WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

Blogroll

Cerita Sex - Serunya Berselingkuh di Kamar Hotel

Saya seseorang ibu rumah-tangga biasa namaku Delia sehari-hari saya ada di dalam rumah, pada akhirnya akupun mencari aktivitas dengan beberapa bergabung dengan beberapa wanita sosialita. Sebetulnya hidupku tidak sepi-sepi sangat sebab saya tinggal di dalam rumah keluarga suamiku, ada ke-2 mertuaku yang masih tetap repot kerja pun di perusahaannya sendiri. Pun anakku yang sekarang telah dua orang Lia 3 tahun serta Edy 12 tahun.

Akupun mempunyai suami mas Imran yang bertanggungjawab pada keluarga, diapun demikian hot memuaskan saya di lakukan jalinan intim seperti dalam adegan narasi seks sangat hot, tetapi akupun menghianatinya juga. Mungkin saya terikut pergaulan dengan teman-temanku yang memandang selingkuh telah dikira perihal yang biasa bahkan juga tuturnya membuat kita lebih bergairah melakukan kehidupan ini.

Pas di umur pernikahanku yang ke 12 tahun saya menghianati suamiku, serta bukan dengan orang lainnya tetapi dengan orang rumah juga. Walau ia tidak ada jalinan darah dengan keluarga suamiku tetapi ia tinggal di dalam rumah besar ini pula. Namanya mas Soni ia adalah sopir keluarga, sehari-hari kerjanya mengantarkan orang rumah ke kantor serta balik lagi ke rumah sampai tenaganya di perlukan.

Oleh karenanya mas Soni tetap ada di dalam rumah sehari-hari, sebab saya tetap repot dengan arisan juga acara kumpul-kumpul dengan teman-temanku pada akhirnya mas Soni yang seringkali mengantarku. Semula saya tertarik kepadanya saat saya minta ia untuk masuk dalam ruang tempat kami membuat acara, waktu itu ia membawakan barang yang akan saya bawa serta.

Tetapi di semua pada ramai katakan “Aduuh jeng Delia suaminya cakep sekali jeng..” Saya kaget serta akan mengklarifikasi tetapi saat semua berkata semacam itu pada akhirnya akupun cuma tersenyum saja “Mas bisa kenalan tidak..?” Kata jeng Vika pada mas Soni serta saya lihat mas Soni demikian tersipu malu di buatnya serta saat saya memandangnya dengan cermat ia memang demikian cakep serta gagah.

Semenjak hari itu saya tetap memerhatikan mas Soni bahkan juga saya seperti wanita yang kesepian, yang haus akan adegan narasi seks. Walau sebenarnya kehidupan sex dengan suamiku masih tetap sama dengan dahulu, tetapi belakangan ini saya seringkali melamunkan mas Soni bahkan juga sering saya memikirkan lakukan adegan narasi hot dengannya. Saya betul-betul terhipnotis pada mas Soni.

Lama kelamaan akupun tidak dapat membendungnya semua langkah saya coba untuk ambil hatinya “Mas Soni beli saja buat keluarganya…” Kataku sambil tersenyum saat kami tengah ada dalam suatu toko baju di satu diantara mal “Saya belum menikah bu…” Wiihhh dengar ia berkata semacam itu akupun jadi lebih suka pada akhirnya akupun membelikannya pakaian yang cocok untuk dia.

Untuk memperlancar aksiku saya bukan hanya membelikannya pakaian tetapi pun seringkali sharing suatu yang tidak penting kepadanya, hingga kemudian kamipun jadi demikian dekat tetapi lalu saya sadar jika saya mesti berlaku lumrah di muka mereka semua. Sebab sempat sekali saat saya melalui dapur dengan tidak menyengaja saya dengar Lilis pembantuku yang genit.

Berkata semacam ini pada mas Soni “Mas Soni kok deket sama bu Delia.. janganlah ada apa-apa ya..” Soni langsung menjawab “LIs..kamu ini apa sich..janganlah fitnah begitu lho” Kata mas Soni geram serta mbok Sinah pembantuku yang lainnya berkata “Huuss..kamu tuch LIs.. awas kedengaran majikan di pecat kamu..” LIlis manggut-manggut sekalian manyun “Ya..iya Lilis kan hanya bercanda..”.

Sebab saya merubah sikapku pada Soni di muka mereka pada akhirnya merekapun belum pernah mencurigai saya senang pada mas Soni. Sampai dalam satu saat saya tengah ada acara di luar kota serta mesti bermalam sesudah saya pamit pada suamiku ia akan memutuskan untuk menyuruhku membawa sopir sendiri serta Soni jadi pilihannya untuk mengantarku saya suka mendengarnya.

Dengan penuh semangat akupun pergi dengan Soni, sesudah lakukan perjalan saat kurang dari 6 jam kamipun sampai. Saya istirahat di hotel tempat saya bermalam saya beda kamar dengan Soni, tetapi sesudah terjaga dari tidur istirahatku akupun selekasnya mandi serta keluar pesan makanan ke kamar hotel sekaligus juga memperlancar aksiku untuk berdua dengan mas Soni saya menyengaja pesan untuk dua orang.

Sesudah saya telpon ia untuk hadir ke kamarku, diapun hadir serta memakan makanan yang sudah saya pesan. Sesudah itu kami mengobrol berdua hingga kemudian saya bisa membuat gairah mas Soni bangun, saat saya mendekatkan tubuhku kepadanya diapun langsung agresif dengan memelukku lantas mecium bibirku kamipun sama-sama pagut dengan mesra serta gairah kami berdua saling mencapai puncak.

Tanganku melingkar di lehernya “Aaaaggggggghhh… aaaaagggghhhh… aaaaggghhhh… aaaggghhh..” Saya coba mendesah pas di telinganya sampai diapun makin terangsang “Ooouugggggghh… maaaas… aaaggggghhh…. aaaaaggghhhhh… eeeeuuummmmmhhhppppp….. aaaaggggghhhhh…” Desahku tanpa ada mempedulikan apa pun saya demikian menikmatinya.

Sampai tidak berasa sekarang tubuhku telah dalam kondisi telanjang serta mas Soni telah menindihku “Aku masukin ya sayaaang…. eeeehhhhhggggg…” Ia masih tetap menanyakan lirih padaku “Iyaaaa maaas.. ayyoooo… aaaaggggghhhh…. aaaaggghhhh… aaaaaaggggghhh… aaaaagggghhhh..” Kataku sambil langsung mendesah demikian ia bergoyang diatas tubuhku yang telah menggeliat.

Seperti pemain dalam adegan narasi hot kami selalu berburu “OOouuuuggggghhh… aaaagggghh… aaagggghhh… maaaaas… aaagggghhhh… aaaaagggghhhh… aaaagggghhh.. ” Diapun saling nikmati adegan sex ini, di lebih saya makin hot turut menggoyangkan tubuhku pun sebab benar kata teman-temanku lakukan jalinan intim dengan selingkuhan lebih nikmat rasa-rasanya. Perkiraan Bola

Selang beberapa saat kamipun saling mendesah serta mengeluh dengan kerasnya “OOouuuggggghhhh…. aaaaaaggggghh… aaaaagggghhh… aaaaghh.. sa.. saaayaaang… aaagggh… aaaaagggggghhhhh…” Kamipun berdua saling terpuaskan berkali-kali mas Soni menciumku serta akupun suka ia lakukan hal tersebut sekarang badan kami telah basah bersimbah keringat.

Benar-benar saya demikian senang lakukan adegan narasi seks ini dengan mas Soni, saat 3 hari kami melakaukan hal tersebut. Walau masih tetap berasa kurang tetapi pada akhirnya mas Soni mengajaku pulang ia katakan takut ada yang curuga dengan jalinan kami. Ia memintaku untuk merahasiakan ini serta ia janji akan tetap ada untukku serta sampai detik ini kami masih tetap terkait dengan backstreet.


 

Cerita Sex 18+ - Berhasil Setubuhi Pacar Teman Saat Mabuk


Kesempatan ini bercerita pengalaman Seks dari Rivan seseorang karyawan satu diantara perusahaan franchise yg populer di indonesia. Saat itu Rivan yg tengah pesta miras di kontrakanya dgn teman dekat serta pacar sahabatnya, selesai dgn skandal seks pada Rivan serta pacar rekan Rivan. Ingin tahu lanjutan ceritanya, Langsung saja yuk baca serta baca baik baik narasi mesum ini.


Panggil saja namaku Rivan, saya ialah seseorang karyawan di perusahaan franchise kota semarang (Jateng). Umurku saat ini 26 tahun, saya ialah type seseorang lelaki yg dapat disebutkan mempunyai badan proposional. Saya menjelaskan semacam itu kaena banyak teman-temanku katakan jika tubuhku atletis, berkulit putih, tinggi badan172 cm, serta berat tubuh 67 kg. Menjadi seseorang lelaki dewasa yg masih tetap bujang, saya memiliki hoby melihat film porno.

Saat saya kerja saya tinggal di kontrakan sebab saya ingin mandiri, meskipun sebetulnya saya jarak tempuh tempat kerjaku itu tidak demikian jauh dari rumahku. Telah lumayan lama saya mempunyai teman dekat yg begitu akrab sekali dgnku, sahabatku itu bernama Pandu. Kami seringkali habiskan waktu di tempat hiburan malam bersama, terkadang di tempat dugem serta terkadang pun di tempat family karaoke.

Pandu ialah seseorang rider liar serta ia pun seseorang yg masuk di satu diantara club motor besar di ruang semarang. Di semarang ia cukuplah populer di kelompok rider liar di semarang khususnya didaerah jalan alteri semarang. Dari hoby serta ketrampilan Pandu itu, Pandu sangat disukai beberapa wanita, hingga saat ini diapun memiliki pacar seseorang mahasiswi yg sexy, cantik serta menggemaskan sekali.

Benar-benar Pandu ini begitu mujur sekali sebab ia dapat mempunyai seseorang pacar seperti Echa (pacar Pandu). Echa ini ialah seseorang mahasiswi disalah satu kampus negeri di semarang serta ambil fakultas hukum. Singkat kata, dalam satu hari Pandu-pun coba ajak saya untuk olah vocal (Karaoke) dalam tempat family karaoke yg biasa kami datangi.

“ Van, olah vocal yuk, boring nih saya, ” isi pesan Pandu melalui BBM (blackberry Messenger).
“ Aduh sori nih Lih, bukanya saya nggk ingin, tetapi ini dompet tipis nih, ini uang pasti akan buwat bertahan hidup saya dahulu Van, ” jawabku.
“ Bener pun ya Van, ini saya pun ngepres sekali duitnya, palingan jika kita olah vocal pun nggk akan senang deh, Tetapi bagaimana nih nasib si echo, soalnya saya sudah sudah terburu ajak ia keluar nih Van, ” kata Pandu coba merayu saya .

Jujur saja sebetulnya saya ingin sekali menyepakati ajakannya, tetapi ingin bagaimana isi dompet begitu tidak memberi dukungan kondisi.

