WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

Blogroll

Cerita Seks Nikmatnya Tubuh Montok Janda Muda Yang Masih ABG


Memang hari itu saya sedang munjur sebab duduk ku disamping pak kusir yang jalannya tuk tik tidak tik tuk lho malahan kayak nyanyian buah hati buah hati aja hehehe, melainkan ini benar kejadiannya dimana kisah kongkret ini terjadi di dalam minibus yang saya tumpangi, tiap paginya saya bila berangkat ke kantor menerapkan tranposrtasi biasa, dimana dikala di dalam bis saya duduk bersampingan dengan seorang wanita yang menerapkan hijab.


Wajah yang indah, body yang ramping serta kulitnya juga putih tampak dari telapak tangannya, bila di dalam bis awam saya kerap kali tertidur sebab memang bila malam saya senantiasa lembur di rumah, lha pada waktu ada wanita indah di sebelahku yang mulanya mata ngantuk kini sirna dikala wanita itu memainkan HPnya dan menelepon sesorang.

Tersingkap pahanya dikala ia jegang benar-benar membekas membikin gairah lelakiku timbul, terus saya berdaya upaya gimana caranya saya dapat mengawali diskusi dengannya, dan mungkin telah naluriku sebagai pegombal sesudah ia selesai menelepon saya berucap.

”Wachhh… hobinya sama juga yach !”.
Sebentar ia memandangku linglung, mungkin berdaya upaya orang ini sok akrab banget sich.
”Hobi apaan ?” tanyanya.
“Itu nitip tidak datang”, sahutku dan ia ngakak kecil.
“Tau aja kau. Dasar tukang nguping”, sahutnya. Kesudahannya obrolan bergulir.

Selama percakapan saya tak menanyakan nama, profesi ataupun teleponnya, melainkan lebih banyak cerita lucu.

Hingga walhasil ia ngomong “kau lucu juga yach.., nggak kaya cowok yang laen.”
”Maksud kau ?” tanyaku lagi.
”Umumnya mereka baru ngobrol sejenak udah nanya nama terus meminta nomor telepon.” Sesudah itu kami saling berkenalan. Perempuan muda berhijab bernama Veni.

Obrolan terus berlanjut sampe ia turun di Thamrin dan saya terus ke kota. Dua hari kemudian saya berjumpa ia lagi. Cewek manis berhijab itu menghampiriku dan duduk disebelahku sambil bercerita bahwa sahabat-sahabatnya penasaran sebab ia hari itu punya banyak cerita konyol.

Pagi itu kami menjadi lebih akrab. Sambil berkelakar tiba- tiba ia berkata :

”Kau pasti menyenangi maen cewek yach, soalnya kau terampil ngobrol banget. Pasti banyak cewek di bus ini yang kau pacarin.”Sumpah mati saya terkejut sekali denger omongan ia.

Kayanya maksud saya buat kencan ama ia udah ketauan. Kesudahannya sebab udah nanggung saya ceritain aja ke ia kalo saya telah beristri dan punya buah hati. Ech terbukti ia awam aja, justru saya yang jadi terkejut sebab rupanya ia telah nggak perawan lagi sebab pernah NBA waktu lulus sekolah dahulu.

Kini ia telah bercerai. Wuichhh, nggak nyangka banget kalo doi rupanya janda muda.

Berikutnya telah dapat diterka. Obrolan telah lebih ringan arahnya. Sayapun mulai mengarahkan pembicaraan ke sex. Keakraban dan keterbukaan ke arah sex telah di depan mata. Hingga suatu petang sesudah dua bulan perkenalan, kami janjian pulang bareng.

Hari itu ia mengenakan hijab merah muda sewarna dengan hem dan rok panjangnya. Posisi duduk kami telah akrab dan merekat. Malahan Veni tak sungkan lagi mencubit saya tiap ia membendung tawa atau tak bendung saya goda.

Sebagian kali saat ia mencubit saya bendung tangannya dan ia tampaknya tak keberatan saat walhasil tangan kirinya saya tumpangkan di pahaku dan saya elus-elus lengannya yang tertutup hem lengan panjangnya sambil terus ngobrol.

Kesudahannya ia sadar dan berbisik, “Wachh, kok betah banget ngelus tanganku, entar lengan bajuku jadi kusut lho.

“Habis gemes ngeliat muka manis kau, apalagi bibir tipis kau,” sahutku sambil nyengir.

“Dasar sinting kau,” katanya sambil menyubit pahaku.Serrrrrr…, pahaku berdesir dan si junior seketika bergerak memanjang.

Terbawa Suasana Di Dalam Bus
Saya lihat tempat duduk sekelilingku telah kosong sementara suasana gelap malam membikin suasana di dalam bus agak remang-remang. Saya angkat tangan kirinya dan saya cium lembut punggung jarinya. Janda muda berhijab itu cuma tersenyum dan mempererat genggaman tangannya.

Akhhhhh… telah ada lampu hijau pikirku. Kesudahannya saya teruskan kecupan pada punggung jarinya menjadi gigitan kecil dan hisapan lembut dan kuat pada ujung jarinya. Tampaknya ia merasakan sensasi hisapan di jarinya. cerita seks.

Wajahnya yang dihiasi hijab itu kelihatan sendu tampak indah sekali. Dan walhasil ia menyender ke samping pundakku. Saat bus menjelang jalan tol, kegiatan kami meningkat. Tangan kananku telah mengusap payudaranya yang putih berukuran 36 B dari luar kemeja merah mudanya. Terasa padat dan kenyal.

Lalu pelan jemariku membuka kancing kemejanya satu persatu dan menyusup kedalam BH miliknya. Putingnya kian lama kian mengeras dan terasa bertambah panjang sebagian mili. Sementara itu tangannya juga tak tinggal membisu mulai mengelus-ngelus kontolku dari luar.

Sesudah sebagian menit kemudian tiba-tiba sikapnya berubah menjadi liar dan agresif. Ia tarik ritsletingku dan terus merogoh dan meremas kontolku yang telah tegang. Cerita seks Tanganku yang lagi di dadanya ditarik dan diarahkan ke vaginanya.

Saya tak bisa bertingkah banyak sebab posisinya tak menguntungkan sehingga cuma dapat mengelus paha dari luar rok panjangnya saja. Aktifitas kami terhenti kala hampir tiba di tujuan. Dan dengan napas yang masih tersengal-sengal membendung daya seksualitas kami menata baju masing-masing.

Turun dari bus saya bilang ingin anter ia hingga dekat rumahnya. Saya tau kita bakal melalui pinggir jalan tol. Tempat itu sepi dan saya telah merencanakan untuk menyalurkan hasratku di tempat itu.

Tampaknya janda muda berhijab itu juga mempunyai impian yang sama. Saat berjalan, tangan kirikuku merangkul sambil mengelus payudaranya dari luar hem merah muda lengan panjang yang dikenakannya.

Dan saat kita melalui jalan yang sepi hal yang demikian secepat kilat tangan kananku meraih kepalanya yang dibalut hijab merah muda teladan modis dan seketika mengecup dan menggilas bibir tipisnya itu. Dengan kencang pula cewek berhijab itu menyambut bibirku, menghisap dan menyedotnya. Cerita seks.

Tangannya seketika beraksi menurunkan ritsleting celanaku dan saya sendiri seketika mengangkat rok panjang teladan ketat miliknya. Rrrretttttt… saya tarik kasar cdnya…, jariku seketika menyelusup masuk ke memeknya terasa hangat dan licin. Ternyata ia benar-benar terstimulasi semenjak di bus tadi. Di tengah deru napasnya Veni berdesah :

“Ayo mas… masukin aja… saya kepengen banget nech. Hhhhhh…”

”Sejenak sayang”, sahutku,

“Kita cari daerah yang aman.”Saya tarik ia melalui pagar pengaman tol dan ditengah rimbun pohon saya senderkan ia dan sesudah menarik rok panjang teladan ketatnya itu hingga sepinggang Lalu buru-buru kuloloskan celana dalamnya kemudian kuangkat kaki kanannya.

Sengaja celana dalamnya kusangkutkan di pergelangan kaki kanan yang kuangkat itu biar celana dalamnya tak dekil meraba tanah. Dengan bernafsu saya buka celanaku dan membimbing kontolku ke memeknya melainkan cukup susah juga.

Kesudahannya ia menasehati kontolku menjelang memeknya. ? Emmhhh…!?, kepala janda muda berhijab merah muda itu mendongak sembari melenguh tatkala ujung kontolku mulai penetrasi kedalam memeknya.

Luar awam, itulah sensasi yang saya rasakan saat kontolku mulai menyeruak menjelang memeknya yang telah dibasahi cairan nafsu. Ditengah deru kendaraan beroda empat yang melintasi jalan tol saya memompa pantatku dengan gerakan perlahan dan menghentak pada dikala menempuh pangkal kontolku. Veni menyambut dengan menggigit pundakku tiap saya menghentak kontolku masuk kedalam memeknya.

“Ooochhhh… auchhhh… Masssss… oochhh…”, desahnya. Libido dan ketegangan bercampur aduk dalam hatiku saat terdengar bunyi orang melintasi jalan dibalik pagar. Tetapi lokasi kami cukup aman sebab gelapnya malam dan terlindung pohon yang cukup lebat.

