WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

WELCOME TO REMAJA MASA KINI 18+

Tempat asik berbagi info seputar xx.

Blogroll

Cerita Sex 18+ - Berhasil Setubuhi Pacar Teman Saat Mabuk


Kesempatan ini bercerita pengalaman Seks dari Rivan seseorang karyawan satu diantara perusahaan franchise yg populer di indonesia. Saat itu Rivan yg tengah pesta miras di kontrakanya dgn teman dekat serta pacar sahabatnya, selesai dgn skandal seks pada Rivan serta pacar rekan Rivan. Ingin tahu lanjutan ceritanya, Langsung saja yuk baca serta baca baik baik narasi mesum ini.


Panggil saja namaku Rivan, saya ialah seseorang karyawan di perusahaan franchise kota semarang (Jateng). Umurku saat ini 26 tahun, saya ialah type seseorang lelaki yg dapat disebutkan mempunyai badan proposional. Saya menjelaskan semacam itu kaena banyak teman-temanku katakan jika tubuhku atletis, berkulit putih, tinggi badan172 cm, serta berat tubuh 67 kg. Menjadi seseorang lelaki dewasa yg masih tetap bujang, saya memiliki hoby melihat film porno.

Saat saya kerja saya tinggal di kontrakan sebab saya ingin mandiri, meskipun sebetulnya saya jarak tempuh tempat kerjaku itu tidak demikian jauh dari rumahku. Telah lumayan lama saya mempunyai teman dekat yg begitu akrab sekali dgnku, sahabatku itu bernama Pandu. Kami seringkali habiskan waktu di tempat hiburan malam bersama, terkadang di tempat dugem serta terkadang pun di tempat family karaoke.

Pandu ialah seseorang rider liar serta ia pun seseorang yg masuk di satu diantara club motor besar di ruang semarang. Di semarang ia cukuplah populer di kelompok rider liar di semarang khususnya didaerah jalan alteri semarang. Dari hoby serta ketrampilan Pandu itu, Pandu sangat disukai beberapa wanita, hingga saat ini diapun memiliki pacar seseorang mahasiswi yg sexy, cantik serta menggemaskan sekali.

Benar-benar Pandu ini begitu mujur sekali sebab ia dapat mempunyai seseorang pacar seperti Echa (pacar Pandu). Echa ini ialah seseorang mahasiswi disalah satu kampus negeri di semarang serta ambil fakultas hukum. Singkat kata, dalam satu hari Pandu-pun coba ajak saya untuk olah vocal (Karaoke) dalam tempat family karaoke yg biasa kami datangi.

“ Van, olah vocal yuk, boring nih saya, ” isi pesan Pandu melalui BBM (blackberry Messenger).
“ Aduh sori nih Lih, bukanya saya nggk ingin, tetapi ini dompet tipis nih, ini uang pasti akan buwat bertahan hidup saya dahulu Van, ” jawabku.
“ Bener pun ya Van, ini saya pun ngepres sekali duitnya, palingan jika kita olah vocal pun nggk akan senang deh, Tetapi bagaimana nih nasib si echo, soalnya saya sudah sudah terburu ajak ia keluar nih Van, ” kata Pandu coba merayu saya .

Jujur saja sebetulnya saya ingin sekali menyepakati ajakannya, tetapi ingin bagaimana isi dompet begitu tidak memberi dukungan kondisi.

“ Gini saja deh Lih, bagaimana jika kita mabuk saja dikontrakanku sampai pagi, serta sekaligus saja Echa kamu ajak ke sini, bagaimana ?, ” ucapku memberikan saran pada Pandu.
“ Wah inspirasi bagus tuch Van, tidak hanya asyik itu pun low biaya,hahaha… yaudah nantikan yah bentar ni saya melaju ke sana, ” jawabnya

Waktu itu-pun Pandu menyepakati usulanku. Kurang lebih 30 menit berlalu, selanjutnya terdengar nada suara motor yg kelihatannya itu ialah Pandu. Sesudah itu aku-pun selekasnya keluar dari kamar kontrakanku serta lihat siapa yg hadir, ya nyatanya benar itu ialah Pandu yg hadir bersama dengan pacarnya. Wowww… mantap sekali gan, Echa malam itu benar-benar sungguh tampak mengagumkan cantik serta sexy.