“ Gini saja deh Lih, bagaimana jika kita mabuk saja dikontrakanku sampai pagi, serta sekaligus saja Echa kamu ajak ke sini, bagaimana ?, ” ucapku memberikan saran pada Pandu.
“ Wah inspirasi bagus tuch Van, tidak hanya asyik itu pun low biaya,hahaha… yaudah nantikan yah bentar ni saya melaju ke sana, ” jawabnya

Waktu itu-pun Pandu menyepakati usulanku. Kurang lebih 30 menit berlalu, selanjutnya terdengar nada suara motor yg kelihatannya itu ialah Pandu. Sesudah itu aku-pun selekasnya keluar dari kamar kontrakanku serta lihat siapa yg hadir, ya nyatanya benar itu ialah Pandu yg hadir bersama dengan pacarnya. Wowww… mantap sekali gan, Echa malam itu benar-benar sungguh tampak mengagumkan cantik serta sexy.

Malam itu bila beberapa pembaca lihat sesosok wanita bernama Echa, Ditanggung beberapa pembaca akan horny dadakan deh, hha. Di hari itu Echa menggunakan kaos ketat berwarna hitam, hingga hal tersebut membuat terlihatnya buah dada-nya Echa yg montok, kencang an muncul kedepat. Ditambahkan waktu itu pun menggunakan celana pendek jeans ketat ala anak saat ini, hingga hal tersebut membuat pantat Echa tampak betul-betul semok serta kenyal Gan.

Lihat Echa yg semacam itu Si otong mendadak berdiri tegak melawan beberapa pembaca, serta saya makin rasakan keinginan seks yg mengagumkan pada Echa,

“ Selamat malam brooo.sory lama soalnya hujan deres nunggu surut dahulu., ” Kata Pandu sekalian masuk ke kamar kontrakan saya dgn menggandeng masuk si Echa.
“ Ohhh enjoy saja gan, namanya pun hujan,, ini pacar kamu ya Pandu ???, ” Tanyaku sekalian basa basi.

Waktu itu selalu ku lihat mukanya yg bener bener putih bersih rambut rebonding lurus, kulit leher sampai dada tercium wangi seolah-olah nafsu makin bergelora serta Penispun keluarkan tanda yg kuat. Pada akhirnya kita setuju untuk beli minuman keras cap orangtua ( congyg minuman beralkholol ciri khas semarang) sekitar 9 botol, serta camilan untuk pendamping minuman kepiting saus tiram,

“ Echa agar di tempat ini dahulu ya gan ama kamu, gue berbelanja dahulu buat pesta, ” Kata Pandu pada saya.
Waktu itu dalam hati kecil saya berkata, wah ini peluang emas untuk lebih tahu siapa Echa. Ingin sekali ngajak bercakap ah.
“ Siaapppp deech brooo, gue jagain si Echa. aman intinya ama gue.., ” jawabku semangat sebab tidak sabar ingin terlibat perbincangan dgn bidadari satu ini.

Selang beberapa saat Pandupun pergi untuk beli miras serta makanan penambahan,,, tampak Echa duduk bersimpuh diatas kasur saya, dgn tangan yg tetap membelai rambut lurusnya, ditambah lagi dengan parfumnya yg bener bener wangi tercium meningkatkan gairah makin tidak tertahan. Tetapi dalam pikiran saya pun berpikir, ini salah sebab Echa ialah pacar teman dekat saya, batinkupun mulai memberontak,

“ Nama kamu siapa.???, ”. tanyaku memulai pembicaraan dgn si Echa.
“ Echa mas, kalau mas siapa? Sudah kenal lama sama si Pandu?, ”.jawab si Echa dgn senyuman hangat.
“ Ohhh . saya Rivan serta saya telah 5 tahun kenal dgn Pandu.., ” dgn serius saya mengobrol dgn si Echa.

Selang beberapa saat Pandu hadir dgn membawa persediaan pesta untuk malam hari ini.serta pestapun diawali. awalannya saya buka congyg 3 botol serta saya berikan untuk Pandu serta si Echa. Makanan penambahan untuk pelengkap 1 bagian kepiting saos tiram saya simpan mangkuk besar, serta kamipun nikmati situasi. 3 botol habis pun, Pandu minta saya untuk buka minumannya serta pada akhirnya saya membuka .

Echa pun saya lebih . Kamipun sekalian bercanda bergurau saat malam itu serta pada akhirnya sesudah habis masing masing 2 botol, Pandu dgn muka yg merah merekah, Echa yg mulai meredup matanya, saya langsung membuka  3 botol buat saya, Pandu serta pacarnya si Echa,
“ Ayolah brooo,, begitu saja dah K.o.kalah ama cwek kamu si Echa., ” saya memerintah si Pandu untuk meningkatkan minumannya.
“ Wehhh kamu ngremehin gue brooo, sini gue habisin jatah kamu pun, ” Pandu menjawab.

Waktu itu saya dgn perasaan berapi api ingin memberikan jika ia jago minum, pada akhirnya si Pandu menenggak langsung 1 botol yg saya kasih, dan mengusung 1 botol jatah saya tetapi cuma terminum seperempat, sebab mungkin tidak kuat. Pada akhirnya ia tepar tidak berkapasitas. Saya serta Echa dalam kondisi 1/2 tiang masih tetap bercanda serta kadang-kadang menghina Pandu yg telah gugur dalam perpestaan malam ini hari,
“ AAAAhhh payah cwok kamu Echa,, begitu saja K.O, ”. ujarku sekalian bercanda dgn Echa.
“ Iya nih barusan sok sok, ”an langsung nenggak 2 botol, eh justru K.O.., ”. sekalian ketawa serta melayg layg tubuhnya,,, matanya yg telah mulai redup.

Saya mulai kembali bergairah untuk rasakan Vagina si Echa, kondisi telah ON, ditambah lihat buah dada Echa yg bener bener kencang serta putih kulit di bagian dada serta lehernya, membuat Penis ini tidak ingin dibawa kompromi. Tak lama kemudian lalu, Echa membangunkan Pandu yg telah tepar serta tertidur di kasur saya. Echa minta dibawa ke kamar mandi untuk kencing sebab telah habis 2 botol 1/2,

“ Honey, bangun bntar, anterin saya ke kamar mandi, ingin pipis nih.., ” sekalian membangunkan Pandu, Echa seolah tidak tahan untuk keluarkan air kencingnya.
“ Telah biarlah si Pandu tidur, ia dah tidak sadar Echa, dibanding bangun nanti justru muntah muntah. mari kuantar., ”. bujukku sekalian mengharap peluang siapa tahu bisa rezeki.

Dengan sempoyongan berdiri, langsung saya membantu si Echa untuk berjalan. Tangan kanannya kutaruh di bahu saya, saya peluk sisi dadanya.Tanpa menyengaja menggenggam buah dada-nya yg bener bener padat. Penis-pun mulai ereksi, sekalian ke arah ke kamar mandi, tanganku tetap berlaga seolah memberikan pertolongan dgn curi curi peluang. Saat itu bener bener kondisi sepi sebab habis hujan, jadi tidak ada orang seputar yg masih tetap bangun.

Setelah tiba di kamar mandi, saya dudukan si Echa ke wc duduk. Saya bebaskan perlahan pelan serta si Echa minta saya untuk tutup pintunya. Tidak kurang akal, saya tutup pintu tetapi tidak saya rapatkan. Saya intip dari sela pintu, Echa mulai melorotkan celana serta CD nya, tampak jembut yg benar-benar rapi nan indah. Vaginanya merekah merah, perutnya yg langsing membuat Penis makin memberikan tegangan tinggi saja.

Seolah ingin masuk liang senggama punya Echa. Waktu itu air seni Echa-pun keluar dari Vagina si Echa, saaitu selalu kuamati Vagina nya sampai usai buang air kecil, lalu di mencuci Vaginanya dgn semprotan air, tampak mukanya yg benar-benar merayu, dgn bibir tipis, mata sayu. uuuuhh benar-benar bidadari yg jatuh dari langit. Dengan perasaan tidak sabar saya langsung masuk ke kamar mandi. Saya langsung berdiri di muka Echa.

“ Echa, Vaginamu benar-benar merayu., ” ujarku sekalian lihat mengarah Echa yg dalam kondisi 1/2 tiang.
“ Kamu ingin apa Rivan ?, ”jawabnya dgn terbata bata serta seempoyongan.
Tanpa ada berpikir panjang.langsung saya mengambil possisi di muka Vagina Echa.langsung ku jilatin Vagina Echa yg merekah. Kakinya ku simpan pundakku serta ku angkat ke atas,

“ Aaaaccchhhhhh enaaaaaakkk riaannn. enaaakkk bangeeettt, ” Desahan Echa menikmatinya, keliatannya telah on fire pun si Echa nih.
“ Srrruuuupppp ehhmmm sluuuuuuupp, ”
Nada jilatanku pada semua rongga Vagina Echa, serta saya hisap Clitoris Vaginanya, sampai Echa makin meronta serta mendesah hebat.

“ Rivan.masukin yuk, gatel nih Vagina, ” tampak telah jika Echa ialah hypersex.
Dengar ajakan Echa itu, lalu langsung ku angkat Echa, ku terlepas pakaian serta Branya. Saya balikan mengarah dinding serta melepas celanaku serta saya basahi Penisku dgn air liurku. Penispun tidak ketahan . saya ajak Echa untuk Dogie model seks.. perlahan-lahan kumasukkan ujung Penisku dari belakang .ku gesek gesekkan ke Vagina Echa.

“ Masukin Rivan, ayooooo selalu Rivann, ” Pinta Echa kepadaku.
Waktu itu aku-pun tidak dapat meredam nafsu birahiku, serta selanjutnya,
“ Blesssssssss…, ”
Selanjutnya Peniskupun masuk ke lobang Vagina punya Echa,
“ Aaaahhhh Ooohhh. enak sekali Rivan, Dorong teruuuuussss Rivan, Vaginaku penuh dgn Penismu yg besar, ” desahan Echa.

KUMPULAN LINK ALTERNATIF AGEN DOMINO TERPERCAYA INDONESIA BANK ONLINE 24 JAM
Dengar desahan Echa aku-pun makin semangat untuk memuaskan nya. Saya maju mundur keluar masuk serta selalu ku goyang Penisku ke Vagina Echa. Sekalian merunduk serta sekalian meremas buah dada Echa, kadang-kadang saya pelintir putingnya yg telah tumbuh. Saya remas remas selalu serta selalu ku genjot .Echa cuma dapat mendesah. Beberapa waktu lalu Echa pada akhirnya orgasme yg kali pertamanya.

Echa keluarkan cairan putih hangat berasa di Penisku yg ada di Vagina Echa.
“ Aaaaccchhhh..ssssstttt..eemmmhhhh. Keluar Rivan…Aaaacchhhhh oohhhh.Sangat nikmat Rivan, ”. desah Echa mulai tidak karuan.