Malahan mungkin orang yang berjalan itu tak akan berdaya upaya ada sepasang manusia yang cukup sinting untuk ber cinta di pinggir jalan tol hal yang demikian.

“Gantian mas… saya cape”, katanya. Saya langsung duduk menyandar dan perempuan muda berhijab merah muda itu mengendalikan rok panjang yang kusingkap tadi supaya tak jatuh kebawah.

Kemudian Veni mulai berjongkok membimbing memeknya. Saat kontolku kembali menyeruak diantara daging lembut memeknya yang telah licin, sensasi itu kembali menerpa diriku. Sambil mengendalikan bahuku, ia mulai menekan bokongnya dan menggerakan pinggulnya dengan sistem menggesek pelan, maju mundur sambil kadang-kadang memutar.

Kenikmatan itu kembali mendera dan kian tinggi intensitasnya saat saya menolong dengan menekan keatas pinggulku sambil menarik bokongnya.

Desahan suaranya makin keras tiap kali alat vital kami bergesekan, “uchhhhh… ssshhh… uchhhhh…”. Mataku sendiri terpejam merasakan rasa yang tercipta dari friksi bulu alat vital kami sambil terus menggerakkan pinggul mengimbangi gerakannya.

”Terus sayang… ayo terus”, desahku. Peluh telah membasahi punggungnya dan gerakan kami telah mulai melambat tetapi tekanan kian ditingkatkan untuk mengimbangi rasa sedap yang menjalar disekujur tubuh kami dan terus bergerak ke arah pinggul kami, berkumpul dan berpusar di ujung alat vital kami.

Berdetak dan ujung kontolku mulai siap meledak, sementara perempuan berhijab ini mulai mengerang sambil menjepitkan memeknya lebih keras lagi.

“ahhhhh… ahhhhh… ahhhhh… lanjut mas… sorong… sorong terussss… mas… aagghhh… sorong… terus… terussss… ahhhh”, dengan desahan panjang sambil melengak kepalanya yang ditutup hijabnya.

Tia menekan dan menjepit keradds kontolku sementara memeknya terus berdetak-detak. ? Mass…mmhh…oouuccchh…?, pekiknya terbendung sembari menundukkan kepalanya yang berhijab itu tatkala menempuh puncaknya. Saya cuma dapat terdiam sambil memeluk tubuhnya menunggu ia selesai orgasme.

Saat jepitannya mulai mengendur saya seketika bereaksi meneruskan rasa yang tertunda itu, tanpa basa basi rasa sedap itu mulai menghempas kembali, berkumpul dan meledak menyemburkan cairan kenikmatanku ke dalam memeknya.

Saya sodokan kontolku sambil menekan pinggulnya sementara kakiku mengejang merasakan aliran rasa yang menghempas keluar dari tubuhku itu. Sesudah beristirahat sebagian menit kami saling mengamati… walhasil tersenyum dan ngakak.

”Kau memang bener-bener sinting, melainkan jujur saya benar-benar suka bercumbu dengan sistem seperti ini.

Saya belum pernah senikmat ini bercumbu.” akunya. “Hi.. hi.. hi.. cocok donk”, kataku sembari mencium bibir tipis janda muda itu selagi kontolku mulai melembek di dalam memeknya.

Sesudah itu kami menata baju masing dan berkomitmen untuk mengarungi kenikmatan cerita seks ini untuk hari-hari akan datang.

Cerita Bersama Tante Genit Yang Mengajak Ku Bersetubuh


Namaku Nando. Umurku 23 tahun, dan saat ini aku sedang kuliah di salah satu perguruan di jakarta, namun aku putuskan untuk sambil bekerja selama aku harus mebiayai kuliah ku. Ekonomi keluargaku termasuk pas-pasan. Ayahku hanyalah seorang pensiunan pegawai bank pemerintah di Sukabumi. Sedangkan ibuku bekerja sebagai guru sebuah SMA negeri di sana.

Aku tinggal di tempat kos di daerah Jakarta Barat. Karena uang kiriman orang tuaku kadang-kadang terlambat dan terkadang bahkan tidak ada kiriman sama sekali, untuk bertahan hidup, akupun menjadi guru privat anak-anak SMA. Memang aku beruntung dikaruniai otak yang lumayan encer.

Akupun hidup prihatin di ibukota ini, tinggal seharian aku hanya makan supermie hanya untuk mengganjal perutku Aku pikir tidak penting, asal aku bisa hemat untuk bisa membeli buku kuliah dan lain sebagainya, jadi aku bisa lulus dan berhasil kedua orang tuaku. Terkadang aku melihat teman-teman kuliahku. Mereka sering dugem, senang, bermobil, punya HP terbaru, dll.

Salah satu dari teman kuliahku bernama Sari. Dia seorang gadis cantik dan kaya. Ia anak seorang direktur sebuah perusahaan besar di Jakarta. Percaya atau tidak, dia adalah pacarku. Kadang aku heran, kok dia bisa tertarik padaku. Padahal banyak teman laki-laki yang bonafid, mengejarnya. Ketika kutanyakan hal ini, ini bukan ge-er, dia bilang kalau menurutnya aku orang yang baik, sopan dan pintar. Disamping itu, dia suka dengan wajahku yang katanya “cute”, dan perawakanku yang tinggi, tegap, kekar, dan berisi. Nggak percuma juga aku sering latihan karate, renang, bola, dan voli waktu di Sukabumi dulu.

Sari dan aku telah berpacaran semenjak dua tahun belakangan ini. Walaupun kami berbeda status sosial, dia tidak tampak malu berpacaran denganku. Akupun sedikit minder bila menjemputnya menggunakan motor bututku di rumahnya yang berlokasi di Pondok Indah. Sering orang tuanya, mereka juga baik padaku, menawarkan untuk menggunakan mobil mereka jika kami akan pergi bersama. Tetapi aku memang mempunyai harga diri atau gengsi yang tinggi (menurut Sari pacarku, gengsiku ketinggian), sehingga aku selalu menolak.

Saripun tidak berkeberatan bahkan mengagumi prinsip hidupku. Saat makan atau nonton, aku selalu menolak bila dia akan mentraktirku. Aku bilang padanya sebagai laki-laki aku yang harus bayarin dia. Meskipun tentu saja kami akhirnya hanya makan di rumah makan sederhana dan nonton di bioskop yang murah. Itupun aku lakukan kalau sedang punya uang. Kalau tidak ya kami sekedar ngobrol saja di rumahnya atau di tempat kostku.

Sari adalah gadis baik-baik. Aku sangat mencintainya. Sehingga dalam berpacaran kami tidak pernah bertindak terlalu jauh. Kami hanya berciuman dan paling jauh saling meraba. Memang benar kata orang, bila kita benar-benar mencintai seseorang, kita akan menghormati orang tersebut. Sari pernah bilang padaku, kalau ia ingin mempertahankan keperawanannya sampai ia menikah nanti. Terlebih akupun waktu itu masih perjaka. Mungkin hal ini sukar dipercaya oleh pembaca, mengingat trend pergaulan anak muda Jakarta sekarang.

Keadaanku mulai berubah semenjak beberapa bulan yang lalu. Saat itu aku ditawari sebuah peluang untuk berwiraswasta oleh seorang temanku. Aku tertarik mendengar cerita suksesnya. Terlebih modal yang dibutuhkanpun sangat kecil, sehingga aku berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba.

Hasilnya ternyata luar biasa. Mungkin memang karena bidang ini masih banyak peluang, disamping strategi pemasaran yang disediakan oleh program ini sangat jitu. Penghasilankupun per bulan sekarang mencapai jutaan rupiah. Mungkin setingkat dengan level manajer perusahaan kelas menengah.

Cerita Bersama Tante Genit Yang Mengajak Ku Melakukan Seks | Bekerjanyapun dapat part-time sambil disambi kuliah. Memang beruntung aku menemukan program ini. Semenjak itu, penampilanku berubah. Gaya hidup yang sudah lama aku impikan sekarang telah dapat kunikmati. HP terbaru, pakaian bagus, sudah dapat aku beli. Semakin sering aku mengajak Sari untuk makan di restoran mahal serta nonton film terbaru di bioskop 21. Sari sempat kaget dengan kemajuanku. Sempat disangkanya aku berusaha yang ilegal, seperti menjual narkoba. Tetapi setelah aku jelaskan apa bisnisku, dia pun lega dan ikut senang. Disuruhnya aku bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan jalan kepadaku.

Hanya satu saja yang masih kurang. Aku belum punya mobil. Setelah menabung dari hasil usahaku selama berbulan-bulan, akhirnya terkumpul juga uang untuk membeli mobil bekas. Kulihat di suratkabar dan tertera iklan tentang mobil Timor tahun 1997 warna gold metalik. Aku tertarik dan langsung kutelpon si penjualnya.

“Ya betul… mobil saya memang dijual”. Suara seorang wanita menjawab di ujung telepon.
“Harganya berapa Bu?”
“Empat puluh delapan juta”
“Kok mahal sih Bu?”
“Kondisinya bagus lho.. Semuanya full orisinil”

Dengan cepat kukalkulasi danaku. Wah.. Untung masih cukup, walaupun aku harus menjual motorku dulu. Tetapi akupun berpikir, siapa tahu harganya masih bisa ditawar. Kuputuskan untuk melihat mobilnya terlebih dahulu.