Malam itu bila beberapa pembaca lihat sesosok wanita bernama Echa, Ditanggung beberapa pembaca akan horny dadakan deh, hha. Di hari itu Echa menggunakan kaos ketat berwarna hitam, hingga hal tersebut membuat terlihatnya buah dada-nya Echa yg montok, kencang an muncul kedepat. Ditambahkan waktu itu pun menggunakan celana pendek jeans ketat ala anak saat ini, hingga hal tersebut membuat pantat Echa tampak betul-betul semok serta kenyal Gan.

Lihat Echa yg semacam itu Si otong mendadak berdiri tegak melawan beberapa pembaca, serta saya makin rasakan keinginan seks yg mengagumkan pada Echa,

“ Selamat malam brooo.sory lama soalnya hujan deres nunggu surut dahulu., ” Kata Pandu sekalian masuk ke kamar kontrakan saya dgn menggandeng masuk si Echa.
“ Ohhh enjoy saja gan, namanya pun hujan,, ini pacar kamu ya Pandu ???, ” Tanyaku sekalian basa basi.

Waktu itu selalu ku lihat mukanya yg bener bener putih bersih rambut rebonding lurus, kulit leher sampai dada tercium wangi seolah-olah nafsu makin bergelora serta Penispun keluarkan tanda yg kuat. Pada akhirnya kita setuju untuk beli minuman keras cap orangtua ( congyg minuman beralkholol ciri khas semarang) sekitar 9 botol, serta camilan untuk pendamping minuman kepiting saus tiram,

“ Echa agar di tempat ini dahulu ya gan ama kamu, gue berbelanja dahulu buat pesta, ” Kata Pandu pada saya.
Waktu itu dalam hati kecil saya berkata, wah ini peluang emas untuk lebih tahu siapa Echa. Ingin sekali ngajak bercakap ah.
“ Siaapppp deech brooo, gue jagain si Echa. aman intinya ama gue.., ” jawabku semangat sebab tidak sabar ingin terlibat perbincangan dgn bidadari satu ini.

Selang beberapa saat Pandupun pergi untuk beli miras serta makanan penambahan,,, tampak Echa duduk bersimpuh diatas kasur saya, dgn tangan yg tetap membelai rambut lurusnya, ditambah lagi dengan parfumnya yg bener bener wangi tercium meningkatkan gairah makin tidak tertahan. Tetapi dalam pikiran saya pun berpikir, ini salah sebab Echa ialah pacar teman dekat saya, batinkupun mulai memberontak,

“ Nama kamu siapa.???, ”. tanyaku memulai pembicaraan dgn si Echa.
“ Echa mas, kalau mas siapa? Sudah kenal lama sama si Pandu?, ”.jawab si Echa dgn senyuman hangat.
“ Ohhh . saya Rivan serta saya telah 5 tahun kenal dgn Pandu.., ” dgn serius saya mengobrol dgn si Echa.

Selang beberapa saat Pandu hadir dgn membawa persediaan pesta untuk malam hari ini.serta pestapun diawali. awalannya saya buka congyg 3 botol serta saya berikan untuk Pandu serta si Echa. Makanan penambahan untuk pelengkap 1 bagian kepiting saos tiram saya simpan mangkuk besar, serta kamipun nikmati situasi. 3 botol habis pun, Pandu minta saya untuk buka minumannya serta pada akhirnya saya membuka .

Echa pun saya lebih . Kamipun sekalian bercanda bergurau saat malam itu serta pada akhirnya sesudah habis masing masing 2 botol, Pandu dgn muka yg merah merekah, Echa yg mulai meredup matanya, saya langsung membuka  3 botol buat saya, Pandu serta pacarnya si Echa,
“ Ayolah brooo,, begitu saja dah K.o.kalah ama cwek kamu si Echa., ” saya memerintah si Pandu untuk meningkatkan minumannya.
“ Wehhh kamu ngremehin gue brooo, sini gue habisin jatah kamu pun, ” Pandu menjawab.

Waktu itu saya dgn perasaan berapi api ingin memberikan jika ia jago minum, pada akhirnya si Pandu menenggak langsung 1 botol yg saya kasih, dan mengusung 1 botol jatah saya tetapi cuma terminum seperempat, sebab mungkin tidak kuat. Pada akhirnya ia tepar tidak berkapasitas. Saya serta Echa dalam kondisi 1/2 tiang masih tetap bercanda serta kadang-kadang menghina Pandu yg telah gugur dalam perpestaan malam ini hari,
“ AAAAhhh payah cwok kamu Echa,, begitu saja K.O, ”. ujarku sekalian bercanda dgn Echa.
“ Iya nih barusan sok sok, ”an langsung nenggak 2 botol, eh justru K.O.., ”. sekalian ketawa serta melayg layg tubuhnya,,, matanya yg telah mulai redup.