Waktu itu saya makin meningkatkan genjotanku. Saya terasa suka dalam hati dapat membuat Echa orgasme dgn demikian cepat. Selang beberapa waktu lalu akupun tidak dapat meredam sperma untuk keluar. dalam waktu puncakku, ku genjot bertambah cepat . Pada akhirnya dgn penuh semangat saya cabut Penisku dari Vagina Echa serta saya mengeluarkan air maniku ke pantat Echa semua “ Crotttttttttt… Crottt… Crottt… Achhhhhhhhhhh, ”

Selanjutnya air maniku-pun keluar dgn cepat serta tercecer di pantat serta punggung Echa
“ Terima kasih Echa, Vaginamu benar-benar mengagumkan.., ” kataku sekalian saya memeluk Echa.
“ Iya Rivan sayaang, saya pun yah sebab kamu telah memberi saya kesenangan malam hari ini, ” kata Echa senang.

Sesudah itu aku-pun mencuci pantat serta punggung Echa yg penuh air maniku. Sesudah usai aku-pun lalu menolong Echa untuk menggunakan pakainnya , serta saya antar ia untuk ke kamar temani Pandu yg telah terkapar tidak berkapasitas karena mabuk miras.


 

Gairah SEX ku Dengan Teman SMP ku Dulu

 


Saya ialah anak ke-3 dari tiga bersaudara. Muka saya biasa saja, tidak buruk pun tidak cantik.. lumayanlah. Usia saya 24 tahun, badan saya pun tidak begitu proposional. Kakak saya telah menikah semua serta saya barusan menyelenggarakan pernikahan dua bulan waktu lalu dengan lelaki pilihan saya. Kami begitu bahagia sekali. Satu bulan setelah itu beberapa gejala kehamilan terlihat serta saya positif hamil dengan umur kandungan 3 minggu.

Suami saya tidak tahu kehamilan saya ini sebab suami saya baru pergi ke Semarang untuk kepentingan dinas yang ditugaskan oleh kantornya untuk waktu yang lumayan lama, kira-kira seputar 4 sampai 5 bulan. Saya sudah sempat memprotes keras sebab kami barusan menyelenggarakan pernikahan serta saya tengah nikmati keindahan sex yang sampai kini saya pikirkan demikian enak serta begitu indah sekali serta memang itu semua dapat dibuktikan, sex demikian enak, menyenangkan serta begitu indah sekali

Insiden ini berlangsung saat saya mengecek kandungan saya ke dokter kandungan yang populer di kota saya. Saya tidak tahu jika dokter itu ialah rekan SMP saya, saya baru sadar saat Hendra menegur saya, “Maureen.. kamu Maureen kan..?” sapanya.
“Iya..” kata saya.
“Masa kamu lupa dengan saya.. saya ini Hendra”, sahutnya .
“Hendra.. mm.. ohh.. yah saya ingat kamu kan yang dahulu sekolah di SMP*** (edited) itu bukan..?” jawabku.
“Iya bener telah inget saat ini..?” tuturnya .
“Iya.. iya.. hebat yah saat ini kamu telah jadi dokter yang terkenal”, kata saya .

Singkat kata saya telah berbaring siap untuk di check serta Hendra juga telah siap-siap dengan sarung tangan karet serta perlengkapan yang lain yang tidak saya tahu namanya. Hendra mulai menggenggam serta menekan-nekan perut saya, saya cuma rasakan kegelian saja sampai satu saat Hendra menyentuh dengan tidak menyengaja ke payudara saya serta dengan refleks tangan saya menghalaunya, terlihat muka Hendra merah serta seringkali mohon maaf pada saya.

“Tak.. apa-apa Hen saya tahu kamu tidak sengaja”, kata saya walau sebenarnya saya begitu suka sekali sebab telah lama saya ingin terkait tubuh, telah dua minggu saya tidak mengerjakannya. Lantas saya menanyakan padanya, “Hen kalau contohnya dalam umur kandungan tiga minggu saya lakukan jalinan tubuh apa tidak mengganggu janin serta kondisi saya..?” bertanya saya. “Ohh.. tidak apa-apa selama tidak rasakan sakit serta santai saja nikmati semua serta yang penting mesti..(ia demikian mengutamakan kata mesti) berhati-hati sekali supaya tidak menggangu janin”, kata Hendra.

Lantas ia mulai lihat kondisi liang kewanitaan saya sebab saya merintih seringkali keluar lendir putih, saya ketahui ini bukan tempatnya, semestinya saya ke dokter kulit serta kelamin tetapi tidak apa-apa deh siapa tahu ia pahami dikit banyak mengenai hal tersebut, pada saat ia menyentuh liang kemaluan saya sangat terasa enak sekali, tidak diduga saja kemauan untuk lakukan hubungan seksual kembali menggebu serta saat ia masukkan alat yang saya tidak paham namanya ke liang senggama saya, sangat terasa enak sekali serta saya sudah sempat mendesah dikit entahlah terdengar apa tidak oleh Hendra.

Hendra mencabut alat itu secara cepat saya tahan sebab saya begitu menikmatinya serta saya mulai menggoyang-goyangkan tangan Hendra ke liang senggamaku, terlihat mukanya terheran-heran serta memerah, terlihat keringatnya keluar. Lantas saya menanyakan, “Hen kok.. mendadak kamu demikian tegang sekali, tolong Hen puaskan saya Hen, tolong soalnya saya telah dua minggu tidak mengerjakannya.. kamu ingin kan Hen..” bertanya saya pada Hendra, ia tidak menjawab cuma terdiam saja, terlihat muka merahnya serta keringatnya demikian deras.

“Hen.. Hen.. kamu tidak apa-apa..?” bertanya saya.
Hendra mulai menjawab dengan tersendat-sendat, “Ti.. ti.. ti..dakk aa..ku tidak apa-apa..!” tuturnya tetapi mukanya yang tegang, keringatnya tidak bisa dia menyembunyikan.
Lantas saya menanyakan , “Hen.. kamu ingin kan puaskan saya, saya ingin sekali Hen.. saya telah lama tidak melakukannya”, pinta saya pada Hendra, dia masih tetap tersendat-sendat lantas mengatakan, “Tapi Reen.. saya tidak bisa”, jelas Hendra, saya mulai melirik kejantanannya. Wah.. nyatanya telah tegang, lantas saya remas-remas untuk memberikannya rangsangan. Hendra mulai menikmatinya serta ia mulai berani menggoyangkan tangannya di liang kewanitaan saya, sayaa mulai mendesah sebab rasakan enak serta melayang-layang.

Hendra mulai mencium saya serta lidah kami sama-sama hisap lantas saya membuka reitsleting celananya serta pakaian dokternya saya membuka. Hendra tidaklah terlalu sulit waktu buka pakaian saya sebab pakaian saya sudah dibuka oleh Hendra awalnya pada saat mengecek saya barusan, tinggal buka bra saya saja, yang tidak saya kira Hendra telah membenamkan mukanya di liang kewanitaan saya. “Ohh.. ohh.. benar-benar enaknya”, desah saya, Hendra terlihat asik mainkan klitoris saya serta tangannya tidak tertinggal mainkan puting serta payudara saya.

Sesudah senang lantas giliran saya mengulum batang kemaluannya yang cukup besar (mengapa saya katakan besar sebab saya tidak tahu besarnya kemaluan pria, yang saya ketahui cuma mempunyai suami saya) dari mulai menjilat sampai menghisapnya. Hendra begitu nikmati sekali hisapan saya, yang terdengar cuma desahan nikmat, “Ssstt.. ahh.. emm.. ohh.. enak sekali Maureen enak.. kamu benar-benar pinter sayang.. ohh..” tidak tertinggal tangannya mainkan liang kewanitaan serta puting susu saya, jempol serta jari telunjuknya mainkan klitoris saya sedang jari tengahnya masuk, sebab lama-lama makin cepat Hendra mainkan jari tangannya, saya juga mau keluar serta tidak lama dari itu saya berteriak, “Hen.. ohh.. sstt.. saya keluarr.. Hen.. ohh enak sekali..” tanpa ada sadar saya menggit batang kemaluan Hendra sebab saya seperti tidak sadarkan diri, Hendra juga berteriak keras sekali, “Aaawww.. sakit”, “Sorry.. sorry.. saya tidak sengaja”, saya juga tidak dapat meredam tawa saya.

Lantas kami meneruskan kembali permainan sex kami. “Hen.. masukan saat ini saja, saya tidak tahan ..” lantas dengan tuntunan saya, saya mulai mengarahkan batang kemaluannya ke pintu liang kewanitaan saya yang telah basah oleh cairan serta ludah Hendra itu sampai membuat liang kewanitaan saya licin. Lantas Hendra tempelkan kepala kemaluannya ke pintu kewanitaan saya yang terlihat merah, ia mulai mengayunkan pantatnya ke depan tetapi aneh sekali tidak dapat masuk entahlah sebab begitu licin atau memang mempunyai Hendra begitu besar, ia mulai buka bibir kemaluan saya dengan ke-2 tangannya, dengan demikian lubang kewanitaan saya terbuka lebar serta ia mulai mengarahkan batang kemaluannya, dengan satu sentakan saja batang kemaluannya telah masuk.

“Aduhh.. sakit Hen..” lantas Hendra ambil suatu seperti cairan atau minyak, saya tidak tahu dengan jelas serta Hendra mulai menggerakkan pantatnya maju mundur. “Ooohh.. uuhh.. hhmm.. sstt..” desahku. “Ayo selalu sayang.. selalu.. oohh.. kamu pinter.. Hen selalu.. Hen.. selalu sayang.. oohh..” Hendra juga keliatannya tidak ingin kalah, ia selalu mendesah keenakkan, “Ooohh.. liang kewanitaan kamu masih tetap sempit yah.. oohh.. enak sekali.. uuhh.. selalu goyangkan pinggul kamu Reen.. selalu sayang.. oohh.. sstt..”

Selang beberapa saat saya akan keluar . “Hen.. cepat.. Hen.. goyang bertambah cepat .. bertambah cepat Hen..” serta, “Ooohh.. Hen.. saya keluuarr ..” saya mendesah panjang serta mengejang untuk sesaat sekalian kakiku dilingkarkan di perutnya. Hendra juga mencabut batang kemaluannya serta menanyakan pada saya, “Reen kamu pernah lakukan anal belum..?” bertanya Hendra. “Belum sempat..” jawab saya, “Habis keliatannya sakit sich”, lanjutku. “Ohh yah telah tidak apa-apa jika demikian kita ubah yah dengan dogdy style”, bisiknya.

Lantas saya menungging serta Hendra mulai menusukkan batang kemaluannya serta saat ini keliatannya Hendra tidak alami kesukaran untuk masukkan batang kemaluannya, nampaknya Hendra mau keluar sebab goyangannya demikian cepat serta, “Ooohh.. aahh.. sstt.. uuhh..” Hendra juga menyemprotkan air maninya ke liang kewanitaan saya, selang beberapa saat saya juga keluar untuk ke-3 kalinya serta kami juga terkulai lemas bertepatan dengan datangnya kesenangan yang tanpa tara ini. Batang kemaluan Hendra masih tetap tenggelam di liang kewanitaan saya.