“Alamatnya dimana Bu?”

Diapun kemudian memberikan alamatnya, dan aku berjanji untuk datang ke sana sore ini sehabis kuliah dan

Setelah mencari beberapa lama, akhirnya ketemu juga..

“Selamat sore” sapaku ketika seorang wanita cantik membuka pintu.
“Oh sore..” jawabnya.

Aku tertegun melihat kecantikan si ibu. Usianya mungkin sekitar 35 tahunan, dengan kulit yang putih bersih, dan badan yang seksi. Payudaranya yang tampak penuh di balik baju “you can see” menambah kecantikannya. Agar pembaca dapat membayangkan kecantikannya, aku bisa bilang kalau si ibu ini 80% mirip dengan Sally Margaretha, bintang film itu.

“Saya Nando yang tadi siang telepon ingin melihat mobil ibu”
“Oh.. Ya silakan masuk.”

Akupun masuk ke dalam rumahnya.

“Tunggu sebentar ya Ndo. Mobilnya masih dipakai sebentar menjemput anakku les. Mau minum apa?”
“Ah.. Nggak usah ngerepotin.. Apa saja deh Bu”

Akupun kemudian duduk di ruang tamu. Tak lama si ibu datang dengan membawa segelas air sirup.

“Kamu masih kuliah ya,” tanyanya setelah duduk bersamaku di ruang tamu
“Iya Bu.. Hampir selesai sih “
“Ayo diminum.. Beruntung ya kamu.. Dibelikan mobil oleh orang tuamu” si ibu berkata lagi.

Kuteguk sirup pemberian si ibu. Enak sekali rasanya menghilangkan dahagaku.

“Oh.. Ini saya beli dari usaha saya sendiri, Bu. Mangkanya jangan mahal-mahal dong” jawabku.
“Wah.. Hebat kamu kalau gitu. Memang usaha apa kok masih kuliah sudah bisa beli mobil”
“Yah usaha kecil-kecilan lah” jawabku seadanya.
“Ngomong-ngomong mobilnya kenapa dijual Bu?”
“Aduh kamu ini ba Bu ba Bu dari tadi. Saya kan belum terlalu tua. Panggil saja tante Melissa.” jawabnya sambil sedikit tertawa genit.
“Mobilnya akan saya jual karena mau beli yang tahunnya lebih baru”
“Oh begitu..” jawabku. Cerita tante.

Cerita Bersama Tante Genit Yang Mengajak Ku Melakukan Seks | Kemudian tante Melissa tampak melihatku dengan pandangan yang agak lain. Agak rikuh aku dibuatnya. Terlebih tante Melissa duduk sambil menumpangkan kakinya, sehingga rok mininya agak sedikit terangkat memperlihatkan pahanya yang putih mulus.

“Anaknya berapa tante. Terus suami tante kerja dimana?” tanyaku untuk menghilangkan kerikuhanku.
“Anakku satu. Masih SD. Suamiku sudah nggak ada. Dia meninggal dua tahun yang lalu” jawabnya.
“Waduh.. Maaf ya tante”
“Nggak apa kok Ndo.. Kamu sendiri sudah punya pacar?”
“Sudah, tante”
“Cantik ya?”
“Cantik dong tante..” jawabku lagi.

Duh, aku makin rikuh dibuatnya. Kok pembicaraannya jadi ngelantur begini. Tante Melissa kemudian beranjak duduk di sebelahku.

“Cantik mana sama tante..” katanya sambil tangannya meremas tanganku.
“Anu.. Aduh.. Sama-sama, juga cantik” jawabku sedikit tergagap.
“Kamu sudah pernah baca Cerita tante?”.

Sambil berkata, tangan tante Melissa mulai berpindah dari tanganku ke pahaku.

“Belum.. Tante.. Saya masih perjaka.. Saya nggak mau begituan dulu” jawabku sambil menepis tangan tante Melissa yang sedang meremas-remas pahaku.

Jujur saja, sebenarnya akupun sudah mulai terangsang, akan tetapi saat itu aku masih dapat berpikir sehat untuk tidak mengkhianati Sari pacarku. Mendengar kalau aku masih perjaka, tampak Melissa tersenyum. cerita tante.

“Mau tante ajarin caranya bikin senang wanita?” tanyanya sambil tangannya kembali merabai pahaku, dan kemudian secara perlahan mengusap-usap penisku dari balik celana.

“Aduh.. Saya sudah punya pacar.. Nggak usah deh..”
“Mobilnya kapan datang sih?” lanjutku lagi.
“Sebentar lagi.. Mungkin macet di jalan. Mau minum lagi? “

Tanpa menunggu jawabanku, tante Melissa pergi ke belakang sambil membawa gelasku yang telah kosong. Lega juga rasanya terlepas dari bujuk rayu tante Melissa . Beberapa menit kemudian, tante Melissa kembali membawa minumanku.

“Ayo diminum lagi” kata tante Melissa sambil memberikan gelas berisi sirup padaku.

Kuteguk sirup itu, dan terasa agak lain dari yang tadi. Tante Melissa kemudian kembali duduk di sebelahku.

“Ya sudah.. Kamu memang setia nih ceritanya.. Kita ngobrol aja deh sambil menunggu mobilnya datang, OK?”

“Iya tante..” jawabku lega.
“Kamu ngambil jurusan apa?”
“Ekonomi, tante”
“Kenal pacarmu di sana juga?”

Waduh.. Aku berpikir kok si tante kembali nanyanya yang kayak begituan.

“Iya dia teman kuliah”
“Ceritain dong gimana ketemuannya”

Yah daripada diminta yang nggak-nggak, aku setuju saya menceritakan padanya tentang kisahku dengan Sari. Kuceritakan bagaimana saat kami berkenalan, ciri-cirinya, acara favorit kami saat pacaran, tempat-tempat yang sering kami kunjungi.

Setelah beberapa lama bercerita, entah mengapa nafsu birahiku terangsang hebat. Akupun merasakan sedikit keringat dingin mengucur di dahiku.

“Kenapa Ndo.. Kamu sakit ya” tanya tante Melissa tersenyum sambil kembali meremas tanganku.

Tangannya kemudian beralih ke pahaku dan kembali diusap dan diremasnya perlahan.

“Anu tante rasanya kok agak aneh ya?” jawabku.
“Tapi enak kan?”

Minumanku Yang Dicampur Obat Perangsang
Tante Melissapun kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan kemudian bibir kamipun telah saling berpagut. Tak kuasa lagi aku menolak tante Melissa. Nafsuku telah sampai di ubun-ubun.

“Saya tadi dikasih apa” tanyaku lirih.
“Ah.. Cuma sedikit obat kok. Supaya kamu bisa lebih rileks” jawabnya sambil tangannya mulai membuka retsleting celanaku.
“Ayo, tante ingin merasakan penismu yang masih perjaka itu” lanjutnya sambil kembali menciumi wajahku.

Melissapun kemudian membuka celanaku beserta celana dalamnya sekaligus.

“Hmm.. Besar juga ya punyamu. Tante suka tongkol besar anak muda begini”.

Tangannya mulai mengocok penisku perlahan. Kemudian tante Melissa merebahkan kepalanya dipangkuanku. Diciumnya kepala penisku, dan lantas dengan bernafsu dikulumnya penisku yang sudah tegak menahan gairah berahi.

“Ah.. Tante..” desahku menahan nikmat, ketika mulut tante Melissa mulai menghisap dan menjilati penisku.

Tangan Melissapun tak tinggal diam. Dikocoknya batang penisku, dan diusap-usapnya buah zakarku. Setelah sekian lama penisku dipermainkannya, kembali tante Melissa bangkit dan menciumiku.

“Kita lanjutin pelajarannya di kamar yuk sayang..” bisiknya.

Cerita Bersama Tante Genit Yang Mengajak Ku Melakukan Seks | Akupun sudah tak kuasa menolak. Nafsu berahi telah menguasai diriku. Kamipun beranjak menuju kamar tidur tante Melissa di bagian belakang rumah. Sesampainya aku di kamar, tante Melissa kembali menciumiku. Kemudian tangankupun diraihnya dan diletakkan di payudaranya yang membusung. cerita tante.

“Ayo sayang.. Kamu remas ya”

Kuikuti instruksi tante Melissa dan kuremas payudara miliknya. Tante Melissapun terdengar mengerang nikmat.

“Sayang… tolong bukain baju tante ya”.

Melissa membalikkan badan dan akupun membuka retsleting baju “you can see”nya. Setelah terbuka, tante Melissa kembali berbalik menghadapku.

“BHnya sekalian donk sayang..” ujarnya.

Kuciumi kembali wajahnya yang ayu itu, sambil tanganku mencari-cari pengait BH di punggungnya.

“Aduh.. Kamu lugu amat ya.. Tante suka..” katanya disela-sela ciuman kami.
“Pengaitnya di depan, sayang..”

Kuhentikan ciumanku, dan kutatap kembali BHnya yang membungkus payudara tante Melissa yang besar itu. Kubuka pengaitnya sehingga payudara kenyal itupun seolah meloncat keluar.

“Bagus khan sayang.. Ayo kamu hisap ya..”