Saya mulai kembali bergairah untuk rasakan Vagina si Echa, kondisi telah ON, ditambah lihat buah dada Echa yg bener bener kencang serta putih kulit di bagian dada serta lehernya, membuat Penis ini tidak ingin dibawa kompromi. Tak lama kemudian lalu, Echa membangunkan Pandu yg telah tepar serta tertidur di kasur saya. Echa minta dibawa ke kamar mandi untuk kencing sebab telah habis 2 botol 1/2,

“ Honey, bangun bntar, anterin saya ke kamar mandi, ingin pipis nih.., ” sekalian membangunkan Pandu, Echa seolah tidak tahan untuk keluarkan air kencingnya.
“ Telah biarlah si Pandu tidur, ia dah tidak sadar Echa, dibanding bangun nanti justru muntah muntah. mari kuantar., ”. bujukku sekalian mengharap peluang siapa tahu bisa rezeki.

Dengan sempoyongan berdiri, langsung saya membantu si Echa untuk berjalan. Tangan kanannya kutaruh di bahu saya, saya peluk sisi dadanya.Tanpa menyengaja menggenggam buah dada-nya yg bener bener padat. Penis-pun mulai ereksi, sekalian ke arah ke kamar mandi, tanganku tetap berlaga seolah memberikan pertolongan dgn curi curi peluang. Saat itu bener bener kondisi sepi sebab habis hujan, jadi tidak ada orang seputar yg masih tetap bangun.

Setelah tiba di kamar mandi, saya dudukan si Echa ke wc duduk. Saya bebaskan perlahan pelan serta si Echa minta saya untuk tutup pintunya. Tidak kurang akal, saya tutup pintu tetapi tidak saya rapatkan. Saya intip dari sela pintu, Echa mulai melorotkan celana serta CD nya, tampak jembut yg benar-benar rapi nan indah. Vaginanya merekah merah, perutnya yg langsing membuat Penis makin memberikan tegangan tinggi saja.

Seolah ingin masuk liang senggama punya Echa. Waktu itu air seni Echa-pun keluar dari Vagina si Echa, saaitu selalu kuamati Vagina nya sampai usai buang air kecil, lalu di mencuci Vaginanya dgn semprotan air, tampak mukanya yg benar-benar merayu, dgn bibir tipis, mata sayu. uuuuhh benar-benar bidadari yg jatuh dari langit. Dengan perasaan tidak sabar saya langsung masuk ke kamar mandi. Saya langsung berdiri di muka Echa.

“ Echa, Vaginamu benar-benar merayu., ” ujarku sekalian lihat mengarah Echa yg dalam kondisi 1/2 tiang.
“ Kamu ingin apa Rivan ?, ”jawabnya dgn terbata bata serta seempoyongan.
Tanpa ada berpikir panjang.langsung saya mengambil possisi di muka Vagina Echa.langsung ku jilatin Vagina Echa yg merekah. Kakinya ku simpan pundakku serta ku angkat ke atas,

“ Aaaaccchhhhhh enaaaaaakkk riaannn. enaaakkk bangeeettt, ” Desahan Echa menikmatinya, keliatannya telah on fire pun si Echa nih.
“ Srrruuuupppp ehhmmm sluuuuuuupp, ”
Nada jilatanku pada semua rongga Vagina Echa, serta saya hisap Clitoris Vaginanya, sampai Echa makin meronta serta mendesah hebat.

“ Rivan.masukin yuk, gatel nih Vagina, ” tampak telah jika Echa ialah hypersex.
Dengar ajakan Echa itu, lalu langsung ku angkat Echa, ku terlepas pakaian serta Branya. Saya balikan mengarah dinding serta melepas celanaku serta saya basahi Penisku dgn air liurku. Penispun tidak ketahan . saya ajak Echa untuk Dogie model seks.. perlahan-lahan kumasukkan ujung Penisku dari belakang .ku gesek gesekkan ke Vagina Echa.

“ Masukin Rivan, ayooooo selalu Rivann, ” Pinta Echa kepadaku.
Waktu itu aku-pun tidak dapat meredam nafsu birahiku, serta selanjutnya,
“ Blesssssssss…, ”
Selanjutnya Peniskupun masuk ke lobang Vagina punya Echa,
“ Aaaahhhh Ooohhh. enak sekali Rivan, Dorong teruuuuussss Rivan, Vaginaku penuh dgn Penismu yg besar, ” desahan Echa.