Setelah batang kemaluan Hendra mengecil saya lakukan kembali oral padanya, bersihkan sisa-sisa air mani serta cairan yang saya hasilkan serta kami juga berbenah diri sekalian bersihkan diri. “Hen.. terima kasih yah.. kamu telah memuaskan saya kamu hebat Hen.” Hendra juga berterima kasih pada saya sebab ia sudah dipuaskan oleh saya. Hendra lantas tuliskan resep buat saya, pada saat saya akan membayarnya ia menampik dengan fakta tadi itu telah adalah bayaran yang begitu mahal tuturnya. “Kalau demikian.. yah sudah”, fikir saya. Saya juga pulang serta pada saat saya melalui ruangan nantikan ada banyak pasien yang menanti, rupanya barusan saya bercinta dengan Hendra lumayan lama serta saya baru mengetahuinya, “Ah.. cuek saja”, fikir saya. Saya seringkali bercinta dengan Hendra semenjak saat itu tapi setelah suami saya pulang saya belum pernah bercinta dengannya.

Cerita dewasa pacarku dan adiknya yang ku setubuhi sekaligus


Cerita ini berawal ketika aku pacaran dengan Dian, Dian adalah seorang gadis mungil dengan tubuh yang seksi dan dibalut oleh kulit yang putih mulus. Walaupun payudaranya tidak terlalu besar, ya.. kira-kira berukuran 34 lah. Selama pacaran, kami belum pernah berhubungan badan. Hanya saja kalau nafsu cerita dewasa kami sudah tidak bisa ditahan, biasanya kami melakukan oral seks.


Dian memiliki dua orang adik perempuan yang cantik. Adiknya yang pertama, namanya Elsa, juga mempunyai kulit yang putih mulus. Namun payudaranya jauh lebih besar daripada kakaknya. Menurut kakaknya, ukurannya 36B. Inilah yang selalu menjadi perhatianku kalau aku sedang ngapel ke rumah Dian. Payudaranya yang berayun-ayun kalau sedang berjalan, membuat penisku berdiri tegak karena membayangkan betapa enaknya memegang payudaranya. 

Sedangkan adiknya yang kedua masih kelas 2 SMP. Namanya Agnes. Tidak seperti kedua kakaknya, kulitnya berwarna sawo matang. Tubuhnya semampai seperti seorang model cat walk. Payudaranya baru tumbuh. Sehingga kalau memakai baju yang ketat, hanya terlihat tonjolan kecil dengan puting yang mencuat. Walaupun begitu, gerak-geriknya sangat sensual.

Pada suatu hari, saat di rumah Dian sedang tidak ada orang, aku datang ke rumahnya. Wah, pikiranku langsung terbang ke mana-mana. Apalagi Dian mengenakan daster dengan potongan dada yang rendah berwarna hijau muda sehingga terlihat kontras dengan kulitnya. Kebetulan saat itu aku membawa VCD yang baru saja kubeli. Maksudku ingin kutonton berdua dengan Dian. Baru saja hendak kupencet tombol play, tiba-tiba Dian menyodorkan sebuah VCD porno.

Hei, dapat darimana sayang? tanyaku sedikit terkejut.
Dari teman. Tadi dia titip ke Dian karena takut ketahuan ibunya, katanya sambil duduk di pangkuanku.
Nonton ini aja ya sayang. Dian kan belum pernah nonton yang kayak gini, ya? pintanya sedikit memaksa.
Oke, terserah kamu, jawabku sambil menyalakan TV.

Beberapa menit kemudian, kami terpaku pada adegan panas demi adegan panas yang ditampilkan. Tanpa terasa penisku mengeras. Menusuk-nusuk pantat Dian yang duduk di pangkuanku. Dian pun memandang ke arahku sambil tersenyum. Rupanya dia juga merasakan.
Ehm, kamu udah terangsang ya sayang? tanyanya sambil mendesah dan kemudian mengulum telingaku. Aku hanya bisa tersenyum kegelian. Lalu tanpa basa-basi kuraih bibirnya yang merah dan langsung kucium, kujilat dengan penuh nafsu. Jari-jemari Dian yang mungil mengelus-elus penisku yang semakin mengeras.

Lalu beberapa saat kemudian, tanpa kami sadari ternyata kami sudah telanjang bulat. Segera saja Dian kugendong menuju kamarnya. Di kamarnya yang nyaman kami mulai melakukan foreplay. Kuremas payudaranya yang kiri. Sedangkan yang kanan kukulum putingnya yang mengeras. Kurasakan payudaranya semakin mengeras dan kenyal. Kuganti posisi. Sekarang lidahku liar menjilati vaginanya yang basah. Kuraih klitorisnya, dan kugigit dengan lembut. Cerita dewasa.

Aahh.. ahh.. sa.. sayang, Dian udah nggak kuat.. emh.. ahh.. Dian udah mau keluar.. aackh.. ahh.. ahh! Kurasakan ada cairan hangat yang membasahi mukaku. Setelah itu, kudekatkan penisku ke arah mulutnya. Tangan Dian meremas batangku sambil mengocoknya dengan perlahan, sedangkan lidahnya memainkan buah pelirku sambil sesekali mengulumnya. Setelah puas bermain dengan buah pelirku, Dian mulai memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Mulutnya yang mungil tidak muat saat penisku masuk seluruhnya. Tapi kuakui sedotannya memang nikmat sekali. Sambil terus mengulum dan mengocok batang penisku, Dian memainkan puting susuku. Sehingga membuatku hampir ejakulasi di mulutnya. Untung masih dapat kutahan. Aku tidak mau keluar dulu sebelum merasakan penisku masuk ke dalam vaginanya yang masih perawan itu.

Adik Dian Tiba-Tiba Masuk
Saat sedang hot-hotnya, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Aku dan Dian terkejut bukan main. Ternyata yang datang adalah kedua adiknya. Keduanya spontan berteriak kaget.
Kak Dian, apa-apan sih? Gimana kalau ketahuan Mama? teriak Agnes. Sedangkan Elsa hanya menunduk malu. Aku dan Dian saling berpandangan. Kemudian aku bergerak mendekati Agnes. Melihatku yang telanjang bulat dengan penis yang berdiri tegak, membuat Agnes berteriak tertahan sambil menutup matanya.

Iih.. Kakak! jeritnya. Itunya berdiri! katanya lagi sambil menunjuk penisku. Aku hanya tersenyum melihat tingkah lakunya.
Setelah dekat, kurangkul dia sambil berkata, Agnes, Kakak sama Kak Dian kan nggak ngapa-ngapain. Kita kan lagi pacaran. Yang namanya orang pacaran ya.. kayak begini ini. Nanti kalo Agnes dapet pacar, pasti ngelakuin yang kayak begini juga. Agnes udah bisa apa belum? tanyaku sambil mengelus pipinya yang halus. Agnes menggeleng perlahan.

Mau nggak Kakak ajarin? tanyaku lagi. Kali ini sambil meremas pantatnya yang padat.
Mmh, Agnes malu ah Kak, desahnya.
Kenapa musti malu? Agnes suka nggak sama Kakak? kataku sambil menciumi belakang lehernya yang ditumbuhi rambut halus.
Ahh, i.. iya. Agnes udah lama suka ama Kakak. Tapinya nggak enak sama Kak Dian, jawabnya sambil memejamkan mata.

Tampaknya Agnes menikmati ciumanku di lehernya. Setelah puas menciumi leher Agnes, aku beralih ke Elsa.
Kalo Elsa gimana? Suka nggak ama Kakak? Elsa mengangguk sambil kepalanya masih tertunduk.
Ya udah. Kalo gitu tunggu apa lagi, kataku sambil menggandeng keduanya ke arah tempat tidur.
Elsa duduk di pinggiran tempat tidur sambil kusuruh untuk mengulum penisku. Pertamanya sih dia nggak mau, tapi setelah kurayu sambil kuraba payudaranya yang besar itu, Elsa mau juga. Bahkan setelah beberapa kali memasukkan penisku ke dalam mulutnya, Elsa tampaknya sangat menikmati tugasnya itu. Sementara Elsa sedang memainkan penisku, aku mulai merayu Agnes. Agnes, bajunya Kakak buka ya? pintaku sedikit memaksa sambil mulai membuka kancing baju sekolahnya. Lalu kulanjutkan dengan membuka roknya. Ketika roknya jatuh ke lantai, terlihat CD-nya sudah mulai basah.

Segera saja kulumat bibirnya dengan bibirku. Lidahku bergerak-gerak menjilati lidahnya. Agnes pun kemudian melakukan hal yang sama. Sambil tetap menciumi bibirnya, tanganku bermaksud membuka BH-nya. Tapi segera ditepiskannya tanganku.
Jangan Kak, malu. Dada Agnes kan kecil, katanya sambil menutupi dadanya dengan tangannya. Dengan tersenyum kuajak dia menuju ke kaca yang ada di meja rias. Kusuruh dia berkaca. Sementara aku ada di belakangnya. Dibuka dulu ya! kataku membuka kancing BH-nya sambil menciumi lehernya.

Setelah BH-nya kujatuhkan ke lantai, payudaranya kuremas perlahan sambil memainkan putingnya yang berwarna coklat muda dan sudah mengeras itu. Nah, kamu lihat sendiri kan. Biar dada kamu kecil, tapi kan bentuknya bagus. Lagian kamu kan emang masih kecil, wajar aja kalo dada kamu kecil. Nanti kalo udah gede, dada kamu pasti ikutan gede juga, kataku sambil mengusapkan penisku ke belahan pantatnya. Agnes mendesah keenakan. Kepalanya bersandar ke dadaku. Tangannya terkulai lemas. Hanxa nafasnya saja yang kudengar makin memburu. Segera kugendong dia menuju ke tempat tidur. Kutidurkan dan kupelorotkan CD-nya. Bulu kemaluannya masih sangat jarang. Menyerupai bulu halus yang tumbuh di tangannya. Kulebarkan kakinya agar mudah menuju ke vaginanya. Kucium dengan lembut sambil sesekali kujilat klitorisnya. Sementara Elsa kusuruh untuk meremas-remas payudaranya adiknya itu. Aahh.. ach.. ge.. geli Kak. Tapi nikmat sekali, aahh terus Kak. Jangan berhenti. Mmh.. aahh.. ahh.

Setelah puas dengan vagina Agnes. Aku menarik Elsa menjauh sedikit dari tempat tidur. Dian kusuruh meneruskan. Lalu dengan gaya 69, Dian menyuruh Agnes menjilati vaginanya. Sementara itu, aku mulai mencumbu Elsa. Kubuka kaos ketatnya dengan terburu-buru. Lalu segera kubuka BH-nya. Sehingga payudaranya yang besar bergoyang-goyang di depan mukaku.

