotkan CD-nya yang sudah basah kuyup.

Begitu terbuka, terlihat bulu kemaluannya lebat sekali, walaupun tidak selebat Dian, sehingga membuatku sedikit kesulitan melihat vaginanya. Setelah kusibakkan, baru terlihat vaginanya yang berair. Kusuruh Elsa mengangkang lebih lebar lagi agar memudahkanku menjilat vaginanya. Kujilat dan kuciumi vaginanya. Kepalaku dijepit oleh kedua pahanya yang putih mulus dan padat. Nyaman sekali pikirku. Cerita dewasa.

aahh, Kak.. Elsa mau pipiss.. erangnya sambil meremas pundakku.
Keluarin aja. Jangan ditahan, kataku.
Baru selesai ngomong, dari vaginanya terpancar air yang lumayan banyak. Bahkan penisku sempat terguyur oleh pipisnya. Wah nikmat sekali jeritku dalam hati. Hangat.

Setelah selesai, kuajak Elsa kembali ke tempat tidur. Kulihat Dian dan Agnes sedang asyik berciuman sambil tangan keduanya memainkan vaginanya masing-masing. Sementara di sprei terlihat ada banyak cairan. Rupanya keduanya sudah sempat ejakulasi. Karena Dian adalah pacarku, maka ia yang dapat kesempatan pertama untuk merasakan penisku. Kusuruh Dian nungging. Sayang, Dian udah lama nunggu saat-saat ini, katanya sambil mengambil posisi nungging. Setelah sebelumnya sempat mencium bibirku dan kemudian mengecup penisku dengan mesra.

Tanpa berlama-lama lagi, kuarahkan penisku ke vaginanya yang sedikit membuka. Lalu mulai kumasukkan sedikit demi sedikit. Vaginanya masih sangat sempit. Tapi tetap kupaksakan. Dengan hentakan, kutekan penisku agar lebih masuk ke dalam. Aachk! Sayang, sa.. sakit! aahhck.. ahhck.. Dian mengerang tetapi aku tak peduli. Penisku terus kuhunjamkan. Sehingga akhirnya penisku seluruhnya masuk ke dalam vaginanya. Kuistirahatkan penisku sebentar.

Kurasakan vaginanya berdenyut-denyut. Membuatku ingin beraksi lagi. Kumulai lagi kocokan penisku di dalam vaginanya yang basah sehingga memudahkan penisku untuk bergerak. Kutarik penisku dengan perlahan-lahan membuatnya menggeliat dalam kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Makin kupercepat kocokanku. Tiba-tiba tubuh Dian menggeliat dengan liar dan mengerang dengan keras. Kemudian tubuhnya kembali melemas dengan nafas yang memburu. Kurasakan penisku bagai disemprot oleh air hangat. Rupanya Dian sudah ejakulasi. Kucabut penisku dari vaginanya. Terlihat ada cairan yang menetes dari vaginanya.

Kok ada darahnya sayang? tanya Dian terkejut ketika melihat ke vaginanya.
Kan baru pertama kali, balas Dian mesra.
Udah, nggak apa-apa. Yang penting nikmat kan sayang? kataku menenangkannya sambil mengeluskan penisku ke mulut Elsa. Dian cuma tersenyum dan setelah kucium bibirnya, aku pindah ke Elsa.

Sambil mengambil posisi mengangkang di atasnya, kudekatkan penisku ke mulutnya. Kusuruh mengulum sebentar. Lalu kuletakkan penisku di antara belahan payudaranya. Kemudian kudekatkan kedua payudaranya sehingga menjepit penisku. Begitu penisku terjepit oleh payudaranya, kurasakan kehangatan. Ooh.. Elsa, hangat sekali. Seperti vagina, kataku sambil memaju-mundurkan pinggulku. Elsa tertawa kegelian. Tapi sebentar kemudian yang terdengar dari mulutnya hanyalah desahan kenikmatan.

Setelah beberapa saat mengocok penisku dengan payudaranya, kutarik penisku dan kuarahkan ke mulut bawahnya. Dimasukin sekarang ya? kataku sambil mengusapkan penisku ke bibir kewanitaannya. Kusuruh Elsa lebih mengangkang. Kupegang penisku dan kemudian kumasukkan ke dalam kewanitaannya. Dibanding Dian, vagina Elsa lebih mudah dimasuki karena lebih lebar. Kedua jarinya membuka kewanitaannya agar lebih gampang dimasuki. Sama seperti kakaknya, Elsa sempat mengerang kesakitan.