KUMPULAN LINK ALTERNATIF AGEN DOMINO TERPERCAYA INDONESIA BANK ONLINE 24 JAM
Dengar desahan Echa aku-pun makin semangat untuk memuaskan nya. Saya maju mundur keluar masuk serta selalu ku goyang Penisku ke Vagina Echa. Sekalian merunduk serta sekalian meremas buah dada Echa, kadang-kadang saya pelintir putingnya yg telah tumbuh. Saya remas remas selalu serta selalu ku genjot .Echa cuma dapat mendesah. Beberapa waktu lalu Echa pada akhirnya orgasme yg kali pertamanya.

Echa keluarkan cairan putih hangat berasa di Penisku yg ada di Vagina Echa.
“ Aaaaccchhhh..ssssstttt..eemmmhhhh. Keluar Rivan…Aaaacchhhhh oohhhh.Sangat nikmat Rivan, ”. desah Echa mulai tidak karuan.

Waktu itu saya makin meningkatkan genjotanku. Saya terasa suka dalam hati dapat membuat Echa orgasme dgn demikian cepat. Selang beberapa waktu lalu akupun tidak dapat meredam sperma untuk keluar. dalam waktu puncakku, ku genjot bertambah cepat . Pada akhirnya dgn penuh semangat saya cabut Penisku dari Vagina Echa serta saya mengeluarkan air maniku ke pantat Echa semua “ Crotttttttttt… Crottt… Crottt… Achhhhhhhhhhh, ”

Selanjutnya air maniku-pun keluar dgn cepat serta tercecer di pantat serta punggung Echa
“ Terima kasih Echa, Vaginamu benar-benar mengagumkan.., ” kataku sekalian saya memeluk Echa.
“ Iya Rivan sayaang, saya pun yah sebab kamu telah memberi saya kesenangan malam hari ini, ” kata Echa senang.

Sesudah itu aku-pun mencuci pantat serta punggung Echa yg penuh air maniku. Sesudah usai aku-pun lalu menolong Echa untuk menggunakan pakainnya , serta saya antar ia untuk ke kamar temani Pandu yg telah terkapar tidak berkapasitas karena mabuk miras.


 

Gairah SEX ku Dengan Teman SMP ku Dulu

 


Saya ialah anak ke-3 dari tiga bersaudara. Muka saya biasa saja, tidak buruk pun tidak cantik.. lumayanlah. Usia saya 24 tahun, badan saya pun tidak begitu proposional. Kakak saya telah menikah semua serta saya barusan menyelenggarakan pernikahan dua bulan waktu lalu dengan lelaki pilihan saya. Kami begitu bahagia sekali. Satu bulan setelah itu beberapa gejala kehamilan terlihat serta saya positif hamil dengan umur kandungan 3 minggu.

Suami saya tidak tahu kehamilan saya ini sebab suami saya baru pergi ke Semarang untuk kepentingan dinas yang ditugaskan oleh kantornya untuk waktu yang lumayan lama, kira-kira seputar 4 sampai 5 bulan. Saya sudah sempat memprotes keras sebab kami barusan menyelenggarakan pernikahan serta saya tengah nikmati keindahan sex yang sampai kini saya pikirkan demikian enak serta begitu indah sekali serta memang itu semua dapat dibuktikan, sex demikian enak, menyenangkan serta begitu indah sekali

Insiden ini berlangsung saat saya mengecek kandungan saya ke dokter kandungan yang populer di kota saya. Saya tidak tahu jika dokter itu ialah rekan SMP saya, saya baru sadar saat Hendra menegur saya, “Maureen.. kamu Maureen kan..?” sapanya.
“Iya..” kata saya.
“Masa kamu lupa dengan saya.. saya ini Hendra”, sahutnya .
“Hendra.. mm.. ohh.. yah saya ingat kamu kan yang dahulu sekolah di SMP*** (edited) itu bukan..?” jawabku.
“Iya bener telah inget saat ini..?” tuturnya .
“Iya.. iya.. hebat yah saat ini kamu telah jadi dokter yang terkenal”, kata saya .

Singkat kata saya telah berbaring siap untuk di check serta Hendra juga telah siap-siap dengan sarung tangan karet serta perlengkapan yang lain yang tidak saya tahu namanya. Hendra mulai menggenggam serta menekan-nekan perut saya, saya cuma rasakan kegelian saja sampai satu saat Hendra menyentuh dengan tidak menyengaja ke payudara saya serta dengan refleks tangan saya menghalaunya, terlihat muka Hendra merah serta seringkali mohon maaf pada saya.