Wow, tete kamu bagus banget. Apalagi putingnya, merah banget kayak permen, godaku sambil meremas-remas payudaranya dan mengulum putingnya yang besar. Sedangkan Elsa hanya tersenyum malu. Ahh, ah Kakak, bisa aja, katanya sambil tangan kirinya mengelus kepalaku dan tangan kanannya berusaha manjangkau penisku.

Melihat dia kesulitan, segera kudekatkan penisku dan kutekan-tekankan ke vaginanya. Sambil mendesah keenakan, tangannya mengocok penisku. Karena kurasakan air maniku hampir saja muncrat, segera kuhentikan kocokannya yang benar-benar nikmat itu. Harus kuakui, kocokannya lebih nikmat daripada Dian. Setelah menenangkan diri agar air maniku tidak keluar dulu, aku mulai melorotkan CD-nya yang sudah basah kuyup.

Begitu terbuka, terlihat bulu kemaluannya lebat sekali, walaupun tidak selebat Dian, sehingga membuatku sedikit kesulitan melihat vaginanya. Setelah kusibakkan, baru terlihat vaginanya yang berair. Kusuruh Elsa mengangkang lebih lebar lagi agar memudahkanku menjilat vaginanya. Kujilat dan kuciumi vaginanya. Kepalaku dijepit oleh kedua pahanya yang putih mulus dan padat. Nyaman sekali pikirku. Cerita dewasa.

aahh, Kak.. Elsa mau pipiss.. erangnya sambil meremas pundakku.
Keluarin aja. Jangan ditahan, kataku.
Baru selesai ngomong, dari vaginanya terpancar air yang lumayan banyak. Bahkan penisku sempat terguyur oleh pipisnya. Wah nikmat sekali jeritku dalam hati. Hangat.

Setelah selesai, kuajak Elsa kembali ke tempat tidur. Kulihat Dian dan Agnes sedang asyik berciuman sambil tangan keduanya memainkan vaginanya masing-masing. Sementara di sprei terlihat ada banyak cairan. Rupanya keduanya sudah sempat ejakulasi. Karena Dian adalah pacarku, maka ia yang dapat kesempatan pertama untuk merasakan penisku. Kusuruh Dian nungging. Sayang, Dian udah lama nunggu saat-saat ini, katanya sambil mengambil posisi nungging. Setelah sebelumnya sempat mencium bibirku dan kemudian mengecup penisku dengan mesra.

Tanpa berlama-lama lagi, kuarahkan penisku ke vaginanya yang sedikit membuka. Lalu mulai kumasukkan sedikit demi sedikit. Vaginanya masih sangat sempit. Tapi tetap kupaksakan. Dengan hentakan, kutekan penisku agar lebih masuk ke dalam. Aachk! Sayang, sa.. sakit! aahhck.. ahhck.. Dian mengerang tetapi aku tak peduli. Penisku terus kuhunjamkan. Sehingga akhirnya penisku seluruhnya masuk ke dalam vaginanya. Kuistirahatkan penisku sebentar.

Kurasakan vaginanya berdenyut-denyut. Membuatku ingin beraksi lagi. Kumulai lagi kocokan penisku di dalam vaginanya yang basah sehingga memudahkan penisku untuk bergerak. Kutarik penisku dengan perlahan-lahan membuatnya menggeliat dalam kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Makin kupercepat kocokanku. Tiba-tiba tubuh Dian menggeliat dengan liar dan mengerang dengan keras. Kemudian tubuhnya kembali melemas dengan nafas yang memburu. Kurasakan penisku bagai disemprot oleh air hangat. Rupanya Dian sudah ejakulasi. Kucabut penisku dari vaginanya. Terlihat ada cairan yang menetes dari vaginanya.

Kok ada darahnya sayang? tanya Dian terkejut ketika melihat ke vaginanya.
Kan baru pertama kali, balas Dian mesra.
Udah, nggak apa-apa. Yang penting nikmat kan sayang? kataku menenangkannya sambil mengeluskan penisku ke mulut Elsa. Dian cuma tersenyum dan setelah kucium bibirnya, aku pindah ke Elsa.

Sambil mengambil posisi mengangkang di atasnya, kudekatkan penisku ke mulutnya. Kusuruh mengulum sebentar. Lalu kuletakkan penisku di antara belahan payudaranya. Kemudian kudekatkan kedua payudaranya sehingga menjepit penisku. Begitu penisku terjepit oleh payudaranya, kurasakan kehangatan. Ooh.. Elsa, hangat sekali. Seperti vagina, kataku sambil memaju-mundurkan pinggulku. Elsa tertawa kegelian. Tapi sebentar kemudian yang terdengar dari mulutnya hanyalah desahan kenikmatan.

Setelah beberapa saat mengocok penisku dengan payudaranya, kutarik penisku dan kuarahkan ke mulut bawahnya. Dimasukin sekarang ya? kataku sambil mengusapkan penisku ke bibir kewanitaannya. Kusuruh Elsa lebih mengangkang. Kupegang penisku dan kemudian kumasukkan ke dalam kewanitaannya. Dibanding Dian, vagina Elsa lebih mudah dimasuki karena lebih lebar. Kedua jarinya membuka kewanitaannya agar lebih gampang dimasuki. Sama seperti kakaknya, Elsa sempat mengerang kesakitan.

Tapi tampaknya tidak begitu dipedulikannya. Kenikmatan hubungan seks yang belum pernah dia rasakan mengalahkan perasaan apapun yang dia rasakan saat itu. Kupercepat kocokanku. Aahh.. aahh.. aacchk.. Kak terus Kak.. ahh.. ahh.. mmh.. aahh.. Elsa udah mau ke.. keluar. Mendengar itu, semakin dalam kutanamkan penisku dan semakin kupercepat kocokanku. Aahh.. Kak.. Elsa keluar! mmh.. aahh.. ahh.. Segera kucabut penisku. Dan kemudian dari bibir kemaluannya mengalir cairan yang sangat banyak. Elsa, nikmat khan? tanyaku sambil menyuruh Agnes mendekat. Enak sekali Kak. Elsa belum pernah ngerasain yang kayak gitu. Boleh kan Elsa ngerasain lagi? tanyanya dengan mata yang sayu dan senyum yang tersungging di bibirnya. Aku mengangguk. Dengan gerakan lamban, Elsa pindah mendekati Dian. Yang kemudian disambut dengan ciuman mesra oleh Dian. 

Nah, sekarang giliran kamu, kataku sambil merangkul pundak Agnes. Kemudian, untuk merangsangnya kembali, kurendahkan tubuhku dan kumainkan payudaranya. Bisa kudengar jantungnya berdegup dengan keras. Agnes jangan tegang ya. Rileks aja, bujukku sambil membelai-belai vaginanya yang mulai basah. Agnes cuma mengangguk lemah. Kubaringkan tubuhku. Kubimbing Agnes agar duduk di atasku. Setelah itu kuminta mendekatkan vaginanya ke mulutku.

Setelah dekat, segera kucium dan kujilati dengan penuh nafsu. Kusuruh tangannya mengocok penisku. Beberapa saat kemudian, Kak.. aahh.. ada yang.. mau.. keluar dari memek Agnes.. aahh.. ahh, erangnya sambil menggeliat-geliat. Jangan ditahan Agnes. Keluarin aja, kataku sambil meringis kesakitan. Soalnya tangannya meremas penisku keras sekali. Baru saja aku selesai ngomong, vaginanya mengalir cairan hangat. Aahh.. aachk.. nikmat sekali Kak.. nikmat.. jerit Agnes dengan tangan meremas-remas payudaranya sendiri.

Setelah kujilati vaginanya, kusuruh dia jongkok di atas penisku. Begitu jongkok, kuangkat pinggulku sehingga kepala penisku menempel dengan bibir vaginanya. Kubuka vaginanya dengan jari-jariku, dan kusuruh dia turun sedikit-sedikit. Vaginanya sempit sekali.

Maklum, masih anak-anak. Penisku mulai masuk sedikit-sedikit. Agnes mengerang menahan sakit. Kulihat darah mengalir sedikit dari vaginanya. Rupanya selaput daranya sudah berhasil kutembus. Setelah setengah dari penisku masuk, kutekan pinggulnya dengan keras sehingga akhirnya penisku masuk semua ke vaginanya. Hentakan yang cukup keras tadi membuat Agnes menjerit kesakitan.

Untuk mengurangi rasa sakitnya, kuraba payudaranya dan kuremas-remas dengan lembut. Setelah Agnes merasa nikmat, baru kuteruskan mengocok vaginanya. Lama-kelamaan Agnes mulai menikmati kocokanku. Kunaik-turunkan tubuhnya sehingga penisku makin dalam menghunjam ke dalam vaginanya yang semakin basah. Kubimbing tubuhnya agar naik turun. Aahh.. aahh.. aachk.. Kak.. Agnes.. mau keluar.. lagi, katanya sambil terengah-engah.

Selesai berbicara, penisku kembali disiram dengan cairan hangat. Bahkan lebih hangat dari kedua kakaknya. Begitu selesai Cerita dewasa ejakulasi, Agnes terkulai lemas dan memelukku. Kuangkat wajahnya, kubelai rambutnya dan kulumat bibirnya dengan mesra.

Setelah kududukkan Agnes di sebelahku, kupanggil kedua kakaknya agar mendekat. Kemudian aku berdiri dan mendekatkan penisku ke muka mereka bertiga. Kukocok penisku dengan tanganku. Aku Cerita dewasa sudah tidak tahan lagi. Mereka secara bergantian mengulum penisku. Membantuku mengeluarkan air mani yang sejak tadi kutahan. Makin lama semakin cepat. Dan akhirnya, croott.. croott.. creet.. creet! Air maniku memancar banyak sekali. Membasahi wajah kakak beradik itu.

Kukocok penisku lebih cepat lagi agar keluar lebih banyak. Setelah air maniku tidak keluar lagi, ketiganya tanpa disuruh menjilati air mani yang masih menetes. Lalu kemudian menjilati wajah mereka sendiri bergantian. Setelah selesai, kubaringkan diriku, dan ketiganya kemudian merangkulku. Agnes di kananku, Elsa di samping kiriku, sedangkan Dian tiduran di tubuhku sambil mencium bibirku. Kami berempat akhirnya tertidur kecapaian. Apalagi aku, sepanjang pengalamanku berhubungan seks, belum pernah aku merasakan Cerita dewasa yang senikmat ini. Dengan tiga orang gadis, adik kakak, masih perawan pula semuanya. That was the best day of my live.

Cerita Seks Dewasa Finalis Miss Indonesia Merintih Kenikmatan


Tante…Dina berangkat dulu yah? pamit Dina kepada tantenya, Begitulah Dina, yang memiliki nama lengkap Andina Agustina mengawali aktifitasnya di pagi hari ini. Jam menunjukkan pukul 6 tepat saat Andina meninggalkan rumah tantenya tempat dimana dia menumpang hidup.

Andina Agustina, gadis keturunan tanah rencong, berusia 18 tahun adalah seorang finalis Pemilihan Putri Indonesia 2004.