Tangan tante Melissa merengkuh kepalaku dan didorong ke arah dadanya. Tangannya yang satunya lagi meremas payudaranya sendiri dan menyorongkannya ke arah wajahku.

“Ah.. Enak.. Anak pintar.. Sshh” desah tante Melissa ketika aku mulai menghisap payudaranya.
“Jilati putingnya yang..” instruksi tante Melissa lebih lanjut. Dengan menurut, akupun menjilati puting payudara tante Melissa yang telah mengeras.

Kemudian aku kembali menghisap sepasang payudaranya bergantian. Setelah puas aku hisapi payudaranya, tante Melissa kemudian mengangkat kepalaku dan kembali menciumiku.

“Sekarang kamu buka rok ya”

Tante Melissa merengkuh tanganku dan diletakkannya di pantatnya yang padat. Kuremas pantatnya, lalu kubuka retsleting rok mininya. Aku terbelalak melihat Tante Melissa ternyata menggunakan celana dalam yang sangat mini. Seksi sekali pemandangan saat itu. Tubuh tante Melissa yang padat dengan payudara yang membusung indah, ditambah dengan sepatu hak tinggi yang masih dikenakannya. cerita tante.

Kembali tante Melissa mencium bibirku. Lantas ditekannya bahuku, membuatku berlutut di depannya. Tangan tante Melissa lalu menyibakkan celana dalamnya sehingga vaginanya yang berbulu halus dan tercukur rapi nampak jelas di depanku.

“Cium di sini yuk sayang..” perintahnya sambil mendorong kepalaku perlahan.
“Oh..my god.. Sshh” erang tante Melissa ketika mulutku mulai menciumi vaginanya.

Kujilati juga vagina yang berbau harum itu, dan kugigit-gigit perlahan bibir vaginanya.

“Ahh.. Kamu pintar ya.. Ahh” desahnya.

Tante Melissa lantas melepaskan celana dalamnya, sehingga akupun lebih bebas memberikan kenikmatan padanya.

“Jilat di sini sayang..” instruksi tante Melissa sambil tangannya mengusap klitorisnya.

Kujilati klitoris tante Melissa. Desahan tante Melissa semakin menjadi-jadi dan tubuhnya meliuk-liuk sambil tangannya mendekap erat kepalaku. Beberapa saat kemudian, tubuh tante Melissapun mengejang.

“Yes.. Ah.. Yes..” jeritnya.

Liang vaginanya tampak semakin basah oleh cairan kewanitaannya. Kusedot habis cairan nya sambil sesekali kuciumi paha mulus tante Melissa. Tak percuma ilmu yang kudapat selama ini dari pengalamanku menonton dan mengkoleksi.

“Kita terusin di ranjang yuk..” ajaknya setelah mengambil nafas panjang.

Akupun kemudian melucuti semua pakaianku. Tante Melissa lalu membuka sepatu hak tingginya, sehingga sambil telanjang bulat, kami merebahkan diri di ranjang. cerita sex

“Ciumi susu tante lagi dong yang..”

Aku dengan gemas mengabulkan permintaannya. Payudara tante Melissa yang membusung kenyal, tentu saja membuat semua lelaki normal, termasuk aku, menjadi gemas. Sementara mulutku sibuk menghisap dan menjilati puting payudara tante Melissa, tangannya menuntun tanganku ke vaginanya. Akupun mengerti apa yang ia mau. Tanganku mulai mengusap-usap vagina dan klitorisnya.

Tante Melissa kembali mengerang ketika nafsu berahinya bangkit kembali. Ditariknya wajahku dari payudaranya dan kembali diciuminya bibirku dengan ganas. Selanjutnya, tante Melissa menindih tubuh atletisku. Dijilatinya dada bidangku dan kedua putingnya dan kemudian perut sixpackku pun tak lupa diciuminya.

Sesampainya di penisku, dengan gemas dijilatinya lagi batangnya. Tak lama kemudian, kepala tante Melissapun sudah naik turun ketika mulutnya menghisapi penisku.

“Sekarang pengin ambil perjakamu ya..”

Sambil berkata begitu, tante Melissa menaiki tubuhku. Diarahkannya penisku ke dalam vaginanya. Rasa nikmat luar biasa menghinggapiku, ketika batang penisku mulai menerobos liang tante Melissa.

“Uh.. Nikmat sekali.. Tante suka tongkolmu.. Enak..” desah tante Melissa sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas tubuhku.

“Heh.. Heh.. Heh..” begitu suara yang terdengar dari mulut tante Melissa. Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas penisku.

“Tante suka.. Ahh.. Ngent*tin anak muda.. Ahh.. Seperti kamu.. Yes.. Yes..”

Tante Melissa terus meracau sambil menikmati tubuhku. Tangannya kemudian menarik tanganku dan meletakkannya di payudaranya yang bergoyang-goyang berirama. Akupun meremas-remas payudara kenyal itu. Suara desahan tante Melissa semakin menjadi-jadi.

“Enak.. Ahh.. Ayo terus.. ent*tin tante.. Ah.. Anak pintar.. Ahh..”

Tak lama tubuh Melissapun kembali mengejang. Dengan lenguhan yang panjang, tante Melissa mengalami orgasme yang kedua kalinya. Tubuh tante Melissa kemudian rubuh di atasku. Karena aku belum orgasme, nafsukupun masih tinggi menunggu penyaluran. Kubalikkan tubuh tante Melissa, dan kugenjot penisku dalam liang kewanitaannya. Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku. Kali ini eranganku yang menggema dalam kamar tidur itu.

“Oh.. Enak tante.. Yes.. Yes..” erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan guncangan.
“Nando mau keluar tante..” kataku ketika aku merasakan air mani sudah sampai ke ujung penisku.
“Keluarin di mulut tante, sayang..”

Akupun mencabut keluar penisku dan mengarahkannya ke wajah tante Melissa. Tangan tante Melissa langsung meraih penisku, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.

“Ahh.. Tante..” jeritku ketika aku menyemburkan air maniku dalam mulut tante Melissa.

Melissa lantas mengeluarkan penisku dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan wajahnya yang cantik.

Setelah membersihkan diri, kamipun kembali duduk di ruang tamu.

“Enak Ndo?” tanyanya sambil tersenyum genit.
“Enak tante… memang tante sering ya beginian”
“Nggak kok.. Kalau pas ada anak muda yang tante suka saja..”
“Oh.. Tante sukanya anak muda ya..”
“Iya Ndo.. Disamping staminanya masih kuat.. Tante juga merasa jadi lebih awet muda.” jawab tante Melissa genit.

Tak lama mobil yang dinantipun datang. Akhirnya aku jadi membeli mobil tante Melissa itu. Disamping kondisinya masih bagus, tante Melissa memberikan korting delapan juta rupiah.

“Asal kamu menjanjikan sering-sering main ke sini ya” katanya sambil tersenyum saat memberikan potongan harga itu.

Kejadian ini berlangsung sebulan yang lalu. Sampai saat ini, aku masih berselingkuh dengan tante Melissa. Sebenarnya aku diliputi perasaan berdosa kepada Sari pacarku. Tetapi apa daya, setelah kejadian itu, aku jadi ketagihan bermain Aku tetap sangat mencintai pacarku, dan tetap menjaga batas-batas dalam berpacaran. Tetapi untuk menyalurkan hasratku, aku terus berhubungan dengan tante Melissa.

Bisniskupun makin lancar. Keuanganku semakin membaik, sehingga aku sanggup memberikan hadiah-hadiah mahal pada Sari untuk menutupi rasa bersalahku.

Sering orang tuanya, mereka juga baik padaku, menawarkan untuk menggunakan mobil mereka jika kami akan pergi bersama. Tetapi aku memang mempunyai harga diri atau gengsi yang tinggi (menurut Sari pacarku, gengsiku ketinggian), sehingga aku selalu menolak. Akupun sedikit minder bila menjemputnya menggunakan motor bututku, di rumahnya yang berlokasi di Pondok Indah.


Cerita Bokep SPG Cantik Dikantor


Perkenalkan nama ku Romi. Aku bekerja di salah satu toko swalayan terkemuka di kota Makasar selama kurang lebih 7 tahun. Awalnya penempatan aku hanya di bagian menerima barang. Dari sana kemudian beranjak ke posisi yang lebih lumayan, setangah tahun di menerima saya pindah ke lapangan, dalam arti ditempatkan di toko.


Dari sinilah awal perjalanan cintaku dengan cewek SPG. Terus terang aku sangat menyukai posisi ini karena berhubung setiap harinya aku bisa menikmati setiap kecantikan cewek SPG yang bertugas di swalayan ini. Singkat cerita dari sekian banyaknya SPG yang bertugas, aku sangat tertarik dengan SPG produk susu, sebut saja namanya Sari.

Sari berwajah bukan hanya cantik, tapi bodynya juga yahud banget… Umurnya 19 tahun. dengan tinggi 165, bra dada 34B, ditambah dengan jenjang disediakan yang putih mulus banget, maka komplitlah sudah Sari yang sempurna banget menurut versi cerita dewasa ku.

Aku mencoba mendekatkan diri dengannya, setiap hari selalu aja rapat hingga kedekatan kami semakin nyata. Tapi berhubung lokasinya di swalayan, aku juga harus menjaga image agar issuenya tidak sampai ke telinga atasanku.