“Tak.. apa-apa Hen saya tahu kamu tidak sengaja”, kata saya walau sebenarnya saya begitu suka sekali sebab telah lama saya ingin terkait tubuh, telah dua minggu saya tidak mengerjakannya. Lantas saya menanyakan padanya, “Hen kalau contohnya dalam umur kandungan tiga minggu saya lakukan jalinan tubuh apa tidak mengganggu janin serta kondisi saya..?” bertanya saya. “Ohh.. tidak apa-apa selama tidak rasakan sakit serta santai saja nikmati semua serta yang penting mesti..(ia demikian mengutamakan kata mesti) berhati-hati sekali supaya tidak menggangu janin”, kata Hendra.

Lantas ia mulai lihat kondisi liang kewanitaan saya sebab saya merintih seringkali keluar lendir putih, saya ketahui ini bukan tempatnya, semestinya saya ke dokter kulit serta kelamin tetapi tidak apa-apa deh siapa tahu ia pahami dikit banyak mengenai hal tersebut, pada saat ia menyentuh liang kemaluan saya sangat terasa enak sekali, tidak diduga saja kemauan untuk lakukan hubungan seksual kembali menggebu serta saat ia masukkan alat yang saya tidak paham namanya ke liang senggama saya, sangat terasa enak sekali serta saya sudah sempat mendesah dikit entahlah terdengar apa tidak oleh Hendra.

Hendra mencabut alat itu secara cepat saya tahan sebab saya begitu menikmatinya serta saya mulai menggoyang-goyangkan tangan Hendra ke liang senggamaku, terlihat mukanya terheran-heran serta memerah, terlihat keringatnya keluar. Lantas saya menanyakan, “Hen kok.. mendadak kamu demikian tegang sekali, tolong Hen puaskan saya Hen, tolong soalnya saya telah dua minggu tidak mengerjakannya.. kamu ingin kan Hen..” bertanya saya pada Hendra, ia tidak menjawab cuma terdiam saja, terlihat muka merahnya serta keringatnya demikian deras.

“Hen.. Hen.. kamu tidak apa-apa..?” bertanya saya.
Hendra mulai menjawab dengan tersendat-sendat, “Ti.. ti.. ti..dakk aa..ku tidak apa-apa..!” tuturnya tetapi mukanya yang tegang, keringatnya tidak bisa dia menyembunyikan.
Lantas saya menanyakan , “Hen.. kamu ingin kan puaskan saya, saya ingin sekali Hen.. saya telah lama tidak melakukannya”, pinta saya pada Hendra, dia masih tetap tersendat-sendat lantas mengatakan, “Tapi Reen.. saya tidak bisa”, jelas Hendra, saya mulai melirik kejantanannya. Wah.. nyatanya telah tegang, lantas saya remas-remas untuk memberikannya rangsangan. Hendra mulai menikmatinya serta ia mulai berani menggoyangkan tangannya di liang kewanitaan saya, sayaa mulai mendesah sebab rasakan enak serta melayang-layang.

Hendra mulai mencium saya serta lidah kami sama-sama hisap lantas saya membuka reitsleting celananya serta pakaian dokternya saya membuka. Hendra tidaklah terlalu sulit waktu buka pakaian saya sebab pakaian saya sudah dibuka oleh Hendra awalnya pada saat mengecek saya barusan, tinggal buka bra saya saja, yang tidak saya kira Hendra telah membenamkan mukanya di liang kewanitaan saya. “Ohh.. ohh.. benar-benar enaknya”, desah saya, Hendra terlihat asik mainkan klitoris saya serta tangannya tidak tertinggal mainkan puting serta payudara saya.

Sesudah senang lantas giliran saya mengulum batang kemaluannya yang cukup besar (mengapa saya katakan besar sebab saya tidak tahu besarnya kemaluan pria, yang saya ketahui cuma mempunyai suami saya) dari mulai menjilat sampai menghisapnya. Hendra begitu nikmati sekali hisapan saya, yang terdengar cuma desahan nikmat, “Ssstt.. ahh.. emm.. ohh.. enak sekali Maureen enak.. kamu benar-benar pinter sayang.. ohh..” tidak tertinggal tangannya mainkan liang kewanitaan serta puting susu saya, jempol serta jari telunjuknya mainkan klitoris saya sedang jari tengahnya masuk, sebab lama-lama makin cepat Hendra mainkan jari tangannya, saya juga mau keluar serta tidak lama dari itu saya berteriak, “Hen.. ohh.. sstt.. saya keluarr.. Hen.. ohh enak sekali..” tanpa ada sadar saya menggit batang kemaluan Hendra sebab saya seperti tidak sadarkan diri, Hendra juga berteriak keras sekali, “Aaawww.. sakit”, “Sorry.. sorry.. saya tidak sengaja”, saya juga tidak dapat meredam tawa saya.