Gadis cantik jelita yang selalu mengenakan jilbab ini penampilannya tidaklah kalah dengan gadis-gadis lainnya, terbukti dalam kontes itu dia terpilih sebagai juara favorit. Baju-baju muslimah yang dikenakan Andina selalu modis, dengan mengambil ukuran baju yang body fit atau ketat sehingga menonjolkan keindahan lekuk-lekuk tubuh Andinda, dada yang menonjol pinggulnya yang ramping serta pantatnya yang padat menambah nilai tersendiri bagi keindahan tubuh gadis ini.

Wajahnya yang putih bersih selalu dipoles dengan kosmetik sehingga nampak semakin cantik apalagi ditambah dengan senyuman yang selalu tersungging ramah dari bibirnya yang sensual itu, Andina bukan saja seorang gadis yang cantik tetapi juga ramah.

Hari ini Andina memenuhi tawaran Frans, seorang photografer, yang kemarin menghubunginya untuk pemotretan model sebuah baju muslimah karya seseorang perancang busana. Sebetulnya Andina agak malas untuk memenuhi panggilan itu karena dia masih memiliki kegiatan lainnya yang setumpuk. Namun kebetulan jadwal pemotretan yang ditawarkan itu adalah pagi hari maka setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya untuk memenuhi panggilan sang photografer itu, thoh juga itung-itung untuk menambah pengalaman dan pergaulan pikirnya.

Singkat cerita, sampailah sang putri ini ditempat pemotretan yaitu sebuah rumah besar yang terletak disebuah kawasan antara Jakarta dan Bogor. Areal disekitar rumah itu agak sepi dan jauh dari keramaian, mungkin sebagai seseorang yang berjiwa seni Frans memerlukan tempat tinggal yang tenang seperti ini pikir Andina.

Setelah memarkirkan mobil sedannya Andina memasuki halaman rumah tersebut, tak lama kemudian keluarlah sosok lelaki bertubuh tinggi besar, kepalanya plontos wajahnya dengan wajah khas orang chinesse.

“Ah ini dia Putri Indonesia yang pertama kali berjilbab, selamat datang?? sambut lelaki itu.
Dengan senyum ramah dia kemudian memperkenalkan dirinya “Perkenalkan saya Frans alias Aliong, kamu boleh panggil saya Frans atau Aliong…”, ujar lelaki itu dengan tersenyum.

“Saya Andina?? balas Andina sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
“Oouuhh…cantik nian kamu Andina…tanganmupun mulus sekali? ujar Frans sambil menyambut uluran tangan Andina.

Dan…“CUP??sebuah kecupan bibir Frans tiba-tiba mendarat dipunggung tangan Andina, membuat Andina agak terkejut karena baru kali ini diperlakukan bak seorang putri dari daratan eropa.
“Mari silahkan masuk?Frans mempersilahkan Andina memasuki rumah sang fotographer itu. Sesampainya didalam Andina tertegun melihat suasanya didalam rumah itu, ruangannya besar-besar namun gelap dan sepi, seperti rumah yang tidak berpenghuni. “Pemotretannya dimana mas…”, Tanya Andina.
“Mari kita kedalam…”, ajak Frans mempersilahkan Andina berjalan melalui lorong-lorong gelap didalam rumah tersebut.

“Gimana tawaran pembayarannya ?? Tanya Frans sambil berjalan memandu Andina.
?Masih 500.0000 rupiah pershot kan ?? balas Andina.
“Iya…iya…kamu akan saya ambil 5 shot aja koq dan masih ada tip-nya, jadi jumlah yang akan kamu terima nanti akan lebih banyak dari jumlah yang kamu perhitungkan? jawab Frans sambil tersenyum melirik Andina.

Dan tibalah mereka disebuah ruangan dibagian belakang rumah tersebut, ruangan tersebut nampaknya sudah di set-up untuk pemotretan. Ukurannya tidak terlalu luas hanya sebesar 10 x 10 meter dan terdapat sebuah sofa besar untuk sarana pemotretan dan sebuah bilik untuk berganti baju.

“Ini dia studio pemotretannya, silahkan masuk Andina?
“Terimakasih mas?Tapi pemotretannya jangan lama-lama yah mas soalnya aku mau ada interview dengan majalah Femina? ujar Andina.
“Beres…semua udah diatur? balas Frans.
?Nah, Andina ini baju yang musti kamu kenakan untuk pemotretan ini? ujar Frans sambil menyodorkan sebuah gaun muslimah panjang.

“Bajunya cuman ini aja mas dan saya ngga perlu di make-up lagi mas ??Tanya Andina.
“Nda perlu…wajah kamu udah cantik koq, nda perlu make-up lagi, baju untuk pemotretan ya cuma itu aja?ujar Frans.

“Sekarang kamu silahkan ganti baju diruangan itu?Frans menunjuk satu bilik kecil didalam ruangan itu.
Beberapa menit kemudian Andina keluar dengan busana panjang muslimah berwarna merah tua dipadukan dengan jilbab merah muda. Bahannya terbuat dari sutera tipis dan ukurannya ketat menjadikan tubuh Andinapun terlihat sexy.

“Waw cantik sekali?? Frans terpesona dengan kemolekan tubuh Andina.
“Duduk di sofa itu? perintah Frans sambil menutup pintu kamar pemotretan itu.
“Koq sendirian aja sih mas ?? Tanya Andina
Frans hanya diam saja, dia nampak sibuk menyetel kameranya
“Ok mulai berpose??
Dan kilatan-kilatan blits mulai memancar didalam ruang itu mengiringi pemotretan Frans, Andina pun berganti-ganti gaya diatas sofa itu. Tidak ada setengah jam, pemotretanpun usai.
“Selasai??Frans mengacungkan jempolnya.

“Hihihi…engga terasa udah selesai ya mas?? ucap Andina sambil bangkit dari sofa.
“Tunggu dulu, jangan bergerak dari sofa? ujar Frans
Wajah Frans tiba-tiba berubah menjadi serius, digantinya kamera yang menggantung di treeport dengan sebuah handycam.

Kemudian Frans bersiul beberapa kali seperti memberi tanda sesuatu.
“Lho…ada apa lagi mas? Koq masang handycam segala ??Tanya Andina yang mulai kebingungan.
“Masih ada satu lagi yang ingin gue ambil dari kamu? kata Frans.

Andinapun terkejut sambil bertanya “Apa mas??
“Sebuah adegan?yang bakal membuat kamu lebih terkenal daripada sekedar putri-putri-an? balas Frans sambil memasukkan film didalam hadycamnya.
Belum lagi hilang rasa bingung didalam diri Andina tiba-tiba masuklah beberapa orang lelaki kedalam ruangan itu.

“Ah ini dia, jagoan-jagoan kita…” ujar Frans sambil tersenyum.
“Andina, perkenalkan ini lawan main kamu didalam adegan nanti. Yang tinggi besar berambut botak ini namanya Ayung, yang kurus dan berambut gondrong ini namanya Paulus dan yang berbadan tegap dan kekar ini namanya Martinus?
“Siapa mereka ? mau apa mereka ? mas mau adegan apa lagi ??Tanya Andina yang mulai gugup melihat suasana yang tidak menguntungkan itu.

“Andina, gue sebenarnya mau bikin Blue Film alian BF alias Bokep dan kamu adalah pemeran utamanya !? Frans menjelaskan.
Sontak penjelasan Frans ini membuat diri Andina bagai tersambar petir, dia mulai sadar bahwa dirinya telah dijebak oleh Frans.

“Tenang…tenang kamu tetap akan kami bayar Andina, tapi setelah film ini laku…” lanjut Frans.
“Themanya tergantung dari kamu…kalo kamu rela bersedia disyuting kita bisa pilih tema perselingkuhan saja, sepeti antara bos dan karyawannya. Tetapi…kalo kamu menolak syuting ini, yaaah…terpaksa mau tidak mau thema yang aku pilih adalah PEMERKOSAAN…hahahaha??
Wajah Andina nampak menjadi pucat pasi, hatinya menjadi ciut, aliran darahnya serasa berhenti mendengar penjelasan Frans tadi.

“Tidak…tidak…aku tidak sudi?!!? teriak Andina sambil bangkit dari sofa seraya berlari menuju pintu untuk meninggalkan ruangan itu.
Namun belum lagi tangan Andina menyentuh handle pintu tiba-tiba sebuah tangan kekar dan besar milik Martinus dengan cekatan memegang tangan Andina.

“Ahh..lepaskan…lepaskan aku…kalian bajingan setan semua !!!? Andina menjerit-jerit sambil berontak mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Martinus.
“AHA…jelaslas sudah berarti thema film kita adalah PEMERKOSAAN !? teriak Frans sambil menghidupkan handycamnya.

“Kita langsung mulai saja pengambilan gambarnya…”.
“Action?mulai !!!!? perintah Frans sambil menghidupkan kameranya dan mengarahkan ke adegan Martinus yang tengah meringkus Andina.

“Hebat sungguh hebat,…kejadiannya sangat alami…benar-benar ini akan menjadi sebuah filem pemerkosaan yang hebat? ujar Frans sambil terus membidikkan kamerannya kearah pergumulan antara Martinus dan Andina.
“Lepaskan…lepaskan saya?? teriak Andina sambil meronta-ronta.

Tubuh Andina diseret ketengah ruangan oleh Martinus serta Paulus yang kemudian datang membantu. Andina tiada henti meronta-ronta dan berteriak menyumpah-nyumpah serapah namun dua orang lelaki kekar itu dengan mudah mematahkan perlawanan Andina.

“Tenang sayangku?kamu akan jadi terkenal? ujar Paulus sambil menyeret Andina.
Kemudian Martinus dan Paulus meletakkan tubuh Andina ke sofa, Paulus yang mengambil posisi dibelakang sofa memegangi kedua tangan Andina dengan kuat. Sementara Martinus memegangi kedua kaki Andina.

Ayung, sang lelaki botak yang sedari tadi hanya mengamati kejadian diruangan itu dengan senyum-senyum simpul mulai melepaskan pakaiannya hingga telanjang bulat. Bentuk tubuh lelaki berusia 40-an ini jelek sekali sejelek roman mukanya. Ayung adalah seorang sex maniak sejati. Perutnya buncit badannya penuh dengan tatto, dan yang mengerikan dia memiliki sebuah penis yang berukuran besar yang sepertinya sangat terlatih didalam mengaduk-aduk lubang kemaluan wanita.

Perlahan-lahan dihampirinya tubuh Andina yang meronta-ronta ketakutan, Andina sangat menyadari akan apa-apa yang bakal terjadi terhadap dirinya.
“J…ja..ngan paakk…jjangann..perkosaa saya…”,pinta Andina dengan suara yang tergetar.