Sering pada jam2 siang aku memberinya cemilan atau makanan tambahan yang rada2 enak dimakan, dan dari sikapku itulah timbul rasa simpati sari terhadapku.

Jumat sore itu, ku dekatin sari seraya berkata”say,.. pulang nanti ku antar ya….” Dan Sari pun mengganguk setuju. Bayangkan,rasanya sudah ga sabaran menanti jam 2 pulang kerja karena di otakku sudah tersusun beberapa rencana mantap, he..he… Ga tau kenapa belakangan ini selalu membayangkan mulusnya tubuh Sari, ga tahan pengen banget menikmatinya.

Jam yang ditunggu pun akhirnya tiba, bergegas aku turun ke basement bawah mengambil motor kesayanganku. Kutunggu Sari di pinggir jalan pas pintu keluar dari mall. Ga lama ku liat Sari keluar bareng teman-nya 3 orang,dan begitu meliatku, dia pamitan duluan ama temannya di barengi canda teman2nya yang usilin sari. Kuberikan helm dan Sari segera melompat duduk di sadel belakang sambil berpegangan pinggangku.

“Say,kita langsung pulang atau mau jalan2 dulu sambil cari makan?” kataku kenceng. Itu sich pura2ku saja, padahal sudah banyak rencana di otakku ini, hehhee… Ternyata jawaban Sari bertepatan dengan keinginanku, ”kita jalan2 aja dulu baru ntar malaman makannya ya”. Aroma wangi di tubuhnya serasa menimbulkan nafsuku, sehingga makin kupacu motor-ku semakin kencang. Sari memeluk erat pinggangku sehingga menempellah buah dadanya yang kenceng padat di belakang punggungku. Celanaku makin sesak kejepit pula. Sengaja aku membawanya jalan agak ke pinggiran kota, biar segala rencanaku rampung.

Setelah puas keliling, akhirnya sampailah kami di rumah makan yang bernuansa klasik dimana rumah makan tersebut mempunyai alun2 seperti pondok pribadi, jadi apa yang akan kulakuin nanti lebih privacy dan tertutup dari pandangan orang lain, karena pondoknya memang bersekat.

“kamu pesan apa say?” kataku mesra. “sari pesan pecel lele aja bang”. Aku pun segera memesan pada pelayannya… Apa aja yang mau ditambah? kutambahkan aja sayuran lain biar banyakan, karena setelah makan nanti, aku juga mau makan lagi, tapi tentu makan menu yang ISTIMEWA nantinya, ha..ha..ha… Karena sudah laper banget,kami makan dengan lahapnya sambil sekali kali kusuap nasi ke mulut sari. Awal-nya dia keliatan malu, tapi akhirnya dia tertawa geli.

Semakin Kuberanikan Diri
Selesai makan kami duduk ngobrol dan perlahan tapi pasti arah bicaraku memancing ke arah sex sambil tanganku merangkulnya… Perlahan kucium bibirnya, hmmm…lidahku menjelajah ke dalam dan melilit lidahnya. Sari membalas dengan panasnya, sehingga penisku makin mencuat rasanya… akhhh….sari mendesis nikmat.

Semakin kuberanikan diri dengan memasukkan tanganku ke dalam bilik baju seragamnya dan kuraba payudaranya yang padat sekal. Sari merintih nikmat merasakan belaianku pada payudaranya. Kusingkapkan BH-nya dan perlahan memelintir putingnya, ssshh…sari makin merintih. Aku semakin ga tahan, kukeluarkan penisku yang sudah mengacung tegak dengan diameter 4 panjang kurang lebih 17cm.

Sari terkejut sekali ketika melihat penisku yang mengacung tegak itu. “Ihh,gede banget punya abang, takut sari bang” :sari blm pernah lihat yang begituan bang” kata sari. Gak papa kok say, biasa aja lagi, hehhe…aku menjawab sekenanya. cerita bokep.

Kembali kurangsang sari dengan ciumanku, perlahan ke telinga dan turun ke leher. Kukecup pelan penuh perasaan dan sari semakin mendesah. “akhhh..bang” sstttttt,ouugghh….” Sari semakin gak tahan. Perlahan kuraba pahanya yang terbuka dan segera jariku mendarat di ujung selangkanganya. CD-nya masih belum kuturunkan, cuma jariku hanya mengesek belahan vagina-nya.

Sari mendesis lirih membuat aku semakin bergairah.. Ada lendir basah mengalir merembes keluar… Sari semakin ga tahan sehingga tangannya menggenggam penisku dan mengocok-ngocokkannya. Tiba2 kuhentikan serangan ku sehingga membuat sari terpana heran, nafsunya yang sudah di ubun2 terhenti seketika..
Ada apa bang?” Aku menjawab” bentar ya say, jangan disini, bahaya tuch” Sari baru tersadar kalo kami masih di pondok rumah makan.

kita pulang aja ya bang?, sari takut kemalaman dan jujur sari belum pernah melakukan yang seperti tadi. sari takut bang”. “ok dech, kita pulang aja ya say” kataku membisik di telinganya”. Dalam hati aku merasa tanggung nech,dan ku teruskan rencanaku. Kami merapikan pakaian kami masing2 dan berjalan keluar…. Setelah menghidupkan motor-ku, kami melanjutkan perjalanan pulang,dan jam sudah menunjukkan pukul 21,20.

Di tengah perjalanan,aku berpura2 sakit perut. “aduh say, sakit banget perutku habis makan tadi,aduh,ini seperti-nya ga bisa lagi bawa motor”, sari kebingungan melihat sikapku yang menahan sakit, padahal hanya pura2 saja…”kita cari tempat istirahat bentar ya say, abang ga tahan lagi sakit banget perutnya”, sari berkata ” ya udahlah bang, kita cari tempat istirahat dulu, ntar ga sakit lagi baru jalan. Aku bersorak girang dalam hati, siasatku ternyata berhasil. Ku pacu motor-ku ke arah motel yang tidak jauh lagi lokasinya dan segera mengambil kamar. Kita istirahat dulu ya say, gak papa,jangan kuatir, ntar ga sakit lagi kita segera jalan ya say..”sari hanya menganguk pelan dan merasa kuatir dengan sakit ku. cerita bokep .

Di dalam kamar aku segera merebahkan badan di tempat tidur sambil berpura2 merintih memegang perutku, dan sari semakin kuatir aja rasanya meliahat keadaanku. Kupanggil sari mendekat dan kuminta dia mengelus elus perutku supaya agak reda sakitnya, dan sari menurutinya…enak banget pijitan sari,shingga mataku merem melek jadinya.

Tiba2 aku bangkit dan merangkul sari. Sari terkejut sekali dan langsung ku dekap tubuhnya sambil ku cium bibirnya…Sari gelagapan sambil membalas juga dan perlahan kembali kurangsang dan kucumbu habis2an. Kubuka kancing baju sari bagian atas dan kubelai dadanya segera. Ku cium perlahan putingnya dan skali x kusedot. sshhh….sari mendesah nikmat. tanpa sadar kubuka seluruh pakaianya dan CD-nya sambil terus ku jilat lembut dadanya.

Ku buka lebar kakinya mengangkang dan pelan2 ku elus lembut. memek-nya uda basah banget, licin lagi. aku berkata kepadanya abang suka bau memek-nya sari… perlahan tapi pasti aku pun mengeluarkan Penis ku yang lumayan besar, dan menyodor ke arah mulut nya.. dia malu-malu tapi mau menghisap penisku, dengan nikmat yang tak terhingga. aku pun mengatakan kepadanya kamu sangat luar biasa sari..aahhh…. sudah puas dengan kuluman bibir nya aku pun mengelus memek nya yang begitu putih mulus dengan bulu yang halus dan jarang-jarang.. lalu perlahan aku masukan penis ku ke memek nya. dia berkata sakitttttt banggg…dengan penuh kasihan aku pun menggoyang pelan-pelan dulu.. sudah masuk separuh penisku baru dia tidak merasa sakit lagi..

Dengan gairah cerita bokep yang sangat besar aku menggoyang pinggangku ke memeknya yang begitu tebal dan mulus.. ahhh..ahh…ohh desah si sari pas aku menggoyang begitu cepat nya pinggangku. 15 menit telah berlalu aku pun mengeluarkan sperma yang begitu kental keatas memek sari tepat nya dibulu atas memek nya.. Ah nikmatnyaa ngentot cewek spg satu ini.

Itulah kisah cerita bokep ku dengan seorang gadis SPG yang paling mengesankan dan tak terlupakan dalam hidupku sampai sekarang.

Cerita Dewasa Kecanduan Bersetubuh sama Kontol Anak ABG


Jam weker dimeja kamarku berdering pada jam 09 00 pagi, memang aku mensetting pada jam itu, karena tadi sampai terdengar adzan subuh aku masih belum bisa memejamkan mata untuk tidur . Aku menggeliatkan tubuhku terdengar kerotokan pada pinggangku, dengan malas aku bangkit dari tempat tidur.