Tapi tampaknya tidak begitu dipedulikannya. Kenikmatan hubungan seks yang belum pernah dia rasakan mengalahkan perasaan apapun yang dia rasakan saat itu. Kupercepat kocokanku. Aahh.. aahh.. aacchk.. Kak terus Kak.. ahh.. ahh.. mmh.. aahh.. Elsa udah mau ke.. keluar. Mendengar itu, semakin dalam kutanamkan penisku dan semakin kupercepat kocokanku. Aahh.. Kak.. Elsa keluar! mmh.. aahh.. ahh.. Segera kucabut penisku. Dan kemudian dari bibir kemaluannya mengalir cairan yang sangat banyak. Elsa, nikmat khan? tanyaku sambil menyuruh Agnes mendekat. Enak sekali Kak. Elsa belum pernah ngerasain yang kayak gitu. Boleh kan Elsa ngerasain lagi? tanyanya dengan mata yang sayu dan senyum yang tersungging di bibirnya. Aku mengangguk. Dengan gerakan lamban, Elsa pindah mendekati Dian. Yang kemudian disambut dengan ciuman mesra oleh Dian. 

Nah, sekarang giliran kamu, kataku sambil merangkul pundak Agnes. Kemudian, untuk merangsangnya kembali, kurendahkan tubuhku dan kumainkan payudaranya. Bisa kudengar jantungnya berdegup dengan keras. Agnes jangan tegang ya. Rileks aja, bujukku sambil membelai-belai vaginanya yang mulai basah. Agnes cuma mengangguk lemah. Kubaringkan tubuhku. Kubimbing Agnes agar duduk di atasku. Setelah itu kuminta mendekatkan vaginanya ke mulutku.

Setelah dekat, segera kucium dan kujilati dengan penuh nafsu. Kusuruh tangannya mengocok penisku. Beberapa saat kemudian, Kak.. aahh.. ada yang.. mau.. keluar dari memek Agnes.. aahh.. ahh, erangnya sambil menggeliat-geliat. Jangan ditahan Agnes. Keluarin aja, kataku sambil meringis kesakitan. Soalnya tangannya meremas penisku keras sekali. Baru saja aku selesai ngomong, vaginanya mengalir cairan hangat. Aahh.. aachk.. nikmat sekali Kak.. nikmat.. jerit Agnes dengan tangan meremas-remas payudaranya sendiri.

Setelah kujilati vaginanya, kusuruh dia jongkok di atas penisku. Begitu jongkok, kuangkat pinggulku sehingga kepala penisku menempel dengan bibir vaginanya. Kubuka vaginanya dengan jari-jariku, dan kusuruh dia turun sedikit-sedikit. Vaginanya sempit sekali.

Maklum, masih anak-anak. Penisku mulai masuk sedikit-sedikit. Agnes mengerang menahan sakit. Kulihat darah mengalir sedikit dari vaginanya. Rupanya selaput daranya sudah berhasil kutembus. Setelah setengah dari penisku masuk, kutekan pinggulnya dengan keras sehingga akhirnya penisku masuk semua ke vaginanya. Hentakan yang cukup keras tadi membuat Agnes menjerit kesakitan.

Untuk mengurangi rasa sakitnya, kuraba payudaranya dan kuremas-remas dengan lembut. Setelah Agnes merasa nikmat, baru kuteruskan mengocok vaginanya. Lama-kelamaan Agnes mulai menikmati kocokanku. Kunaik-turunkan tubuhnya sehingga penisku makin dalam menghunjam ke dalam vaginanya yang semakin basah. Kubimbing tubuhnya agar naik turun. Aahh.. aahh.. aachk.. Kak.. Agnes.. mau keluar.. lagi, katanya sambil terengah-engah.

Selesai berbicara, penisku kembali disiram dengan cairan hangat. Bahkan lebih hangat dari kedua kakaknya. Begitu selesai Cerita dewasa ejakulasi, Agnes terkulai lemas dan memelukku. Kuangkat wajahnya, kubelai rambutnya dan kulumat bibirnya dengan mesra.

Setelah kududukkan Agnes di sebelahku, kupanggil kedua kakaknya agar mendekat. Kemudian aku berdiri dan mendekatkan penisku ke muka mereka bertiga. Kukocok penisku dengan tanganku. Aku Cerita dewasa sudah tidak tahan lagi. Mereka secara bergantian mengulum penisku. Membantuku mengeluarkan air mani yang sejak tadi kutahan. Makin lama semakin cepat. Dan akhirnya, croott.. croott.. creet.. creet! Air maniku memancar banyak sekali. Membasahi wajah kakak beradik itu.

Kukocok penisku lebih cepat lagi agar keluar lebih banyak. Setelah air maniku tidak keluar lagi, ketiganya tanpa disuruh menjilati air mani yang masih menetes. Lalu kemudian menjilati wajah mereka sendiri bergantian. Setelah selesai, kubaringkan diriku, dan ketiganya kemudian merangkulku. Agnes di kananku, Elsa di samping kiriku, sedangkan Dian tiduran di tubuhku sambil mencium bibirku. Kami berempat akhirnya tertidur kecapaian. Apalagi aku, sepanjang pengalamanku berhubungan seks, belum pernah aku merasakan Cerita dewasa yang senikmat ini. Dengan tiga orang gadis, adik kakak, masih perawan pula semuanya. That was the best day of my live.