Apalah arti dari permintaan itu, dihadapan para lelaki yang telah kerasukan setan itu Andina ibaratnya hanyalah seonggok daging mentah yang siap dimangsa oleh anjing-anjing budukan yang kelaparan.
Dengan santai tangan Ayung menjamah tubuh Andina, diremasnya kedua buah payudara Andina. seketika tubuh Andina menggeliat sebagai tanda penolakan atas perlakuan lelaki kurang ajar ini.

Tangan-tangan Ayung mulai melucuti pakaian Andina, gaun panjang yang dikenakan Andina sangatlah mudah untuk dilepas bagai menguliti buah pisang saja. Sekali tarik saja gaun yang melilit ditubuh Andina itu terlucuti.

“Waaahh…indah sekali tubuhmu sayang…”, bisik Ayung sambil menyeringai.
Diberinya kesempatan kepada Frans untuk membidikkan kamera hendycam-nya keseluruh tubuh Andina yang hanya dibalut bh dan celana dalam warna putih serta jilbab yang masih menutupi rambutnya.

Airmata mulai meleleh membasahi wajah ayu Andina keringat dingin mengucur deras membasahi tubuhnya yang indah itu. Ketegangan dan kengerian luar biasa menyelimuti sang juara favorit Putri Indonesia ini. Matanya terpejam erat tubuhnya bergetar disaat kembali tangan-tangan Ayung menyentuh tubuhnya.

Tangan trampil Ayung kemudian beraksi kembali dengan melepaskan bh yang dikenakan Andina. Sesaat kemudian apa yang ada didada Aninda menjadi pusat perhatian dari para lelaki itu, mereka pun berdesah kagum atas keindahan dua gundukan buah dada Aninda itu. Ukurannya tidak besar tetapi proporsional dengan tubuh Aninda dan kencang. Dengan tangan-tangan kasarnya diraihnya kedua gundukan payudara itu oleh Ayung. Diusap-usap dan diremas-remas?dengan sesekali dipilin-pilinnya kedua puting yang berwarna merah muda itu. cerita seks.

Karuan saja ini membuat tubuh Andina menggeliat-geliat, mulutnya sesekali menganga mengeluarkan desahan-desahan.
Puas mempermainkan payudara Andina kedua tangan Ayung merayap turun kearah pinggung dan akhirnya dengan sekali tarikan dia melorotkan celana dalam putih Andina.

Suasana diruangan itupun semakin erotis, empat pasang mata kembali terbelalak tertuju ke sebuah gundukan indah di selangkangan sang putri. Sebuah kemaluan wanita yang benar-benar terawat, bersih dengan susunan rambut kemaluan yang berjajar rapih mengelilingi liang kemaluannya. Andina terisak-isak menangis tubuhnya seolah pasrah menerima keadaan namun matanya masih terpejam erat.

“Oh sang putri cantik?,beberapa hari yang lalu aku lihat engkau berdiri tegar disebuah panggung pemilihan Putri Indonesia. Aku masih ingat kau mengucapkan bahwa kau adalah satu-satunya Putri Indonesia yang berjilbab. Aku sangat mengagumimu, tak kusangka kini kau berada didepanku?aku siap mewujudkan impianku untuk menikmati tubuhmu? ujar Ayung sambil mengusap-usap kemaluan Andina.
“Ja..jangann…pakkk…ammpunnn…jangann…”, pinta Andina sambil menagis.

Baca Juga : Cerita Seks Dewasa Aku Yang Hanyut Pada Rayuan Adik Suami Ku

Tiba-tiba tubuh Andina mengejang…mulutnya menganga seperti mengucap huruf A, rupanya jari tengah Ayung bagai cacing tanah menyeruak masuk kedalam bibir vagina Andina.
“Aaaahhhh?.? Andina menjerit ketika jari tengah Ayung itu mulai menusuk-nusuk kemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliat bagai cacing kepanasan sementara keringatnya terus mengucur deras membasahi tubuhnya yang masih memancarkan harum wewangian bunga melati itu.

CEP…CEP…CEP…begitulah suara yang keluar dari selangkangan Andina akibat dari cairan kewanitaan Andina yang dengan derasnya mengucur keluar akibat dikobel-kobel oleh jari tengan Ayung. Mata Andina terpejam begitu pula dengan mulutnya yang tertutup rapat berusaha menahan rintihan-rintihan cerita seks yang akan keluar dari mulutnya.
Berdasarkan pengalaman Ayung, inilah cara yang sering dipakai Ayung untuk menguras tenaga dari sang gadis pada saat memperkosa gadis itu. Dan setelah tenaga gadis tersebut habis terkuras maka dia dapat dengan mudahnya menyetubuhi gadis tersebut tanpa perlawanan yang berarti lagi.

Beberapa saat lamanya jari tengah Ayung mengocok-ngocok liang vagina Andina sampai akhirnya badan Andina terlihat melemah, wajahnya memerah menahan rasa ngilu dikemaluannya.

Setelah mencabut jari tengah Ayung dari liang vagina Andina, Ayung merapatkan wajahnya ketubuh Andina tepatnya dibagian selangkangan Andina. Kini lidahnya yang mulai bermain, masih dengan obyek sasaran selangkangan Andina. Lidah Ayung mulai menyapu-nyapu gundukan kemaluan Andina, dijilat-jilatinya bagian tubuh yang amat pribadi bagi Andina itu.

“Aaakkhhh??mulut Andina menganga badannya menegang keras ketika lidah Ayung masuk dan menjilati liang vaginanya. “Ssshhh…eeehhh…aaahhh?hhhmmmhh?? Andina merintih-rintih tubuhnya menggeliat-geliat semakin keras akibat lidah Ayung yang terus menjilat-jilat liang kemaluannya dengan rakus.

Puas menikmati kemaluan Andina kini Ayung dengan lidah yang masih terjulur menyapu tubuh Andina hingga sampai dibagian dada. Kembali lidah Ayung bergerilya didua bukit indah Andina itu, kali ini dibantu dengan kedua tangannya yang ikut meremas-remas keduaaa payudara itu. Dijilat-jilat, dihisap-hisap, digigit-gigit kedua payudara indah yang malang itu oleh mulut Ayung yang rakus itu hingga memerah warnanya.

Setelah itu serangan berganti sasaran lagi, kini wajah Ayung telah sejajar dengan wajah Andina yang membuang muka dari tatapan wajah Ayung.
Diraihnya kepala Andina yang masih mengenakan jilbab itu dan dipalingkannya wajah Andina hingga berhadapan dengan wajahnya.

“Hhhhhmmmm…hhmmmppp? Andina gelagapan ketika bibir Ayung mendarat dibibir Andina. Dengan rakusnya dikulumnya bibir Andina yang merah mereka itu.
Lama Ayung menikmati bibir Andina, dikecup-kecup bibir gadis cantik itu, dikulum-kulum dengan sesekali memainkan lidahnya didalam rongga mulut Andina. cerita seks.

Andina nampak semakin gelagapan karena kehabisan nafas, betapa tidak ada sekitas 30 menit lamanya Ayung mencumbu bibir Andina.
Terkuras sudah tenaga Andina oleh perlakuan cerita seks yang diterimanya, apalagi Ayung seolah tak mau memberi ruang nafas kepada Andina. Andina menghela nafas panjang ketika Ayung memberi kecupan terakhir dibibirnya, setelah itu Ayung berdiri.

Nafas Andina mendesah-desah tak karuan antara nafas kelelahan dan nafas kengerian bercampur baur menjadi satu, keringat ditubuhnya deras mengucur membasahi tubuh indahnya yang masih harum mewangi itu.
Tubuh telanjang Andina itu tergeletak lunglai diatas sofa, dadanya kembang kempis meraup udara mengisi oksigen ditubuhnya yang habis terkuras sementara matanya masih terpejam erat.

Ayung kembali menganbil posisi dan merapat ketubuh Andina. Direntangkannya kedua kaki Andina selebar bahu dan setelah itu tiba-tiba?.”Aaaaakkkhhhhhhh……..? Andina melengking histeris, matanya yang terpejam seketika menjadi terbelalak ketika cerita seks dirasakan olehnya sebuah benda keras berotot menusuk lobang vaginanya. Ya, batang penis Ayung yang sedari tadi tegak gagah mengacung mulai melakukan penetrasi. Batang penis itu mulai menunjukkan kegarangannya di kemaluan Andina, dengan perlahan-lahan mulai menyusup masuk keliang vagina Andina.

“Ooooogghhhh?.sss…ssakkitt?.aaaaakkhhh…” ,Andina menggeliat-geliat menahan rasa sakit diselangkangannya. Sebuah mahkota kehormatan yang selama ini dijaga dan dirawat secara baik dan akan dipersembahkan kepada seseorang pria pilihannya kelak pada malam pertama setelah menikah ternyata pada saat ini tengah dikoyak oleh seseorang yang sama sekali bukan idaman atau tambatan hatinya bahkan tidak dikenalnya.

Mata Andina merem melek mengeiringi geliatan tubuhnya yang semakin keras, tapi Paulus yang sedari tadi memegangi tangan Andina masih cukup kuat untuk mengatasinya.
Ayung yang menindih tubuh Andina terus berusaha melesakkan batang kemaluannya didalam liang vagina Andina untuk merobek selaput keperawanannya. Tangan kiri Ayung memegangi batang kemaluannya untuk membantu menekan penisnya kedalam liang itu dan tangan kanannya menekan pinggul Andina agar dibagian itu tidak terlalu banyak bergerak.

Dan akhirnya mengucurlah darah segar dari liang kemaluan Andina, pertanda bahwa Ayung berhasil membobol keperawanan Andina. “Aaaaaaahhhh?.? Andina mengerang keras airmatanya kembali mengucur deras dari sudut-sudut matanya, matanya terbelalak menengadah kearah langit-langit kamar yang menjadi saksi akan hilangnya sebuah keperawanan dari sang putri cantik itu.

Sejenak Ayung membiarkan batang kemaluannya terbenam keseluruhannya didalam liang vagina Andina, dinikmatinya kehangatan dinding-dinging liang vagina Andina yang berdenyut-denyut itu. “Ohh..nikmat sekali kau?? desah Ayung sambil mengatur posisinya diatas tubuh Andina kedua tangan Ayung memegangi pinggang Andina yang ramping itu.

Mulailah kemudian Ayung menggenjot tubuh Andina, dipompanya batang kemaluannya keluar masuk didalam liang vagina Andina secara perlahan-lahan penuh dengan perasaan. cerita seks.

Sambil menyetubuhi Andina dinikmatinya wajah Andina yang meringis-ringin serta tubuhnya yang bergetar, sejenak kemudian gelora nafsu Ayungpun semakin memuncak wajah Andina yang sedemikian rupa memancing birahi Ayung untuk lebih agresif. Ayung mulai mempercepat irama persetubuhannya atas Andina “Aaakkhh?oohhh…ooouuhh…ooohhh…ooouugghhh. ..? Andina merintih-rintih seiring dengan gerakan tubuh Ayung yang memompa kemaluannya keluar masuk diliang vaginanya. Gerakannya semakin lama semakin cepat sampai-sampai tubuh Andina terbanting-banting, Ayung pun mulai merintih-rintih mengiringi rintihan dan desahan yang keluar dari mulut Andina, rintihan mereka berdua bersaut-sautan menggema didalam ruang itu dan tentu saja kamera Frans tidak melewatkan adegan ini.