Ups aku lupa kalau aku tadi tidur dengan tubuh telanjang bulat… kuliat tubuhku dari pantulan cermin besar mmm… dalam usia hampir kepala 4, kulihat tubuhku masih bagus dilihat… buah dadaku yang berukuran bra 36 B masih cukup kenyal, pinggangku masih ramping tak berlemak, pinggul dan pantatku kata mas Seno, almarhum suamiku adalah bagian yang terindah dari tubuhku, sangat seksi dan serasi dengan sepasang kakiku yang panjang…

Wajahku…? kata mas Seno lagi, katanya wajahku lebih pantas dibilang seksi daripada cantik… entahlah penilaian lelaki memang susah dijabarkan oleh perempuan… Sssssshhh… ooohhh… gila, lagi-lagi gairah birahiku meletup dengan tiba2… di depan cermin besar itu aku meremasi buah dada montokku sendiri yang kian mengencang… ammpuuuun… sudah 2 hari 2 malam ini aku sangat menderita karena birahi gila ini… entah berapa belas kali selama 2 hari 2 malam ini aku bermasturbasi…sampe tubuhku benar-benar loyo.

Bahkan pada hari pertama aku sempat melakukan masturbasi di belakang kemudi mobil di tengah keramaian jalan tol, saking ngga ketahan… Semalam, dengan diiringi adegan-adegan syur film cerita dewasa koleksi almarhum mas Seno… aku melampiaskan hasrat birahi cerita dewasa ku secara swalayan, mungkin lebih dari 10 kali sampai pagi menjelang…

Maka betapa jengkelku, sekarang belum setengah jam mataku terbuka, gelegak birahi itu meletup lagi… kali ini aku melawan, aku masuk kamar mandi, kuguyur tubuhku dengan shower air dingin… agak menggigil juga tubuhku… Aku memang wanita berlibido tinggi.

Sejak ABG aku sudah mengenal masturbasi… menjelang lulus SMU aku mengenal persetubuhan dan berlanjut menjadi doyan disetubuhi… Masa kuliahku adalah masa euphoria sex, karena aku kuliah di Bandung sementara orang tuaku di Jakarta…

Pada awal masa kuliahku, aku pantas dijuluki pemburu seks cerita dewasa. beberapa kali aku diusir dari tempat kost yg berbeda, dengan sebab yg hampir sama… yang aku ingat, sore pulang kuliah diantar teman kuliahku, aku lupa namanya… pokoknya keturunan Arab…

Aku lupa bagaimana awal mulanya, aku bisa nyepong kemaluan Arab ganteng itu di dalam kamarku dalam keadaan pintu ngga terkunci dan Ipah pembantu ibu kost yg nyinyir itu nyelonong masuk kamarku utk menaruh pakaianku yg habis diseterikanya… aku tengah terkagum-kagum dengan volume batang kemaluan Arab ganteng yang lebih besar dari lenganku dan minta ampun panjangnya

Malam itu juga aku disidang dan harus keluar dari rumah kost itu Tapi buatku ga ada masalah karena malam itu si Arab ganteng memberikan tumpangan sementara di rumah kontrakannya… tentu saja gairah birahiku yang binal dimanjakan oleh Arab ganteng itu… sepanjang hari… bahkan sampai beberapa hari aku tinggal di rumah kontrakan si Arab ganteng yang berantakan.

Kejadian yg lain pernah juga tengah malam, lagi seru-serunya ML sama cowok baruku… tiba-tiba pintu didobrak petugas ronda yang rupanya sudah lama memperhatikan kebiasaanku masukin cowok malam-malam… cowokku dengan tengilnya berhasil kabur.

Sementara aku lagi-lagi terpaksa harus cari kost baru lagi… Satu lagi yang ga bakal aku lupa, affairku dengan bapak kost, biar sudah tua tapi ganteng dan handsome dan yang membuatku bertekuk lutut… mmm… aksi ranjangnya boo’… selalu membuatku bangun kesiangan esoknya…

Sayang aku menikmati kencan ranjang cerita dewasa dengan bapak kost baru tiga kali keburu ketangkap basah sama istrinya… abis siang bolong bapak itu ngajakin naik ranjang… apesnya lagi aku ga akan mampu menolak, kalo tetekku sudah kena diremasinya… baru mau dua kali aku mendapatkan orgasme… eeh…pintu di ketok-ketok dari luar dan terdengar suara ibu kost memanggil namaku…

Mendengar itu bapak kost yg sedang memainkan batang kemaluannya di liang sanggamaku, jadi gugup dan efeknya justru membuatnya orgasme, untung gak telat nyabut… pejunya berhamburan di atas perutku banyak sekali… bisa ditebak endingnya… aku harus angkat kaki dari rumah kost saat itu juga…

Nasihat sahabat-sahabatku, banyak merubah perilaku seksualku yang liar… Dengan susah payah aku berhasil menekan hasrat birahiku yang memang luar biasa panas dan aku mengumbarnya… awalnya mana sanggup aku menahan seminggu tanpa aktivitas seksual… bakal uring-uringan dan kepala terasa pecah… cerita dewasa

Sampai akhirnya aku ketemu dengan mas Seno aktivis mapala kakak kelasku… ngga hanya sosoknya yang jantan… permainan ranjangnyapun luar biasa… permainannya yang agak kasar, mampu membuatku mengerang-erang histeris… Aku ga nyesel, harus married dengan mas Seno karena keburu hamil

Buktinya aku berhasil menyelesaikan kuliah, walaupun sambil mengasuh Astari buah cintaku dengan mas Seno Status ekonomi kamipun tergolong bagus… Sampai akhirnya 5 tahun yg lalu, kecelakaan mobil di jalan tol merenggut mas Seno dari kami berdua…

Selama 5 tahun menjanda, mungkin karena kesibukanku mengurus dan melanjutkan usaha mas Seno yang sedang menanjak pesat dan keberadaan Astari anak tunggalku sudah menginjak usia gadis remaja, aku hanya 2 kali terlibat affair dengan lelaki yg berbeda, itupun juga hanya having fun semata, penyegaran suasana disela-sela kesibukan bisnis… Kehidupan seksualku datar, tanpa gejolak… sesekali aktivitas masturbasi cukup memuaskanku… cerita dewasa

Setelah tubuh terasa segar, kukenakan kimono dan keluar kamar…

” Heee… Ron kamu disini ? kok ga sekolah ?” Kudapati Ronie di belakang komputer Astari. Ronie adalah kakak kelas Astari yang hampir setahun ini akrab dengan anak gadisku itu Anak muda yang sopan dan pandai cerminan produk dari keluarga yang cukup baik dan mapan

” Iya tante, saya hari ini kebetulan banyak pelajaran kosong jadi bisa pulang lebih awal dan tadi Tari minta tolong saya nungguin tante yg lagi sakit kali aja butuh apa-apa” Sahut Ronie sopan, membuatku terharu… Lumayan ngobrol dengan Ronie, penderitaanku agak berkurang…

Birahiku Bangkit Ketika Di Pijat
” Ron, kamu bisa mijit ga ? tolongin pijitin tante dong bentar… leher tante kaku…” pintaku ke Ronie tanpa canggung, karena memang kami sudah akrab sekali, bahkan buatku Ronie kaya anakku sendiri Ronie duduk menghadap punggungku pijatan demi pijatan kurasakan… tanpa kusadari sentuhan tangan lelaki muda itu terasa nikmat selayaknya sentuhan lelaki yang tengah membangkitkan birahi perempuan… aku mulai mendesah resah…

Percikan api birahi dengan cepat membakarku tanpa ampun… sementara tanpa kusadari kimonoku sudah semakin melorot, terdesak tangan Ronie yang kini memijit daerah pinggangku, atas permintaanku sendiri untuk memijit lebih turun… uuuhh… dadaku terasa sesak akibat tete’ku yang semakin mengencang…

Aku ingin ada yang meremasinya… Sssshhh ooohhh… gilaaa… ngga tahaann… kupegang kedua tangan Ronie, tangan kiriku memegang tangan kirinya dan tangan kananku memegang tangan kanannya kutarik kedepan melingkari tubuhku dan kutangkupkan di buah dadaku…

” Eehh… tante…?” bisik Ronie bingung dari belakang tubuhku

” Ron… tolong remasi tete’ tante…” desisku resah… merasakan sentuhan tangan lelaki pada buah dadaku yg tengah mengencang… Benar-benar hilang sosok Ronie yg sehari-hari adalah pacar Astari anakku yang ada dibenakku saat itu Ronie adalah lelaki muda bertubuh tegap… Ooouuh… Ronie mulai meremasi kemontokan buah dadaku…

” Yaaaaahh hhh…hhh… enaaaak Ronn ulangi lagi sayaaang oooohhh… ” tubuhku menggeliat resah… kugapai kepala Ronie dan kutarik ke arah tengkukku yang terbuka karena rambutku kusanggul keatas… Ronie tak menolak dan melakukan permintaanku untuk menciumi tengkukku

” Ciumi leher tante… hhhmmm sssshhh yaaahh kecupin sayaaang aaaaccchh… sssshhh ” bisikan dan desah mesraku menuntun Ronie melakukan apa yg kuminta…Aku makin gemas, tubuhku gemetaran hebat… baju kimonoku tinggal menutupi tubuh bawahku karena tali pinggangnya masih terikat.