Lantas kami meneruskan kembali permainan sex kami. “Hen.. masukan saat ini saja, saya tidak tahan ..” lantas dengan tuntunan saya, saya mulai mengarahkan batang kemaluannya ke pintu liang kewanitaan saya yang telah basah oleh cairan serta ludah Hendra itu sampai membuat liang kewanitaan saya licin. Lantas Hendra tempelkan kepala kemaluannya ke pintu kewanitaan saya yang terlihat merah, ia mulai mengayunkan pantatnya ke depan tetapi aneh sekali tidak dapat masuk entahlah sebab begitu licin atau memang mempunyai Hendra begitu besar, ia mulai buka bibir kemaluan saya dengan ke-2 tangannya, dengan demikian lubang kewanitaan saya terbuka lebar serta ia mulai mengarahkan batang kemaluannya, dengan satu sentakan saja batang kemaluannya telah masuk.

“Aduhh.. sakit Hen..” lantas Hendra ambil suatu seperti cairan atau minyak, saya tidak tahu dengan jelas serta Hendra mulai menggerakkan pantatnya maju mundur. “Ooohh.. uuhh.. hhmm.. sstt..” desahku. “Ayo selalu sayang.. selalu.. oohh.. kamu pinter.. Hen selalu.. Hen.. selalu sayang.. oohh..” Hendra juga keliatannya tidak ingin kalah, ia selalu mendesah keenakkan, “Ooohh.. liang kewanitaan kamu masih tetap sempit yah.. oohh.. enak sekali.. uuhh.. selalu goyangkan pinggul kamu Reen.. selalu sayang.. oohh.. sstt..”

Selang beberapa saat saya akan keluar . “Hen.. cepat.. Hen.. goyang bertambah cepat .. bertambah cepat Hen..” serta, “Ooohh.. Hen.. saya keluuarr ..” saya mendesah panjang serta mengejang untuk sesaat sekalian kakiku dilingkarkan di perutnya. Hendra juga mencabut batang kemaluannya serta menanyakan pada saya, “Reen kamu pernah lakukan anal belum..?” bertanya Hendra. “Belum sempat..” jawab saya, “Habis keliatannya sakit sich”, lanjutku. “Ohh yah telah tidak apa-apa jika demikian kita ubah yah dengan dogdy style”, bisiknya.

Lantas saya menungging serta Hendra mulai menusukkan batang kemaluannya serta saat ini keliatannya Hendra tidak alami kesukaran untuk masukkan batang kemaluannya, nampaknya Hendra mau keluar sebab goyangannya demikian cepat serta, “Ooohh.. aahh.. sstt.. uuhh..” Hendra juga menyemprotkan air maninya ke liang kewanitaan saya, selang beberapa saat saya juga keluar untuk ke-3 kalinya serta kami juga terkulai lemas bertepatan dengan datangnya kesenangan yang tanpa tara ini. Batang kemaluan Hendra masih tetap tenggelam di liang kewanitaan saya.

Setelah batang kemaluan Hendra mengecil saya lakukan kembali oral padanya, bersihkan sisa-sisa air mani serta cairan yang saya hasilkan serta kami juga berbenah diri sekalian bersihkan diri. “Hen.. terima kasih yah.. kamu telah memuaskan saya kamu hebat Hen.” Hendra juga berterima kasih pada saya sebab ia sudah dipuaskan oleh saya. Hendra lantas tuliskan resep buat saya, pada saat saya akan membayarnya ia menampik dengan fakta tadi itu telah adalah bayaran yang begitu mahal tuturnya. “Kalau demikian.. yah sudah”, fikir saya. Saya juga pulang serta pada saat saya melalui ruangan nantikan ada banyak pasien yang menanti, rupanya barusan saya bercinta dengan Hendra lumayan lama serta saya baru mengetahuinya, “Ah.. cuek saja”, fikir saya. Saya seringkali bercinta dengan Hendra semenjak saat itu tapi setelah suami saya pulang saya belum pernah bercinta dengannya.