Beberapa menit kemudian Ayung nampaknya akan berejakulasi, tubuhnya menegang keras serta kepalanya menegadah keatas dan “CCRROTT?CCCRRROTT…CCRROOOTT…”, cairan putih kental kemudian muntah dari batang penis Ayung mengisi liang vagina Andina hingga meluber keluar.

“Aaaahhhhhh?? Ayung melolong , tubuhnya mengejan menikmati puncak kenikmatan yang tiada tara itu. Entah Andina gadis yang keberapa yang telah berhasil dikoyak keperawanannya.
Setelah menyemburkan tetes terakhir didalam liang vagina Andina, tubuh Ayung melemas tinggal nafasnya saja yang berderu-deru berpacu dengan nafas Andina yang terdengar bercampur dengan isak tangisnya.
Ayungpun bangkit dari tubuh Andina, dicabutnya batang penis dari lobang vagina Andina. Puas sudah Ayung melampiaskan nafsu syahwatnya di tubuh Andina.

Entah apa yang terjadi kemudian, tidak ada dalam hitungan menit Martinus tiba-tiba telah berdiri dihadapan tubuh Andina yang lunglai tergeletak disofa tanpa sehelai pakaianpun yang melekat ditubuhnya kecuai jilbabnya yang masih melilit dikepalanya. Rupanya dia sudah mengantri sedari tadi, tubuhnya hitam legam berotot begitupun dengan batang kemaluannya yang sudah mengacung dengan gagahnya.

Tanpa memberi kesempatan buat Andina untuk beristirahat Martinus langsung menindih tubuh Andina.
Dikulumnya bibir Andina dengan ganas, sementara itu kedua tangannya mulai sibuk meremas-remas kedua payudara gadis yang malang itu.
“Hhhmmm…cup…mmmpphh…mmmmhh…cup..cup..mmmph h..? suara desahan Andina terdengar bercampur dengan bunyi kecupan-kecupan yang berdecak-decak.

“Ooookkhhh?.? suara Andina melengking tubuhnya yang kembali tersentak akibat liang kemaluannya mulai dijejali kembali dengan batang kemaluan yang kali ini milik Martinus. Dalam sekejap tubuh Andina mulai digenjot, hentakan demi hentakan dari gerakan persetubuhan mengiringi desahan-desahan lembut yang keluar dari mulut Andina “Ooohhh…ooohh…eegghh…hhooohhh…oouuhhh…”.

Keringat mebanjiri kedua tubuh yang berlainan perasaan itu, dimana yang satu dengan penuh gairah yang membara terus melampiaskan birahinya kepada lawannya sementara yang satu lagi dengan perasaan putus asa dan tubuh lemah, pasrah menerima penetrasi dari sang lawan.

Beberapa menit kemudian kembali liang vagina Andina dibanjiri oleh cairan-cairan sperma yang meluap hingga membasahi kedua pahanya. Martinus meregang menggelinjang merasakan butir-butir kenikmatan menjalar disekujur tubuhnya, tubuhnya kemudian melemah lunglai.

Tibalah kini giliran si rambut gondrong, Paulus. Lagi-lagi rintihan-rintihan Andina mulai menggema diruangan itu, tubuhnya kembali diperkosa disetubuhi oleh lelaki yang berumur 40-an ini. Setengah jam sudah Paulus menyetubuhi Andina hingga akhirnya kembali cairan-cairan kental itu mengisi rongga kemaluan Andina.

Andina lemas tubuhnya dibasahi oleh keringatnya bercampur dengan keringat-keringat para lelaki yang memperkosanya tadi sementara selangkangannya penuh dengan cairan-cairan kental hingga kepahanya.

Frans sang kameramen rupanya tak mau ketinggalan, dia nampak ingin melakukan adegan penutup dari filem ini. Setelah menyerahkan kamerenya kepada Martinus kemudian dia melepaskan baju yang dikenakannya hingga telanjang bulat. Tubuh lelaki yang berkulit kuning langsat itu nampak dipenuhi dengan hiasan tatto, sebuah kalung salib emas terlihat melintang dilehernya.

Wajahnya menyeringai melihat tubuh Andina yang tergeletak lemah diatas sofa.
“Sekarang giliranku?? ujarnya.
Andina hanya bisa menatap Frans dengan tatapan mata yang sendu. Lelaki yang juga aktifis partai politik yang lambang partainya berwarna dasar ungu ini nampak dengan gagahnya berdiri dihadapan tubuh Andina.

Dengan sebuah lap yang telah dibasahi, Paulus membersihkan selangkangan Andina yang tadinya penuh dengan cairan-cairan yang mengental dan kering.
“Ok kamera siap bos? ujar Martinus sambil mengambil posisi serta mengaktifkan kameranya.
“Silahkan tancap bos?? ujar Paulus setelah membersihkan tubuh Andina.
Frans mulai action.

Diraihnya tubuh Andina yang lemah tergeletak di sofa.
“Ayo sayang kita main lagi? Ini akan menjadi film cerita seks yang hebat? bisik Frans sambil membopong memindahkan tubuh Andina kelantai.
Diterlungkupkan tubuh Andina, setelah itu diangkatnya pinggang gadis itu hingga posisinya seperti orang yang sedang bersujud.

Frans mengambil posisi dibelakang tubuh Andina. Nafas Andina terdengar tersengal-sengal tubuhnya bergetar disaat tangan Frans mengelus-elus punggung Andina yang halus dan lembut itu.

“Kulitmu halus sekali dan putih bersih, kau cantik Andina?, pasti kau tak mau kalau kupersunting menjadi istriku. Makanya kita lakukan saja ini seperti suami istri ya…”, rayu Frans.
Kedua tangan Frans kemudian memegang pinggang Andina.

“Aaaaaakkkkhhh……..ooouuuuuhhhh?.? sekonyong-konyong Andina melolong keras, tubuhnya yang tadi lemas bersujud seketika langsung menegang keras, kepalanya mendongak keatas disertai dengan matanya yang terbelalak. Rupanya Frans mulai melesakkan batang kemaluannya kedalam anus Andina. Frans menyodomi Andina.

BLESSSS…dalam waktu yang relatif singkat penis Frans tertanam seluruhnya didalam anus Andina. Setelah itu Frans mulai dengan gerakan menyodok-nyodok kemaluannya didalam anus Andina.
“Oogghh?oohh…aagghh?? Andina menjerit-jerit kesakitan dengan tubuh menggelepar-gelepar dan mulut yang menganga sementara Frans dengan sekuat tenaga terus menyodomi Andina.

“Wah rapet sekali bo’ol kamu Andina, rasanya enaaakkk…”, ujar Frans sambil terus menyodomi Andina.
Tubuh Andina semakin lunglai lemas, keringat dingin mengucur deras kembali membasahi tubuhnya.
Setelah puas menyodomi Andina. Frans mencabut penisnya dan setelah itu langsung membalikkan tubuh Andina hingga terlentang.

Frans mengarahkan penisnya kewajah Andina dan setelah itu penis Frans yang besar dan perkasa itu disumpalkan didalam mulut Andina.
“Hhmmmppp?.? Andina kembali tersentak disaat Frans berusaha melesakkan penisnya didalam rongga mulut Andina. Namun apa dayanya tubuhnya telah lemas setelah sekian kali digenjot rame-rame. Andina hanya pasrah disaat kemaluan Frans masuk kedalam mulutnya.

Kedua tangan Frans memegang erat kepala Andina yang masih berjilbab itu, kemudian digerakkannya kepala Andina naik turun untuk mengurut-urut batang penisnya didalam rongga mulut Andina. “Waww..lembut sekali mulutmu, dingin sekali rasanya?aahhh…nikmaattt…”, desah Frans yang sangat menikmati cerita seks perkosaan itu.

Namun tidak demikian dengan Andina, dengan nafasnya yang tersengal-sengal dia terpaksa mengulum batang kemaluan Frans, mulutnya terlihat penuh dijejali kemaluan Frans sampai-sampai kedua pipinya menggelembung akibat batang penis Frans yang besar itu menjejali mulutnya.

“Ooookkhh…haaahhhhkkhh…”, Frans mengejang keras, wajahnya menyeringai menengadah kelangit-langit ruangan itu, tubuhnya bergetar ketika dia berejakulasi memuntahkan cairan-cairan sperma didalam rongga mulut Andina.

“HHmmmppphh…mmmhhh?? Andina berusaha melepaskan diri namun sia-sia kedua tangan Frans dengan kuatnya memegang kepala Andina. CRRROOTT…CCRROOT…batang penis Frans terus memuntahkan sperma didalam mulut Andina mengalir deras membasahi tenggorokannya hingga meluber keluar disela-sela bibir Andina yang masih disumpal oleh batang kemaluan Frans.
“Aaahhh…nikmat sekali? Frans mendesah lega.

Dicabutnya batang penisnya dari mulut Andina, seketika itu Andina terbatuk-batuk dan seperti akan muntah, mulutnya penuh dengan cairan kental sperma bercampur dengan airliurnya sendiri sesekali cairan itu mengalir keluar dari sela-sela bibirnya membasahi pipinya.

Belum puas seratus persen, Frans kembali mengambil posisi diatas tubuh Andina dia akan menyetubuhi gadis itu. Ditekuknya kedua kaki Andina hingga bagian paha menyentuh dada.
“Uuugghh?? Andina mendesah pelan, mulutnya meringis ketika vaginanya kembali diterobos batang kemaluan lelaki. Frans mulai menyetubuhi Andina.

Mulut Andina hanya mengeluarkan desahan-desahan lemah, tubuhnya lungalai dan lemas bak seonggok daging tak bertulang ketika dia harus terbanting-banting dan tersodok-sodok akibat perkosaan yang dilakukan oleh Frans. Dengan tenaga yang masih perkasa Frans terus menyetubuhi Andina hingga akhirnya berejakulasi untuk yang kedua kalinya. Tubuh Frans menggelinjang nikmat menghantar semburan-semburan sperma yang kembali memenuhi liang vagina Andina.

Kemudian kedua tubuh itupun jatuh lemas tak berdaya, deru nafas mereka berpacu membahana mengakhiri adegan cerita seks pembuatan film porno itu. Andinapun kemudian tak sadarkan diri.

Rasa puas didalam diri Frans tak bisa dilukiskan, filem yang bertemakan pemerkosaan ini pastilah akan laris manis karena bintangnya adalah seorang Juara Harapan Putri Indonesia. Segera kawanan crew pembuatan filem itu membereskan peralatan mereka dan merapikan diri.

Waktu menunjukkan pukul 12 siang, merekapun meninggalkan ruangan itu dan pergi meninggalkan tubuh Andina yang masih tergeletak tak beradaya, rumah itupun kembali sunyi sepi.