Kubalikkan tubuhku, sejenak kupandangi wajah ganteng Ronie yang matanya terbelalak liar menatap nanar tubuh bagian depanku dengan mimik ngga karuan Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya dan dengan penuh gairah kusosot bibir manisnya…

Anak muda ini gelagapan menghadapi liarnya bibirku yang mengulum bibirnya dan nakalnya lidahku yang menggeliat menerobos masuk rongga mulutnya… Tapi insting lelakinya segera mengantisipasi, segera dapat mengatasi seranganku

Baju seragam Ronie dengan cepat kulolosi dan… ooohh… dada yg gempal dan bidang dari salah satu tim inti basket di sekolahnya ini membuat gairahku semakin binal… Kudorong tubuh Ronie untuk rebah disofa… nafas jantannya mulai tak beraturan Mmm… pejantan muda ini mulai mengerang-erang dan tubuhnya menggelepar, tatkala bibir dan lidahku menjelajahi permukaan kulit dadanya, bungkahan dada jantannya kuremas dengan gemas

Aksi bibir dan lidahku terus melata sampai ke pusarnya… Sssshhh… celananya tampak menggembung besar entah ada apa dibaliknya ? jantungku berdegup semakin kencang melihatnya… dan mataku terbelalak dibuatnya, sampai aku harus menahan nafas, ketika retsluiting celana abu-abu itu terbuka… kepala kemaluan jantan menyembul keluar dari batas celana dalamnya…

Aku dengan tergopoh-gopoh karena tak sabar melorotin celana seragam sekalian dengan celana dalam putihnya sampai ke lutut Ronie… Ooooohhh my God ! teriakku dalam hati… menyaksikan batang kemaluan Ronie yang mengacung di antara pahanya… begitu macho, begitu gagah, begitu indah bentuknya… dengan kepala kemaluannya yang besar tampak mengkilat…

Tanganku terasa gemetaran ketika hendak menyentuh nya… Kembali tubuh Ronie menggerinjal kecil ketika tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya… aku makin binal, kudekatkan wajahku untuk mengulum kepala kemaluan yang menggemaskan itu, sambil tetap tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya…

Mendadak tubuh tegap itu meregang hebat diiringi erangan keras… dan bibirku yang setengah terbuka dan tinggal beberapa sentimeter dari kepala kemaluan itu merasakan semburan cairan hangat dengan menyebarkan aroma khas yg sangat kukenal dan kurindukan… apalagi kalo bukan peju lelaki… tanganku refleks mengocok batang kemaluan Ronie makin cepat sambil tanganku yang lain mengurut lembut kantung pelirnya…

Sementara kubiarkan peju yang sangat kental itu menyembur wajahku… sesekali kusambut peju itu dengan lidahku… mmmm… rasa peju yg khas itu kembali dikecap oleh lidahku…Terus terang aku sempat kecewa, dengan bobolnya peju Ronie… Tapi beberapa saat batang kemaluan yang masih dalam genggamanku, kurasakan tak menyusut sedikitpun masih tetap keras…

Tanpa buang waktu, aku merangkak diatas tubuh Ronie yang menggelosoh di sofa… dengan posisi tubuhku jongkok mengangkangi tubuh Ronie, di atas kemaluan Ronie… kutuntun batang kemaluan perkasa yang masih belepotan peju itu kearah liang sanggamaku yang sudah basah kuyub dari tadi…

wooohh… ternyata kepala kemaluan itu terlalu besar untuk masuk ke liang sanggamaku… Akhirnya dengan sedikit menahan perih, akibat otot liang sanggama yang dipaksa membuka lebih lebar kujejalkan dengan sedikit memaksa ke liang sanggamaku yang sudah tak sabar untuk segera melahap mangsanya…

” Iiiiihhh… bantu dorong sayang… Oooooowwwwww…” Aku merengek panjang ketika sedikit demi sedikit amblas juga batang kemaluan Ronie menembus liang sanggamaku diiring rasa perih yang menggemaskan…

” Sssshhh… mmmhh… ayun pinggulmu keatas sayaaang ” kembali aku menuntun pejantan muda ini untuk memulai persetubuhan…

” Aaaww… aahh… ooww pelahan duluuu sayaaang… burung kamu gede banget… perih tauuk ” aku ngedumel manja… ketika Ronie mengayun pinggulnya kuat sekali… Terasa tubuhku bagaikan baterai yang baru dicharge… aliran energi aneh itu mengalir menyebar ke seluruh tubuhku… membuat aku semakin binal memainkan goyangan pinggulku… sementara Ronie ternyata cukup cerdas menyerap pelajaran, bahkan mampu segera mengembangkan… dengan posisi tubuhku diatas, membuatku sangat cepat mencapai orgasme…

entahlah atau karena besarnya batang kemaluan Ronie yang menyungkal rapat liang sanggamaku, sehingga seluruh syaraf dinding liang sanggamaku rata dibesutnya… Luar biasa ! dalam waktu kurang dari 5 menit setelah orgasmeku yg pertama, kembali aku tak dapat menahan jeritku mengantar rasa nikmatnya peju orgasme yang kedua… dan…

hhwwwoooo… aaaammmpppuuunnn !!!! Rupanya Ronie tak mampu menahan lebih lama bobolnya tanggul peju nya… tubuhku dihentak-hentaknya kuat sekali… seakan ingin memasukkan seluruh batang kemaluan sepeler-pelernya ke liang sanggamaku… diiringi erangan mirip suara binatang buas sekarat…

Aku menangis menyesal setelahnya, berkali-kali Ronie memohon maaf atas kejadian yang terjadi siang itu…Tapi anehnya gairah seksualku yang meletup-letup tak terbendung itu, mereda setelah kejadian siang itu… Aktivitas berjalan normal kembali, tapi sudah hampir seminggu ini, aku tak pernah melihat Ronie datang ke rumah

” Dia lagi sibuk Ma… dapat tugas antar jemput saudara sepupunya yang masih SD…” Jawab Astari ketika aku menanyakan tentang Ronie yang tak pernah muncul… Terus terang saja, sejak kejadian itu… pikiranku sangat kacau, disisi aku sebagai Mama Astari aku sangat menyesal dan sedih atas kejadian itu, tapi disisi aku sebagai seorang wanita yang masih punya hasrat dan naluri betina yang utuh… aku tak ingin melupakan kejadian itu… bahkan aku berharap kejadian itu terulang lagi…

Hampir sebulan lamanya Ronie tak muncul ke rumah, akupun maklum, Ronie sebagai remaja hijau, tentu mengalami shock dengan kejadian itu… disitulah muncul rasa berdosaku kepada Ronie dan Astari anakku… Tapi jujur sejujurnya ada terselip rasa rinduku memandang wajah anak muda itu… Aku sering mengintip dari balik gordiyn jendela, saat Astari turun dari boncengan Ronnie… kenapa hatiku berdebar-debar dan sedikit desiran birahiku menggelegak…

Pikiranku makin kacau… setelah beberapa kali kulihat Ronnie mulai nongkrong lagi dirumah… kulihat Ronnie masih salah tingkah di depanku, walaupun aku sdh berusaha menetralisirnya iiihhh tapi buat aku… otakku jadi ngeres begitu melihat wajah Ronnie yg innocent…

betapa tidak… terbayanglah ekspresi wajahnya ketika tengah menyetubuhiku beberapa waktu yang lalu… ekspresi wajahnya yang begitu sensual dimataku pada saat dia melepas semburan spermanya… suara erangan dan nafas birahinya seakan nempel ditelingaku…

maka kekacauan inilah yang mendorongku menerima tawaran Adrian seorang rekan bisnisku untuk makan siang di sebuah hotel berbintang dan setelahnya akupun tak menolak ketika ia mengajakku memasuki sebuah president suite di hotel itu, dengan alasan untuk mencari ketenangan membicarakan pekerjaan…

walaupun yang terjadi kemudian adalah rayuan-rayuan mautnya yang kusambut positif… dari remasan tangan… kecupan bibir… jilatan lidahnya yang nakal pada leherku… desah resahku… remasan gemasku… dan… lolosnya pakaian kami satu persatu… payudaraku yang mengencang akibat remasan tangan dan cumbuan bibirnya… hhmmm… jilatannya pada clitorisku… cerita dewasa.

Batang kemaluannya yang berbentuk indah, perkasa… memaksa bibirku untuk mengulumnya… ooowww… nikmat hentakan tubuhnya menekan tubuhku… sodokan kejantanannya pada liang sanggamaku mengantarkan kenikmatan orgasmeku dua kali berturut-turut…

2 jam kami melewatkan waktu untuk making love siang itu, kekaguman Adrian atas permainan ranjangku yang begitu hot dan lihay… beberapa kali aku berkencan ranjang dengan Adrian lelaki tinggi besar berstyle dandy… kepuasan sex kuraih dengan sempurna dengan kelihayannya dia memperlakukan perempuan di atas ranjang…

tapi bayangan sensual wajah bocah innocent bernama Ronnie itu tak juga sirna… Sampai pada suatu malam hujan turun dengan deras… rupanya malam itu Ronnie sedang dirumah, berbincang dengan Astari di ruang tamu… sedangkan aku nonton TV diruang belakang…

” Ma, mas Ronnie mo pulang tuh…” terdengar suara Astari dari belakangku…

” Eh… pulang ? hujannya gede banget, tunggu reda aja jauh lagi rumah Ronnie ” jawabku spontan sambil bangkit dari dudukku berjalan ke ruang depan… kulihat jam memang sudah terlalu malam untuk bertamu…

” Ronn… ujan begini lebat, udah malem lagi… ntar ada apa-apa di jalan… sudah deh Mama kasih kamu nginep disini, tidur di kamar atas, besok subuh Mama bangunin kamu…” ujarku, terdorong rasa sebagai orang tua yg khawatir kepada anaknya… Ronnie menunduk salah tingkah ga berani menolak

” Tapi Ronnie harus telpon rumah dulu tante…” sahutnya pelan… dan akhirnya justru aku yang menelpon kerumah Ronnie memintakan ijin orang tua Ronnie, yang ternyata menyambut baik…

Malam semakin larut, sementara hujan semakin hebat diserta guntur dan kilatan petir… Aku tergolek di ranjang, tak dapat memicingkan mata… Siang tadi kembali Aku melewati kencan ranjang dengan Adrian… tapi… entah kenapa kali ini…

susah sekali aku mencapai orgasme… sampai 2 kali Adrian menumpahkan spermanya… sedangkan aku tak sekalipun Gilaaa… kenapa justru sekarang wajah bocah itu yang terbayang-bayang di malam dingin ini… iiihhh… birahiku meletup- letup gila… ampuuunn… sekarang bocah itu ada dilantai atas…

tunggu apa lagi ??? mmmm… bisikan setan aku tak mampu menahan tubuhku yang berjalan manapaki tangga… dan kini aku di depan pintu kamarnya… tanpa mengetuk kubuka pintu… ternyata Ronniepun masih belum tidur…

” Ronnie kamu belum tidur ?” tanyaku gagap… kenapa aku jadi salah tingkah sekarang…?

” Tante juga belum tidur…?” sahutnya… iiihh… jawabannya begitu tegas… aahh… siapa yg menuntunku duduk diranjangnya… mmm… darahku berdesir ketika tahu mata Ronnie menatap dada montokku yg memang tak mengenakan bra, sehingga puting susuku tercetak menonjol dibalik gaun tidurku yg memang berbahan tipis, sehingga semburat kecoklatan aura puting susukupun nampak jelas, kembali aku kehilangan kontrol… cerita dewasa.

Entahlah bagaimana awalnya dan siapa yang mengawali… bibirku sudah dalam lumatan bibir Ronnie… sergapan nafsu birahiku tak dapat kuelakkan dan remasan lembut tangan lelaki muda pada buah dadaku melambungkan gairah seksualku… gelitikan lidah nakalnya pada puting susuku membuat tubuhku menggeliat erotis disertai erangan manjaku… satu demi satu pakaian beterbangan meninggalkan tubuh kami… aku begitu hot dan bergairah mencumbui tubuh pacar anakku itu…

tapi aku sudah melupakan siapa Ronnie, yang aku tahu Ronnie adalah lelaki muda yang siap memenuhi kebutuhanku ooowww… aku tak menyangka kali ini Ronnie lebih lihay dan lebih berinisiatip melakukan serangan, sampai aku hampir tak percaya ketika Ronnie menyurukkan wajahnya di selangkanganku dan mencumbui bibir kemaluanku…

” Ronnn… sssshhh… kamu piiiinteer sekarangg… ooohh ammpuunn nikmaaaatnyaa…” desahku merasakan nikmat cumbuan lidahnya pada clitorisku, membuat Ronnie tambah semangat… Ketika permainan yang sesungguhnya berjalan… sebagai wanita dewasa yang telah berpengalaman menghadapi gairah lelaki…

aku dibuat megap-megap menghadapi serangan pejantan muda ini… hajaran batang kemaluannya yang perkasa pada liang sanggamaku tak kenal ampun… membuat aku mengerang merintih bahkan menjerit setengah histeris… untung suara hujan yang lebat di timpa suara guruh meredam suaraku…

luluh lantak tubuhku dihajar aksi ganas Ronnie… tapi buatku adalah sebuah sensasi seksual yg sangat luar biasa yang mengantarku meraih dua kali kenikmatan orgasme… tubuh telanjang kami terkapar lunglai di ranjang yang kusut spreinya, tak ada sesal kali ini…

“Ronnie jujur sama Tante… setelah waktu itu kamu maen sama perempuan mana…?” tanyaku datar dg nada dingin

” Aaah… nggak, sekali-sekalinya cuma sama Tante ” jawab Ronnie agak gugup menyebut namaku

” ga mungkin, kamu mendadak bisa begitu canggih mencumbu Tante…?” desakku… dan akhirnya Ronnie menceritakan pengalaman setelah pengalaman seksualnya yang pertama, Ronnie banyak nonton blue film dan otak cerdasnya banyak menyerap gaya dan cara bercinta dari film-film cerita dewasa yang ditontonnya…

“Mmmmm… kaciaaan… kamu tentunya kangen mencumbu Tante ya sayaang…?” bisikku sambil kudaratkan kecupanku ke bibirnya, tubuhku bergerak menindih tubuh atletis Ronnie, tubuhku direngkuh dan tubuh kami menempel ketat… kuajarkan permainan lembut… mmmm…

Anak pintar ini dengan cepat menguasai permainan baru yg kuajarkan… dengan telaten setiap inchi tubuhku dirambahnya dengan remasan, gerayangan tangannya yang nakal… jilatan dan kecupannya merambah setiap bagian tubuhku yang sensitif… tubuhku menggeliat erotis… kadang menggelepar liar… rintihanku mulai terdengar… tak dapat kutahan desah gelisahku… diselingi jeritan gemas…

” Ayo sayaang…hh hhh… Tante udah ga tahan dengan peju mu…” bisikku lembut, setelah aku nggak tahan lagi merasakan kuluman dan jilatan Ronnie pada clitorisku…

” Aoooouuuhhh… Roooonnn… hhh…hhhh…” suaraku terdengar bergetar memelas… mataku meredup sayu menatap wajah imut Ronnie, manakala liang sanggamaku untuk kesekian kalinya ditembus batang kemaluan bongsor milik Ronnie, namun kali ini Ronnie menekan pelan sekali, sehingga terjadi gesekan nikmaaaaat yang lama sekali… sehingga kedua kakiku yang melingkari pinggangnya seakan mengejang, tak tahan menahan kenikmatan cerita dewasa yang luar biasa…

“Enaaak Tante ?” bisiknya lembut sambil tersenyum manis, ketika liang sanggamaku sudah tak ada tempat lagi bagi batang kemaluannya… iiih… menggemaskan bibirnya… aku menjawab dengan mengangkat alis… bibirku kembali menyambar bibir yang menggemaskan itu…

Ciuman dan kuluman panjang dimulai, dorongan gelegak birahi kami memang luarbiasa, permainan semakin panas dan semakin liar, ekspresi kami total menyembur tanpa kendali…kembali tubuhku dihentak-hentak oleh tenaga perkasa Ronnie dengan garangnya… jeritan dan rintihanku silih berganti ditimpa dengus nafas birahi ronnie yang mengeros buas…

“Aaaahhhkkk… Roonnnie ssaayaang… aammppuuunn…ooowww… ssshhh… niiikmaaat banggeet ssiih…???” rengekku dengan suara memelas, namun tarian pinggulku dengan gemulai masih dengan sengit mengcounter rajaman batang kemaluan Ronnie di liang sanggamaku sehingga terdengar bunyi berceprotan di selangkanganku… gillaaa susah untuk kuceritakan sensasi malam itu…

“Tante…hhh…hh Ronnie ampiir keluaar peju uu… sssshhh ” desis ronnie dengan suara bergetar… matanya garang menatapku… iiihhh mengerikan, tapi aku sngat menyukai ekspresi ini.

” Ayoooo sayaanggg… semburkan peju bareng Tante… ooouuuuhhhh… !!” Ya ammppuuun… mengerikan sekali… tubuhku terguncang-guncang hebat, akibat hentakan tubuh Ronnie menghajar liang sanggamaku pada detik puncak… mulutku menganga lebar tanpa suara, tanganku mencengkeram erat pinggiran ranjang… dan entah apa yang terjadi, karena pada saat itu orgasmekupun meletus dahsyat…

Entah berapa lama suasana hening, hanya suara nafas kami terengah-engah yg terdengar… hujan di luar rupanya sudah berhenti juga…

” Tante… boleh Ronnie pulang sekarang, hujan kayanya sudah berhenti…” suara Ronnie memecah keheningan…

” Hmmm… sebenernya Tante masih pingin meluk kamu, pingin cumbuin kamu sayaaang… ini ditinggal buat Tante aja yah ?” sambil kuremas batang kemaluan yg masih sembab…

“Titit kamu buat Tante aja ya sayaang… jangan buat orang lain… apalagi buat Astari… awas Tante bisa marah besar ” sambungku dengan nada serius… Ronnie pun mengangguk tegas Kuantar Ronnie ke garasi tempat motornya diparkir, kubiarkan tubuhku bugil, telanjang bulat…

Gila… digarasi masih sempat kulakukan cerita dewasa oral sex sampai keluar peju nya… kutelan habis peju segar yg menyembur di dalam mulutku… Capek yang luar biasa kurasakan setelahnya, badan rasanya lengket-lengket dan bau gak jelas.